Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
PENGARUH SENAM REMATIK TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DI KARANGASEM SURAKARTA
Abstract: Pain, Knee Osteoarthritis, Rheumatism Gymnastics. The purpose of this study was to determine the effect of exercise on reducing arthritic pain in patients with osteoarthritis of the knee in Karangasem Surakarta. This research method is experimentally using Wilcoxon analysis. From the analysis of the results obtained p-value = 0.005 in the control group and the treatment group. It can be concluded that there is a significant influence in the provision of exercise on reducing arthritic pain in patients with osteoarthritis of the knee in Karangasem Surakarta. While the sampling technique used purposive sampling. Purposive sampling is based on a specific considerations made by the researcher based on population characteristics or properties that have been previously known. Processing and data analysis, performed using SPSS 15 for windows. Conclusion, based on the results and interpretation of the data analysis.Keywords: pain, knee osteoarthritis, rheumatism gymnasticsAbstrak: Nyeri, Osteoartritis Lutut, Senam Rematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam rematik terhadap pengurangan rasa nyeri pada penderita osteoartritis lutut di Karangasem Surakarta. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan analisis wilcoxon. Dari hasil analisis diperoleh nilai p = 0.005 pada kelompok kontrol maupun pada kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dalam pemberian senam rematik terhadap pengurangan rasa nyeri pada penderita osteoarthritis lutut di Karangasem Surakarta. Sedangkan teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengambilan sampel secara purposive didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti berdasarkan ciri atau sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Pengolahan dan analisis data, dilakukan dengan menggunakan software SPSS 15 for windows. Penarikan kesimpulan, dilakukan berdasarkan hasil interpretasi dan analisis data.Kata kunci: nyeri, osteoartritis lutut, senam remati
PENGARUH WORKPLACE EXERCISE TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA DI BAGIAN SEWING CV. CAHYO NUGROHO JATI (CNJ) SUKOHARJO
Abstract: Musculoskeletal Grievance(s), Workplace Stretching-Exercise. The research aim is to reveal the impact of workplace stretching-exercise regarding with musculoskeletal grievance of sewing workers in CV. Cahyo Raharjo, Sukoharjo. The musculoskeletal problems varied from feeling of discomfort to pain sensation on muscles, articulations, ligaments, nervous and blood-circulatory system. The research respondents consisted of 64 female workers in sewing department. Nordic Body Map (NBM) which consisted of 28 questions were used as research tool to measure the musculoskeletal grievances. The research was qualitative study using one group pre and post test design as part of quasi experimental design. Wilcoxon test for two paired samples used as data analysis method in frame of non parametric statistical approach. Data analysis displayed statistical result of p value as 0,000. The research exposed clear evidence of different result on NBM scale between pre and post given intervention. It means that there is obvious positive effect of giving workplace stretching-exercise application and reports of workers musculoskeletal grievances.Keywords: Musculoskeletal Grievance(s), Workplace Stretching-ExerciseAbstrak: keluhan muskuloskeletal, workplace stretching-exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian workplace stretching-exercise terhadap keluhan muskuloskeletal pekerja bagian sewing CV.Cahyo Nugroho Jati Sukoharjo. Keluhan muskuloskeletal yang dimaksud adalah rasa tidak nyaman sampai nyeri pada sistem otot, sendi, ligamen, saraf, dan sistem sirkulasi darah. Subyek penelitian ini adalah 64 pekerja wanita bagian sewing. Instrumen yang dipergunakan untuk mengukur keluhan muskuloskeletal adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) yang terdiri dari 28 butir pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental one group pre and post test design. Metode analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon untuk 2 sampel berpasangan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai p value 0,000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai NBM sebelum dan setelah intervensi, yang berarti bahwa terdapat pengaruh pemberian workplace stretching-exercise terhadap keluhan muskuloskeletal.Kata kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Workplace Stretching-Exercis
PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PENDERITA PPOM MELALUI PROGRAM REHABILITASI PARU DI RUMAH SAKIT DAN DI RUMAH
Abstract: COPD, Pulmonary Rehabilitation, Functional Capacity. Aim of the study is to compare the effect of lung rehabilitation program conducted in hospital and in patient’s home to elevate functional activities on chronic obstructive pulmonary disease (COPD) patients. Design of the study is a quasi experimental with randomized two groups pre and post test design. Subjects of the study are all COPD patients in Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta fulfilling the inclusion and exclusion criteria. The numbers of total subject are 22 patients with 11 patients in each group. Functional capacity of COPD patients was measured with six minutes walking test. Results of the study shown that both rehabilitation programs in hospital and in patents’ home were significantly increasing the functional capacity of COPD patients (p = 0,003 and p = 0,004 respectively) (p < 0,05). Meanwhile there is no difference between the two groups in increasing this functional capacity of the COPD patients (p = 0,478) (p > 0,05). This study conclude that rehabillitation programs in hospital and in patients home are equally or same effective in significantly increasing the functional capacity of COPD patients.Key words : copd, pulmonary rehabilitation, functional capacityAbstrak: PPOM, Rehabilitasi Paru, Kemampuan Fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan manfaat program rehabilitasi paru pada penderita PPOM yang dilaksanakan di bagian Rawat Jalan Rumah Sakit Paru dan program rehabiltasi paru yang dilaksanakan di Rumah pasien. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan desain randomised two group pre and post test design. Subyek penelitian adalah semua pasien PPOM dengan derajad sedang dan berat di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menilai hasil tes jalan enam menit sebelum dan sesudah perlakuan. Jumlah subyek penelitian adalah 22 dengan masing-masing kelompok berjumlah 11 pasien PPOM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok 1 dan 2 memiliki nilai p = 0,003 dan p = 0,004 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sesudah perlakuan di antara kelompok 1dan 2 tidak terdapat perbedaan secara bermakna dimana nilai p = 0,478 (p > 0,05), hal ini berarti bahwa Ho diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program rehabilitasi paru sederhana baik yang dilakukan di poli rawat jalan rumah sakit maupun yang dilakukan di rumah pasien, keduanya sama baiknya untuk dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Kata Kunci : ppom, rehabilitasi paru, kemampuan fungsiona
PENGARUH MINUM KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DISMENOREA PADA SISWI DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI JATINOM KLATEN
Abstract: Drinking Of Kunyit Asam, Level Of Dysmenorrhoea. The aim of this research was to analysis the effect of drink kunyit asam to decrease dysmenorhea level at student in Islamic School Jatinom Klaten. This study was designed as quasi experimental (pre and post test design). Data were analyzed using Wilcoxon Signed Rang-Test, with significance ά=0,05. Number of population were 45 student and sample research were 44 student. The result showed that dismenorrhoea level before taking kunyit asam of 44 respondent, 33 (75%) with mild pain and 11 (25%) with moderate pain. After drinking kunyit asam there is no pain anymore respondent number 17 (38,6%), a mild pain number 21(47,7%) and moderate pain are a number of 6 (13,6%). The result showed that significant effect between drinking kunyit asam to decrease level of dysmenorrhoea after respondent taking kunyit asam (p=0,000, p<0,05).Key word: Drinking Of Kunyit Asam, Level Of DysmenorrhoeaAbstrak: Minum Kunyit Asam, Tingkat Nyeri Dismenorea. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh minum kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri dismenorea pada siswi Madrasah Tsanawwiyah Negri Jatinom KLaten. Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimen (pre dan post test design). Uji yang digunakan dengan uji Wilcoxon Signed Rank-Test dengan taraf signifikansi ά = 0.05. Jumlah sampel penelitian 44 responden yang mengalami dismenorea saat menstruasi. Tingkat nyeri dismenorea siswi sebelum minum kunyit asam dari 44 responden yaitu 33 (75%) dengan tingkat nyeri ringan dan 11 (25%) dengan tingkat nyeri sedang. Setelah minum kunyit asam ada responden yang tidak nyeri lagi sejumlah 17 (38,6%), nyeri ringan sejumlah 21 (47,7%) dan nyeri sedang sejumlah 6 (13,6%). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri dismenorea setelah responden minum kunyit asam. Hasil uji statitistika diperoleh nilai p=0,000 (P<0,05) menunjukkan ada pengaruh minum kunyit asam dengan penurunan tingkat nyeri dismenorea pada siswi MTsN Jatinom Klaten.Kata Kunci: Minum Kunyit Asam, Tingkat Nyeri Dismenore
PENGARUH TERAPI PENYELESAIAN MASALAH (PROBLEM SOLVING THERAPY) TERHADAP PENURUNAN DISTRESS PSIKOLOGIK PADA CAREGIVER LANSIA DI RT 03 RW 04 MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA
Abstract: Problem Solving Therapy, Psychologic Distress, Elderly Caregiver. Elderly caregivers must be physically, emotionally and mentally prepared to encounter problem during caring for elderly people with their life changes. Caregiver burden includings social and personal life effect and feeling guilty. Elderly caregivers experience psychologic distress and physical distress because of spent more time, energy and financial for elder people. The purpose of this research is to know the effect of problem solving therapy in decreasing psychologic distress in elder people. Through this research the ability of elderly caregivers would be increased for elderly caregiver theirself to deal with their own problems during caring for elder people. It also gives description for the future research with different method. The method using in this research is one group pretest-posttest with paired t-test analisis using SPSS (Statistical Program For Social Science) version 18. This research show that there is significant effect of problem solving therapy in decreasing psychologic distress of elderly caregiver in RT 03 RW 04, Mojosongo, Jebres, Surakarta with p value =0,000.Keywords: Problem Solving Therapy, Psychologic Distress, Elderly CaregiverAbstrak: Problem Solving Therapy, Distress Psikologik, Caregiver Lansia. Caregiver lansia perlu dipersiapkan baik fisik, emosional dan mentalnya, mengingat adanya berbagai permasalahan yang akan terjadi terkait dengan perubahan pada lansia sendiri yang juga akan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional dari caregiver. Beban caregiver meliputi: efek dalam kehidupan pribadi dan sosial, beban psikologis, dan perasaan bersalah. Caregiver dapat mengalami stress psikologik dan mengalami kelelahan secara fisik karena harus memberikan waktu, energi dan menanggung beban finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi penyelesaian masalah (problem solving therapy) terhadap penurunan distress psikologik pada caregiver lansia di RT 03 RW04, Mojosongo, Jebres, Surakarta. Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain: meningkatkan kemampuan caregiver lansia dalam mengatasi masalahnya sendiri selama merawat lansia, bagi penelitian selanjutnya terapi penyelesaian masalah dapat diterapkan untuk memperbaiki kondisi distress psikologik dengan menggunakan desain penelitian lainnya. Adapun metode penelitian yang digunakan untuk menilai pengaruh terapi penyelesaian masalah (problem solving therapy) terhadap penurunan tingkat distress psikologik pada caregiver lansia ini dengan jenis desain One Group Pretest-Posttest (Notoatmojo, 2005). Analisa statistik dilakukan dengan uji paired t-test menggunakan SPSS (Statistical Program For Social Science) versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi penyelesaian masalah(Problem solving therapy) terhadap penurunan distress psikologik pada caregiver lansia di RT 03 RW 04, Mojosongo, Jebres, Surakarta dengan p value 0.000.Kata Kunci : Problem Solving Therapy, Distress Psikologik, Caregiver Lansi
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU SURAKARTA
Abstract: Growth, Development. This study aims to determine the relationship between growth and development in infants at IHC Lotus II Kedunglumbu Pasarkliwon Surakarta. The design of this study uses a descriptive research design kolerasional. The sample used in this study is the total population, the number of samples of 29 infants. The study was conducted in April 2013 in the IHC Lotus II Kedunglumbu Pasar Kliwon Surakarta. Data analysis using Spearman 's Rank statistical test. The results showed no significant relationship between the growth of infants with early childhood development. From the results obtained by the analysis of the value of r = 0.395, meaning that the relationship with the development of a toddler toddlers showed moderate relationships. Recommendations for health care workers, cadres of health posts and toddlers that parents should be able to adjust your diet for growing children, and should stimulate the development of their children with a variety of activities including games in order to develop properly and optimally according to age.Keywords : growth, developmentAbstrak: Pertumbuhan, Perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan dengan perkembangan pada balita di Posyandu Teratai II Kedunglumbu Pasarkliwon Surakarta. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kolerasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total population, dengan jumlah sampel 29 balita. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013 di Posyandu Teratai II Kedunglumbu Pasar Kliwon Surakarta. Analisa data dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pertumbuhan balita dengan perkembangan balita. Dari hasil analisis diperoleh nilai r=0,395, artinya hubungan pertumbuhan balita dengan perkembangan balita menunjukkan hubungan sedang. Rekomendasi untuk petugas kesehatan, kader posyandu dan orangtua balita yaitu harus dapat mengatur pola makan anak untuk pertumbuhan, dan harus menstimulasi perkembangan anaknya dengan berbagai kegiatan termasuk permainan agar dapat berkembang dengan baik dan optimal sesuai usianya.Kata kunci : pertumbuhan, perkembanga
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI LANSIA DENGAN INTERAKSI SOSIAL LANSIA DI DESA SOBOKERTO KECAMATAN NGEMPLAK BOYOLALI
Abstract: Depression, Social Interaction, Elderly. The purpose of this study was to determine the relationship between levels of depression and social interactions of the elderly in the village of Subdistrict Sobokerto Ngemplak Boyolali. This research is a quantitative non-experimental correlation type that uses a cross sectional study design. The experiment was conducted in the village Sobokerto, District Ngemplak, Boyolali with a sample of 60 elderly. Sampling technique using probability sampling techniques to the type of cluster sampling. The inclusion criteria were: being able to read and write, able to communicate with verbal and non-verbal and willing to be a respondent. Plan for the implementation of activities that will be done is 1) licensing, 2) sampling, 3) data collection, 4) processing and data analysis, and 5) conclusion.Keywords: Depression, Social Interaction, ElderlyAbstract: Depresi, Interaksi Sosial, Lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara level depresi dengan interaksi sosial pada lansia di Desa Sobokerto Kecamatan Ngemplak Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental jenis korelasional yang menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dengan sampel 60 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis cluster sampling. Kriteria inklusinya: mampu baca dan tulis, mampu berkomunikasi dengan verbal maupun non verbal dan bersedia menjadi responden. Rencana pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan adalah 1) perijinan, 2) penarikan sampel, 3) pengumpulan data, 4) pengolahan dan analisis data, dan 5) penarikan kesimpulan.Kata kunci: Depresi, Interaksi Sosial, Lansi
KEBIASAAN KONSUMSI JAMU UNTUK MENJAGA KESEHATAN TUBUH PADA SAAT HAMIL DAN SETELAH MELAHIRKAN DI DESA KAJORAN KLATEN SELATAN
Abstract: Habit, Jamu, Pregnancy, Childbirth And Breastfeeding. Jamu is a traditional herb medicine as one of the efforts that have been widely recognized and utilized by the community with the purpose of: treating minor ailments, preventing illness, maintaining resilience and health. Drinking lots of herbs found in the Java community both in pregnant women, childbirth and post-partum (puerperal). This research is a quantitative descriptive study with cross sectional design, sampling techniques by means accidental. Data analysis was performed with univariate to see distribution frequency and descriptive statistics. The results showed the consumption habits of herbs in maintaining a healthy body during pregnancy, after childbirth and during breastfeeding mothers in rural South Klaten Kajoran by consuming herbs every day there are 33 people (82.5%), two days there were 6 people (15%) and twice a week there was 1 (2.5%). Disorders who had experienced during pregnancy such as nausea, vomiting, sore waist, muscle pain, varices and hemorrhoids. Disorders who had experienced postnatal form of heartburn, abdominal pain, pain in the birth canal, fear, anxiety and stomach crimped and interference during feeding in the form of reduced milk production, breast pain, breast milk does not come out smoothly and swollen breasts. How to use most often done by mouth found in 35 of the 40 people at the time of breast-feeding and 21 of 40 during pregnancy.Keywords: habit, jamu, pregnancy, childbirth and breastfeedingAbstrak: Kebiasaan, Jamu, Hamil, Melahirkan dan Menyusui. Jamu merupakan ramuan tradisional sebagai salah satu upaya pengobatan yang telah dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan tujuan: mengobati penyakit ringan, mencegah datangnya penyakit, menjaga ketahanan dan kesehatan tubuh. Kebiasaan minum jamu banyak ditemukan pada masyarakat jawa baik pada ibu hamil, melahirkan maupun pasca melahirkan (nifas). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, teknik pengambilan sampel dengan cara aksidental. Analisis data dilakukan dengan univariat untuk melihat didtribusi frekuensi dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan konsumsi jamu dalam menjaga kesehatan tubuh saat hamil, setelah melahirkan dan saat menyusui pada ibu-ibu di desa Kajoran Klaten Selatan dengan cara mengkonsumsi jamu setiap hari ada 33 orang (82,5%), dua hari sekali ada 6 orang (15%) dan seminggu dua kali ada 1 orang (2,5%). Gangguan yang pernah dialami saat hamil berupa mual, muntah, pegal pinggang, keju-kemeng, varices dan wasir. Gangguan yang pernah dialami setelah melahirkan berupa mules-mules, nyeri perut, nyeri jalan lahir, takut, cemas dan perut berkerut dan gangguan pada saat menyusui berupa produksi asi berkurang, nyeri payudara, asi keluar tidak lancar dan payudara bengkak. Cara penggunaan paling sering dilakukan dengan cara diminum terdapat pada 35 dari 40 orang pada saat menyusui dan 21 dari 40 orang pada saat hamil.Kata Kunci: Kebiasaan, jamu, hamil, melahirkan dan menyusui
PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN PAGI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI STADIUM I DI POSYANDU LANSIA DESA MAKAMHAJI
Abstract: Hypertension, Elderly, Walking Activity. Based on census data from 2010, shows that the population of elderly (seniors) age 60 years and over increased significantly. It shows the life expectancy is quite high. However, the reduction in mortality (mortality) was not followed by a decrease in the incidence of chronic diseases (hypertension) so that (morbidity) it tends to increase. Physical activity goes claimed to lower blood pressure and improve fitness in the elderly. The purpose of this study was to determine the effect of walking activity to changes in blood pressure in the elderly. This research was conducted in elderly hypertension in elderly IHC Makamhaji Village, Kartasura the number of study subjects as many as 15 people. Means of collecting data in the form of meter, spyghmomanometer, stethoscope, SOP activity runs, and documentation sheet. This type of research is one group quasi-experimental design with pre-test-post-test design. The method of data analysis is a statistical technique used comparative Paired Sample T Test, with the help of computer programs. From the analysis of the research data obtained figures on a significance of 0.001. This suggests that the blood pressure before and after administration of walking activity intervention significantly different. There is the influence of the activity of running to change (decrease) in blood pressure in elderly hypertensive elderly in the village Makamhaji IHC, Kartasura.Keywords: Hypertension, Elderly, Walking ActivityAbstract: Hipertensi, Lansia, Aktivitas Berjalan. Berdasarkan data hasil sensus penduduk tahun 2010, menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia (lansia) usia 60 tahun ke atas meningkat secara signifikan. Hal tersebut menunjukkan angka harapan hidup yang cukup tinggi. Akan tetapi, penurunan angka kematian (mortalitas) tidak diikuti dengan penurunan insidensi penyakit kronis (hipertensi) sehingga angka kesakitan (morbiditas)-nya cenderung mengalami kenaikan. Aktivitas fisik berjalan diklaim dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas berjalan terhadap perubahan tekanan darah pada lansia. Penelitian ini dilakukan pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Desa Makamhaji, Kartasura dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 15 orang. Alat pengumpul data berupa meteran, spyghmomanometer, stetoskop, SOP aktivitas berjalan, dan lembar dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah one group quasi experimental dengan rancangan pre test-post test design. Metode analisa data yang digunakan adalah teknik statistik komparasi Paired Sample T Test, dengan bantuan program komputer. Dari hasil analisis data penelitian di diperoleh angka signifikansi sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan darah pre dan post pemberian intervensi aktivitas berjalan berbeda secara bermakna. Ada pengaruh pemberian aktivitas berjalan terhadap perubahan (penurunan) tekanan darah pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Desa Makamhaji, Kartasura.Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Aktivitas Berjala
UPAYA PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI DIET PARE PADA PENDERITA DIABETUS MILLITUS DI KLINIK SEHAT MIGUNANI KLATEN
Abstract: Pare Diet, Diabetes Mellitus, Blood Sugar Levels. Diabetes Mellitus is a state of lack of income or lack of insulin, or the body is vulnerable to insulin. Diabetes Mellitus principle can not be cured completely. Therefore, the human body requires sugar levels. Therefore, the only control is the most effective way. One of the control or menurunkankadar blood sugar for people with Diabetes Mellitus is by providing dietary modification Pare. This study aims to determine the decrease in blood sugar levels in patients Diabitus millitus using dietary modification Pare. This research design using this type of experimental research with Quasi Experimental design. With the design of Pre and Post Test Control Group Design. The results with N = 15, blood sugar levels before and after the diet pare given in DM patients demonstrated no difference with p = 0.001 (p <0,05). Conclusion by giving dietary modification Pare in DM patients can lower blood sugar levels. Advice checks blood sugar levels on a regular basis in order to control their blood sugar levels, and is pleased to continue the diet with bitter melon.Keywords: Pare Diet, Diabetes Mellitus, Blood Sugar LevelsAbstrak: Diet Pare, Diabetes Mellitus, Kadar Gula Darah. Diabetes Mellitus merupakan keadaan ketiadaan atau kekurangan penghasilan insulin, atau badan bersifat rentang terhadap insulin. Prinsipnya penderita Diabetes Mellitus tidak bisa disembuhkan secara total. Sebab, tubuh manusia juga membutuhkan kadar gula. Oleh karena itu, pengendalian merupakan satu-satunya jalan yang paling efektif. Salah satu dari pengendalian atau menurunkankadar gula darah bagi penderita Diabetes Mellitus adalah dengan memberikan modifikasi diet Pare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penurunan kadar gula darah pada penderita Diabitus Millitus dengan menggunakan modifikasi diet Pare. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan Quasi Experimental. Dengan desain Pre and Post Test Group Control Design. Hasil penelitian dengan N = 15, kadar gula darah sebelum dan sesudah diberi diet pare pada penderita DM ada perbedaan ditunjukkan dengan p= 0,001 (p<0,05).Simpulan dengan modifikasi pemberian diet Pare pada penderita DM dapat menurunkan Kadar Gula dalam darah. Saran melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin agar terkontrol kadar gula darahnya, dan berkenan melanjutkan diet dengan pare.Kata Kunci: Diet Pare, Diabetes Mellitus, Kadar Gula Dara