Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KETERAMPILAN PASSING ATAS BOLAVOLI DENGAN METODE LATIHAN MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK
Andi Handoyo. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas IV MI Fathul Ma’arif Dukuhsalam Slawi, Kabupaten Tegal, Tahun Ajaran 2024/2025 dalam keterampilan passing atas bola voli melalui metode latihan menggunakan bola plastik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 35 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar passing atas bola voli. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan belajar siswa baru mencapai 28,57%. Setelah tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 62,86%, dan pada siklus II mencapai 88,57%. Dengan demikian, penggunaan metode latihan bola plastik terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli siswa kelas IV MI Fathul Ma’arif Dukuhsalam Slawi
KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT PERUT DAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG TERHADAP KEMAMPUAN GERAKAN SIKAP LILIN PADA SISWA SDN 360 ANABANUA, KABUPATEN WAJO
Penelitian ini berfokus pada pentingnya kekuatan otot perut dan otot punggung dalam mendukung kemampuan gerakan sikap lilin pada siswa SDN 360 Anabanua, Kabupaten Wajo. Gerakan sikap lilin merupakan salah satu gerakan dasar dalam senam lantai yang membutuhkan koordinasi yang baik antara otot perut dan punggung untuk menjaga keseimbangan tubuh dalam posisi tegak dengan kaki lurus ke atas. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diketahui seberapa besar kontribusi kedua komponen fisik tersebut terhadap keberhasilan siswa dalam melakukan gerakan sikap lilin dengan teknik yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot perut dan kekuatan otot punggung terhadap kemampuan gerakan sikap lilin pada siswa SDN 360 Anabanua Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat korelasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes kekuatan otot perut, tes kekuatan otot punggung, dan tes kemampuan gerakan sikap lilin pada sampel yang terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Teknik analisis data menggunakan regresi tunggal dan regresi ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Kekuatan otot perut memberikan kontribusi signifikan sebesar 87,30% terhadap kemampuan sikap lilin. (2) Kekuatan otot punggung memberikan kontribusi signifikan sebesar 74,90% terhadap kemampuan sikap lilin. (3) Kekuatan otot perut dan otot punggung secara bersama-sama memberikan kontribusi signifikan sebesar 87,30% terhadap kemampuan sikap lilin
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAKBOLA BERBASIS ANDROID UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Football Edu berbasis Android sebagai media pembelajaran permainan sepakbola bagi peserta didik kelas X SMAN 1 Muncar Banyuwangi pada tahun ajaran 2025/2026. Peningkatan pemanfaatan teknologi mobile memberikan peluang untuk menghadirkan media pembelajaran yang interaktif dalam mata pelajaran PJOK. Aplikasi Football Edu dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi teknik dasar dan konsep teoritis sepakbola secara lebih menarik, fleksibel, dan mudah diakses. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan berupa aplikasi Android berisi materi umum sepakbola, sarana dan prasarana, peraturan permainan, teknik dasar, serta kuis evaluasi. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, ahli desain, dan praktisi lapangan, yang menunjukkan hasil penilaian kategori sangat baik. Uji coba yang melibatkan peserta didik juga menunjukkan respon positif, sehingga aplikasi dinilai praktis dan mudah digunakan. Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi Football Edu dinyatakan layak dan efektif sebagai media pembelajaran permainan sepakbola
PENGGUNAAN JOGGING SWIMMING BELT SEBAGAI ALTERNATIF GERAK FISIK PADA LANSIA
Elderly people often experience health problems, especially low back pain and joint calcification, which can affect their quality of life. This research is a literature study which aims to find alternative safe physical movements that can be used for the elderly who generally experience problems with low back pain and joint calcification. Physical activity, escpecially cariied out in water using jogging swimming belt, is an effective alternative to overcome this problem. Jogging swimming belt help reduce stress on joints and muscles provide suspension and float the body, as well as providing an additional challenge for elderly balance and coordination. A jogging swimming belt can be considered a holistic and safe solution to improve the health of elderly people who experience low back pain and joint calcification. Through these water activities, elderly can gain significant benefits to maintain physical fitness, reduce pain, and improve their overall quality of life
PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRICS TERHADAP KETEPATAN SHOOTING PADA TIM SSB DAKOTA SURUSUNDA
Studi ini menganalisis efektivitas latihan plyometrics dalam meningkatkan akurasi shooting pada pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Dakota Surusunda, Kecamatan Karangpucung. Identifikasi masalah awal menunjukkan bahwa pemain memiliki keterbatasan dalam ketepatan shooting ke gawang serta kemampuan tendangan lambung yang kurang optimal. Tujuan esensial dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh metode latihan plyometrics terhadap peningkatan ketepatan shooting pada tim tersebut. Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 20 pemain sebagai sampel. Data kuantitatif dianalisis untuk menilai perubahan yang terjadi. Temuan signifikan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa latihan plyometrics secara substansial meningkatkan ketepatan shooting pemain, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000, yang lebih rendah dari ambang batas 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa intervensi latihan plyometrics memberikan efek positif dan signifikan terhadap peningkatan kapabilitas shooting dalam konteks sepak bola
EFEKTIVITAS METODE LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETEPATAN SMASH ATLIT BULUTANGKIS
Oyo Waluyo ,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan drill dan pola pukulan terhadap peningkatan pukulan smash dalam bulutangkis di PB Cendrawasih Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “two groups pre test-post-test designâ€. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PB. Cendrawasih Kuningan yang berjumlah 18 orang putra. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu: (1) daftar hadir minimal 75% (keaktifan mengikuti latihan), (2) pemain merupakan atlet bulutangkis PB. Cendrawasih Kuningan, (3) berjenis kelamin laki laki, Instrumen yang digunakan yaitu tes pola pukulan dan ketepatan smash. Hasil dari penelitian di lakukan dengan analisis data test awal (pre-test) dengan hasil untuk kelompok metode latihan drill rata-rata 20,78 dan standar deviasi 2,635, dan kelompok metode latihan pola pukulan rata-rata sebesar 22,78 dan standar deviasi 4,790. Setelah melakukan perlakuan dan di analisis data test akhir (post-test) hasil untuk kelompok metode latihan drill rata-rata 29,67 dan standar deviasi 6,461 dan kelompok metode latihan pola pukulan 22,89 dan standar deviasi 3,621. Artinya hasil test akhir menunjukan kelompok metode latihan drill memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi di bandingkan dengan kelompok metode latihan pola pukulan atau dengan kata lain hasil metode latihan drill lebih unggul di bandingkan dengan metode latihan pola pukulan
EFEKTIVITAS RENANG GAYA BEBAS DAN GAYA DADA DALAM MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 6-7 TAHUN
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi pengaruh latihan renang gaya bebas dan gaya dada terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar pada anak berusia 6–7 tahun. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan pretest-posttest group design. Jumlah sampel terdiri atas 28 anak yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 14 anak pada kelompok latihan gaya bebas dan kelompok gaya dada. Program latihan berlangsung selama 8 minggu dengan intensitas tiga kali per minggu. Aspek motorik kasar yang diukur meliputi kelincahan, keseimbangan, koordinasi gerak tubuh, serta kekuatan otot. Data hasil pengukuran dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan signifikan pada semua aspek motorik kasar (p < 0,05). Kelompok gaya bebas mengalami peningkatan kelincahan sebesar 2,5 detik, keseimbangan 6,5 detik, koordinasi 1,8 skor, dan kekuatan otot 5,1 kali. Sedangkan kelompok gaya dada menunjukkan peningkatan kelincahan 1,2 detik, keseimbangan 3,6 detik, koordinasi 1,1 skor, dan kekuatan otot 2,7 kali. Uji t menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test pada kedua kelompok (p = 0,000). Hasil ini menegaskan bahwa Keduanya terbukti efektif, namun gaya bebas memberikan peningkatan yang lebih besar dibandingkan gaya dada. Hal ini sesuai dengan karakteristik gerakan gaya bebas yang lebih cepat, dinamis, dan melibatkan koordinasi kompleks
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMK PENERBANGAN TECHNO TERAPAN MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya asupan gizi seimbang dalam mendukung kebugaran dan performa fisik remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 60 siswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor pola makan siswa adalah 80,83 (SD = 8,17) dengan rentang 62–96, sedangkan rata-rata skor kebugaran jasmani adalah 77,45 (SD = 9,25) dengan rentang 55–93. Sebanyak 36,7% siswa memiliki pola makan dalam kategori baik dan 35% memiliki kebugaran jasmani dalam kategori baik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola makan dan kebugaran jasmani (r = 0,69; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 47,8% terhadap variasi tingkat kebugaran jasmani. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pola makan siswa, semakin tinggi pula tingkat kebugarannya. Penerapan pola makan sehat perlu menjadi bagian penting dalam pembinaan kebugaran di sekolah
FITNESS CENTER SEBAGAI RUANG SOSIAL BARU: KAJIAN SOSIAL-EKONOMI PERILAKU AKTIVITAS FISIK MASYARAKAT
Abstract
This study aims to understand the culture of physical activity among the people of Tanah Bumbu Regency by positioning fitness centers as social spaces that have developed in the modern era. Changes in people's lifestyles, regional economic growth, and increasing awareness of the importance of fitness have made fitness centers the primary choice for structured physical activity. This study uses a qualitative descriptive method with an exploratory study approach through in-depth interviews, observations, and documentation of visitors, instructors, and fitness center managers. The results show that physical activity at fitness centers has formed a new culture characterized by exercise routines, changes in health perceptions, and the emergence of modern identities and lifestyles. Fitness centers also function as social spaces where interactions across age, profession, and social class occur, as well as arenas for the formation of fitness communities. Socioeconomic factors were found to greatly influence the level of participation, accessibility, and motivation of the community in physical activity. Motivations include health needs, stress management, self-image, and social reasons. Overall, this study confirms that fitness centers hold broader significance for the people of Tanah Bumbu, not merely as places for exercise, but also as symbols of social mobility, modern identity, and improved quality of life.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami budaya aktivitas fisik masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu dengan menempatkan fitness center sebagai ruang sosial yang berkembang di era modern. Perubahan gaya hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebugaran mendorong fitness center menjadi pilihan utama untuk beraktivitas fisik secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan exploratory study melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada pengunjung, instruktur, dan pengelola fitness center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik di fitness center telah membentuk budaya baru yang ditandai oleh rutinitas latihan, perubahan persepsi kesehatan, serta munculnya identitas dan gaya hidup modern. Fitness center juga berfungsi sebagai ruang sosial di mana terjadi interaksi lintas usia, profesi, dan kelas sosial, serta menjadi arena pembentukan komunitas kebugaran. Faktor sosial-ekonomi ditemukan sangat memengaruhi tingkat partisipasi, aksesibilitas, dan motivasi masyarakat dalam beraktivitas. Motivasi yang muncul meliputi kebutuhan kesehatan, pengelolaan stres, citra diri, hingga alasan sosial. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa fitness center memiliki makna yang lebih luas bagi masyarakat Tanah Bumbu, bukan hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga sebagai simbol mobilitas sosial, identitas modern, dan peningkatan kualitas hidup
PENGARUH BUDAYA POPULER DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI DAN PARTISIPASI SISWA DALAM PENDIDIKAN JASMANI
Pendidikan jasmani berperan penting dalam mengembangkan kebugaran jasmani, keterampilan motorik, serta sikap positif terhadap aktivitas fisik. Namun, motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas masih cenderung rendah. Di era digital, budaya populer dan media sosial menjadi faktor penting yang memengaruhi minat remaja terhadap aktivitas olahraga. Tren olahraga populer serta konten kebugaran di media sosial mendorong siswa untuk terlibat dalam aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup modern dan bentuk aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk menelaah pengaruh budaya populer dan media sosial terhadap motivasi serta partisipasi siswa dalam pendidikan jasmani. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut mampu meningkatkan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik siswa melalui dukungan sosial, pengakuan publik, dan persepsi bahwa aktivitas fisik merupakan hal yang menarik dan bernilai sosial. Namun, dampak negatif dapat muncul ketika motivasi berorientasi pada tren sesaat atau standar tubuh ideal. Oleh karena itu, guru pendidikan jasmani perlu memanfaatkan budaya populer dan media sosial secara edukatif agar tetap selaras dengan tujuan pembelajaran, yaitu membentuk kebiasaan hidup aktif, sehat, dan berkarakter.
Kata kunci: budaya populer, media sosial, motivasi, partisipasi, pendidikan jasman