JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
    249 research outputs found

    STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN UNIVERSTIAS SAM RATULANGI MANADO DI ERA BADAN LAYANAN UMUM

    Get PDF
    ABSTRAK Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi berubah statusnya menjadi instansi pemerintah dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU). Pengelolaan Keuangan BLU dapat diterapkan oleh setiap instansi pemerintah yang secara fungsional menyelenggarakan kegiatan yang bersifat operasional. Instansi dimaksud dapat berasal dari dan berkedudukan pada berbagai jenjang eselon atau non eselon pada kementerian/lembaga. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui bagaimanakah pengelolaan keuangan unsrat di era BLU dan untuk mengetahui strategi yang tepat untuk pengelolaan keuangan unsrat di era BLU. Penelitian menggunakan penelitian Deskriptif. Untuk menganalisis strategi yang digunakan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jenis penerimaan Unsrat setelah menjadi BLU terdiri dari Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan dan Pendapatan, (2) Jenis penerimaan Unsrat tahun 2018 lebih besar dari penggunaan anggaran dalam bentuk belanja dan (3) strategi yang tepat digunakan adalah Strategi Ekspansi dan Strategi efektifitas Kata kunci: strategi, pengelolaan keuangan, analisis SWOT, BLU  ABSTRACT The University is an institution of higher education and research that provides academic degrees in various fields. A university provides undergraduate and postgraduate education. Sam Ratulangi University (Unsrat) Manado officially changed its status to a government institution with the Public Service Agency Financial Management (PK BLU). BLU Financial Management can be implemented by any government institution that functions functionally in activities that have operational functions. Related institutions can be selected from and domiciled at various echelon or non echelon levels in ministries / institutions. The purpose of this study was to find out how to manage the financial assets of the BLU era and to find out the right strategies for managing financial institutions in the BLU era. Research uses descriptive research. To analyze the strategies used using the SWOT analysis. The results showed that: (1) the type of Unsrat acceptance after becoming a BLU consisted of Education Service Revenues and Revenues, (2) the type of Unsrat receipts in 2018 was greater than the use of the budget in the form of expenditure and (3) effectiveness strategies Keywords: strategy, financial management, SWOT analysis, BL

    PENGARUH TERBENTUKNYA UNSRAT MENJADI BADAN LAYANAN UMUM (BLU) TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP)

    Get PDF
    ABSTRAK Untuk mencapai tujuannya maka kinerja organisasi harus lebih ditingkatkan. Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Perubahan Universitas menjadi BLU menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui pengaruh terbentuknya Unsrat menjadi Badan Layanan Umum terhadap Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Jenis Penelitian menggunakan penelitian assosiatif. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji hipotesis t. hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara parsial Terbantuknya Unsrat menjadi BLU tidak berpengaruh signifikan terhadap PNBP di Unsrat. Hal tersebut dikarenakan Unsrat baru menjadi BLU dalam 3 tahun terakhir sehingga tingkat dan proses pengelolaan masih merupakan transfomasi dari pengelolaan yang lama. Kata kunci: BLU, penerimaan Negara bukan pajak  ABSTRACT To achieve its objectives, organizational performance must be improved. Performance is a description of the level of achievement of an activity / program / policy in realizing the goals, objectives, mission, and vision of the organization contained in the strategic planning of an organization. Changes in the University to BLU become a matter that really needs attention. The purpose of this study was to determine the effect of the formation of Unsrat into a Public Service Agency for Increasing Non-Tax State Revenues (PNBP). This type of research uses associative research. Data analysis techniques using multiple linear regression and hypothesis testing t. The results of the study showed that partially collapsing Unsrat into BLU did not significantly influence PNBP in Unsrat. This is because Unsrat has only become BLU in the last 3 years so that the level and process of management is still a transformation from the old management. Keywords: BLU, non-tax state revenu

    PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) 4 KOTA DI PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pendidikan terhadap tingkat pengangguran terbuka 4 kota di Provinsi Sulawesi Utara. Hubungan pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran dijelaskan oleh Hukum Okun yang menyatakan jika terjadi peningkatan output nasional/daerah dalam hal ini pertumbuhan ekonomi maka akan menyebabkan permintaan tenaga kerja naik dan pengangguran turun (Isnayanti dan Arnah Ritonga, 2017). Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula kemampuan dan kesempatan untuk bekerja. Seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi cenderung memiliki kemampuan ataupun keahlian yang beragam sehingga akan meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi masalah pengangguran (Kamaludin, 1999). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan model yang digunakan adalah fixed effect. Untuk pengujian secara ekonometrika dilakukan uji asumsi klasik, dan untuk uji hipotesisnya menggunakan uji-t, uji-F dan uji koefisien determinasi (R2). Adapun hasil yang diperoleh adalah pertumbuhan ekonomi secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka 4 kota di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, jika terjadi pertumbuhan ekonomi tidak akan menaikkan atau menurunkan tingkat pengangguran, ceteris paribus. Pendidikan secara parsial berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka 4 kota di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan akan menurunkan tingkat pengangguran, ceteris paribus. Pertumbuhan ekonomi dan pendidikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka 4 kota di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci: Tingkat Pengangguran Terbuka, Pertumbuhan Ekonomi dan Pendidikan. ABSTRACT This research aims to analyze the effect of economic growth and education on unemployment rate 4 cities in North Sulawesi Province. The connection between economic growth and unemployment is explained by Okun's Law which states if the national/regional output increase in this case economic growth will cause the labor demand to increase and unemployment to decrease (Isnayanti and Arnah Ritonga, 2017). Someone who has a high education tends to have diverse abilities or expertise so that it will increase employment opportunities and reduce the problem of unemployment (Kamaludin, 1999). The data used in this research is secondary data, the analytical method used is panel data regression and the model used is fixed effect. For econometric testing, classical assumption tests are performed, and for hypothesis testing using t-test, F-test and coefficient of determination (R2) test. The results obtained that economic growth partially does not affect the unemployment rate 4 cities in North Sulawesi Province. Means, if there is an economic growth will not increase or decrease the unemployment rate, ceteris paribus. Education partially affects the unemployment rate 4 cities in North Sulawesi Province. Means, the higher the level of education will reduce the unemployment rate, ceteris paribus. Economic growth and education simultaneously affect the unemployment rate 4 cities in North Sulawesi Province.Keywords: Unemployment Rate, Economic Growth and Education

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU INFLASI DI INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRAKSalah satu persoalan yang sering terjadi di negara yang berkembang adalah pertumbuhan dan stabilitas ekonominya. Stabilitas ekonomi dimaksud tersebut menyangkut Stabilitas harga, Stabilitas pendapatan, dan pertambahan kesempatan kerja, serta Stabilitas politik. Dalam perekonomian yang cenderung “memanas†(overheating) kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal bersifat kontraktif, sedangkan pada kondisi ekonomi yang “stagnan†kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang efektif adalah kebijakan yang ekspansif. Secara logis, Nilai tukar, pengeluaran pemerintah berpengaruh positif terhadap inflasi. sedangkan kenaikan tingkat suku bunga akan menurunkan jumlah uang beredar dan berpengaruh negatif terhadap tingkat inflasi. Jumlah uang beredar berpengaruh negatif terhadap inflasi akan tetapi tidak signifikan secara statistik. Hasil penelitian suku bunga, nilai tukar, pengeluaran pemerintah dan jumlah uang beredar secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inflasi. Kata Kunci : Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Jumlah Uang beredar dan Pengeluaran Pemerintah ABSTRACTOne of the problems that often occurs in developing countries like Indonesia is maintaining stability and economic growth. This economic stability concerns the stability of the price level, the level of national income, and the growth of employment opportunities. The government can implement a series of policies in an effort to stabilize the economy. For example, monetary policy and fiscal policy, which aims to achieve a stable price level or inflation rate. The purpose of this study was to see the effect of interest rates, exchange rates, government spending and the amount of money in circulation on inflation. The research method used is multiple regression with the analysis tool Eviews 8. The results showed that the SBI interest rate had a positive and significant effect on inflation in Indonesia. The exchange rate has a positive influence on inflation. That is, if the exchange rate rises, inflation will increase cateris paribus. Government Expenditures has a positive relationship to inflation but is not statistically significant. The money supply has a negative effect on inflation but is not statistically significant. The results of the research on interest rates, exchange rates, government spending and the money supply together have a significant effect on inflation. Keywords: Inflation, Interest Rates, Exchange Rates, Money Supply and Government Expenditure

    PENGARUH PENDAPATAN TRANSFER DESA DAN BELANJA MODAL TERHADAP PDRB SERTA DAMPAKNYA PADA ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN MINAHASA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan transfer desa dan belanja modal terhadap PDRB di Kabupaten Minahasa serta dampaknya terhadap kemiskinan. Belanja modal atau pengeluaran pemerintah daerah dapat meningkatkan PDRB sedangkan dana transfer desa akan mampu meningkatan pendapatan masyarakat desa sekaligus mampu menurunkan angka kemiskinan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder sedangkan alat analisis adalah analisis jalur. Menurut Webley (1997) mengatakan analisis jalur merupakan pengembangan langsung bentuk regresi berganda dengan tujuan memberikan estimasi tingkat kepentingan (Magnitude) dan signifikansi (significance)  hubungan sebab akibat hipotetikal dalam seperangkat variabel (Sugiono, 2012:1). Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya analisis jalur merupakan kepanjangan dari regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan transfer desa berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDRB sedangkan belanja modal berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap PDRB di Kabupaten Minahasa. Secara keseluruhan atau simultan, Pendapatan transfer desa  dan Belanja Modal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai PDRB.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan transfer desa berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap kemiskinan sedangkan belanja modal berpengaruh positif tidak signifikan secara statistik terhadap kemiskinan dan PDRB berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap kemiskinan di Kabupaten Minahasa.  Secara keseluruhan, ketiga variabel Pendapatan Transfer desa, Belanja Modal, dan PDRB mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kemiskinan. Kata Kunci : PDRB, Pendapatan Transfer, Belanja Modal dan Kemiskinan ABSTRACTPoverty is a condition of economic inability to meet the average standard of living of the people in an area. This condition of inability is indicated by the low ability of income to meet basic needs in the form of food, clothing and shelter. This low income ability will also result in a reduced ability to meet average living standards such as public health standards and education standards. The problem of poverty also occurs in Minahasa District, where the local government with the available resources is trying to reduce the poverty rate through poverty reduction policies and programs. For this reason, the purpose of this study is to see whether the transfer income and capital expenditure have an effect on GRDP and its impact on poverty in Minahasa Regency.  The results showed that transfer income has a positive and statistically significant effect on GRDP, while capital expenditure has a negative but not statistically significant effect on GRDP in Minahasa Regency. Overall or simultaneously, village transfer income and capital expenditure have a significant effect on the value of GRDP. The results showed that village transfer income had a negative but not statistically significant effect on poverty, while capital expenditure had a positive and insignificant effect on poverty and GRDP had a negative but statistically insignificant effect on poverty in Minahasa District. Overall, the three variables of Village Transfer Income, Capital Expenditure, and GRDP have a significant effect on poverty.  Keyword : GRDP, Transfer Income, Capital Expenditures and Povert

    ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KOTA BITUNG

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ialah bagaimana Sistem  dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah di Kota Bitung sudah dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor  13  tahun  2006  tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana yang telah diubah dengan Permendagri No. 59 Tahun2007 dan Permendagri No. 21 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas permendagri no 13 Tahun 2006. Bagaimana hambatan  pelaksanaan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah di Kota Bitung. Teknik analisis yang digunakan adalah Data yang dikumpulkan selanjutnya diolah dan kemudian dianalisis secara Deskriptif dengan menggunakan analisis data komparatif. Hasil penelitian  Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kota Bitung, khususnya penatausahaan penerimaan, penatausahaan pengeluaran dan penatausahaan pertanggungjawaban, dokumen-dokumen yang digunakan serta batas waktu pengajuan SPP, penerbitan SPM, penerbitan SP2D, penolakan penerbitan SPM, penolakan penerbitan SP2D serta penyampaian laporan pertanggungjawaban (SPJ) dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bitung. Sistem dan prosedur penatausahaan pengeluaran tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana yang telah diubah dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007 belum sepenuhnya dilaksanakan pada Pemerintah Kota Bitung. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penatausahaan pengeluaran yaitu prosedur, dokumen yang digunakan dan batas waktu penerbitan SPM, dan SP2D oleh Pejabat Pengelola Keuangan, mengakibatkan proses penerbitan SP2D terlambat sehingga memperlambat juga proses pencairan dana. Kata Kunci : Sistem  dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah ABSTRACTThe research objective is how the Regional Financial Management System and Procedure in Bitung City has been carried out in accordance with Minister of Home Affairs Regulation No. 13 of 2006 concerning Guidelines for Regional Financial Management as amended by Permendagri No. 59 of 2007 and Permendagri No. 21 of 2011 concerning the second amendment to Permendagri no 13 of 2006. What are the obstacles to the implementation of the Regional Financial Management System and Procedure in Bitung City. The analysis technique used is the data collected then processed and then analyzed descriptively using comparative data analysis. The results of the research system and procedures for regional financial management in the Bitung City Government, especially administration of revenues, administration of expenses and administration of accountability, documents used and deadlines for submission of SPP, issuance of SPM, issuance of SP2D, rejection of SPM issuance, refusal of SP2D issuance and submission of reports accountability (SPJ) carried out by the Government of the City of Bitung. The system and procedures for expenditure administration are not in accordance with Minister of Home Affairs Regulation No. 13 of 2006 as amended by Permendagri No. 59 of 2007 has not been fully implemented in the City Government of Bitung. Lack of knowledge and understanding of expenditure administration, namely procedures, documents used and the deadline for issuing SPM, and SP2D by Financial Management Officers, resulted in the issuance process of SP2D being too late, thus slowing down the process of disbursement of funds. Keywords: Regional Financial Management System and Procedur

    PENGARUH PELAYANAN SISTEM PEMBAYARAN ONLINE TERHADAP PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (STUDI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA)

    Get PDF
    ABSTRAK Pelayanan terhadap pembayaran PKB dengan system On-Line diharapkan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga mampu melakukan pengumpulan, pengklasifikasian, perhitungan, danpenyajian data yang benar kaitannya dengan informasi yang relevan, akurat, lengkap, dan disajikan tepat waktu. Tujuan yang ingin diketahui penulis dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh system pelayanan On-Line berpengaruh terhadap penerimaan PKB.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif, dengan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan system pembayaran online tidak berpengaruh terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Sulut. Pihak Dispenda dalam hal ini SAMSAT harus memperhatikan faktor lain agar supaya penerimaan pajak kendaraan bermotor lebih dapat ditingkatkan. Kata kunci :Pelayanan system pembayaran online, pajakkendaraanbermotor ABSTRACT Services for PKB payments with an On-Line system are expected to improve quality Human Resources so that they are able to collect, classify, calculate, and present data correctly with regard to relevant, accurate, complete, and timely information. The purpose of which the author wants to know from this study is to determine the effect of the On-Line service system on the acceptance of PKB.The research method used is associative research methods, with data analysis techniques using simple linear regression analysis. The results of the study show that the online payment system service does not affect motor vehicle tax receipts in North Sulawesi Province. In this case SAMPAT must pay attention to other factors so that more motor vehicle tax revenues can be increased Keywords: Online payment system services, motor vehicle ta

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL (UMK) DI KOTA MANADO

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal usaha, lokasi usaha, pelatihan dan promosi produk secara bersama-sama terhadap pendapatan usaha mikro kecil (UMK) di Kota Manado. Adapun secara teoritis factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha mikro kecil (UMK) di Kota Manado. Kemampuan pedagang, yaitu mampu tidaknya seorang pedagang dalam mempengaruhi pembeli barang dagangannya dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Lokasi usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan para pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Kota Manado. Dapat disimpulkan bahwa modal usaha, lokasi usaha, pelatihan dan promosi produk mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro kecil. Kata Kunci : Modal, Lokasi Usaha, Pelatihan, Promosi, Pendapatan Usaha Mikro Kecil  (UMK) ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of business capital, business location, training and product promotion together on the income of micro and small enterprises (MSEs) in Manado City. As for the theoretical factors that affect the income of micro and small enterprises (MSEs) in Manado City. The ability of traders, namely whether or not a trader is able to influence buyers of his merchandise and get the expected results. The data used in this study are primary and secondary data. The analytical tool used is multiple regression analysis. The results showed that capital had a positive and significant effect on income. Business location has a positive and significant effect on income. Training has a positive and significant effect on income. Promotion has a positive and significant effect on the income of micro and small entrepreneurs (MSEs) in Manado City. It can be concluded that business capital, business location, training and product promotion can increase the income of micro and small entrepreneurs. Keywords: Capital, Business Location, Training, Promotion, Income of Micro and Small Enterprises (UMK

    ANALISIS ANGGARAN DINAS PENDIDIKAN INFRASTRUKTUR DAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAKSalah satu masalah yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara masyarakat yang berpendapatan tinggi dengan masyarakat yang berpendapatan rendah. Ketimpangan pendapatan terjadi apabila sebagian besar penduduk memperoleh pendapatan yang rendah, sementara pendapatan yang besar hanya dinikmati oleh sebagian kecil penduduk. Semakin besar perbedaan (senjang) pendapatan yang diterima masing-masing individu menunjukkan semakin besarnya ketimpangan pendapatan antar rumah tangga. Untuk itu diperlukan langkah strategis dalam pelaksanaan pembangunan dari pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Utara terutama dalam mengambil kebijaksanaan yang mengarah pada pembangunan ekonomi daerah yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh anggaran dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, anggaran infrastruktur dan anggaran sector pertanian terhadap pendapatan perkapita di Provinsi Sulawesi Utara. Untuk mengetahui pengaruh anggaran dinas Pendidikan provinsi Sulawesi Utara, anggaran infrastruktur, anggaran sector pertanian dan pendapatan perkapita terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Sulawesi Utara Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis jalur. Hasil penelitian anggaran pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan perkapita, anggaran infrastuktur dan anggaran pertanian berpengaruh signifikan terhadap  pendapatan perkapita. Anggaran pendidikan dan aggaran pertanian tidak berpengaruh terhadap IPM, anggaran infrastruktur dan pendapatan perkapita berpengaruh signifikan terhadap IPM. Anggaran pendidikan, infrastruktur, dan pertanian secara bersama mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan pendapatan perkapita dan memberikan pengaruh terhadap perkembangan Indeks Pembangunan Manusia yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci       : Anggaran Pendidikan, Anggaran Infrastruktur, Pendapatan  Perkapita dan IPM ABSTRACT One of the problems faced by developing countries such as Indonesia is the imbalance in income distribution between high-income people and low-income people. Income inequality occurs when a large portion of the population gets low income, while large income is only enjoyed by a small proportion of the population. The greater the difference (gap) of income received by each individual indicates the greater the income inequality between households. The conditions and regional economic potential are basic capital and dominant factors that can be used to achieve development goals in improving people's welfare. For this reason, a strategic step is needed in the implementation of development from the local government of North Sulawesi Province, especially in taking policies that lead to better regional economic development. The purpose of this study was to determine the effect of the North Sulawesi Provincial Education office budget, infrastructure budget and agricultural sector budget on income per capita in North Sulawesi Province. To find out the influence of the North Sulawesi provincial education office budget, infrastructure budget, agricultural sector budget and per capita income on the Human Development Index in North Sulawesi Province The analysis technique used is multiple regression analysis and path analysis. The results of the education budget research do not affect per capita income, the budget for infrastructure and agricultural budgets have a significant effect on per capita income. The education budget and agricultural budget have no effect on HDI, the infrastructure budget and per capita income have a significant effect on HDI. Education, infrastructure, and agriculture budgets together can influence the increase in per capita income and have an influence on the development of the. Human Development Index in North Sulawesi Province. Keywords: Education Budget, Infrastructure Budget, Per capita Income and HD

    PENGARUH BELANJA MODAL, PENYALURAN KREDIT DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal, kredit dan tingkat suku Bungan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Belanja Modal (Halim. 2008:101) adalah bagian dari belanja pemerintah yang termasuk dalam APBN atau APBD dengan tujuan kepentingan masyarakat. sehingga berdasarkan penelitian (Arini S. 2016) bahwa belanja modal memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (Yunus, Amirullah. 2019). Bank mempunyai fungsi dalam rangka menunjang sarana pembangunan industri dan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan penyaluran kredit kepada masyarakat sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi (Rosita, dkk. 2020). Suku bunga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka pendek, namun berpengaruh negatif dalam jangka panjang (Astuti. 2014). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, untuk pengujian ekonometrika dilakukan uji asumsi klasik. Adapun hasil yang diperoleh adalah Belanja Modal secara parsial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, semakin besar Belanja Modal akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, ceteris paribus. Kredit secara parsial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, semakin besar Kredit akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, ceteris paribus. Tingkat Bunga secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Artinya, jika terjadi perubahan Tingkat Bunga tidak akan menaikkan atau menurunkan Pertumbuhan Ekonomi, ceteris paribus. Belanja modal, kredit, dan tingkat bunga secara Bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Modal, Kredit, Tingkat Suku Bunga. ABSTRACTThis research aims to analyze the effect of capital expenditure, credit and interest rates on economic growth in North Sulawesi. Capital Expenditures (Halim. 2008: 101) is a part of government expenditure which is included in the APBN or APBD with the aim of public interest, so based on research (Arini S. 2016) capital expenditure has influenced on economic growth (Yunus, Amirullah. 2019). Banks have a function in order to support industrial development facilities and increase economic growth through lending to the public as a driving force for economic growth (Rosita, et al. 2020). Interest rates have no effect on economic growth in Indonesia in the short term, but have a negative effect in the long run (Astuti. 2014). The data used in this research is secondary data, the analysis method used is multiple linear regression, for econometric testing used classical assumption test. The results obtained that capital expenditure partially has a positive effect on economic growth in North Sulawesi Province. Means, the more the capital expenditure will increase the economic growth, ceteris paribus. Credit partially has a positive effect on economic growth in North Sulawesi Province. Means, the more the credit will increase the economic growth, ceteris paribus. Interest rates partially has no effect on economic growth in North Sulawesi Province. Means, if there’s a change in the Interest Rate it will not increase or decrease the Economic Growth, ceteris paribus. Capital expenditure, credit, and interest rates simultaneously affect the economic growth in North Sulawesi Province. Keyword: Economic Growrth, Capital Expenditure, Credit, and Interest rat

    244

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇