Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
KEADAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI DI SD SE UPTD KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG TAHUN 2015
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang dimiliki SD Se UPTD Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif ini adalah metode survei, melalui lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana untuk cabang olahraga senam dalam kondisi “kurangâ€ÂÂ, cabang olahraga atletik dalam kondisi “kurangâ€ÂÂ, sepak bola dalam kondisi “baik†cabang olahraga bola voli dalam kondisi “cukup†dan cabang olahraga kasti dalam kondisi “cukupâ€ÂÂ
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN LARI PENDEK MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN VARIATIF PADA SISWA KELAS 3 SDN KREBET 3 MASARAN SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan lari pendek melalui pendekatan pembelajaran variatif pada siswa kelas 3 SDN Krebet 3 Masaran Sragen Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Krebet 3 Masaran, Sragen tahun 2016, yang beralamatkan di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. SDN Krebet 3 Masaran, yang berjumlah 30 siswa terdiri dari 17 siswa putra dan 13 siswi putri, dan seluruh populasi dari kelas 3 akan di jadikan sempel penelitian yaitu 30 siswa. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Catatan Lapangan, Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan dua siklus dan dilakukan analisis dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil pembelajaran atltetik nomor lari pendek melalui pendekatan pembelajaran variatif ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 60,56 dengan persentase ketuntasan sebesar 6,67%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu sebesar 62,20 dan persentase ketuntasan sebesar 10,00%. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Kemudian setelah melanjutkan ke siklus II nilai rata-rata kemampuan lari pendek siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 74,70 dengan persentase ketuntasan sebesar 80,00%. Hal tersebut menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Proses pembelajaran atletik nomor lari pendekmelalui pendekatan pembelajaran variatif berlangsung dinamis dan menyenangkan dan hasil pengamatan terhadap guru saat pembelajaran juga meningkat di setiap pertemuan
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI BOLA PLASTIK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TEGALDOWO, GEMOLONG, SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil Pembelajaran Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Bola voli Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tegaldowo, Gemolong, Sragen Tahun Ajaran 2015/2016 melalui penerapan pembelajaran Melalui Modifikasi Bola Plastik. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi tindakan untuk tiap siklus. Subyek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri 1 Tegaldowo, Gemolong, Sragen Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 30 siswa. Sumber data untuk penelitian ini berasal dari siswa dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan passing bawah bola voli dan pengamatan dari proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan yang signifikan dari siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal ketuntasan yang dicapai siswa kelas V SD Negeri 1 Tegaldowo, Gemolong, Sragen hanya 13 siswa atau 43.33% sedangkan pada hasil belajar passing bawah bola voli pada siklus I dalam kategori tuntas adalah sebanyak 24 siswa atau 80%, sedangkan jumlah siswa yang tidak tuntas 6 siswa atau 20%. Pada siklus II terjadi peningkatan prosentase hasil belajar siswa dalam kategori tuntas sebanyak 28 siswa atau 93,33%, sedangkan siswa yang tidak tuntas 2 siswa atau 6,66%. Dengan tercapainya hasil tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat untuk peneliti, guru, sekolah dan siswa khususnya kelas V di SD Negeri 1 Tegaldowo, Gemolong, Sragen pada Tahun Ajaran 2015/2016
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH BOLA VOLI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA MODIFIKASI DAN PERMAINAN SEDERHANA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KARANG TURI WONOGIRI TAHUN AJARAN 2016/2017
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil Pembelajaran Meningkatkan Kemampuan Passing Bawah Bola voli Pada Siswa Kelas V SD Negeri Karang Turi Wonogiri Tahun Ajaran 2016/2017 melalui penerapan pembelajaran Menggunakan Media Bola Modifikasi  Dan Permainan Sederhana. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK).Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi tindakan untuk tiap siklus. Subyek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri Karang Turi Wonogiri Tahun Ajaran 2016/2017 yang berjumlah 28 siswa. Sumber  data untuk penelitian ini berasal dari siswa dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan lompat katak dan pengamatan dari proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan pembelajaran Menggunakan Media Bola Modifikasi Dan Permainan Sederhana dapat meningkatkan hasil belajar hasil Pembelajaran Kemampuan Passing Bawah Bolavoli pada siswa dari prasiklus ke siklus satu dan dari siklus satu ke siklus dua. Dari analisis data diperoleh hasil pada siklus satu terjadi peningkatan hasil Pembelajaran Kemampuan Passing Bawah  Bola voli untuk siswa yang tuntas yaitu 75% atau 21 siswa yang tuntas. Sedangkan  pada siklus dua peningkatan hasil belajar Kemampuan Passing Bawah Bola voli sebesar 89.29% atau 25 siswa yang tuntas. ÂÂÂ
PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN METODE BAGIAN DAN KESELURUHAN TERHADAP PENINGKATAN DRIBBLE SHOOTING SEPAKBOLA DITINJAU DARI KOORDINASI MATA-KAKI (Studi Eksperimen Pada Mahasiswa Pembinaan Prestasi Sepakbola Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidika
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara Metode Bagian dan Metode Keseluruhan terhadap peningkatan dribble shooting sepakbola, (2) Perbedaan peningkatan dribble shooting sepakbola antara mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki baik, sedang dan kurang, (3) Pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-kaki terhadap peningkatan dribble shooting sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pembinaan Prestasi Sepakbola Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besarnya sampel yang diambil yaitu sebanyak 60 mahasiswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan ANAVA. Sebelum diuji dengan ANAVA, terlebih dulu menggunakan uji prasyarat analisis data dengan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05 %) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan α = 0,05 %). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) ada perbedaan pengaruh antara Metode Bagian dan Metode Keseluruhan terhadap peningkatan dribble shooting sepakbola. Pengaruh Metode Bagian lebih baik dari pada praktik bermain, (2) ada perbedaan peningkatan dribble shooting sepakbola antara mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki baik, sedang dan kurang. Peningkatan dribble shooting sepakbola pada mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki baik lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki sedang, mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki sedang lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki kurang, (3) terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan koordinasi mata-kaki terhadap peningkatan dribble shooting sepakbola. Mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki baik lebih cocok jika diberikan Metode Bagian. Mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki sedang lebih cocok jika diberikan praktik bermain. Sedangkan mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-kaki kurang lebih cocok jika diberikan Metode Bagian
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAPMINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP MURNI SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil dan mengetahui ada tidaknya pengaruh bimbingan kelompok terhadap minat belajar siswa kelas VIII di SMP MURNI Surakarta. Metodepenelitiandenganjenispenelitiankuantitatifdenganrancanganpenelitiandeskriptifkomparasi.Denganmengunakan one grup pre-test and post-test design.Dengansampel 70 siswaatau 20% dari 350 siswakelas VIII MURNISurakarta.Teknikpengambilan sampling dalampenelitianinimenggunakan sampling jenuhyaknipenetuansampelbilasemuaanggotapopulasidigunakansebagaisampel. Hal iniseringdilakukanbilajumlahpopulasirelatifkecil. Hasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwaadabimbingankelompokminatbelajarsiswa rata-rata hanya 74,64%, sedangkansetelahadanyabimbingankelompokminatbelajarsiswameningkatsebesar 81,29%, nilai p= 0,000(P<0,05) yang artinya Ho ditolak,jaditerdapatperbedaan yang signifikanantaraminatbelajarsebelumdansesudahbimbingankelompok. Kesimpulan yang dapatditarikadalahbimbingankelompokefektifuntukmeningkatkanminatbelajarsiswakelas VIII SMP MURNI Surakarta
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SMASH BULUTANGKIS PADA PEMAIN PUTRA UMUR 10-13 TAHUN KLUB BULUTANGKIS PURNAMA KADIPIRO SURAKARTA TAHUN 2014
Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara model pembelajaran interval dan kontinyu terhadap hasil belajar keterampilan smash bulutangkis pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. (2) perbedaan hasil belajar keterampilan smash bulutangkis antara pemain yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi dengan pemain yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. (3) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar keterampilan smash bulutangkis pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2.pemain putra usia 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014 berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu stratified sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 20 orang dengan kriteria koordinasi mata-tangan tinggi sebanyak 10 orang dan kriteria koordinasi mata-tangan rendah sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dengan tes koordinasi mata-tangan dengan lempar tangkap bola tenis dan tes ketepatan smash bulutangkis dengan smash test bulutangkis. Analisis data yang digunakan dengan analisisvarians 2 X 2 dilanjutkan dengan Newman-Keuls. Hasil penelitian ini menunjukkan,(1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran interval dan kontinyu terhadap hasil belajar keterampilan smash bulutangkis pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. Dari hasil analisis data diperoleh nilai Fo = 12.25 > Ft 4.49, dengan selisih perbedaan 0.3. (2) Ada perbedaan hasil belajar keterampilan smash bulutangkis yang signifikan antara pemain yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi dengan pemain yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. Dari hasil analisis data diperoleh nilai Fo = 30.25 > Ft 4.49, dengan selisih perbedaan 0.7. (3) Ada interaksi antara model pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap ketepatan smash bulutangkis pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. Dari hasil analisis data diperoleh nilai bahwa Fhitung = 6.25 > Ftabel = 4,49. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran interval dan kontinyu terhadap hasil belajar keterampilan smash bulutangkis pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. (2) Ada perbedaan hasil belajar keterampilan smash bulutangkis yang signifikan antara pemain yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi dengan pemain yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014. (3) Ada interaksi antara model pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar keterampilan smash bulutangkis pada pemain putra umur 10-13 tahun klub bulutangkis Purnama Kadipiro Surakarta tahun 2014
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LIFE MODEL DAN MODEL VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PUKULAN FOREHAND VOLLEY TENIS LAPANGAN DITINJAU DARI KOORDINASI MATA-TANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara model pembelajaran life model dan model video terhadap kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan, (2) Perbedaan kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan antara mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi, sedang dan rendah, (3) Pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besarnya sampel yang diambil yaitu sebanyak 60 mahasiswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan ANAVA. Sebelum diuji dengan ANAVA, terlebih dulu menggunakan uji prasyarat analisis data dengan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05 %) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan α = 0,05 %). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) ada perbedaan pengaruh antara model pembelajaran life model dan model video terhadap kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan. Pengaruh model pembelajaran life model lebih baik dari pada model video, (2) ada perbedaan kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan antara mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan pada mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan sedang, mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan sedang lebih baik dari pada mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah, (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan koordinasi mata-tangan terhadap kemampuan pukulan forehand volley tenis lapangan. Mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih cocok jika diberikan life model. Mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan sedang lebih cocok jika diberikan model video. Sedangkan mahasiswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah lebih cocok jika diberikan life model
PENGARUH PERMAINAN BEREGU DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PENINGKATAN KESEGARAN AEROBIK
The purpose of this study is to determine: (a) Effect of team games to increase aerobic fitness student sons and daughters of grade IV and V SD Muhammadiyah 1 Surakarta academic year 2004/2005. (2) The difference of the influence of team games to increase aerobic fitness between boys and girls grade IV and V SD Muhammadiyah 1 Surakarta academic year 2004/2005. To achieve the above objectives used the experimental method, namely to investigate whether there is any treatment effect is tested. The experiment was conducted in an SD Muhammadiyah 1 Surakarta. Total sample of 30 children from a population of 249 students grouped by gender. Treatment was given 3 times a week seelama six weeks and carried out gradually sesuuai with treatment programs that have been determined. Data collected by the test and measurement techniques Modified Harvard Step Test. Engineering data analysis techniques with statistical analysis using t test at 5% level of significance. Based on the results of data analysis concluded the following things: (1) There is the influence of team games to increase aerobic fitness in students the children of class IV and V SD Muhammadiyah Surakarta year 2004/2005, with t count equal = 8.269134473 and t table value 1701. (2) There are differences in the effect of team games to increase aerobic fitness in boys and girls grade IV and V SD Muhammadiyah 1 Surakarta year 2004/2005, with t count equal = 0.086716172 and t tables for 1701. So the t count equal <t table
AMPLIKASI SENAM AEROBIC HIGH IMPACT DAN LOW IMPACT TERHADAP PENURUNAN PRESENTASE LEMAK TUBUH PADA KEPALA SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA
Senam aerobik adalah suatu rangkaian dari latihan-latihan aerobik seperti jogging, running, walking, dan jumping yang disusun sedemikian rupa dengan gerakan penghubung yang serasi dengan musik yang menyatu dengan gerakan, dengan memperhatikan gerakan-gerakan lengan, pinggang, tungkai yang bisa dilakukan sendiri-sendiri atau kelompok. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh latihan Senam Aerobik Aerobik High Impact dan Low Impact terhadap Penurunan Persentase Lemak Tubuh Pada Kepala Sekolah Dasar Se- Kecamatan Banjarsai Surakarta 2014/2015. (2) Latihan yang lebih baik pengaruhnya antara Senam Aerobik Aerobik High Impact dan Low Impact terhadap Penurunan Persentase Lemak Tubuh Pada Kepala Sekolah Dasar Se- Kecamatan Banjarsai Surakarta 2014/2015. Untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan, Penelitian Eksperimen ini dilaksanakan dengan desain Pretest-Posttest. Penelitian ini diarahkan ke penelitian eksperimen yang menggunakan pendekatan Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini epala sekolah SD Se kecamatan Banjarsari Surakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling.. Sampel diambil keseluruhan dari populasi tiap kelasnya, sehingga besarnya sampel yang digunakan sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes dan pengukuran Penurunan Persentase Lemak Tubuh. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji t pada taraf signifikansi 5%