JURNAL KONVERSI
Not a member yet
137 research outputs found
Sort by
PENGARUH VARIASI PH TERHADAP KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAKSI PROPOLIS DAN KARAKTERISTIKNYA SEBAGAI ANTIMIKROBA
ABSTRAKPropolis telah dikenal dikalangan masyarakat sebagai obat, dan makanan kesehatan. Propolis merupakan zat resin yang dikumpulkan oleh lebah madu (stingless bee dan honey bee) dari berbagai tanaman yang memiliki khasiat seperti antimikroba, antioksidan, induksi apoptosis dan anti kanker. Propolis adalah substansi resin keras, maka diperlukan adanya proses ekstraksi untuk mendapatkan propolis yang siap dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variasi pH terhadap proses ekstraksi propolis dengan pelarut air dan karakterisasinya sebagai zat antimikroba. Ekstraksi dilakukan dengan teknik maserasi, dengan perbandingan bubuk propolis dan pelarut adalah 2:8, dengan variasi pH 2,4,6,8 dan 10. Flavonoid diukur dengan metode kolorimetri kompleksasi aluminium – flavonoid. Aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus diukur dengan metode difusi disk dan pembentukan zona hambatan. Dari deret standar didapatkan hasil regresi sebesar 0,9995 dan kandungan flavonoid tertinggi didapatkan dengan menggunakan pelarut air pH 8 yaitu sebesar 62,6098 ppm. Aktifitas antibakteri dari propolis menunjukan hasil positif membentuk zona hambat pada pelarut air pH 8 yaitu sekitar 2,0 mm. Didapatkan persamaan persamaan garis linearnya yaitu y = 5,6029x - 4,2001 dengan nilai dengan R2 adalah 0,8289. Kadar flavonoid optimum ditunjukkan pada ekstraksi pada pH 8 Kata kunci :aktivitas antimikroba, flavonoid, pH, propolis ABSTRACTPropolis has been recognized among people as a medicine, and health food. Propolis is a resin substance collected by honey bee from various plants that have properties such as antimicrobials, antioxidants, apoptosis and anti-cancer. Propolis is a hard resin substance, it needs an extraction process to get propolis ready for consumption. The purpose of this study was to analyze the influence of pH variation on the extraction process of propolis with water solvent and its characterization as an antimicrobial agent. The extraction was done by maceration technique, with the ratio of propolis powder and solvent was 2: 8, with variation of pH 2,4,6,8 and 10. Flavonoids were measured by colorimetric complexation method of aluminum - flavonoids. Antimicrobial activity against Staphylococcus aureus was measured by the disk diffusion method and the formation of the inhibitory zone. From the standard series obtained regression of 0.9995 and the highest flavonoid content obtained by using water solvent pH 8 which is equal to 62.6098 ppm. Antibacterial activity of propolis showed positive result form resistor zone on water solvent pH 8 which is about 2.0 mm. The linear equation equation equation is y = 5,6029x - 4,2001 with with R2 is 0,8289. The optimum flavonoid content is indicated on the extraction at pH 8 Keywords: antimicrobial activity, flavonoids, pH, propoli
PENGARUH JENIS NASI TERHADAP NILAI GIZI DAN MUTU KIMIAWI NASI DALAM KEMASAN SELAMA PENYIMPANAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT
Indonesia sering kali dilanda bencana alam yang mengakibatkan terputusnya akses dan rusaknya infrastruktur sehingga masyarakat mengungsi keadaan darurat. Terputusnya akses korban terhadap sarana dan prasarana mengakibatkan kondisi tidak memungkinkan bagi para korban bencana mendapatkan pangan yang layak. Terputusnya jaringan ke lokasi bencana juga menjadi salah satu hal yang menambah kesulitan distribusi pangan terhadap korban bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan nasi kemasan terhadap nilai gizi dan parameter kimia (aktivitas air dan nilai pH). Nasi Uduk, Nasi Ulam, dan Nasi Kuning dikemas dalam bahan aluminium foil dan disterilkan pada 121oC selama 45 menit. Produk yang diamati pada 0, 2, 4, 6 dan 8 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan dan lima kelompok. Terdapat pengaruh jenis nasi terhadap pH nasi kemasan selama penyimpanan, namun tidak berpengaruh terhadap aktivitas air selama penyimpanan. Semua berbagai jasi memenuhi standar IOM sebagai makanan darurat yang memenuhi kebutuhan energi. Kontribusi energi total hampir 500 kkal dan dianjurkan untuk mengkonsumsi produk ini setidaknya 3-4 kali per hari untuk memenuhi kebutuhan energi harian. Kata Kunci : pangan darurat, pengemasan, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Nasi Kuning
EVALUASI ASPEK FINANSIAL PENGHEMATAN BAHAN BAKAR BENSIN MENJADI CNG (COMPRESSED NATURAL GAS) UNTUK MOBIL PRIBADI
Jumlah kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi yang meningkat mempunyai pengaruh buruk terhadap kualitas udara dan penyebab terjadinya pencemaran. Pemakaian bahan bakar yang digunakan kendaraan saat ini masih tergantung dengan bahan bakar minyak, sedangkan cadangan minyak yang di eksplorasi di Indonesia semakin tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan harus mengimport. Bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar primer sangat diperlukan seperti penggunaan bahan bakar gas layaknya CNG (Compressed Natural Gas) untuk kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tempuh bahan bakar CNG, penghematan biaya, dan pengembalian modal pengguna mobil pribadi yang beralih ke CNG. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, pengumpulan data seperti teori tentang CNG, konverter kit, harga bahan bakar (pertalite, pertamax, CNG), jarak tempuh kendaraan berbahan bakar minyak, nilai kalor BBM dan CNG, kemudian menganalisa data-data tersebut. Hasil penelitian ini adalah konsumsi 1 liter bahan bakar minyak (pertalite, pertamax ) dapat menempuh jarak 12 km, jika menggunakan bahan bakar CNG 1 lsp (liter setara premium) akan menempuh jarak 13.5 km. Pengguna mobil pribadi yang menggunakan CNG sebagai bahan bakar akan memperoleh biaya penghematan sebesar Rp 20.688 per hari jika beralih dari pertalite, sehingga dalam waktu 1 tahun mencapai Rp 7 juta dan memperoleh pengembalian modal setelah 4.5 tahun. Jika beralih dari bahan bakar pertamax, biaya penghematan sebesar Rp 23.250 per hari, dalam waktu 1 tahun dihasilkan biaya penghematan sebesar Rp 8 juta dengan pengembalian modal hingga 4 tahun. Kata kunci : CNG, Konversi, Mobil Pribadi, Pertalite, Pertama
KAJIAN KINETIKA PEMBUATAN EPIKLOROHIDRIN
Secara konvensional, epiklorohidrin (EPCH) dihasilkan dengan proses dehidroklorinasi alil klorida, dimana diperoleh dari klorinasi propilen pada suhu tinggi. Sangat disayangkan, metode ini memiliki kelemahan yaitu menghasilkan hasil samping klorin dalam jumlah besar, membutuhkan energi yang besar karena beroperasi pada suhu tinggi dan menggunakan bahan baku tak terbarukan yaitu propilena. Kajian ini, merupakan sebuah alternatif dimana menggunakan bahan baku gliserol limbah dari produksi biodiesel. Epiklorohidrin diperoleh dengan dehidroklorinasi 1,3-dichloropropanol (1,3-DCP) yang diperoleh dari hidroklorinasi gliserol dengan liquid hidrogen klorida 37%. Kajian kinetika pada reaksi dehidroklorinasi berlangsung pada kisaran suhu 50 to 80oC dan molar rasio 1:5 (sodium hidroksida berlebih) selama 10 menit. Hasil kinetika diperoleh orde reaksi adalah orde satu pseudo terhadap konsentrasi dikloropropanol. Energi aktivasi adalah 38.8 kJ/mol dan faktor pre-exponensial A adalah 1.62 x 107 det-1. Analisa kuantitatif hasil reaksi dilakukan dengan GC-MS GC-MS (Gas Chromatography-MassSpectrometry). Kata Kunci: epiklorohidrin, dikloropropanol, hidroklorinasi, Studi kinetika, asam muriati
POTENSI PANAS BUMI DI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT BERDASARKAN ANALISA GEOKIMIA
ABSTRAKKabupaten Manokwari Selatan merupakan daerah otonomi baru di Provinsi Papua Barat dengan potensi sumberdaya alam besar. Sebagai daerah pemekaran baru, kedepan akan mengalami pertambahan penduduk yang signifikan. Pertambahan penduduk bersama dengan pembangunan dan modernisasi akan membawa beban pada kebutuhan listrik, sebagai alternatif pemenuhan listrik dapat dengan cara memanfaatkan sumberdaya panasbumi yang terdapat di Kampung Demini, Distrik Momiwaren. Penelitian bertujuan mengetahui potensi sumberdaya panasbumi di Kampung Demini dengan menggunakan metode geothermometer untuk perkiraan suhu reservoir panasbumi berdasarkan kandungan SiO2, Na, dan K. Berdasarkan hasil penelitian, walaupun berjenis suhu rendah, mata air panas Demini dapat dikembangkan menjadi pembangkit listrik siklus binari. Kata kunci: Panasbumi, Siklus Binari, Kabupaten Manokwari Selatan ABSTRACTSouth Manokwari Regency is a new autonomous region in West Papua Province with abundant natural resources. As new autonomous region the regency will experienced significant population growth. Population growth along with development and modernization will give burden to electricity demand. Alternatively, electricity could be acquired with geothermal resources in Demini vilage, Momiwaren District. The research aims to reveals the geothermal resources potent in Demini vilage using geothermometer method to predict the geothermal reservoir temperature. Based on survey the geothermal resources, altough lowenthalpy type, could be developed into binary cycle electric generator. Keywords: Geothermal, Binary Cycle, South Manokwari Regenc
PENGARUH PENAMBAHAN SPENT BLEACHING EARTH PADA MINYAK NYAMPLUNG UNTUK GEMUK LUMAS
Telah dikembangkan formula gemuk lumas dengan bahan dasar minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) di mana tribological performance dari minyak nyamplung tersebut ditingkatkan dengan penambahan pengental tanah pemucat bekas. Hasil uji nilai dropping point produk gemuk lumas ini didapat pada komposisi SBE : minyak nyampung (35:65) nilai NLGI 2, ini menunjukkan bahwa campuran tersebut berbentuk gemuk lumas pada umumnya. Formulasi gemuk lumas berbahan dasar minyak nyamplung, adalah suatu inovasi penelitian di bidang pelumas yang berkomitmen untuk menghasilkan jenis-jenis gemuk lumas ramah lingkungan dan terbarukan.Kata kunci: nyamplung, gemuk lumas, tanah pemucat beka
PENGARUH JENIS STARTER TERHADAP MUTU ZEAGURT PROBIOTIK
Zeagurt probiotik adalah nama pada produk yogurt yang dibuat dari sari jagung manis dan starter mikroba probiotik. Tujuan penelitian mempelajari proses pembuatan yoghurt dari sari jagung dan pengaruh penambahan jenis starter probiotik terhadap mutu zeagurt probiotik yang dihasilkan. Starter yang digunakan adalah (1) kombinasi Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus (LB): Streptococcuss salivarius subsp. thermophillus (ST) = 1:1 (kontrol); (2) kombinasi LB:ST:Lactobacillus acidophlus (LA)= 1:1:1; (3) kombinasi LB:ST:Bifidobacterium bifidum (BB)=1:1:1; (4) LA; dan (5) BB. Hasil menunjukkan bahwa jagung dapat digunakan sebagai bahan baku yogurt (zeagurt) dengan perbandingan butiran jagung : air = 1:4 b/v dan jumlah starter 3% v/v. Jenis starter berbeda memengaruhi mutu fisik dan kimia secara nyata (α=0.05). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa jenis starter memengaruhi warna, aroma asam, dan penerimaan umum zeagurt probiotik, tetapi tidak memengaruhi kekentalan dan tingkat asam secara nyata (α=0.05) dengan tingkat penerimaan agak suka (skor 2.7 – 3.1). Skor tertinggi pada zeagurt ditambah LA:LB:ST. Hal ini sejalan dengan hasil uji rangking. Mutu zeagurt kombinasi LA:LB:ST : viskositas 306 cP, pH 3.72, TPT 6°brix, total asam tertitrasi 0.85%, berwarna kuning (skor 3.7), aroma asam agak kuat (skor 3.4), kekentalan agak encer (skor 2.4), dan tingkat asam agak kuat (skor 2.8). Keunggulan lainnya: zeagurt mengandung jumlah bakteri asam laktat tinggi 2.80x109 koloni/ml dan mempunyai aktivitas anti mikroba yang baik. Pada awal penyimpanan (0 jam) zeagurt mengandung Salmonella dan E. coli, tetapi setelah disimpan selama 24 dan 48 jam kedua mikroba ini tidak dapat tumbuh. Kata Kunci: starter probiotic, zeaghurt, anti mikrob
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
Selulosa asetat dapat diaplikasikan pada berbagai jenis produk diantaranya sebagai film, serat, membran, pita perekam suara dan banyak aplikasi lainnya. Penelitian tentang aplikasi selulosa asetat terus berkembang belakangan ini. Namun kebutuhan tersebut tidak didukung oleh ketersediaan sumber bahan baku selulosa. Selulosa dari kayu batang pohon sudah harus digantikan penggunaannya dengan memanfaatkan sumber lain sebagai bahan baku. Pada kajian ini dilakukan tinjauan kelayakan sintesis selulosa asetat dari pemanfaatan selulosa limbah organik. Beberapa jenis limbah organik yang dipelajari pada kajian ini adalah limbah kulit pisang, limbah pengolahan agar dan limbah cair industri tahu. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan selulosa dari limbah organik masih belum layak untuk digunakan dalam sintesis selulosa asetat, hal ini disebabkan karena limbah kulit pisang dan limbah cair industri tahu memiliki kandungan selulosa yang rendah dan masalah pada penyimpanan limbahnya. Sedangkan pada limbah pengolahan agar memiliki permasalahan pada akumulasi jumlah limbah yang sedikit dan penggunaan metode sintesis yang belum optimal. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait cara penyimpanan limbah dan pemilihan metode sintesis. Kata kunci: limbah organik, selulosa asetat, sintes
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PEMBUATAN SABUN
Jeruk adalah salah satu buah-buahan tropis yang banyak dihasilkan di Indonesia. Industri minuman banyak menggunakan buah jeruk sebagai bahan baku, sehingga mengakibatkan limbah yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak, salah satunya limbah kulit jeruk. Tujuan penelitian adalah memanfaatan limbah kulit jeruk yang tidak dikonsumsi, sehingga akan meningkatkan nilai ekonomi limbah tersebut. Tahap penelitian mula-mula, kulit jeruk dipotong-potong kecil-kecil, kemudian timbang kulit jeruk sebanyak 300 gram lalu dilarutkan dalam etanol. Proses ekstraksi dilakukan dengan pengadukan konstan 500 rpm selama 3 jam dengan variabel jumlah pelarut sebanyak 300 ml, 350 ml, 400 ml, 450 ml dan 500 ml. Hasil ekstraksi kemudian disaring dengan melewatkannya pada Na2SO4 anhidrat dan filtratnya diambil. Selanjutnya,filtrat dipanaskan menggunakan vacum evaporator pada suhu 60°C sampai semua etanol menguap. Setelah diperoleh minyak atsiri, maka dilanjutkan proses pembuatan sabun dengan minyak atsiri yang didapat sebagai zat tambahan. Penelitian ini menghasilkan minyak atsiri yang optimum terdapat pada jumlah pelarut 500 ml sebanyak 2,3432 gram dan terendah pada jumlah pelarut 300 ml sebanyak 1,4145 gram. Dari analisa GC-MS didapatkan senyawa limonen yang terdapat dalam minyak atsiri pada waktu 7,01 menit dengan persen area sebesar 96,79%. Hasil pengujian hedonik terhadap tekstur dan aroma sabun yang sudah ditambah minyak atsiri dapat diterima oleh para panelis. Kata kunci: etanol, kulit jeruk, minyak atsiri, sabun
REVIEW : PROFIL HYBRID MEMBRANE DALAM PROSES REDUKSI AIR LIMBAH
Frekuensi penggunaan air sangat tinggi seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan jumlah penduduk. Peningkatan standar hidup manusia yang semakin tinggi menimbulkan permasalahan lingkungan terkait dengan kualitas air akibat bahan kimia, nutrisi, lindi, tumpahan minyak, pembuangan limbah bahan berbahaya, serta penggunaan bahan dispossable dan non-biodegradable. Perkembangan sumber daya teknologi menghasilkan suatu revolusi sehingga menghasilkan lebih banyak bahan dan senyawa kimia. sejumlah senyawa yang diidentifikasi memiliki ancaman potensial terhadap organisme lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi teknik pengolahan air limbah dengan menggabungkan dua sifat membran dalam mereduksi air limbah. Metode yang digunakan adalah review dari beberapa sumber pustaka dengan melakukan studi literatur terdahulu terhadap beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Kesimpulan dari penelitian menghasilkan bahwa teknologi membran sebagai salah satu instalasi unit pengolahan limbah perkembangan dan kemajuannya sangat menjanjikan dan banyak dilakukan dalam proses dengan prinsip pemisahan dan pemurnian air. Teknologi membran bisa menjadi solusi dalam pengolahan air limbah, seiring dengan perkembangannya membran dapat dikombinasikan (Hybrid Process) dengan menggunakan berbagai jenis membrane yaitu Ultrafiltrasi, Mikrofiltrasi, Nanofiltrasi dan Reverse Osmosis, akan tetapi harus diperhatikan kondisi operasional dari proses tersebut. Kata kunci: air limbah, hybrid membrane, reduks