Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN METODE LATIHAN ANTARA MENGGUNAKAN BOLA BASKET STANDARD DAN MENGGUNAKAN BOLA BASKET TIDAK STANDARD TERHADAP TEMBAKAN FREE THROW PEMAIN PUTRI EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 6 SURAKARTA
Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Metode Latihan Antara Menggunakan Bola Basket Standard Dan Menggunakan Bola Basket Tidak Standard Terhadap Tembakan Free Throw pemain putri ekstrakurikuler SMA Negeri 6 Surakarta Tahun 2017, dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara hasil free Throw bola basket dengan Metode Latihan Antara Menggunakan Bola Basket Standard Dan Menggunakan Bola Basket Tidak Standard terhadap hasil free Throw bola basket pada pemain putri ekstrakurikuler SMA Negeri 6 Surakarta. Sampel penelitian adalah pemain putri ekstrakurikuler SMA Negeri 6 Surakarta yang berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Porpusive Sampling. Variabel penelitian ini yaitu hasil free Throw bola basket dengan Menggunakan Bola Basket Standard Dan Menggunakan Bola Basket Tidak  Standard sebagai variabel bebas serta free throw bola basket variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui hasil free throw bola basket menggunakan Tes tembakan bebas bola basket (baterai test dari AAHPERD Basket Ball Test Manual dari Johnson & Nelson, 1986:275-279). Metode analisis data penelitian menggunakan rumus t-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara Menggunakan Bola Basket Standard Dan Menggunakan Bola Basket Tidak Standard terhadap hasil free throw bola basket pada pemain putri ekstrakurikuler SMA Negeri 6 Surakarta. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu thitung = 3.0728 lebih besar dari pada ttabel= 2,145dengan taraf signifikasi 5%. (2) Metode Menggunakan Bola Basket Tidak Standard lebih baik pengaruhnya dari pada metode dengan bagianterhadap hasil free throw bola basket pada pemain pemain putri ekstrakurikuler SMA Negeri 6 Surakarta. Berdasarkan persentase hasil free throw bola basket menunjukkan bahwa kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan Menggunakan Bola Basket Standard) adalah 14.981% < kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan metode Menggunakan Bola Basket Tidak Standard) adalah 15.103%
PENINGKATAN KEMAMPUAN TOLAK PELURU DENGAN PEMBELAJARAN MODIFIKASI PELURU DARI BOLA KASTI PADA SISWA SDN KARANG PELEM 1 SRAGEN TAHUN 2016
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana media modifikasi bola kasti bisa meningkatan kemampuan tolak peluru SDN Karang Pelem 1 Sragen. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Karang Pelem 1 Sragen tahun pelajaran 2016/2017yang berjumlah 38 siswa terdiri dari 20 siswa putra dan 18 siswi putri. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Catatan Lapangan. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 61,36 dengan persentase ketuntasan sebesar 21,64%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu sebesar 62,16 dan persentase ketuntasan sebesar 23,68%. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Kemudian setelah melanjutkan ke siklus II nilai rata-rata kemampuan lari pendek siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 75,29 dengan persentase ketuntasan sebesar 81,57%. Hal tersebut menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Proses pembelajaran tolak peluru menggunakan modifikasi bola kasti sangat membantu dalam mencapai ketuntasan belajar siswa
PENINGKATKAN KEMAMPUAN SENAM GULING DEPAN DENGAN PEMBELAJARAN BERVARIASI PADA SISWA KELAS IV SDN KREBET 3 MASARAN SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk meningkatkan  kemampuan guling depan dengan pembelajaran yang variatif pada siswa kelas IV SDN Krebet 3 Masaran SragenTahun Ajaran 2015/2016. Pada penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Catatan Lapangan. Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil pembelajaran senam lantai guling depan melalui pembelajaran bervariasi. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 63,47 dengan persentase ketuntasan sebesar 19,04%. Kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu sebesar 66,87 dan persentase ketuntasan sebesar 28,57%. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu penelitian dilanjutkan ke siklus II. Nilai rata-rata kemampuan senam lantai guling depan siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 76,30 dengan persentase ketuntasan sebesar 80,95%. Hal tersebut menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Proses pembelajaran senam lantai guling depan melalui pendekatan permainan modifikasi berlangsung dinamis dan menyenangkan dan hasil pengamatan terhadap guru saat pembelajaran juga meningkat di setiap pertemuan
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT BANTU TALI DAN AUDIO VISUALUNTUK MENINGKATKAN TEKNIK TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT PADA SISWA KELAS VIII F MTs NEGERI 1 KARANGANYAR
Pencak silat dapat disimpulkan bahwa, pencak silat merupakan gerak dasar beladiri yang didasarkan pada peraturan yang berlaku yang bersumber dari kerohanian dan menghindari dari segala malapetaka/bahaya. Keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam pencak silat memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan cabang beladiri lainnya. Mengingat pencak silat merupakan budaya bangsa sehingga unsur seni dan budaya masih terus dipertahankan sesuai dengan kategorinya. Seorang pesilat tidak akan mendapatkan nilai dalam pertandingan pencak silat jika tidak melalui proses sikap pasang, adanya pola langkah, kemudian melakukan serangan bela dan kembali ke sikap pasang dalam satu rangkaian yang tak terpisahkan, jadi aspek ketrampilan dasar tersebut menjadi mutlak dikuasai oleh calon pesilat agar dalam proses pembinaan ketingkat yang lebih tinggi dapat berkesinambungan Analisis data dalam penelitian dimulai sejak awal sampai pengumpulan data. Data-data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis secara kualitatif.Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus. Teknik analisis deskriptif kualitatif dilakukan karena sebagian besar data yang dikumpulkan dalam penelitian berupa uraian deskriptif tentang peningkatan hasil belajar tendangan sabit melalui model bermain Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas VIII F MTs Negeri 1 Karanganyar dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dan pembahasan, diperoleh simpulan bahwa penerapan media alat bantu tali danaudio visual sangat baik untuk meningkatkan kemampuan tendangan sabit pencak silat dan meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tendangan sabit pencak silat siswa kelas VIII F MTs Negeri 1 Karanganyar. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh peningkatan yang cukup signifikan pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, hasil belajar tendangan sabit pencak silat siswa mencapai criteria tuntas yaitu 19 siswa dari 33 siswa atau sebesar 63,33%. Pada siklus II, terjadi peningkatan hasil belajar tendangan sabit pencak silat siswa dalam kriteria tuntas yaitu 27 siswa dari 33 siswa atau sebesar 86,67%
HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KELENTUKAN, DAN KOORDINASI MATA KAKI DENGAN KETEPATAN SHOOTING PADA PEMAIN PUTRA UMUR 13-14 TAHUN KLUB SSB MARS SURAKARTA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara Power Otot Tungkai Dengan Ketepatan shooting Pada Pemain Putra Umur 13-14 Tahun Klub SSB Mars, Surakarta. (2) Hubungan antara Kelentukan Dengan Ketepatan shooting Pada Pemain Putra Umur 13-14 Tahun Klub SSB Mars, Surakarta Tahun 2017. (3) Hubungan antara Koordinasi Mata Kaki Dengan Ketepatan shooting Pada Pemain Putra Umur 13-14 Tahun Klub SSB Mars, Surakarta. (4) Hubungan antara Power Otot Tungkai, Kelentukan, Dan Koordinasi Mata Kaki Dengan Ketepatan shooting Pada Pemain Putra Umur 13-14 Tahun Klub SSB Mars, SurakartaPenelitian ini dilaksanakan di SSB Mars, Surakarta dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember Dalam penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran power otot tungkai dengan standing broad jump test (Ismaryati (2008: 64). (2) Tes dan pengukuran kelentukan dengan sit and reach (Ismaryati, 2008:101-102). (3) Tes dan pengukuran koordinasi mata kaki dengan soccer wall voley test (Ismaryati, 2011: 54-56). (4) Tes dan pengukuran ketepatan shooting bola menggunakan petunjuk tes shooting bola ke gawang (Sukatamsi, 1984: 277-278).Petunjuk peleksanaan masing-masing tes terlampir.Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diperoleh adalah: (1) Ada hubungan yang signifikan antara Power otot tungkai  dengan ketepatan shooting pada pemain putra umur 13-14 tahun Klub SSB Mars, Surakarta, tahun 2017, rhitung = 0.437 > rtabel 5% = 0,361. (2) Ada hubungan yang signifikan antara kelentukan dengan ketepatan shooting, rhitung = 0.443 > rtabel 5% = 0,361. (3) Ada hubungan yang signifikan antara Koordinasi mata kaki dengan ketepatan shooting pada pemain putra umur 13-14 tahun Klub SSB Mars, Surakarta, tahun 2017 , rhitung = 0.418 < rtabel 5% = 0,361. (4) Ada hubungan yang signifikan antara Power otot tungkai, Kelentukan dan Koordinasi mata kaki dengan ketepatan shooting pada pemain putra umur 13-14 tahun Klub SSB Mars, Surakarta, tahun 2017, R2y(123) sebesar 0,489 > rtabel5 % pada taraf signifikansi 5% sebesar 0.361 dan Fhitung sebesar 8.3079 > ftabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,89
HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT PERUT DAN KESEIMBANGAN DINAMIS DENGAN PASSING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA PUTRA KELAS 4 DAN 5 SDIT MIFTAHUL JANNAH MASARAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara Power Otot Tungkai Dengan Passing Dalam Permain Sepakbola Pada Siswa Putra Kelas 4 Dan 5 SDIT Miftahul Jannah Masaran Tahun 2018. (2) Hubungan antara Kekuatan Otot Perut Dengan Passing Dalam Permain Sepakbola Pada Siswa Putra Kelas 4 Dan 5 SDIT Miftahul Jannah Masaran Tahun 2018. (3) Hubungan antara Keseimbangan Dinamis Dengan Passing Dalam Permain Sepakbola Pada Siswa Putra Kelas 4 Dan 5 SDIT Miftahul Jannah Masaran Tahun 2018. (4) Hubungan antara Power Otot Tungkai Kekuatan Otot Perut Dan Keseimbangan Dinamis Dengan Passing Dalam Permain Sepakbola Pada Siswa Putra Kelas 4 Dan 5 SDIT Miftahul Jannah Masaran Tahun 2018Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Miftahul Jannah Masaran dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus . Dalam penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran power otot tungkai dengan Standing Broad or Long Jump (Ismaryati : 2007, 60-62). (2) Tes Kekuatan otot perut Untuk mengukur kekuatan otot perut dengan sit-up test dari Ismaryati (2006:119). (3) Tes Keseimbangan dinamis Bass Test (Ismaryati, 2008: 51-53). (4) Tes menendang bola Passing (Nur Hasan 2001).Petunjuk peleksanaan masing-masing tes terlampi
PENGGUNAAN MODIFIKASI HOLE ROPE TARGET SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH PERMAINAN BOLAVOLI PADA SISWA KELAS V UMUR 9-10 TAHUN SD PARANGNJORO 1 KEC. GROGOL KAB. SUKOHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli menggunakan alat modifikasi pada siswa kelas V SD Parangnjoro 1 Kec. Grogol Kab. Sukoharjo Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas observasi, perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Parangnjoro Kec. Grogol Kab. Sukoharjo yang berjumlah 26 siswa yang terdiri atas 14 siswa putri dan 12 siswa putra. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan penilaian hasil belajar serta unjuk kerja passing bawah bolavoli. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah secara deskriptif yang didasarkan pada analisis kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui alat modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus II. Peningkatan terjadi pada siklus I. Hasil belajar passing bawah bolavoli meningkat walaupun belum optimal. Pelasanaan siklus II menyebabkan meningkatnya hasil belajar passing bawah bolavoli menjadi lebih tinggi sehingga mendukung suatu pembelajaran yang berkualitas.Kesimpulan penelitian ini bahwa Penerapan modifikasi Hole rope target dapat meningkatkan hasil belajar Passing Bawah Bolavoli pada Siswa Kelas V SD Parangnjoro Kec. Grogol Kab. Sukoharjo. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan yang signifikan dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal ketuntasan yang dicapai siswa kelas V SD Parangnjoro Kec. Grogol Kab. Sukoharjo, hasil ketrampilan belajar bolavoli 15 siswa atau 57.69% tuntas sedangkan pada hasil belajar passing bawah bolavoli pada siklus I dalam kategori tuntas adalah hasil ketrampilan hasil belajar bolavoli ada 21 siswa atau 80.8% , Aktivitas pembelajaran hasil belajar bolavoli 21 siswa atau 80.8%. Pada siklus II terjadi peningkatan prosentase hasil ketrampilan hasil belajar bolavoli ada 26 siswa atau 100%, Dengan tercapainya hasil tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat untuk peneliti, guru, sekolah dan siswa khususnya kelas V di SD Parangnjoro 1 Kec. Grogol Kab. Sukoharjo pada Tahun Ajaran 2015/2016
Kemampuan Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan Surakarta FKIP Program Studi PKO dalam Tes TOEFL Seksi ‘Structure and Written Expression’
TOEFL adalah kependekan dari Test of English as a Foreign Language, yang diperuntukkan bagi mereka yang bukan termasuk native speaker. Tujuan utama diselenggarakannya TOEFL adalah untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang menurut ukuran standard yang telah ditetapkan dalam TOEFL Scoring. Berdasarkan rekaman data hasil tes persiapan TOEFL selama tiga tahun terakhir ini, hanya terdapat kurang lebih15% dari peserta TOEFL yang mendapatkan score antara 370 sd. 380, dan selebihnya masih di bawah 370. Penelitian ini hanya difokuskan pada seksi Structure and Written Expression, dengan tujuan adalah untuk mengetahui kemampuan para mahasiswa memahmi penerapan grammar di berbagai ragam kalimat yang disajikan di dalam materi uji TOEFL berdasarkan testing points yang sudah ditetapkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya, noneksperimen, dan tidak diterapkan kontrol ataupun manipulasi variabel penelitian. Obyek penelitian adalah 30 mahasiswa tingkat akhir Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP), program studi Kepelatihan dan Olah Raga (PKO); tahun akademik 2012-2013, yang telah dipilih secara acak (random). Data hasil tes diindentifikasi untuk menemukan ragam “wrong and correct answers†berdasarkan “testing points†yang telah ditetapkan. Dari analisa dalam tabulasi, ditemukan bahwa rata-rata jawaban benar pada hasil tes TOEFL adalah sebesar 17,76%. Prosentasi jumlah jawaban benar pada item soal yang berbentuk kalimat simple adalah sebesar 15,9% sedangkan kalimat kompleks adalah sebesar 18,6%. Materi yang paling rendah score jawaban benar adalah “subjunctive†(4%), “gerund†(6,6%), “preposition and pronoun†(11%). Score tertinggi terdapat pada materi “comparativeâ€ÂÂ, yaitu sebesar 30%. Berdasarkan  hasil temuan ini, perlu diadakan reoreintasi materi pembelajaran bahasa Inggris agar lebih memperhatikan penguasaan “grammar†untuk menyokong fungsi bahasa sebagai media komunikasi untuk kepentingan akses informasi dan pengetahuan dari berbagai teks tertulis dan lisan. Hal demikian ini dikarenakan TOEFL pada dasarnya adalah mengujikan penguasaan grammatical rules dalam konteks komunikasi yang bersifat natural
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT PERUT DAN KESEIMBANGAN DINAMIS DENGAN KETEPATAN SHOOTING PADA PEMAIN PUTRA UMUR 14-15 TAHUN KLUB SSB ANGKASA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:  (1) Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 TahunKlub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2017. (2) Hubungan antara Kekuatan Otot Perut Dengan Ketepatan Shooting PadaPemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2017. (3) Hubung antara Keseimbangan Dinamis Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2017. (4) Hubungan antara Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Perut Dan Keseimbangan Dinamis Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2017.Penelitian ini dilaksanakan di SSB Angkasa Colomadu Karanganyar dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2017. Dalam penelitian ini variable bebas disebut juga sebagai predictor dan variable terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan Teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran kekuatan otot tungkai dengan leg dynamomete r(Johnson & Nelson, 1986: 210). (2) Tes dan pengukuran kekuatan otot perut dengan sit-up test (Ismaryati, 2008:119). (3) Tes dan pengukuran keseimbangan dinamis dengan modifikasi bass test (Ismaryati, 2008: 51-53). (4) Tes dan pengukuran ketepatan shooting bola menggunakan petunjuk tes shooting bola kegawang (Sukatamsi, 1984: 277-278). Petunjuk pelaksanaan masing-masing tes terlampir
PERBEDAAN PENGARUH STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNINGDENGAN KONVENSIONALTERHADAP HASIL BELAJAR TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT PADA SISWAKELAS XI IPA 4 SMA MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN
Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui:                                                                                    (1) Perbedaan Pengaruh Strategi Contextual Teaching Andlearning Dengan Konvensional Terhadap Hasil Belajar Tendangan Sabit Pencak Silat Pada Siswa Xi IPA 4 Sma Muhammadiyah 1 Sragen. (2) Latihan Yang Lebih Baik Pengaruhnya Antara Strategi Contextual Teaching And Learning Terhadap Hasil Belajar Tendangan Sabit Padas Iswaxi IPA 4 Sma Muhammadiyah 1sragen.Subyek Penelitian Di Bagi Menjadi Dua Kelompok Sebanyak 13 Orang Di Setiap Masing-Masing Kelompok. Dalam Penelitian Ini Dilakukan Perlakuan Selama 8 Minggu Dengan Frekuensi Latihan Seminggu Sekali. Kelompok 1 Mendapat Perlakuan Dengan Menggunakan Strategi Contextual Teaching And Learning, Sedangkan Kelompok 2 Menggunakan Strategi Konvensional. Teknik Pengumpulan Data Menggunakan Tes Dan Pengukuranya Itu Dengan Tes Pengukuran Menendang Tendangan Sabit Pencak Silat Yang Meliputi Tes Afektif, Kognitif Dan Psikomoor.Hasil Penelitian Ini Dapat Di Simpulkan Sebagai Berikut : (1) Ada Perbedaan Pengaruh Yang Signifikan Antara Strategi Contextual Teaching And Learning Dengan Konvensional Terhadap Hasil Belajar Tendangan Sabit Pencak Silat Pada Siswa XI IPA 4 Sma Muhammadiyah 1 Sragen. (2) Strategi Contextual Teaching And Learning Memiliki Pengaruh Yang Lebih Baik Dari Pada Strategi Konvensional Terhadap Hasil Belajar Tendangan Sabit Pencak Silat Xi IPA 4 Sma Muhammadiyah 1sragen.           Perbedaan Pengaruh Peningkatan Terhadap Hasil Belajar Tendangan Sabit Pencak Silat Pada Siswa XI IPA 4 Sma Muhammadiyah 1 Sragen.. Peningkatan Hasil Belajar Tendangan Sabit Pencak Silat Kelompok Eksperimen (Strategi Contextual Teaching And Learning) = 14,227%>Kelompok 2 (Strategikonvensional) = 8,615