JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA PERIMBANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI KOTA BITUNG
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA PERIMBANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI KOTA BITUNG Dewi Chrisanty Paat, Rosalina A.M.Koleangan, Vekie A. RumateFakultas Ekonomi dan Binis, Magister Ilmu Ekonomi dan BisnisUniversitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Kota Bitung merupakan kota yang strategis dan mempunyai daya tarik sehingga banyak dilihat oleh investor. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah investasi berupa perusahaan/industri yang masuk Kota Bitung. Dan juga merupakan pelabuhan samudra terbesar di Sulawesi Utara. Dengan banyaknya potensi yang ada di Kota Bitung di harapkan pemerintah kota mampu untuk menggali setiap potensi yang ada guna untuk membangun dan mensejahtrakan masyarakat Kota Bitung. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh PAD dan dana perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi serta dampaknya pada kemiskinan di Kota Bitung. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi akan tetapi tidak berpengaruh secara signifikan. Dana Perimbangan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi akan tetapi tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan dan signifikan secara statistik. Dana Perimbangan berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan di Kota Bitung akan tetapi tidak signifikan secara statistik. Kata Kunci: PAD, Dana Perimbangan, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemiskinan ABSTRACT Bitung is a strategic city and has so much appeal seen by investors. This is evident from the large number of investments in the form of companies / industries are entering the city of Bitung. And is also the largest ocean port in North Sulawesi. With so many potential that exists in the city of Bitung in the hope that the municipality is able to explore every potential that exists in order to build and prosperios people in Bitung. The purpose of this study to analyze the influence of the region own source revenue and the balance funds on economic growth and its impact on poverty in the city of Bitung. The analysis technique used is the analysis of the path (Path Analysis). The results showed that the region own source revenue has a negative effect on economic growth but not significantly. Balance Fund has a positive effect on economic growth but not significant statistically. region own source revenue and the Economic Growth negatively affect poverty levels and statistically significant. Balance Fund has a positive effect on the level of poverty in the city of Bitung but not statistically significant. Keyword: Region own source revenue, Balance Of Fund, Economic Growth and Povert
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SERTA KEMANDIRIAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN MINAHASA UTARA
ABSTRACT Keuangan daerah saat ini menjadi salah satu bentuk pertanggung jawaban dan wujud dari desentralisasi keuangan maupun kewenangan dari pusat ke daerah. Daerah yang mampu mengelola keuangannya secara efektif dan efiseien tentu diharapkan mampu merangsang perekonomian melalui penyerapan anggaran di sector-sektor produktif dan potensial yang dimiliki sehingga secara menyeluruh akan mampu meningkatkan kemandirian dan kemampuang keuangan daerah. Dalam penelitian ini digunakan analisis rasio efektifitas dan rasio efisiensi untuk melihat sejauh mana pemerintah kabupaten minahasa utara mengelola keuangan yang dimiliki dan mampu meningkatkan perekonomiannya. Penghitungan rasio yang dilakukan menghasilkan angka efisiensi rata-rata diatas 75 persen selama tahun penelitian (2009 - 2013), sementara untuk efektivitas kinerja mencapai angka rata-rata 90 persen per tahunnya. Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Efektivitas, efisiensi. Â ABSTRACT Analysis of the efficiency and effectiveness as well as the independence of financial management in the North Minahasa district. The financial area is currently one of the forms of accountability and financial and form of decentralization of authority from the center to the regions. Areas that are able to manage its finances effectively and efiseien certainly expected to stimulate the economy through absorption in the productive sectors and the potential possessed so thoroughly will be able to increase the independence and financial kemampuang area. This study used a ratio analysis of the effectiveness and the efficiency ratio to see how far north Minahasa district government-owned financial management and improve its economy. Calculations performed ratios produce an average efficiency rate above 75 percent during the study year (2009 -2013), while for the effectiveness of the performance reached an average of 90 percent per year. Â Keywords: Local Revenue, effectiveness, efficienc
PERSEPSI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES (CSR) SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN
Abstrak Corporate Social Responsibilities (CSR) merupakan “Suatu komitmen yang berkelanjutan dari suatu perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi secara positif kepada karyawannya, komunitas dan lingkungan sekitarnya, serta masyarakat luas.†Tujuan penelitian ini, apakah penerapan CSR dalam perusahaan dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran berdasarkan persepsi konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket tertutup menggunakan jawaban skala Likert. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji hipotesis beda dua rata-rata populasi. Penelitian menunjukan; CSR dibandingkan dengan produk maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya. Sedangkan CSR ketika dibandingkan dengan harga dan promosi maka terdapat perbedaan yang signifikan. Statistic uji Z diketahui konsumen lebih tertarik terhadap produk dengan program CSR daripada produk tanpa program CSR. Berdasarkan analisis karakteristik sampel terhadap produk dengan program CSR, diketahui kelompok konsumen wanita, kelompok konsumen usia 35-44 tahun, kelompok konsumen dengan pendidikan minimal SMA dan kelompok konsumen dengan penghasilan perbulan diatas Rp. 10.000.000 merupakan konsumen yang paling tertarik dengan produk dengan program CSR. Dapat disimpulkan CSR dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran yang efektif, memberikan nilai tambah bagi produk itu sendiri. Apabila dilaksanakan secara berkesinambungan dan disinergikan bersama strategi pemasaran lainnya dapat memberikan dampak yang lebih signifikan keberlangsungan hidup suatu produk. Asbtract Corporate Social Responsibilities (CSRs) in essence are “Sustained commitments by a company to act ethically and contribute positively to its workers, community, and environment, as well as to the general public.†Based on that assumption, it was decided to study whether the implementation of CSRs by a company could be considered as a marketing strategy from the point of view of its customers. This research utilized a quantitative research approach combined with an experimental method, whereas data collection was performed using closed questionnaires with Likert scale-type answers. A hypothesis test was then used to analyze the collected data in order to find out statistical differences between the population means or two population medians. The result showed that when CSRs were compared to product, there was no significant differenece between them. When CSRs were compared to price and promotion, there was a significant difference between them. The Z-test showed that customers were more attracted to products with CSR programs than to products without CSR program even those with lower prices or bundled with promotional offers. Based on sample characteristics analysis on products with CSR programs, it was found that female consumer group, 35-44 year old consumer group, consumer groups with at least senior high school diplomas and consumer group with minimum income of RP.10.000.000,- wereones who were most attracted to products with CSR programs. From the results, it was concluded that CSRs could be an effective marketing strategy because they added values to products. CSRs, when performed continuously and synergized with other marketing strategies, could produce a more significant impact on the success and continuity of a product
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN PAJAK, PENDAPATAN RETRIBUSI, DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH LAIN YANG SAH TERHADAP BELANJA PEMBANGUNAN PEMERINTA KOTA MANADO (2008-2014)
ABSTRAK   Otonomi daerah sejatinya merupakan pelimpahan wewenang dari sentralisasi ke desentralisasi, artinya kewenangan dari pusat sudah dilimpahkan ke daerah begitu juga dengan pengelolaan anggaran rumah tangganya sendiri. Kemandirian ekonomi sebuah daerah juga dinilai dari tingkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki dibandingkan dengan dana transfer dari pemerintah pusat. Sumber-sumber PAD terbesar datang dari pajak, retribusi dan PAD lain yang sah. Dalam penelitian ini digunakan metode Ordinary Least Square (OLS) untuk mengetahui seberapa besar sumber-sumber PAD yakni pendapatan pajak, pendapatan retribusi dan PAD lain yang sah mempengaruhi belanja pembangunan / belanja langsung kota Manado. Dalam pengujian didapatkan, angka R square sebesar 95,9 yang artinya tingkat pengaruh ketiga variable independen yang tergabung dalam PAD mempunyai tingkat pengaruh sebesar 95,9 persen terhadap belanja langsung/belanja pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kota Manado, hal ini tentu sejalan dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan belanja pembangunan diambil dari PAD. Melihat hal ini pemerintah kota Manado tentu harus terus meningkatkan kemampuan PAD nya dan semakin menurunkan tingkat ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat yang artinya tingkat pembangunan yang dilakukan di Manado akan terus meningkat.  Kata kunci : PAD, Pendapatan Pajak (PP), Retribusi,PAD Lain, Belanja Langsung (BL. ABSTRACT  Regional autonomy is a true delegation of authority from centralization to decentralization, meaning that the authority of the center has been delegated to the regions as well as managing their own household budget. Economic independence of a region also assessed on the level of local revenue (PAD) owned compared to transfer funds from the central government. The largest sources of revenue came from taxes, fees and other legitimate PAD. This study used a method of Ordinary Least Square (OLS) to determine how much revenue sources namely income tax, income levy and other legitimate PAD affects development spending / shopping directly Manado. In testing obtained, the numbers R square of 95.9, which means the level of influence of these three independent variables incorporated in the PAD has a level of influence for 95.9 percent of the direct spending / shopping development undertaken by the city of Manado, it is certainly in line with government regulations which requires the development expenditure is taken from the PAD. Seeing this Manado city government would have to continue to improve its revenue and further reduce the level of dependence on the transfer of funds from the central government, which means the level of development undertaken in Manado will continue to rise.  Keywords: PAD, Income Tax, Levy, Other Income, Direct Expenditur
ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI KOTA MANADO
Abstrak Pembangunan ekonomi di daerah menjadi salah satu tujuan utama dari pembagian wewenang dari pemerintah pusat ke daerah, daerah tentunya harus meningkatkan kinerjanya dalam membangun struktur-struktur ekonomi yang dimiliki dengan mengembangkan potensi ekonomi dari struktur primer menjadi sekunder dan tersier, guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang ada. Dalam penelitian ini digunakan model analisis Location Quitient dan Shift Share. Untuk melihat peningkatan ekonomi yang terjadi dan seberapa jauh perubahan sturktur ekonomi yang terjadi di kota Manado dengan membandingkannya bersama daerah yang ada satu tingkat di atasnya yakni provinsi Sulawesi Utara. Dari hasil perhitungan didapati  sector-sektor ekonomi unggulan di kota Manado adalah Perdagangan, hotel restaurant, pengangkutan komunikasi, keuangan persewaan, jasa perusahaan, dan jasa-jasa dengan hasil LQ 1.69, 1.43, 1.57, 1.26 selama tahun penelitian. Sementara untuk hasil shift share selama periode studi didapati pertambahan nilay PDRBRp.2,589,923,130,000,- selama periode tahun 2004-2013. Besarnya pertumbuhan nilai PDRB Kota Manado tersebut di pengaruhi oleh perkembangan  nilai PDRB di Provinsi Sulawesi Utara, dimana pada tahun 2004 mencapai angka sebesar Rp. 3,716,188,700,000 kemudian pada tahun 2009 mencapai angka sebesar Rp. 7,059,999,160,000. Dengan demikian jumlah pertambahan nilai PDRB di Kota Manado yang dipengaruhi oleh pertumbuhan nilai PDRB Provinsi Sulawesi Utara adalah sebesar Rp. 2,589,923,13,000,-.  Kata Kunci : Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), Kemandirian. Abstract  Economic development in the region became one of the main objectives of the division of authority from the central government to the regions, the area would have to improve its performance in building structures owned economy by developing the economic potential of the primary structure into secondary and tertiary, in order to improve the economic welfare of existing community , This study used analysis model Location Quitient and Shift Share. To see an increase in the economy is going and how far changes in economic structures that occur in the city of Manado by comparing together the area there is one level above the North Sulawesi province. From the calculation results are found leading economic sectors in the city of Manado is trade, hotel restaurant, transportation, communications, financial leasing, corporate services, and services with the result LQ 1.69, 1:43, 1:57, 1:26 over years of research. As for the result of share shifts during the study period was found accretion nilay PDRBRp.2,589,923,130,000, - during the period 2004-2013. The amount of growth in the value of GDP Manado is influenced by the development of the value of GDP in North Sulawesi province, which in 2004 reached Rp. 3,716,188,700,000 later in 2009 reached Rp. 7,059,999,160,000. Thus the total value added GDP in Manado City are affected by the value of GDP growth in North Sulawesi is Rp. 2,589,923,13,000, -.  Keywords: Gross Regional Domestic Product (GDP), IndependenceÂ
PENGARUH INVESTASI, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI GORONTALO
ABSTRAKKemiskinan adalah salah satu masalah yang menjadi pusat perhatian di negara manapun. Kemiskinan disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu tingkat investasi yang masih dibawah standar, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan pengeluaran pemerintah yang penyerapannya belum efektif pada program-program yang produktif dalam rangka pengentasan kemiskinan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kemiskinan masih menjadi perbincangan yang serius dimasyarakat, karena kita lihat bahwa masih banyak masyarakat miskin di Indonesia khususnya di Gorontalo, ditandai oleh banyaknya masyarakat masih kekurangan bahan makanan dan banyaknya masyarakat yang masih sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan banyaknya pengangguran, ini menandakan bahwa kemiskinan di Gorontalo masih perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Investasi, pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah dan kemiskinan satu sama lain saling terkait. Sulit bagi pemerintah menciptakan lapangan kerja baru tanpa pertumbuhan ekonomi tinggi. Sama sulitnya menciptakan lapangan kerja bagi penduduk miskin (masyarakat lokal) jika pertumbuhan ekonomi hamya ditopang kegiatan produksi dan membutuhkan tenaga kerja luaran pendidikan tinggi. Pengeluaran pemerintah sendiri merupakan alat intervensi pemerintah terhadap perekonomian yang dianggap paling efektif. Selama ini tingkat efektifitas pengeluaran pemerintah dapat diukur melalui seberapa besar pertumbuhan ekonomi dicapai. Dalam perkembangannya alat indikator ini tidak saja berdasar pertumbuhan ekonomi tetapi juga melibatkan seberapa tinggi tingkat kemiskinan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh investasi, pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran pemerintah terhadap tingkat kemiskinan di Gorontalo. Data yang digunakan adalah data sekunder dimana menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian, investasi memiliki pengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Gorontalo, sementara pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kemisikinan di Gorontalo.Kata kunci : Investasi, Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Pemerintah, Kemiskina
ANALISIS PENGARUH HARGA BAHAN BAKAR MINYAK DAN PERUBAHAN CUACA TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI KECAMATAN TUMINTING MANADO
Analisis Pengaruh Harga Bahan Bakar Minyak Dan Perubahan Cuaca Terhadap Pendapatan Nelayan Di Kecamatan Tuminting Manado Sonya Josefian Lasut, Debby Ch. Rotinsulu, Daisy S.M Engka Fakultas Ekonomi, Universitas Sam Ratulangi [email protected] ABSTRACT Potensi sector perikanan di Sulawesi Utara yang amat besar, terlebih di Kota Manado masih menjadi salah satu sector penunjang perekonomian, dan bahkan di kecamatan tuminting sebagian besar warga masih menyandarkan perekonomiannya pada sector perikanan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari 50 respeonden nelayan adalah dengan cara kusioner dengan menggunakan skala 1 tidak setuju sampai 5 sangat setuju. Dari hasil penghitungan didapatkan hasil, bahwa peran kedua variable independen terhadap variable dependent amat besar bahkan mencapai angka R Square sebesar 0.625 atau jika dikalikan seratus maka akan menunjukan tingkat keterpengaruhan sebesar 62.5 % sedangkan, apabila dilihat secara parsial keluaran t hitung lebih besar dari t table, hal ini menunjukan ada korelasi positif masing-masing variable independen terhadap variable dependent, dan berpengaruh signifikan karena keluaran sig. berada pada titik 0.000 atau lebih kecil dari 0.05. Kata kunci : Pendapatan, Nelayan. ABSTRACT Â Potential fisheries sector in North Sulawesi, which is very large, especially in the Manado city still be one of the supporting sectors of the economy, and even in districts Tuminting most residents still rely economically on the fisheries sector. In this study the methods used to obtain data from 50 respeonden fishing is by way of a questionnaire using a scale of 1 to 5 disagree strongly agree. Â From the calculation results showed that the role of the independent variable on the dependent variable is very large even reached R Square of 0.625 or if multiplied a hundred it will indicate the level of keterpengaruhan amounted to 62.5%, while, when viewed in partial output t is greater than t table, this shows there is a positive correlation of each independent variable on the dependent variable, and a significant effect because the output sig. located at 0000 points or less than 0.05. Â Keywords: Income, Fisherman
ANALISIS PENGARUH INVESTASI SWASTA , PENGELUARAN PEMERINTAH, DAN PENDUDUK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BITUNG
ANALISIS PENGARUH INVESTASI SWASTA , PENGELUARAN PEMERINTAH, DAN PENDUDUK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BITUNG Yandiles Weya, Vecky A.J. Masinambow, Rosalina A.M. Koleangan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu EkonomiUniversitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAKPada suatu periode perekonomian mengalami pertumbuhan negatif berarti kegiatan ekonomi pada periode tersebut mengalami penurunan. Kota Bitung periode tahun 2004-2014 mengalami pertumbuhan ekonomi yang fluktuasi. Adanya fluktuasi ini dapat dipengaruhi oleh investasi swasta, belanja langsung, dan penduduk Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi mencerminkan kegiatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat bernilai positif dan dapat pula bernilai negatif. Jika pada suatu periode perekonomian mengalami pertumbuhan positif berarti kegiatan ekonomi pada periode tersebut mengalami peningkatan. Sedangkan jikaTahun 2004-2014 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulut dan Kota Bitung. Metode analisis yang digunakan adalah model ekonometrik regresi berganda double-log (log-log) dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perkembangan investasi swasta, belanja langsung, dan penduduk berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bitung. Data yang dipakai menggunakan data time series periodeHasil regresi model pertumbuhan ekonomi dengan persamaan regresinya yaitu LPDRB = - 4,445   + 0.036 LINV + 0.049 LBL +  2,229 LPOP. Dari hasil tersebutmenunjukkan perkembangan investasi swasta, belanja langsung dan penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bitung.Kata Kunci :pertumbuhan ekonomi, belanja langsung, penduduk, regresi bergandaABSTRACT   The economy experienced a period of negative growth means economic activity in this period has decreased. Bitung-year period 2004-2014 economic growth fluctuations. These fluctuations can be influenced by private investment, direct spending, and population Economic growth is one measure of the success of economic development in an area. Economic growth reflects economic activity. Economic growth can be positive and can also be negative. If the economy experienced a period of positive growth means economic activity during the period has increased. Whereas if years 2004-2014 are sourced from the Central Statistics Agency of North Sulawesi Province and Bitung. The analytical method used is an econometric model double-log regression (log-log) with Ordinary Least Square (OLS). This study aims to determine whether the development of private investment, direct spending, and population affect the economic growth of the city of Bitung. The data used using time series data period.   The results of the regression model of economic growth with the regression equation is LPDRB = - LINV 4.445 + 0.036 + 0.049 + 2.229 LPOP LBL. From these results show the development of private investment, direct expenditure and population positive and significant impact on economic growth of Bitung.Keywords: Economic growth, direct spending, population, regression
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INVESTASI, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MANADO
ABSTRAKPertumbuhan ekonomi yang tinggi menandakan bahwa perekonomian didalam suatu negara atau daerah mengalami perkembangan, sebab pertumbuhan ekonomi menerangkan atau mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dalam suatu wilayah. Banyak variabel-variabel perekonomian yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi antara lain pengeluaran pemerintah, investasi, dan tenaga kerja. Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara merupakan pusat perekonomian dan titik pertumbuhan (growth point) yang pengaruh kegiatan perekonomiannya akan mempengaruhi kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara. Tujuan peneliatan ini untuk mengetahui mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah, investasi, dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Teknis analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda/Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukan bahwa secara parsial atau sendiri dengan Uji t, variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado sedangkan variabel investasi dan tenaga kerja berpengaruh dan signifikan. Hasil analisis secara simultan atau bersama-sama dengan Uji F menunjukan bahwa pengeluaran pemerintah, investasi, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Kontribusi yang diberikan oleh ketiga variabel bebas terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado (R Square) sebesar 65,8%. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Pemerintah, Investasi, Tenaga Kerja, OL
ANALISIS BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PENINGKATAN SUB-SEKTOR TRANSPORTASI (STUDI KASUS KOTA MANADO 2007-2013)
ABSTRAK Sektor tranportasi merupakan salah satu komponen utama dalam peningkatan arus perekonomian, baik untuk memaksimalkan potensi daerah yang selama ini dimiliki namun juga untuk membuka sektor-sektor ekonomi baru yang berujung pada peningkatan perekonomian sebuah daerah. Guna memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki maupun membuka potensi-potensi perekonomian yang baru maka peran serta pemerintah dalam mengatur alokasi belanjanya perlu untuk lebih dimaksimalkan. Untuk melihat seberapa besar pengaruh belanja pemerintah dalam bentuk belanja langsung dan belanja tidak langsung mempengaruhi peningkatan sub-sektor transportasi. Penelitian ini menggunakan Ordinary least square dengan metode regresi berganda, dari hasil penelitian didapatkan hasil r square sebesar 96,7. Dengan hasil ini maka dapat terlihat pengaruh belanja pemerintah terhadap peningkatan sub-sektor transportasi hampir mencapai angka 97 persen, yang artinya hanya tersisa 3 persen tingkat pengaruh variabel lain.  Kata kunci : Belanja Langsung (BL), Belanja Tidak Langsung (BTL), Otonomi, Transportasi  ABSTRACT Transport sector is one of the main components to increase the flow of the economy, to maximize the potential of the area that had been held, but also to open up new economic sectors which resulted in an increase in the economy of a region. In order to utilize the potential that may or unlock the potential of the new economy, the role of government in regulating the allocation of spending needs to be maximized. To see how much influence government spending in the form of direct expenditure and indirect expenditure affect the improvement of the transport sub-sector. This study using the Ordinary least squares multiple regression method, the result showed the the r-square of 96.7. With that, it can be seen the effect of government spending to increase transport sub-sector almost reached 97 percent, which means that only the remaining 3 percent the level of influence of other variables.  Keywords: Direct Expenditure, Indirect Expenditure, Autonomy, Transportation Â