Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
    361 research outputs found

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM AEROBIK HIGH IMPACT DAN LOW IMPACT TERHADAP PENURUNAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DITINJAU DARI STATUS GIZI (Studi Eksperimen pada Anggota Sanggar Senam Vira Watukelir Weru Sukoharjo)

    Get PDF
    THE DIFFERENCE EFFECT OF TRAINING AEROBIC GYMNASTICS HIGH IMPACT AND LOW IMPACT ON DECREASE IN BODY FAT PERCENTAGE JUDGING FROM NUTRITION STATUS (Experimental Study on The Members of a Shrine Gymnastic Vira Watukelir Weru Sukoharjo). This research aims to find out: (1) the difference effect between of training aerobic gymnastics high impact and low impact on decrease in body fat percentage, (2) the difference of decrease in body fat percentage between the members of the shrine gymnastic with acceptable and obese nutrition status, (3) the interaction effect between training gymnastics with nutrition status on decrease in body fat percentage. This research employed an experimental method with 2 x 2 factorial design. The population of the research in the members of a shrine gymnastic Vira Watukelir Weru Sukoharjo. The sampling technique was purposive random sampling, the size of the samples taken are as much as 40 members of a shrine gymnastic. ANOVA was used to analyzing data, the data analysis prerequisite test was done using the sample normality test (Lilliefors test with α = 0.05%) and variance homogeneity test (Bartlett test with α = 0.05%). Based on the result of the analysis, conclusions are drawn as follows: (1) There was difference between the effect of training aerobic gymnastics high impact and low impact on decrease in body fat percentage. The effect of training aerobic gymnastics high impact is higher than the training aerobic gymnastics low impact, (2) there was difference of decrease in body fat percentage between the members of the shrine gymnastic with acceptable and obese nutrition status. The effect of decrease in body fat percentage between the members of the shrine gymnastic with acceptable nutrition status this higher than the one with obese nutrition status, (3) there was interaction effect between training gymnastics with nutrition status on decrease in body fat percentage. The members of the shrine gymnastic with acceptable nutrition status has according if it is training aerobic gymnastics high impact. The members of the shrine gymnastic with obese nutrition status has according if it is training aerobic gymnastics low impact

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM AEROBIK HIGH IMPACT DAN LOW IMPACT TERHADAP PENURUNAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DITINJAU DARI KEMAMPUAN GERAK (Studi Eksperimen pada Anggota Sanggar Senam Vira Watukelir Weru Sukoharjo)

    No full text
    THE DIFFERENCE EFFECT OF TRAINING AEROBIC GYMNASTICS HIGH IMPACT AND LOW IMPACT ON DECREASE IN BODY FAT PERCENTAGE JUDGING FROM MOTOR ABILITY (Experimental Study on The Members of a Shrine Gymnastic Vira Watukelir Weru Sukoharjo). This research aims to find out: (1) the difference effect between of training aerobic gymnastics high impact and low impact on decrease in body fat percentage, (2) the difference of decrease in body fat percentage between the members of the shrine gymnastic with high and low motor ability, (3) the interaction effect between training gymnastics with motor ability on decrease in body fat percentage. This research employed an experimental method with 2 x 2 factorial design. The population of the research in the members of a shrine gymnastic Vira Watukelir Weru Sukoharjo. The sampling technique was purposive random sampling, the size of the samples taken are as much as 40 members of a shrine gymnastic. ANOVA was used to analyzing data, the data analysis prerequisite test was done using the sample normality test (Lilliefors test with α = 0.05%) and variance homogeneity test (Bartlett test with α = 0.05%). Based on the result of the analysis, conclusions are drawn as follows: (1) There was difference between the effect of training aerobic gymnastics high impact and low impact on decrease in body fat percentage. The effect of training aerobic gymnastics high impact is higher than the training aerobic gymnastics low impact, (2) there was difference of decrease in body fat percentage between the members of the shrine gymnastic with high and low motor ability. The effect of decrease in body fat percentage between the members of the shrine gymnastic with high motor ability this higher than the one with low motor ability, (3) there was interaction effect between training gymnastics with motor ability on decrease in body fat percentage. The members of the shrine gymnastic with high motor ability has according if it is training aerobic gymnastics high impact. The members of the shrine gymnastic with low motor ability has according if it is training aerobic gymnastics low impact

    PERBEDAAN PENGARUH MODEL LATIHAN BERMAIN DAN DRILL TERHADAP KEMAMPUAN SEPAK SILA DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA ATLET PUTRI UKM UTP SURAKARTA TAHUN 2015

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh metode bermain dan drill terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepak takraw pada atlet putri UKM UTP SURAKARTA Tahun 2015, (2) Pengaruh yang lebih baik antara bermain dan drill terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepak takraw pada atlet putri UKM UTP SURAKARTA Tahun 2015. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan macthed by subjets design. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet putri UKM UTP SURAKARTA Tahun 2016 yang berjumlah 30 siswa, dengan teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompk yaitu kelompok 1 sebanyak 15 siswa dan kelompok 2 sebanyak 15 siswa. Kelompok 1 mendapat perlakuan sepak sila menggunakan metode bermain, sedangkan kelompok 2 mendapat perlakuan sepak sila menggunakan metode drill. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes sepak sila menggunakan petunjuk tes sepak sila.Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik menggunakan uji t pada taraf 5%, untuk memenuhi asumsi hasil penelitian dilakukan uji persyaratan analisis yaitu dengan uji normalitas dan uji homogenitas, uji perbedaan dan persentase peningkatan. Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut: (1)Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode bermain dan drill terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepak takraw pada atlet putri di UKM UTP SURAKARTA Tahun 2015. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu thitung = 4.9566 lebih besar dari pada ttabel= 2,145dengan taraf signifikasi 5%. (2) Metode drill lebih baik pengaruhnya dari pada metode bermain terhadap hasil latihan kemampuan sepak sila dalam permainan sepak takraw pada atlet putrid di UKM UTP SURAKARTA Tahun 2015. Berdasarkan persentase hasil latihan kemampuan sepak sila menunjukkan bahwa kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode bermain) adalah 9.968% > kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan metode drill) adalah 10.213%

    ATASI KEMISKINAN DENGAN PENDIDIKAN “LIFE SKILLSâ€ÂÂ

    No full text
    Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Jemal-ud-din Kassum, mengingatkan bahwa saat ini terdapat sekitar 60% penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara, 10 †“ 20% hidup dalam kemiskinan absolute (extreme Proverty). Mereka dalam posisi rentan, baik dari sisi pendapatan/sosial, termasuk tak adanya akses kependidikan, kesehatan dan ancaman kurang gizi (malnutrion). Jemal-ud-din mendefinisikan kemiskinan dengan tingkat pendapatan kurang dari US $ 2 (Rp. 20.000,-) per hari. Hal ini dikemukakan dalam pertemuan CGI di Bank Indonesia pada hari Rabu, 7 Nopember 2001 (Kompas, 8 Nop. 2001)

    MENINGKATKAN PRESTASI OLAHRAGA DENGAN TEORI PERHITUNGAN GOLDEN AGE

    No full text
    Prestasi olahraga tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan bakat alam. Olahraga modern memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan yang modern pula. Untuk membina dan melahirkan seorang yang berprestasi tinggi diperlukan proses pembinaan jangka panjang yang memerlukan penanganan secara sistematis, terarah, terencana, terprogram dan konsisten serta dilakukan sejak usia dini atau usia sekolah dasar. Melalui pendekatan teori perhitungan Usia Emas atau â€ÂÂThe Golden Ageâ€ÂÂ, prestasi puncak dari berbagai cabang olahraga dicapai sekitar usia 14 †“ 25 tahun, dan proses pembinaan atlet untuk mencapai prestasi puncak dibutuhkan waktu kurang lebih 6 †“ 10 tahun. Dengan demikian, orientasi pembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini yaitu sejak masih duduk di Sekolah Dasar. Pembinaan olahraga tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan karakteristik anak, proses pertumbuhan dan perkembangan ana

    HUBUNGAN ANTARA GAD dalam MENTAL AND EMOTIONAL DISORDERS DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA POK (Studi Korelasi Mahasiswa Peserta PPL POK Universitas Tunas Pembangunan Surakarta TA. 2012/2013)

    No full text
    Gangguan mental dan emosi yang sering terjadi adalah kecemasan umum. Gangguan yang muncul diawal individu dalam melakukan aktivitas memiliki hubungan positif dengan tingkat kemandirian. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui: Apakah ada hubungan GAD (Generalized Anxiety Disorder) dalam Mental And Emotional Disorders dengan kemandirian belajar mahasiswa PKO.  Metode penelitian adalah tehnik korelasional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa jurusan peserta PPL POK Universitas Tunas Pembangunan Surakarta TA. 2012/2013. Sampel penelitian adalah 40 orang. Kesimpulan pengujian hipotesis sebagai berikut : ada hubungan yang positif dan signifikan  antara GAD (Generalized Anxiety Disorder) dalam Mental And Emotional Disorders dengan kemandirian belajar mahasiswa PKO berdasarkan teknik analisis korelasi, dimana koefisien korelasi yang didapat adalah ada hubungan antara rhitung = 0,526 lebih besar dari r tabel = 0,312 atau 0,526 > 0,31

    MENGHITUNG RELIABILITAS DENGAN METODE ANALISIS OF VARIANCE

    No full text
    Pada dasarnya tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi para mahasiswa, guru pendidikan jasmani/pelatih olahraga, tentang pengukuran dan evaluasi keolahragaan, agar dalam membuat suatu keputusan dapat secara tepat dan obyektif. Sesuai dengan hal tersebut tes merupakan alat ukur/instrument yang dapat dipakai untuk membantu dan atau dapat dipakai sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Sebagai instrumen, tes harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu antara lain : 1. Reliabilitas 2. Validitas 3. Obyektivitas 4. Diskriminitas 5. Praktikabilita

    NOTASI ILMIAH DAN ETIKA AKADEMIKA

    No full text
    Sebagai seorang yang berkecimpung dalam dunia ilmiah tidak lepas dari kegiatan penulisan ilmiah. Untuk menuju pada penulisan ilmiah kita pun dituntut pula mengetahui tentang cara-cara penulisan ilmiah tersebut, secara baik dan benar serta konsisten. Notasi ilmiah termasuk sub bagian dari Epistemologi disamping sub-sub yang lain. Dalam notasi ilmiah itu sendiri ada beberapa bagian yang saling terkait satu sama lainnya, sehingga dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang terdapat dalam penulisan dapat dikomunikasikan secara ilmiah dengan tepat dan jelas. Selain mengetahui notasi ilmiah, ternyata seorang penulis karangan ilmiah juga dituntut untuk mengutamakan kebenarannya dan perlu memegang teguh etika dan kejujuran. Kedua hal tersebut merupakan kriteria di dalam pelaksanaan tugas dalam penulisan karangan ilmiah. Sesuai uraian di atas, makalah ini akan membahas tentang “NOTASI ILMIAH DAN ETIKA AKADEMIKA†yang pada dasarnya tidak bisa lepas dalam kegiatan penulisan karangan ilmiah

    APLIKASI BERBAGAI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SPRINT 100 METER PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan keefektifan aplikasi metode pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar sprint 100 meter pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013, dan (2) membandingkan hasil belajar sprint 100 meter antara siswa yang belajar sprint 100 meter dengan metode pembelajaran kooperatif dan siswa  yang belajar sprint 100 meter dengan pembelajaran konvensional. Untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan, Penelitian Eksperimen Kuasi (PEK) ini dilaksanakan dengan desain Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group. Penelitian ini diarahkan ke PEK yang menggunakan pendekatan Kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1, kelas X-2 dan siswa kelas X-3 SMA Negeri 2 Wonogiri tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 96 orang. Siswa kelas X-1 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas X-2 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dengan metode pembelajaran kooperatif RTE( Rotating Trio Exchange ), dan siswa kelas X-3 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dengan metode pembelajaran kooperatif TGT( Teams Game Tournament ). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengukuran sprint 100 meter dan lembar observasi. Teknik analisis Anakova data yang digunakan adalah (1) Analisis Statistik Deskriptif dan (2) Analisis Statistik Inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) metode pembelajaran kooperatif RTE efektif untuk meningkatkan hasil belajar sprint 100 meter pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonogiri tahun pelajaran 2011/2012. Keefektifan penerapan metode pembelajaran kooperatif RTE seperti ditunjukkan oleh hasil analisis data observasi terhadap kegiatan siswa dalam pembelajaran selama 4 kali pertemuan berada pada kategori baik sebesar 59,37% dan katagori baik sekali sebesar 15,62% sedangkan dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif RTE ketuntasan belajar siswanya meningkat dari 25 menjadi 30 siswa, dengan metode pembelajaran kooperatif TGT ketuntasan belajar siswanya meningkat dari  29 menjadi 30 siswa dan untuk pembelajaran konvensional ketuntasan belajar siswanya tetap yaitu 28 siswa (2) hasil belajar sprint 100 meter siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif RTE lebih baik daripada siswa yang belajar dengan pembelajaran TGT, RTE lebih baik dari konvensional, dan TGT lebih baik dari konvensional. Dari rata-rata hasil tes akhir siswa yang belajar sprint 100 meter dengan metode pembelajaran kooperatif RTE adalah 18,77 detik, sedangkan rata-rata test akhir siswa yang belajar sprint 100 meter dengan metode TGT adalah 19,77 detik, dan pendekatan konvensional adalah 18,90 detik

    PERBEDAAN PENGARUH GAYA MENGAJAR KONVERGEN DAN DIVERGEN BERBASIS PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

    No full text
    The research objective of this experiment was to determine: (1) differences in the effect of convergent and divergent teaching styles to the learning outcomes of the long jump squat style, (2) the effect of differences in students motivation to learn the results of the long jump squat style, and (3) the interaction effect between the use of teaching styles converge or diverging and students motivation to learn the results of the long jump squat style. To achieve the research objectives have been established, this study conducted experiments to study the design of 2x3 factorial design. The population in this study were fifth grade students of Elementary Schools Ronggowarsito Force Unit VII Department of Education Youth and Sports Laweyan District of Surakarta and then randomized sample generated by 2 Elementary School SDN Bratan I Surakarta as many as 32 students as a group and convergent teaching style of SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan many as 29 students as a group of divergent teaching styles. Then the samples were given a questionnaire that had been tested to determine the validity of students motivation level by classification motivation high, medium and low. Furthermore, given the treatment of learning with each teaching style. Activity data of students in the learning process which includes cognitive, affective and psychomotor assessed using the observation sheet. While the ability of the results of data long jump squat force students gathered to test the ability of measuring the long jump squat style. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and inferential statistics . Research results show that: (1) effective teaching style to be applied to converge the subject long jump squat style, especially its role in the achievement of psychomotor domains. Its effectiveness can be seen from the value of student learning outcomes in this group most of the students have reached a value of mastery of learning outcomes as many as 23 students (71.9%) completed and 9 students (28.1%) unfinished, (2) teaching style diverges only has the effectiveness the effectiveness of the cognitive domain and mastery of learning outcomes is still lacking as many as 14 students (48.3%) completed and 15 students (51.7%) was not finished. The average ability of the results of the long jump squat force students who received treatment convergent teaching style is 2.04, while the average-ability students who received treatment 1.83 divergent teaching styles

    281

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ilmiah SPIRIT
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇