JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
ANALISIS POLA PENGELUARAN RUTIN PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengeluaran rutin pemerintah untuk (1) pengembangan kinerja; (2) sarana penunjang; (3) untuk kesejahteraan; (4) perbandingan pola pengeluaran ketiga pos yang ada pada Badan Pengelolaan dan Keuangan Daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode time series model ARIMA dimana penentuan model sesuai hasil run data yang terbaik. Data yang digunakan: pengeluaran rutin pemerintah untuk pengembangan kinerja, sarana penunjang dan kesejahteraan.  Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pola pengeluaran untuk pengembangan kinerja dari bulan sebelumnya berpengaruh pada bulan saat ini dan bulan selanjutnya serta menurun dan cenderung berfluktuasi; (2) pola pengeluaran untuk sarana penunjang  dari bulan sebelumnya berpengaruh pada bulan saat ini dan bulan selanjutnya serta menurun dan cenderung berfluktuasi. (3) pola pengeluaran untuk sarana penunjang  dari bulan sebelumnya berpengaruh pada bulan saat ini dan bulan selanjutnya serta meningkat dan cenderung berfluktuasi. 4) Tiga pengeluaran pemerintah pada Badan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara menunjukkan pola yang sama dan kita bisa memprediksi pengeluaran pada bulan-bulan selanjutnya pada tahun setelah data tahun penelitian ini. Kata kunci: Pola pengeluaran pemerintah, pengembangan kinerja, sarana penunjang, kesejahteraan ABSTRACTThis study aims to determine the pattern of routine government spending for (1) performance development; (2) supporting facilities; (3) for welfare; (4) a comparison of the expenditure patterns of the three posts in the Regional Finance and Management Agency in Southeast Minahasa Regency.This study used the ARIMA time series model method where the determination of the model according to the best run data results. Data used: routine government expenditures for performance development, supporting facilities and welfare. The results of this study are: (1) the pattern of expenditure for performance development from the previous month affects the current month and the following month and decreases and tends to fluctuate; (2) the pattern of expenditure on supporting facilities from the previous month affects the current month and the following month and decreases and tends to fluctuate. (3) the pattern of expenditure on supporting facilities from the previous month affects the current month and the following month and increases and tends to fluctuate. 4) Three government expenditures at the Local Government Financial Management Agency of Southeast Minahasa Regency show the same pattern and we can predict spending in the following months of the year following the data of this study year. Keywords: Government spending patterns, performance development, supporting facilities,welfar
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
This study aims to determine (1) The Effect of Demographic and Geographical Factors on the Effectiveness of Village Fund Management during The pandemic in Southeast Minahasa Regency. (2) To determine the effectiveness of The Village Fund, it can be seen from the allocation of Village Funds and Village Performance in improving the village economy.This research uses Multiple Linear Regression analysis method. Data collection techniques are interviews, observation guides and documentation. Data used: working paper for calculating village funds and APBDes posture in the form of income, expenditure and financing. Data analysis uses Multiple Linear Regression analysis.The results of this study are: (1) Partially there is a significant and positive relationship between the ratio of population, poor population and the ratio of area to Village Fund management in Southeast Minahasa Regency; On the other hand, the Geographical Difficulty Index partially has no significant effect on the management of the Village Fund; (2) Together, the population ratio, poor population ratio, area ratio and Geographical Difficulty Index (IKG) have a significant effect on the management of Village Funds with the largest influence being the ratio of population to village fund management in the field of development and empowerment of rural communities; (3) Variations in changes in the effectiveness of Village Fund management 97.17% are caused by variations in changes in the four independent variables selected in this study; (4) The quality of Village Fund management in Southeast Minahasa Regency is at the Very Effective level. (5) There are 47 villages with developed status as seen from the independent village index, but the level of effectiveness of village fund management in Southeast Minahasa Regency still needs to be improved.Recommendations from this research for the village government in the future can provide policies on the management and distribution of Village Funds and the recording of Village Assets while still paying attention to strengthening the role of government institutions in the village. Transparency of village budget management to government institutions in the village in various fields so that the Village Funds are distributed according to what has been planned
PENGARUH TRANSFER PRICING TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK PERUSAHAAN MAKANAN & MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2020 – 2021
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dari transfer pricing terhadap agresivitas pajak. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data – data sekunder berupa laporan keuangan dari setiap perusahaan sektor makanan & minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020 – 2021. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 49 populasi perusahaan, 48 perusahaan sampel dan total data penelitian yang berjumlah 96 data penelitian yang diambil dan digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini untuk variabel transfer pricing terhadap agresivitas pajak adalah memiliki nilai signifikansi angka sebesar 0,080097 lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak adanya pengaruh signifikan dari pengaruh transfer pricing terhadap agresivitas pajak.
Kata Kunci—Transfer Pricing, Agresivitas Paja
ANALISIS PENDAPATAN DESA TERHADAP INDEKS DESA MEMBANGUN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh pendapatan asli  desa terhadap Indeks Desa Membangun  di Kabupaten Minahasa Tenggara. 2) Pengaruh dana desa terhadap Indeks Desa Membangun  di Kabupaten Minahasa Tenggara. 3) Pengaruh alokasi dana desa terhadap Indeks Desa Membangun  di Kabupaten Minahasa Tenggara. 4) Pengaruh pendapatan asli desa,  dana desa dan alokasi dana desa secara bersama-sama terhadap Indeks Desa Membangun  di Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel, yaitu penggabungan cross section dan time series. Hasil dari penelitian ini adalah:1) Pendapatan Asli Desa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Desa Membangun di Kabupaten Minahasa Tenggara. 2)Dana Desa berpengaruh signifikan terhadap Indeks Desa Membangun di Kabupaten Minahasa Tenggara. 3) Alokasi Dana Desa berpengaruh signifikan terhadap Indeks Desa Membangun Di Kabupaten Minahasa Tenggara. 4) Pendapatan Asli Desa, Dana Desa dan Alokasi Dana Desa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Desa Membangun Di Kabupaten Minahasa Tenggara
DAMPAK PEMERIKSAAN DENGAN TUJUAN TERTENTU ATAS PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP NILAI PAD DAN PERBAIKAN TATA KELOLANYA (STUDI PADA 38 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2015-2019)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mampu memperbaiki tata kelola pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode uji beda sampel berpasangan dengan cara membandingkan apakah ada perbedaan besaran jumlah PAD dan banyaknya temuan terkait PAD pada LKPD sebelum dan sesudah dilakukannya PDTT pengelolaan PAD oleh BPK. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah daerah tingkat kabupaten /kota yang pada periode 2016 s.d. 2018 telah dilakukan PDTT pengelolaan PAD-nya oleh BPK sebanyak 38 pemerintah kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDTT Pengelolaan PAD yang dilakukan oleh BPK selama periode tahun 2016 s.d. 2018 memberikan dampak yang signifikan dan positif terhadap pengelolaan PAD pada Kabupaten/Kota yang menjadi entitas terperiksa. Hal tersebut tercermin dari bertambahnya rata-rata realisasi PAD kabupaten/kota yang diikuti dengan berkurangnya temuan pemeriksaan terkait dengan PAD pada pemeriksaan Laporan Keuangan setelah PDTT atas Pengelolaan PAD dilakukan. Hal tersebut semakin menguatkan teori stewardship dalam pola relasi yang berlaku antara BPK dengan pemerintah daerah yang menggambarkan bahwa BPK bersama-sama dengan pemerintah daerah saling bekerja sama untuk mencapat tujuan bersama. Â
FLYPAPER EFFECT DANA ALOKASI UMUM DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP BELANJA DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah  berpengaruh terhadap belanja daerah pada Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi flypaper effect selama tahun 2015 sampai dengan 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan populasi berupa seluruh pemerintah daerah pada Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 1 pemerintah provinsi, 2 pemerintah kota dan 5 pemerintah kabupaten. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, sampel pada penelitian ini terdiri dari 40 data yang diambil dari Laporan Realisasi Anggaran sebanyak 8 pemerintah daerah selama 5 tahun yaitu dari tahun 2015 sampai dengan 2019.  Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Belanja Daerah. Koefisien Pendapatan Asli Daerah lebih besar dibandingkan dengan koefisien Dana Alokasi Umum yaitu sebesar 0,948 sedangkan untuk Dana Alokasi Umum sebesar 0,762. Ini juga membuktikan bahwa tidak terjadi flypaper effect pada pemerintah daerah kabupaten/ kota di Provinsi Kepulauan Riau.Kata kunci : Flypaper Effect, Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Daera
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP AUDIT DELAY PADA SUB-SEKTOR PLASTIK DAN KEMASAN DI BEI PERIODE 2018-2021
ABSTRAK
Penelitian ini mempunyai tujuan agar mengetahui pengaruh dari ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, terhadap audit delay. Metode kajian ini memakai metode deskriptif dengan data sekunder sebanyak 13 perusahaan dengan rentang waktu 4 tahun sehingga didapat 52 sampel. Teknik pengumpulan datanya sendiri memakai data sekunder laporan keuangan audit diperoleh dari perusahaan manufaktur sub sektor plastik dan kemasan rentang waktu 2018-2021, Teknik analisis data yang dipakai ialah Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Koefisien Determinasi, Uji t serta Uji f, kemudian menganalis data mempergunakan SPSS versi 25.0, Hasil penelitian membuktikan analisa Koefisien determinasi (R2) menunjukkan variabel independen mempunyai pengaruh sebesar 13% terhadap variabel dependen. Hasil Uji t parsial menunjukkan ukuran perusahaan =0,192 > 0,05 menunjukkan variabel ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh kepada audit delay, profitabilitas =0,388 > 0,05 menunjukkan variabel profitabilitas tidak berpengaruh kepada audit delay, solvabilitas =0,021 < 0,05 menunjukkan variabel solvabilitas mempunyai pengaruh kepada audit delay, uji F simultan membuktikan hasil 0,020 < 0,05, menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel berpengaruh kepada audit delay.
Kata Kunci : Audit Delay, Profitabilitas, Solvabilitas, Audit Delay, Ukuran Perusahaan
ANALISIS PENGELOLAAN ASET TETAP PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA SULAWESI UTARA, TENGAH, GORONTALO, DAN MALUKU UTARA
ABSTRAK
Analisis pengelolaan aset tetap/BMN (Barang Milik Negara) perlu dilakukan untuk mengukur keberhasilan pengelolaan aset pada instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pelaksanaaan pengelolaan aset tetap yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan kinerjanya, dan (2) Tingkat kepuasan pengguna aset tetap terhadap kinerja pengelolaan aset secara keseluruhan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pegawai selaku pengguna aset tetap sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 30 responden, dan dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap pengelolaan aset tetap terdapat 3 atribut pengelolaan aset yang harus dilakukan perbaikan secara terus menerus oleh Tim Pengurus Aset yaitu atribut A3, A6, dan A15. Selanjutnya, terdapat 10 atribut berkinerja baik dan harus dipertahankan yaitu atribut A1, A2, A4, A5, A8, A9, A10, A11, A14, dan A16 (keterangan simbol sesuai Gambar 2). Adapun pengelolaan aset secara keseluruhan berdasarkan analisis CSI diperoleh hasil sebesar 85,18%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengguna aset sangat puas atas pengelolaan aset yang dilakukan oleh Tim Pengurus Aset, dengan kata lain bahwa hasil pengelolaan aset yaitu sangat memuaskan.
Kata kunci: Pengelolaan aset tetap, kepuasan pengguna aset, Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS PENGAWASAN INSPEKTORAT KOTA BITUNG
ABSTRAKInspektorat merupakan salah satu unit yang melakukan pegawasan pada pemerintahan daerah,dimana memiliki tugas yang sama dengan auditor internal. Sehingga, inspektorat memegang perananpenting dalam proses terciptanya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.Pengawasan intern yang dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang terdapatdalam Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terdiri dari audit, review, evaluasi, pemantauandan kegiatan pengawasan lainnya. Pengawasan bersifat membantu agar sasaran yang ditetapkanorganisasi dapat tercapai, dan secara dini menghindari terjadinya penyimpangan pelaksanaan,penyalahgunaan wewenang, pemborosan dan kebocoran. Objek penelitian adalah Inspektorat KotaBitung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis atau mengetahui pengaruh pengalaman,kompetensi dan motivasi terhadap efektifitas pengawasan Inspektorat di Kota Bitung. Metode analisisyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian yang dilakukan bahwapengalaman, kompetensi dan motivasi berpengaruh terhadap efektifitas pengawasan Inspektorat diKota Bitung.Kata Kunci : Pengalaman, Kompetensi, Motivasi, Efektifitas, Pengawasan
PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DAN PENDAPATAN UMKM DI KOTA MANADO
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh pandemi Covid 19 terhadap pelaku UMKM dan pendapatan UMKM. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara pandemi covid 19 berpengaruh terhadap pelaku UMKM secara positif dan signifikan. Artinya walaupun ditengah iklim pandemi covid 19 pelaku UMKM mampu bertahan bahkan semakin berkembang. Hal ini disebabkan karna pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan kemajuan digital untuk mempromosikan dan memasarkan setiap produk yang ada bahkan berinovasi kepada produk-produk yang dibutuhkan ditengah pandemi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandemi covid 19 berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Artinya walaupun ditengah pandemi covid 19 pendapatan UMKM juga meningkat dikarenakan pelaku-pelaku UMKM juga sudah memanfaatkan digitalisasi dalam penjualan produk juga terus berinovasi dengan produk-produk yang dibutuhkan di tengah iklim pandemi covid 19.
Kata Kunci : Pandemi Covid 19, Pelaku UMKM dan Pendapatan UMK