Ilmiah SPIRIT
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE LATIHAN INTERVAL DALAM MENINGKATKAN KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER
The purpose of this study is to obtain a picture of the effect of interval training on the freestyle swimming speed. Limitation of this study focused on the effect of interval training on the speed of the 50m freestyle at the UKM Olahraga Renang Universitas PGRI Adibuana Surabaya. This study uses pre-experimental design using initial test followed by the provision of a new interval workout then do the final test. The population in this study is the swimmer who joined in the UKM Olahraga Renang Universitas PGRI Adibuana Surabaya, amounting to 30 players and the same sample with the population that is 30 players. The design is an experiment involving two groups: treatment group and the untreated group using the pre test and post test. Test results of the control group pre-test average of 73.02, the average post test 58.34. t-test results greater than t-table (3.84> 2.14). Comparison between pre test and post test results in the control group no significant differences, only 20:11% increase the test results. While the results of experimental tests concluded that the average pre test 58.53, the average post-test 85.85. t test results greater than t-table (2.01<2.14). Comparison between pre test and post test results on the experimental group were no significant differences. The magnitude of the effect may improve the outcome kecepaan freestyle as much as 47%. Comparison test between the control group with experimental group obtained t-count is 4.558, t-count is more than t-table (4.55> 2.04). Can be said comparison between the experimental groups with control groups and the results were no significant differences could be said after being given the treatment has the ability to swim freestyle better.ÂÂÂ
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT PERUT, DAN KESEIMBANGAN DINAMIS DENGAN KETEPATAN PASSING BOLA UMUR 9-11 TAHUN SSB PERSEMAN KARANGANYAR TAHUN 2018
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:  (1) Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Dengan Ketepatan Passing Bola Umur 9 - 11 Tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018. (2) Hubungan Antara Kekuatan Otot Perut Dengan Ketepatan Passing Bola Umur 9 - 11 Tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018. (3) Hubungan Antara Keseimbangan Dinamis Dengan Ketepatan Passing Bola Umur 9 - 11 Tahun SSB Perseman KaranganyarTahun 2018. (4) Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Perut, Dan Keseimbangan Dinamis Dengan Ketepatan Passing Bola Umur 9 - 11 Tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran kekuatan otot tungkai dengan leg dynamometer (Barry L Johnson & Jack K Nelson, 1986: 210). (2) Tes dan pengukuran kekuatan otot perut dengan sit-up test (Ismaryati, 2008:119). (3) Tes dan pengukuran keseimbangan dinamis dengan modifikasi bass test (Ismaryati, 2008: 51-53). (4) Tes dan pengukuran ketepatan passing bola menggunakan petunjuk tes passing bola diukur dengan tes passing bola dari Siem Ployer (Soekatamsi, 2000:623). Petunjuk pelaksanaan masing-masing tes terlampir.Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diperoleh adalah: (1) Ada hubungan yang signifikan antara Kekuatan otot tungkai dengan Ketetapan passing pada pemain putra umur 9-11 tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018, rhitung = 0.462 > rtabel 5% = 0,361. (2) Ada hubungan yang signifikan antara Kekuatan otot perut dengan Ketetapan passing pada pemain putra umur 9-11tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018, rhitung = 0.478 > rtabel 5% = 0,361. (3) Ada hubungan yang signifikan antara Keseimbangan dinamis dengan Ketetapan passing pada pemain putra umur 9-11 tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018, termasuk data inversi karena lebih kecil dari r tabel, rhitung = 0.483 > rtabel 5% = 0,361. (4) Ada hubungan yang signifikan antara Kekuatan otot tungkai, Kekuatan otot perut dan Keseimbangan dinamis dengan Ketepatan passing pada pemain putra umur 9-11 tahun SSB Perseman Karanganyar Tahun 2018, R2y(123) sebesar 0,471  > rtabel5 % pada taraf signifikansi 5% sebesar 0.361 dan F0 sebesar 7.7217 > ftabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,8
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA METODE LATIHAN SECARA TERUS MENERUS DAN DISELINGI ISTIRAHAT TERHADAP HASIL FREE THROW BOLA BASKET PADA MAHASISWA PUTRA PKO FKIP UTP SURAKARTA
Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, mempunyai program pendidikan kepelatihan olahraga dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dalam setiap cabang olahraganya. Salah satu cabang yang sangat di gemari oleh masyarakat adalah permainan bola basket. Dengan mengedepankan kualitas teknik dan kondisi fisik dalam setiap program latihannya, permainan bola basket menjadi permainan yang menarik dan berkualitas. Terkhusus dalam melakukan free throw dalam permainan bola basket dipenelitian ini diberikan metode latihan secara terus menerus dan diselingi istirahat.Mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP UTP Surakarta pada umumnya yang belum menguasai teknik free throw dalam bola basket, merasa belum siap bahkan belum memiliki kekuatan yang memadai, sehingga mengalami kesulitan untuk melakukan kemampuan free throw dalam bola basket. Kurangnya sarana yang kurang efektif merupakan faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya peningkatan kemampuan free throw dalam bola basket. Selain itu, jarang sekali seorang dosen maupun pelatih menciptakan variasi-variasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan mahasiswanya. Kondisi yang tidak memungkinkan untuk membelajarkan mahasiswa dengan sarana yang ada, menuntut dosen maupun pelatih berkreativitas agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.Fokus penelitian adalah metode latihan secara terus menerus dan diselingi istirahat dengan fokus utama pada penerapan intensitas latihan untuk meningkatkan teknik dasar shooting terutama free throw dalam permainan bola basket. Kesimpulannya adalah Metode latihan diselingi istirahat lebih baik pengaruhnya dari pada metode latihan terus menerusterhadap hasilfree throw, kelompok 1 (metode terus menerus) adalah 18.863% < kelompok 2 (metode diselingi istirahat) adalah 19.226%.ÂÂÂ
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhezeus) DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN KADAR MDA (Malondialdehide)
Seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak dan kolesterol memicu tingginya kadar kolesterol dalam darah yang disebut Hiperkolesterolemia yaitu suatu keadaan patologis yang disebabkan oleh kelainan metabolisme kolesterol yang kadarnya melebihi batas normal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian jus buah naga merah dan aktivitas fisik terhadap perubahan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol total, kadar MDA tikus Wistar hiperkoesterolemik. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental faktorial (Factorial Experiment Design) dua faktor yaitu pemberian jus buah naga merah dan olahraga renang pada 30 ekor tikus putih dengan randomized pre test -post test only control group design, menggunakan 5 kelompok : X1 (kelompok kontrol pakan standar), X2 (kelompok pakan standar+pakan tinggi lemak), X3 (kelompok pakan standar+pakan tinggi lemak+jus buah naga merah), X4 (kelompok pakan standar+pakan tinggi lemak+aktivitas fisik) dan X5 (kelompok pakan standar+pakan tinggi lemak+aktivitas fisik+jus buah naga merah), masing-masing kelompok terdiri atas 6 ekor tikus. Variabel yang diamati adalah berat badan tikus, kadar kolesterol total dan kadar MDA pada pre dan post-test. Analisis data menggunakan paired t-test, uji Shapiro Wilk, uji Kruskal Wallis, uji Mann Whitney dan one-way Anova.Hasil pengujian menunjukkan : Rata-rata berat badan tikus sebesar 126,553 ± 32,954 g. Rata-rata kadar kolesterol total sebesar 59,228 mg/dl. Rata-rata kadar MDA sebesar 1,952 ± 0,605 pmol/dl. Kelompok yang diberi Pakan Tinggi Lemak (X2-X5) rerata pertambahan berat badannya lebih tinggi daripada kelompok kontrol (X1) yang diberi pakan standar. Kelompok yang diberi pakan tinggi lemak (kelompok X2-X5) rata-rata kadar kolesterol totalnya lebih tinggi daripada kelompok yang diberi pakan standar (X1). Tidak terdapat perbedaan pengaruh antar kelompok perlakuan terhadap selisih kadar kolesterol total. Terjadi penurunan kadar MDA pada semua kelompok penelitian, dimana rata-rata penurunannya berkisar 31,975%. Simpulan yg didapat pemberian jus buah naga merah dan aktivitas fisik tidak berpengaruh pada kadar kolesterol total, namun berpengaruh pada kadar MDA darah tikus hiperkolesterolemik
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP GURU DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI
Tujuan penelitian untuk mengetahui : Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa terhadap pendidikan jasmani dan persepsi siswa terhadap kinerja guru dengan hasil belajar pendidikan jasmani pada suatu survai di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri di DKI Jakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah survai, sedangkan teknik pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik korelasi, regresi sederhana dan regresi ganda.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi siswa terhadap pendidikan jasmani dan persepsi siswa terhadap kinerja 'guru. Sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar pendidikan jasmani. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SLTP Negeri di DKI Jakarta tahun 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster Random Sampling, jumlah sampel sebanyak 106 siswa. Data untuk variabel bebas dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data untuk variabel terikat diambil dari nilai pendidikan jasmani pada rapor untuk semester I. Validitas instrumen motivasi dan persepsi siswa terhadap kinerja guru dilakukan dengan product moment correlation, dan reliabilitas dilakukan dengan Alpha Cronbach. Koefisien korelasi 0,94 untuk instrumen motivasi dan 0,90 untuk instrumen persepsi. hipotesis penelitian dilakukan dengan taraf signifikansi alpha a 0,01.Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, terdapat hubungan positif antara motivasi siswa dengan hasil belajar pendidikan jasmani, dengan koefisien korelasi r = 0,36 dan persamaan regresi Y = 2,44 + 0,03X1. Kedua, tidak ada hubungan antara persepsi siswa terhadap kinerja guru dengan hasil belajar pendidikan jasmani, koefisien korelasi 0,13 dan persamaan regresi = 4,86 + 0,02X2. Ketiga, terdapat hubungan antara motivasi dan persepsi siswa terhadap kinerja guru dengan hasil belajar pendidikan jasmani, koefisien korelasi sebesar r = 0,33, persamaan regresi Y = 2,12 + 0,03X1 + 0,02X2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan jasmani dapat ditempuh dengan upaya meningkatkan motivasi siswa terhadap pendidikan jasmani dan persepsi terhadap kinerja guru.ÂÂÂ
HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA-TANGAN, KEKUATAN OTOT PERUT DAN PERSEPSI KINESTETIK DENGAN KETERAMPILAN PASSING ATAS BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA KELAS 4-5 SD NEGERI 2 SARIMULYO BOYOLALI TAHUN 2019
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara Koordinasi Mata-Tangan Dengan Keterampilan Passing Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas 4-5 SD Negeri 2 Sarimulyo Boyolali Tahun 2019 (2) Hubungan antara Kekuatan Otot Perut Dengan Keterampilan Passing Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas 4-5 SD Negeri 2 Sarimulyo Boyolali Tahun 2019 (3) Hubungan antara Persepsi Kinestetik Dengan Keterampilan Passing Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas 4-5 SD Negeri 2 Sarimulyo Boyolali Tahun 2019 (4) Hubungan Antara Koordinasi Mata-Tangan, Kekuatan Otot Perut Dan Persepsi Kinestetik Dengan Keterampilan Passing Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas 4-5 SD Negeri 2 Sarimulyo Boyolali Tahun 2019.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan SD Negeri 2 Sarimulyo Boyolali pada Siswa Putra Kelas 4-5 SD Negeri 2 Sarimulyo Boyolali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2019. Dalam penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) koordinasi mata-tangan dengan tes memantulkan bola ke tembok dari Mulyono B, (1988:78), (2) kekuatan otot perut dengan tes Sit-Up dari Barry L. Jhonson & Jack K, Nelson, (1986:133), (3) Tes Persepsi Kinestetik bidang vertical untuk mengukur persepsi kinestetik (Barry L. Johnson and Jack K. Nelson, 1986: 189-190), (4) Tes passing atas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes passing atas dari Suharno HP,( 1984 : 71 ).
Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diperoleh adalah: (1) Ada hubungan yang signifikan antara Koordinasi mata tangan dengan Passing atas, rhitung = 0.410 > rtabel 5% = 0,361. (2) Ada hubungan yang signifikan antara Kekuatan otot perut dengan Passing atas, rhitung = 0.402 > rtabel 5% = 0,361. (3) Ada hubungan yang signifikan antara Persepsi kinestetik dengan Passing atas termasuk data inversi karena lebih kecil dari r tabel, rhitung = -0.497 < rtabel 5% = 0,361. (4) Ada hubungan yang signifikan antara Koordinasi mata tangan, Kekuatan otot perut dan Persepsi kinestetik dengan Passing atas, R2y(123) sebesar 0.498 > rtabel5 % pada taraf signifikansi 5% sebesar 0.361 dan F0 sebesar 8.6248 > ftabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,89.
Kata kunci : Kekuatan otot perut, Persepsi kinestetik dan Passin
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM BODY LANGUAGE DAN PILATES TERHADAP PENURUNAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DITINJAU DARI KEMAMPUAN GERAK (Studi Eksperimen pada Anggota Sanggar Senam Putra Sumberan Weru Sukoharjo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pengaruh antara latihan senam body language dan pilates terhadap penurunan persentase lemak tubuh, (2) perbedaan penurunan persentase lemak tubuh antara anggota sanggar senam yang memiliki kemampuan gerak tinggi dan rendah, (3) pengaruh interaksi antara latihan senam aerobik dan kemampuan gerak terhadap penurunan persentase lemak tubuh. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan desain faktorial 2 x 2. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota sanggar senam Putra Sumberan Weru Sukoharjo, berjumlah 40 peserta. Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Teknik analisis datanya menggunakan ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA Rancangan 2 x 2, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05 %) dan Uji homogenitas varians (Uji Bartlett dengan α = 0,05 %). Kesimpulan Penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan senam body language dan pilates terhadap penurunan persentase lemak tubuh, (2) Ada perbedaan penurunan persentase lemak tubuh yang signifikan antara anggota sanggar senam yang memiliki kemampuan gerak tinggi dan rendah, (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara latihan senam Body Language, Latihan Senam Pilates dan kemampuan gerak terhadap penurunan persentase lemak tubuh. ÂÂÂ
PENGARUH METODE BELAJAR DAN KEMAMPUAN MOTORIK TERHADAP HASIL PUKULAN FOREHAND TENIS PADA PEMAIN PUTERA DAN PUTERI U.10-12 KLUB TENIS SUKOHARJO TAHUN 2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Perbedaan pengaruh antara metode belajar dengan pendekatan bagian dan keseluruhan terhadap penempatan pukulan forehand tenis, 2) Perbedaan pengaruh antara motorik tinggi dan rendah dalam penempatan pukulan forehand tenis, 3) Interaksi antara metode belajar dengan pendekatan bagian, keseluruhan dan kemampuan motorik terhadap penempatan pukulan forehand tenis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terdiri dari tiga variabel, yaitu variabel independen (metode belajar), variabel dependen (kemampuan motorik), dan variabel terikat (pukulan forehand tenis).Rancangan penelitian dengan desain faktorial 2x2.Besarnya sampel yang digunakan 24 pemain putera dan puteri U.10-12 pada Klub Tenis Sukoharjo Tahun 2015. Teknik pengambilan sampel purposive random sampling.teknik analisis data adalah analisis varians(ANAVA).Uji normalitas menggunakan metode ANAVA.Uji homogenitas menggunakan uji Barlett dengan statistik uji chi Kuadrat dengan signifikansi α = 0,05 Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan pengaruh antara metode belajar bagian dan keseluruhan terhadap hasil penempatan pukulan forehand dengan , (2) Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan motorik tinggi dan rendah terhadap penempatan pukulan forehand dengan , (3) Ada interaksi antara metode belajar dan kemampuan motorik terhadap penempatan pukulan forehand tenis dengan
HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KELENTUKAN DAN KOORDINASI MATA KAKI DENGAN KETEPATAN SHOOTING PADA PEMAIN PUTRA UMUR 14- 15 TAHUN KLUB SSB ANGKASA COLOMADU KARANGANYAR TAHUN 2019, JULI 2019
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:Â (1) Hubungan antara Power Otot Tungkai Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2019. (2) Hubungan antara Kelentukan Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2019. (3) Hubungan antara Koordinasi Mata Kaki Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2019. (4) Hubungan antara Power Otot Tungkai, Kelentukan, Dan Koordinasi Mata Kaki Dengan Ketepatan Shooting Pada Pemain Putra Umur 14-15 Tahun Klub SSB Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun 2019.
Penelitian ini dilaksanakan di SSB Angkasa Colomadu Karanganyar dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2019. Dalam penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran power otot tungkai dengan standing broad jump test (Ismaryati (2008: 64). (2) Tes dan pengukuran kelentukan dengan sit and reach (Ismariyati, 2008:101-102). (3) Tes dan pengukuran koordinasi mata kaki dengan soccer wall voley test (Ismaryati, 2011: 54-56). (4) Tes dan pengukuran ketepatan shooting bola menggunakan petunjuk tes shooting bola ke gawang (Sukatamsi, 1984: 277-278).Petunjuk peleksanaan masing-masing tes terlampir.
Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diperoleh adalah: (1) Ada hubungan yang signifikan antara Power Otot Tungkai dengan Kemampuan shooting, rhitung = 0.455 > rtabel 5% = 0,361. (2) Ada hubungan yang signifikan antara Kelentukan dengan Kemampuan shooting, rhitung = 0.457 > rtabel 5% = 0,361. (3) Ada hubungan yang signifikan antara Koordinasi mata kaki dengan Kemampuan shooting, rhitung = 0.454> rtabel 5% = 0,361. (4) Ada hubungan yang signifikan antara Power Otot Tungkai, Kelentukan dan Koordinasi mata kaki  dengan Kemampuan shooting, R2y(123) sebesar 0,435 > rtabel5 % pada taraf signifikansi 5% sebesar 0.361 dan F0 sebesar 6.6859 > ftabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,8
PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DIRECT DAN INDIRECT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SERVIS TENIS LAPANGAN TAHUN 2019 (Studi Eksperimen pada Mahamahasiswa Putra semester IV Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Jurusan PKO UTP Surakarta)
Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran Direct dan Indirect Terhadap Peningkatan Kemampuan Servis Tenis Lapangan tahun 2019 (Studi Eksperimen pada Mahamahasiswa Putra semester IV Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Jurusan PKO UTP Surakarta ).
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui perbedaan pengaruh metode pembelajaran Direct dan Indirect terhadap peningkatan kemampuan servis tenis lapangan pada Mahamahasiswa putra semester IV Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Prodi PKO UTP Surakarta tahun 2019. (2) Manakah yang lebih baik pengaruhnya antara pendekatan pembelajaran direct dan indirect terhadap peningkatan kemampuan servis tenis lapangan pada Mahamahasiswa Putra Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Prodi PKO UTP Surakarta thun 2019.
Penelitian ini dilaksanakan di lapangan tenis UTP Surakarta selama 9 minggu dengan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah mahamahasiswa putra pembinaan prestasi tenis lapangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan PKO UTP Surakarta berjumlah 70 mahamahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Random Sampling. Sampel diambil sebanyak 30 mahamahasiswa dengan cara random. Teknik analisis dengan menggunaka ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA, terlebih dahulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji lilliefors dengan α = 0,05) dan uji homogenitas varians ( Uji Barlett dengan α = 0,05 ). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode direct dan metode indirect terhadap peningkatan kemampuan servis tenis lapangan pada Mahamahasiswa Putra Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Prodi PKO UTP Surakarta tahun 2019. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu thitung = 6,8407 lebih kecil dari pada ttabel = 2,145 dengan taraf signifikasi 5%. ( 2) Metode Direct  lebih baik pengaruhnya dari pada metode indirect terhadap peningkatan kemampuan servis tenis lapangan pada mahamahasiswa putra semester IV tahun 2019. Berdasarkan persentase peningkatan ketrampilan servis menunjukkan bahwa kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode direct) adalah 34,694% > kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan metode indirect) adalah 30,811%. Berdasarkan persentase peningkatan ketrampilan servis tenis lapangan  dalam permainan tenis lapangan menunjukkan bahwa kelompok 1 ( kelompok yang mendapat perlakuan metode direct) adalah 34,694%  > kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan metode indirect) adalah 30,811%.
Â