Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
STUDI MINAT REMAJA TERHADAP OLAHRAGA BOLA VOLI DI DESA PONCOL KECAMATAN PONCOL KABUPATEN MAGETAN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui minat remaja terhadap olahraga bola voli di Desa Poncol, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat minat remaja Desa Poncol dalam bermain bola voli. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Angket ini dirancang untuk mengukur tingkat minat remaja di Desa Poncol terhadap permainan bola voli. Data yang diperoleh dari angket dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada responden yang terdiri dari remaja di empat dusun, yaitu Dusun Poncol, Dusun Wonosari, Dusun Tlayu, dan Dusun Jurug. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa minat remaja di Desa Poncol terhadap bola voli tergolong sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan akumulasi dan distribusi data yang mencapai 100%, yang menunjukkan kategori minat yang sangat besar. Dengan demikian, minat remaja terhadap olahraga bola voli di Desa Poncol dapat dikategorikan sebagai sangat tinggi.
Kata Kunci: Minat Remaja, Olahraga Bola voli, Survei
PEMAHAMAN MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPELATIHAN OLAHRAGA TERHADAP KETERAMPILAN RENANG DASAR DALAM PENGAJARAN OLAHRAGA DI UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa Program Studi Kepelatihan Olahraga terhadap keterampilan renang dasar dalam pengajaran olahraga. Pemahaman yang baik mengenai keterampilan renang dasar sangat penting, karena mahasiswa diharapkan dapat mengajarkan keterampilan tersebut kepada peserta didik atau atlet yang baru belajar renang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 50 mahasiswa aktif Program Studi Kepelatihan Olahraga yang sedang menjalani mata kuliah renang dasar. Selain itu, wawancara semi-terstruktur juga dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang pemahaman mahasiswa terhadap teknik-teknik dasar renang dan cara penerapannya dalam pengajaran olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang keterampilan renang dasar, meskipun sebagian besar masih merasa kesulitan dalam menerapkannya dalam konteks pengajaran yang nyata. Faktor yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa antara lain adalah metode pengajaran yang digunakan, pengalaman praktikum, dan tingkat kedalaman materi yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa meskipun pemahaman dasar mahasiswa cukup memadai, perlu ada peningkatan dalam frekuensi dan kualitas pelatihan praktikum agar mahasiswa dapat lebih percaya diri dan efektif dalam mengajarkan keterampilan renang dasar.
Kata Kunci: Pemahaman mahasiswa, keterampilan renang dasar, pengajaran olahraga, program studi kepelatihan olahrag
PEMAHAMAN DOSEN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman dosen pendidikan jasmani dan olahraga dalam menggunakan media pembelajaran digital dalam proses perkuliahan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dosen bidang pendidikan jasmani dan olahraga yang ada di kota Makassar. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survey menggunakan angket skala likert berjumlah 25 nomor soal. Penyataan angket disusun dengan 5 (lima) indicator yang terdiri dari pengetahuan dasar tentang media pembelajaran digital, keterampilan dalam mengoperasikan media digital, sikap terhadap penggunaan media digital, frekuensi dan intensitas penggunaan, dan hambatan dan tantangan dalam penggunaan. Sebelum angket penelitian ini digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji coba dan uji reabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,958. Teknik analisis data menggunakan uji deskriptif dan kategorisasi data. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pemahaman dosen berada pada kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh mayoritas responden yang berada dalam kategori “Baik†dengan persentase sebesar 47,5%
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN ATLETIK: THE EFFECT OF JIGSAW TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL IN IMPROVING STUDENTS' SELF-CONFIDENCE IN ATTENDING ATHLETICS COURSES
Penelitian ini merupakan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan percaya diri mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan atletik. Desain penelitiann yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 orang mahasiswa dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Adapun kriteria yang ditetapkan dalam penentuan sampel adalah nberbadan sehat, mengikuti mata kuliah atletik, dan bersedia mengikuti segala proses penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan angket percaya diri yang berjumlah 20 nomor soal yang telah diuji coba dengan tingkat reabilitas sebesar 0,923. Sedangkan Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T dengan uji uji normalitas sebagai uji prasyarat. Berdasarkan hasil analisis statistic diketahui Rata-rata nilai pada saat pre-test adalah 82,86, sedangkan setelah perlakuan diberikan melalui pembelajaran Jigsaw, nilai rata-rata meningkat menjadi 88,67. Selisih rata-rata antara kedua pengukuran tersebut adalah sebesar 5,810, yang menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti dalam tingkat percaya diri mahasiswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan percaya diri mahasiswa dalam proses perkuliahan atletik
ANALISIS KONDISI FISIK PADA ATLET DI AKADEMI FUTSAL SEMARAPURA TAHUN 2024
Physical condition is very much needed in every athlete's achievement improvement. This is the basis that must be considered to achieve maximum achievement. This study aims to determine the level of physical condition of athletes at the Semarapura Futsal Academy located at Jalan Kenyeri V, Klungkung Regency, Bali. The type of this research is quantitative descriptive research. The subjects of this study were all athletes at the Semarapura Futsal Academy totaling 30 people, with an age range of 13-19 years. Data collection carried out in this study was by survey method, namely with test and measurement techniques. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques which were presented in the form of percentages in tables and graphs. The research instrument used was the physical condition test of the Semarapura Futsal Academy Athletes, namely 1) leg muscle strength test (leg dynamometer), 2) cardiovascular endurance test (Multistage Fitness Test / MFT), 3) agility test (shuttle run), 4) flexibility test (sit and reach), and 5) balance test. The results of this study indicate that the physical condition profile of athletes at the Semarapura Futsal Academy in 2024 is mostly in the "sufficient" category of 73.3% (22 people), the "less" category of 16.7% (5 people), and the "good" category of 10% (3 people). The suggestion that researchers can give is that to obtain good physical condition for futsal athletes, a regular and planned training program is needed
PERAN KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PENGEMBANGAN OLAH RAGA NASIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan publik dalam mendukung pengembangan olahraga nasional di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah merumuskan kebijakan strategis seperti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketimpangan distribusi infrastruktur, keterbatasan anggaran daerah, rendahnya kualitas pembinaan atlet, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. Diperlukan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, pemerataan fasilitas olahraga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perumusan strategi kebijakan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan lokal dalam rangka memajukan olahraga nasional.
Kata kunci: kebijakan publik, olahraga nasional, pembangunan, DBON, partisipasi masyaraka
PENILAIAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA FASE B MIN 6 NGAWI DENGAN TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa MIN 6 Ngawi usia 10 tahun dengan menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 54 siswa. Pengukuran kebugaran jasmani meliputi komponen Indeks Massa Tubuh (IMT), V Sit and Reach, Sit Up 60 Detik, Squat Thrust 30 Detik, dan PACER Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada dalam kategori gizi kurang (61,1%) dan sebagian besar siswa memiliki kebugaran jasmani dalam kategori "cukup" dan "kurang". Komponen kelenturan otot (V Sit and Reach) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan komponen daya tahan kardiorespirasi dan kekuatan otot perut. Berdasarkan skor kebugaran komposit, sebagian besar siswa membutuhkan intervensi untuk meningkatkan kebugaran jasmani mereka. Penelitian ini menyarankan agar program pendidikan jasmani diperkuat dengan pengintegrasian edukasi gizi dan pola hidup sehat guna meningkatkan kualitas kebugaran jasmani siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL TEKNIK DASAR SEPAK SILA DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA MAHASISWA PRODI PENJASKESREK TAHUN AJARAN 2024/2025
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskiripsikan bentuk rancang bangun pengembangan media pembelajaran berbasis video tutorial teknik dasar sepak sila dalam permainan sepak takraw serta mengetahui tanggapan mahasiswa dalam uji coba perorangan, Uji coba kelompok kecil, materi teknik dasar Sepak Sila dalam permainan sepak Takraw terhadap video yang dikembangkan. Untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa media pembelajaran berbasis video tutorial dengan model ADDIE teknik dasar sepak sila dalam permainan sepak takraw pada mahasiswa prodi Penjaskesrek. Jenis penelitian ini yaitu pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuesioner dalam bentuk skala skor. Hasil pengembangan media pembelajaran berbasis video tutorial yang dilakukan ahli isi materi pembelajaran mendapatkan kategori sangat baik dengan persentase 95%, dari ahli desain pembelajaran mendapatkan kategori sangat baik dengan persentase 96% dan ahli media pembelajaran mendapatkan kategori sangat baik dengan persentase 95% , uji coba produk perorangan mendapatkan kategori sangat baik dengan persentase 91,56% dan uji coba produk kelompok kecil mendapatkan kategori dengan persentase 92% Disimpulkan dari hasil tersebut dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis video tutorial teknik dasar sepak sila dalam permainan sepak takraw pada Prodi Penjaskesrek dapat dinyatakan sangat layak digunakan
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SERVIS TERHADAP PERMAINAN SEPAK TAKRAW MELALUI METODE BOLA GANTUNG
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan servis dalam permainan sepak takraw melalui penerapan metode bola gantung pada siswa SMP Negeri 3 Tanjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa sepak takraw di SMP Negeri 3 Tanjung. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kemampuan servis sebelum dan sesudah penerapan metode bola gantung. Analisis data menggunakan teknik Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Hipotesis dengan bantuan SPSS untuk melihat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan servis. Penelitian ini diharapkan secara signifikan mampu meningkatkan bahwa dengan menggunakan metode bola gantung efektif dalam meningkatkan akurasi dan kekuatan servis siswa. Peningkatan ini terlihat dari perbandingan hasil pretest dan posttest. Kesimpulannya dengan menggunakan metode bola gantung dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran teknik servis sepak takraw, khususnya bagi siswa tingkat SMP
PENGARUH CIRCUIT TRAINING DAN LATIHAN 1 KOMANDO TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA ANGGOTA PENCAK SILAT PSHT RAYON SMP NEGERI 3 GANDRUNGMANGU
Studi ini menganalisis efektivitas circuit training dan latihan 1 komando dalam meningkatkan kecepatan tendangan sabit pada anggota pencak silat PSHT rayon SMP Negeri 3 Gandrungmangu. Identifikasi masalah awal menunjukan bahwa rendahnya kualitas tendangan sabit, baik dari segi teknik maupun kecepatan. Tujuan esensial dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh circuit training dan latihan 1 komando terhadap kecepatan tendangan sabit pada anggota pencak silat PSHT rayon SMP Negeri 3 Gandrungmangu. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 20 anggota aktif yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kecepatan tendangan sabit yang diukur berdasarkan jumlah tendangan dalam waktu 11 detik. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kecepatan tendangan sabit setelah diberikan perlakuan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 8,18% pada kelompok circuit training dan 3,08% pada kelompok latihan 1 komando. Penelitian ini mengindikasikan bahwa circuit training lebih efektif dibandingkan latihan 1 komando dalam meningkatkan kecepatan tendangan sabit