JURNAL KONVERSI
Not a member yet
137 research outputs found
Sort by
UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER UNTUK ANALISA ZAT AKTIF KETOPROFEN
Unjuk kerja spektrofotometer dapat dilihat secara tidak langsung dari beberapa pengulangan data yang di dapat dari sampel dan standar ketoprofen yang di analisa secara berkesinambungan, sekaligus menentukan baik tidaknya hasil yang didapat untuk kemudaian digunakan dalam analisa harian. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dengan menggunakan standar baku primer ketoprofen standar USP yang telah diketahui kadarnya dengan pasti pada proses pengujian. Unjuk kerja alat spektrophotometer dapat dikatakan dalam keadaan baik, hal ini dapat dilihat dari enam kali data pengulangan pengukuran yang konsisten selama tiga hari berturut-turut dengan menggunakan sampel ketoprofen injeksi 100 mg/mL. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dikatakan baik dengan nilai galat kurang dari 2,0%. parameter yang diuji seperti ketepatan dan ketelitian lebih dari 98% ( hasil yang di dapat 99.787%), linearitas dengan nilai regresi diatas 0.995 (hasil yang didapat 0.9995), ketelitian, perolehan kembali, selektivitas, dan kapabilitas memberikan hasil yang baik karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk setiap parameter
RECOVERY SILIKA DARI ABU BATUBARA BOILER TEKANAN RENDAH
Saat ini abu batubara dari boiler tekanan rendah merupakan limbah yang belum tertangani dengan baik. Komponen utama yang ada di dalam abu batubara adalah silika (Si02), yaitu sebesar 40,22%. Oleh karena itu, silika dalam abu batubara memiliki potensi yang besar untuk di-recovery menjadi produk berbasis silika. Proses recovery dilakukan dengan cara mereaksikan abu batubara dengan larutan NaOH, kemudian campuran reaksi difiltrasi sehingga menghasilkan filtrat berupa, natrium silikat. Untuk melakukan proses recovery tersebut, maka diberikan variasi: konsentrasi larutan NaOH (0,5; 0,8; 1,1; 1,4; 1,6; dan 2 M), rasio mol NaOH/Si02 (0,5; 0,7; 1,7; 3; dan 4), suhu reaksi (60, 70, 80, 90 dan 100°C), waktu reaksi (1, 3, 5, 7, dan 9 jam), dan diameter partikel abu (+2 mm, -1+0,63 mm, -0,63+0,335 mm, -0,355+0,2 mm, dan -0,112+0,05 mm).Dari penelitian yang telah dilakukan, kondisi operasi yang menghasilkan persen recovery silika tertinggi dari abu batubara adalah: konsentrasi larutan NaOH 2M, rasio mol NaOH/Si02 4, suhu reaksi 100°C, waktu reaksi 9 jam, dan diameter partikel abu -0,112+0,05 mm. Selain itu, didapatkan hasil bahwa rentang variasi diameter partikel abu yang diberikan tidak menghasilkan perbedaan persen recovery yang signifikan. Kata kunci : silica, batu bara, boile
KOMPOSISI OPTIMAL SERBUK KAYU GERJAJI DAN OLI BEKAS PADA PEMBUATAN BRIKET KAYU
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perbandingan komposisi bahan pembuat briket dan temperatur pengeringan pada pembuatan briket dari bahan serbuk kayu gergaji dan oli bekas. Bahan penelitian adalah limbah serbuk kayu gergaji dari kayu jati dan limbah oli atau minyak pelumas bekas bukan dari jenis dan merek tertentu. Proses pembuatan briket dengan cara pengarangan serbuk kayu gergaji dengan variabel proses komposisi bahan baku dan temperatur pengeringan. Parameter uji briket meliputi nilai kalori, kadar abu dan kadar air. Hasil uji briket dari parameter-parameter tersebut dengan variabel komposisi bahan baku, didapat komposisi optimum: serbuk arang 60%, oli bekas 30% dan tanah liat 10% dengan spesifikasi nilai kalor 11.064,26 Btu lb-1, kadar abu 10,45% dan kadar air 6,18%. Sedangkan untuk variabel temperatur pengeringan diperoleh temperatur yang otimum pada 70 OC dengan nilai kalori 9.783,09 Btu lb-1, kadar abu 10,40% dan kadar air 6,45%. Hubungan antara variabel komposisi oli bekas (x) terhadap nilai kalori (y) dengan komposisi tanah liat tetap (10%) dan temperatur pengeringan 80oC dapat dijelaskan dengan persamaan: y = 86,57x + 8438, sedangkan hubungan antara variabel temperatur (x) terhadap nilai kalor (y) dengan waktu pengeringan 1 jam dapat dijelaskan dengan pesamaan: y = 6,176 x + 9170.
PENGARUH SUHU APLIKASI TERHADAP VISKOSITAS LEM ROKOK DARI TEPUNG KENTANG
. Sebuah perekat atau lem, adalah campuran cairan dalam keadaan semi-cair atau yang melekat atau ikatan item bersama. Perekat dapat berasal dari sumber alam atau sintetis. Kini tingkat persaingan yang tinggi menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sehingga perusahaan perlu memberikan perhatian serius terhadap kualitas produk yang akan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian agar kualitas produk semakin baik.Dalam penelitian ini dipelajari “ Pengaruh Suhu Aplikasi Terhadap - Viskositas Lem Rokok Dari Tepung Kentang “. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Quality Control PT. LF Asia, Jl. Raya Bogor km 28 Jakarta Timur. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tepung kentang, actiside, antifoam, dan air. Bahan-bahan tersebut akan dicampur, untuk proses pembuatan lem rokok. Setelah lem tersebut jadi, maka lem akan dicek viskositasnya dengan menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Viskometer yang digunakan yaitu Viskometer Brookfield LVT 3/30. Pada penelitian ini digunakan suhu aplikasi 15°, 20°, 25°, 30° dan 35 °C untuk pengecekan viskositas lem dan analisa organoleptis lem rokok tersebut.Pada penelitian ini, digunakan lem yang berbahan dasar tepung kentang sebagai bahan untuk membuat lem kertas rokok, karena tepung kentang memiliki daya rekat yang cukup kuat, selain itu tepung kentang cukup aman digunakan sebagai lem rokok karena berasal dari bahan nabati yang memiliki warna kekuningan dan tidak akan merubah warna kertas rokok saat digunakan sebagai lem kertas. Kata Kunci : Viskositas, lem rokok, tepung kentan
KAJIAN MODEL KINETIKA SEBAGAI PARAMETER DALAM PENGGANDAAN SKALA (SCALE UP) PRODUKSI NATRIUM LIGNOSULFONAT BERBASIS LIGNIN ISOLAT
Proses penggandaan skala (scale up) umumnya dilakukan melalui penelitian skala laboratorium dan skala pilot plant. Data yang dapat menjembatani adalah model kinetika reaksi, yaitu konstanta kecepatan reaksi didasari oleh hukum Arrhenius, yang dapat dijadikan parameter dalam pengembangan proses yaitu penggandaan skala. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model kinetika reaksi sulfonasi lignin isolat menjadi natrium lignosulfonat (NLS); mendapatkan volume/kapasitas reaktor optimum. Metode yang dilakukan dalam pengembangan proses (penggandaan skala) adalah melalui pendekatan sistematis empiris yaitu melibatkan model kinetika reaksi. Dengan membuat model matematika yang menghubungkan antara reaksi dan volume/kapasitas, serta simulasi pada berbagai kapasitas sehingga diperoleh kapasitas/volume reaktor optimum. Hasil penelitian diperoleh model kinetika reaksi berupa konstanta laju reaksi yaitu: (k) = 1,35703832 e-2558,89354/T mol-1 jam-1, yang dapat dijadikan paremeter dalam penggandaan skala (scale up) produksi natrium lignosulfonat (NLS), hasil perhitungan konsentrasi C A (mol/liter) menggunakan model kinetika reaksi disbanding dengan hasil yang diperoleh di laboratorium menunjukkan validasi yang akurat. Model persamaan matematik yaitu hubungan antara biaya total NLS sebagai fungsi kapasitas produksi (P) adalah tc = 48.137 – 25,67 P + 0,001 P2 – 10-8 P3 + (2.593.011.921/P), dengan kapasitas/volume reaktor optimum adalah 23.425 kg NLS /tahun.
PENGARUH FORMULASI PATI SINGKONG–SELULOSA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN HIDROFOBISITAS PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK
Bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari sumber yang dapat diperbaharui yaitu dari senyawa - senyawa dalam tanaman misalnya pati. Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati seperti singkong, jagung, beras dan tanaman lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui temperatur gelatinisasi dan pengaruh formulasi pati-selulosa serta menentukan kondisi terbaiknya terhadap sifat mekanik dan ketahanan air bahan bioplastik. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai pembuatan bioplastik campuran pati, selulosa dan gliserol sebagai plasticizer dengan melakukan variasi temperatur gelatinisasi yaitu pada T = 80o, 90o, dan 100oC serta variasi rasio massa antara pati dan selulosa yaitu 6:4, 7:3, 8:2, 9:1 dan 10:0 (m/m). Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik (film plastic) yang diuji sifat mekaniknya dengan alat Universal Testing Machine serta uji ketahanan air (water uptake). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan tingkat ketahanan air dan sifat fisik terbaik terdapat pada formulasi pati-selulosa 8:2 dan temperature gelatinasi 90°C dengan nilai penyerapan air sebesar 33 %, Tensile Strength 10.32 MPa, persen perpanjangan 27.91 % dan modulus young 36.97 Mpa. Kata kunci : Bioplastik, , gelatinisasi, hidrofobisitas, pati singkong, selulos
PENGARUH WAKTU REAKSI TERHADAP BILANGAN HIDROKSIL PADA PEMBENTUKAN POLYOL DARI EPOKSIDASI CPO DAN CURCAS OIL
Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh waktu reaksi dalam pembuatan plasticizer dan bahan intermediet dalam industri plastikdari bahan minyak Jarak Pagar (Curcas Oil) dan minyak Kelapa Sawit (CPO).Penelitian dilakukan dengan mencampur 100 ml minyak jarak pagar dan 100 ml minyak kelapa sawit, kemudian memanaskannyabersama asam asetat 47 %, hidrogen peroksida 50 %, dan katalis asam sulfat 1% dari jumlah minyak total pada suhu 70°C. Perbandingan mol asam asetat : hidrogen peroksida adalah 0,3 : 1,7 dan waktu operasi divariasikan. Epoksihasil epoksidasi ini dipisahkan menggunakan larutan sodium bikarbonat jenuh dan sodium sulfat. Epoksi20 ml kemudian direaksikan dengan etilen glikol 30 ml ditambah katalis asam sulfat 1% dari jumlah pereaktan total pada suhu 120°C dan waktu operasi divariasikan,sehingga didapat senyawa poliol yang kemudian dipisahkan. Dari penelitian ini diketahui kondisi optimum epoksidasi dicapai pada waktu reaksi 2 jam dengan bilangan oksiran 3,5360 % serta densitas epoksi 0,945 g/ml. Pada produksi poliol didapat bilangan hidroksil 4,8588 % pada waktu reaksi optimum 1 jam dengan indeks bias poliol 1,4705.Dengan demikian didapat korelasi % Bilangan Oksiran terhadap waktu epoksidasi (jam) adalah: Y1 = -0,4777X2+ 1,9093X + 1,616. Sedangkan korelasi % Bilangan Hidroksil terhadap waktu produksi poliol (jam) yaitu:Y2 = -1,2922X2 + 3,332X + 2,6758. Kata kunci: bilangan hidroksil, bilangan oksiran, epoksidasi, CPO, curcas oi
KONVERSI LIMBAH CAIR TAHU MENJADI GAS BIO MENGGUNAKAN AKTIVATOREFEKTIF MIKROORGANISME 4 (EM4)
oai:ojs.jurnal.umj.ac.id:article/32ABSTRACT. Tofu liquid waste has a high potential to pollute water ecosystem, because so far it is disposed as is to sewerages around tofu factories. Nevertheless, tofu liquid waste is potentially convertible into biogas because it has BOD and COD exceeding 4000 mg/lt.The production of biogasfrom tofu liquid waste using an activator Effective Microorganism (EM4) is influenced by several underlying factors: volumes of waste,goat rumen and EM4. The objective of this study is to understand the feasibility of tofu liquid waste as a raw material of biogas, using additional materials of goat rumen and EM4 activator. The experiments were carried out in 5 batch reactors filled with 3000 ml waste and 300 ml rumen, and added with EM4activator varied for 0 ml, 25 ml, 50 ml, 75 ml and 100 ml. Based on our observations, it can be concluded that the addition of EM4in a batch process is positively correlated to the organicdecay of tofu liquid waste into biogas. The best result was observed in Reactor IV containing 75mlEM4where the biogas was produced after 72 hours. Keywords: tofu liquid waste, EM4 activator, cattle rumen, bioga
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU DESTILASI TERHADAP KONSENTRASI FLUORIDA PADA PENJERNIHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM DENGAN PROSES DESTILASI SEDERHANA
Air limbah banyak mengandung senyawa kimia yang beracun. Ada beberapa parameter yang harus diuji. Salah satu parameter uji dalam analisa air Iimbah adalah Fluorida. Fluorida dalam kandungan yang besar dalam air dapat menyebabkan beberapa masalah serius terhadap kesehatan. Untuk itu Fluorida menjadi salah salah satu parameter penting dalam pengujian air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum destilasi pada suhu 180°C. Destilasi yang dilakukan dengan variasi waktu, 20, 30, 40, 50, 60, 70 dan 80 menit. Dengan variasi yang digunakan, dapat diketahui hasil proses penjernihan (destilat), dimana selanjutnya destilat akan digunakan pada analisa kadar fluorida metode SPADNS. Penelitian ini dilakukan Environmental Laboratory - PT. Sucofindo, yang berlokasi di Jl. Arteri Tol Cibitung No.l Cibitung - Bekasi. Metode analisa yang digunakan adalah metode kolorimetri dengan larutan SPADNS sehingga banyak disebut dengan metode spands. Hasil dari destilasi (destilat) yang jernih diukur dengan spektrofometer, dengan terlebih dahulu diberikan larutan SPADNS untuk memberikan penurunan warna merah. Nilai optimal yang dihasilkan adalah pada waktu destilasi 60 menit. Korelasi antara konsentrasi flourida dengan waktu destilasi. menghasilkan persamaan Y= -1,140417 + 0,0602722 x - (-0,000524 x2) Kata Kunci: Air limbah, destilasi, fluorida, metode kolorimetri, metode SPADNS
CERAMIC ARMOR WILL BE REPLACED BY COMPOSITE ARMOR VERY SOON*
Ceramic armors have existed for more than 30 years. They replaced the much heavier metal armor.One of the biggest producers of ceramic armor is Bittosi in Spain. It is a confidential product with no open promotion. Ceramic armor is the side products of Bitossi. Their main products are alubit liming and balls for ceramic industry, paint and pharmacy. Their ceramic armors have been used by many countries in Europe and by NATO. Actually, ceramic armor is still too heavy for soldiers since itweighs approximately 8.6 kg depending on size, and is still too rigid. Therefore, people are still looking for more convenientmaterials, which is resistant to shooting, flexible, and lighter.The answer is composite productdeveloped by De Staat Mijn-DSM Research Campus Geleen of the Netherlands, specialist in polymer research. They have proved it very successfully in shooting test. It is flexible and weighs only about one third of ceramic armor. The composite is produced from 20 layers of 0.15 mm thickPE (Poly Ethylene) sheets,reinforced by carbon fibers. Since it is far better than ceramic armor, the composite armor will replace ceramic armor very soon. It is only a matter of time. Keywords:ceramic armor, composit