JURNAL KONVERSI
Not a member yet
    137 research outputs found

    IDENTIFIKASI DINI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR GANODERMA sp. PADA TANAMAN KELAPA SAWI

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi dini penyakit busuk pangkal batang atau yang sering disebut dengan BPB yang disebabkan oleh jamur Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Hasil komoditas tanaman kelapa sawit memiliki prospek pengembangan yang cukup tinggi bagi industri terkait, sehingga beberapa upaya dilakukan guna untuk meningkatkan hasil produksi perkebunan. Akan tetapi produktivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya penyakit busuk pangkal batang atau yang sering disebut dengan penyakit BPB. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogenik Ganoderma sp, untuk ituperlu adanya identifikasi dini sebaran dari penyakit BPB. Identifikasi sebaran penyakit BPB dilakukan dengan dua metode yaitu Analisa secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif dilakukan dengan cara menguji sampel pada instrument NIRS (Near Infrared Spectroscopy), sedangkan uji kuantitatifmenggunakan metode gravimetri yang tujuannya untuk mengetahui kadar selulosa dan lignin pada sampel. Sampel berupa batang dari tanaman kelapa sawit yang mana ada dua kategori yaitu batang yang terserang penyakit BPB (batang sakit) dengan yang tidak terserang BPB (batang sehat). Berdasarkan identifikasi bentuk spektrum NIRS menyatakan bahwa terdapat perbedaan spektrum yang signifikan didaerah bilangan 4200-4400 cm-1, 5500-7000 cm-1 dan 7300-10000. Terdapat persamaan bentuk spektrum di daerah bilangan gelombang 5250 cm-1 7190 cm-1. Hasil penentuan kadar menggunakan metode gravimetri menyatakan bahwa rata-rata kadar selulosa dan lignin pada sampel batang sehat sebesar 45,30% dan 9,36%, sedangkan pada sampel batang sakit sebesar 37,89% dan 11,15%. Berdasarkan Independent T-test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian pada perbedaan sampel memberikan hasil kadar yang berbeda secara signifikan, karena nilai sig 2-tailed < 0,05 dan menggunakan selang kepercayaan sebesar 95%

    PENGARUH WAKTU PENGGILINGAN LIMESTONE TERHADAP DISTRIBUSI PARTIKEL LIMESTONE SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN

    No full text
    Lime stone atau batu kapur sebagai bahan baku utama merupakan senyawa penghasil oksida berupa CaO yang sangat berpengaruh dalam pembuatan semen. Menurut (Munasir dkk, 2012), semakin halus ukuran partikel bahan/material akan meningkatkan kemurnian suatu bahan karena membentuk Kristal murni sehingga hasil pembacaan kandungan oksida pada bahan menggunakan XRay akan lebih optimal. Kehalusan sampel yang optimal bisa diperoleh dengan mengetahui waktu optimum penggilingan atau Optimum Grinding Time (OGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehalusan lime stone terhadap lama waktu penggilingan dan faktor faktor yangmempengaruhi. Dalam penelitian ini, digunakan standar ASTM C 430 dengan spesifikasi balance, ayakan 45 μm, pesawat Hosokawa Alpine. Penggilingan dilakukan dengan variasi waktu yang telah diatur pada mesin penggiling. Hasil sieving yang tertinggal diatas filter (residu) ditimbang. Berdasarkan dari data yang didapatkan variasi waktu penggilingan memberikan pengaruh, namun hasilnya berbanding terbalik yaitu semakin lama waktu penggilingan maka akan menghasilkanpartikel yang semakin halus. Penambahan pil Herzog memiliki pengaruh terhadap lama waktu penggilingan, yaitu semakin lama waktu penggilingan tidak membuat sampel akan semakin halusmelainkan sampel menjadi tetap semakin kasar

    SINTESIS BIOETANOL DARI BAGAS SORGUM SAMURAI 1 HASIL HIDROLISIS ENZIMATIS DAN FERMENTASI OLEH SACCHAROMYCES CEREVISIAE

    Get PDF
    Bagas sorgum merupakan padatan sisa ekstraksi nira dari bagian batang sorgum. Bagas sorgum  memiliki potensi untuk digunakan sebagai substrat pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bioetanol dari bagas sorgum varietas Samurai 1 hasil hidrolisis secara enzimatik yang difermentasi menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae. Enzim yang digunakan berasal dari kapang Trichoderma harzianum. Substrat bagas hasil hidrolisis digunakan sebagai media fermentasi dan diinkubasi selama 9 hari pada suhu ruang. Kadar gula hasil hidrolisis enzimatik bagas sorgum setelah diinkubasi 24 jam adalah 2,4% brix. Hasil fermentasi dengan menggunakan S. cerevisiae menunjukkan bahwa terjadi korelasi negatif antara kadar gula dan bioetanol dengan produksi bioetanol tertinggi dihasilkan setelah 9 hari inkubasi, yaitu sebesar 2,99% dan laju produksi bioethanol terbaik adalah di hari ke-3 dengan hasil sebesar 0,59.%/hari

    REKAYASA MODEL LAJU PENGERINGAN PADA PROSES MASERASI DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) DENGAN PELARUT ETANOL

    Get PDF
    Tumbuhan banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional (obat herbal), salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat adalah sukun (Artocarpus altilis). Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, daun sukun mengandung flavonoid yang sifatnya sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah: mendapat waktu pengeringan daun sukun yang optimal, mendapatkan nilai laju pengeringan daun sukun, mendapatkan ekstrak daun sukun dengan proses maserasi, dan mendapatkan pengaruh waktu maserasi terhadap kadar flavonoid dalam ekstrak daun sukun. Penelitian dengan di awali proses persiapan bahan, yaitu daun sukun dikeringkan di oven dengan suhu 35 oC dengan variasi waktu pengeringan yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5 Jam. Selanjutnya dilakukan ektraksi daun sukun secara maserasi dengan pelarut etanol. Proses ekstraksi dengan variasi waktu ekstraksi 24, 30, 36, 42, dan 48 jam, sehingga didapat ektraks daun sukun. Hasil ekstrak daun sukun dilakukan analisa : uji kadar air, rendemen, pH, viskositas, dan organoleptis. Hasil penelitian pada proses pengeringan di dapat, semakin lama waktu pengeringan maka semakin menurun laju pengeringannya.  Sedangkan pada proses ekstraksi, flavonoid terbesar pada waktu maserasi 42 jam dengan kadar flavonoid rata-rata sebesar 18,051 pp

    PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN BERBASIS MINYAK KELAPA VCO DENGAN EKSTRAK BUAH NAGA SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    Get PDF
    Buah   naga   merupakan   salah   satu   tumbuhan   yang   memiliki   kemampuan antioksidan cukup tinggi di antara buah-buahan lain. Penelitian ini bertujuan membuat sabun transparan berbasis minyak kelapa VCO dengan ekstrak buah naga sebagai antioksidan. Penelitian ini mempelajari kemampuan aktifitas dari antioksidan pada sabun. Proses pengerjaan mencakup pre-treatment yaitu pemotongan dan penghalusan buah naga kemudian disaring untuk mendapatkan ekstrak buah naga, kemudian pembuatan sabun menggunakan minyak kelapa VCO dengan variasi konsentrasi larutan NaOH dan jumlah ekstrak buah naga. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kadar air, pengujian alkali bebas (asam lemak bebas) menggunakan metode DPPH, pH, dan uji aktivitas antioksidan. Dari hasil diperoleh bahwa pada konsentrasi larutan NaOH 32% dan penambahan buah naga sebesar 30  gram,  aktivitas  antioksidan  pada  sabun  bernilai  138,379 

    PENENTUAN pH OPTIMUM ADSORBAT DALAM PEMANFAATAN TANAMAN ALANG – ALANG (Imperata cylindrica) SEBAGAI BIOABSORBEN LOGAM BERAT Cd(II) PADA LIMBAH INDUSTRI CAT

    Get PDF
    Kadmium merupakan salah satu logam berat yang terdapat di limbah industry cat dan dapat mencemari lingkungan terdapat di perairan. Salah satu alternatif penanganan cadmium adalah penggunaan bioadsorben. Bioadsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah biomassa dari tanaman alang-alang (Imprata cylindrica) untuk mengadsorpsi logam berat khususnya Kadmium / Cd (II). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap kemampuan biomassa alang-alang dalam mengadsorpsi logam berat Cd (II) yang terdapat dalam limbah cair industry cat. Metode penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu tahap preparasi adsorben, modifikasi kimia, adsorpsi dan analisis spektroskopi serapan atom (SSA) dengan variasi pH.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam kadmiun dalam limbah industri cat sebesar 4,5881 ppm. Semakin besar pH maka semakin tinggi kemampuan adsorpsi biadsorben dari alang-alang dengan pH optimum 6 dengan 83,1% kemampuan adsorpsi

    PENGARUH pH dan WAKTU TERHADAP ADSORPSI LOGAM TIMBAL (PB) DENGAN ARANG AKTIF DARI GAMBAS (Luffa acutangula) ATAU OYONG KERING

    Get PDF
    Limbah cair industri dapat menyebabakan pencemaran lingkungan. Salah satau limbar cair yang berbahaya yaitu limbah logam Pb (timbah). Salah satau untuk mengurangi limbah cair (Pb) yaitu dengan Adoprsi menggunakan arang aktif. Gambas atau Oyong  (L. acutangula) yang sudah kering dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat arang aktif dari gambas atau oyong yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi limbah cair (Pb) dengan variasi pH. Gambas atau oyong yang telah dipotong-potong dikeringkan dengan oven pada suhu 105°C. Untuk aktivasi arang dilakukan secara kimia yaitu dengan merendam arang dengan menggunakan larutan HCl 4N selama 24 jam kemudian dibilas dengan akuades sampai pH netral kemudian dikeringkan dalam oven selama 4 jam pada suhu 105°C. Kemudian dilakukan proses adsorpsi dengan limbah cair (Pb) variasi pH 3, 4, 5, 6 dan 7.  Hasil pengujian daya serap iod  adalah sebesar 301,74 mg/L. Sedangkan untuk pengujian kadar abu telah sesuai persyaratan dengan hasil 5,9 %. Pada pengujian daya serap arang aktif dari gambas atau oyong terhadap logam Pb (timbal) yaitu pada pengaruh kondisi pH. Adsorpsi optimal diperoleh pada pH 4. Arang aktif dari gambas atau oyong memberikan hasil yang cukup baik dengan penyerapan sebesar 99,7 % pada pengujian sampel limbah cair  mengandung dengan kandungan logam Pb (timbal) 4,67 mg/L

    PEMBUATAN SABUN KALSIUM KOMPLEKS SEBAGAI THICKENER PELUMAS PADAT (GREASE) DARI MINYAK JELANTAH

    Get PDF
    Minyak jelantah mempunyai potensi yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan gemuk (grease). Hal ini disebabkan oleh komposisi asam lemak yang terdapat dalam minyak jelantah tidak jauh berbeda dengan komposisi asam lemak yang terdapat dalam minyak sawit murni. Selain itu, nilai koefisien gerak minyak jelantah juga tidak terlalu jauh berbeda dengan minyak sawit murni, sehingga minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku grease. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi grease minyak jelantah dan sabun kalsium kompleks sebagai thickener yang memiliki karakteristik mendekati pelumas padat SNI dan mengetahui kualitas dari pelumas padat yang dihasilkan. Metode yang dilakukan pada pembuatan pelumas padat (grease) ini terdiri dari dua tahap.  Tahapan pertama adalah proses pembuatan sabun kalsium kompleks dengan variasi yang telah ditentukan dan menganalisa sabun kalsium kompleks tersebut. Tahapan kedua merupakan pembuatan grease dari sabun kalsium kompleks dan minyak jelantah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh sabun kalsium kompleks optimum pada sabun Ca-asetat dan Ca-minyak kacang 2:1. Diperoleh kadar basa bebas 0 dan bahan tidak tersabunkan 0,822. Penambahan asam asetat terhadap gemuk kalsium kompleks menghasilkan warna gemuk yang bertambah gelap, tektur yang semakin berserat

    PENGARUH KOMPOSISI ZEOLIT SERTA ZINC OXIDE TERHADAP MEMBRAN KERAMIK PADA ADSORBSI I2S DARI GAS ALAM DENGAN TITRASI IODOMETRI

    Get PDF
    Senyawa H2S yang terdapat di gas alam yang seharusnya dihilangkan, Karena senyawa H2S adalah zat pengotor yang mampu merusak katalis serta bersifat korosif. Membran keramik dapat digunakan untuk menurunkan kadar H2S yang terdapat didalam gas alam. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kondisi optimal dalam komposisi membran  keramik, sehingga mampu menurunkan konsentrasi dari H2S yang terkandung didalam gas alam. Komposisi zeolit dan zinc oxide pada membran keramik yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi dari H2S, antara lain sampel A dengan komposisi zeolit sebesar 5% dan zinc oxide sebesar 25%, sampel B dengan komposisi zeolit sebesar 10% dan zinc oxide sebesar 20%, sampel C dengan komposisi zeolit sebesar 15% dan zinc oxide sebesar 15%, sampel D dengan komposisi zeolit sebesar 20% dan zinc oxide sebesar 10%, serta sampel E dengan komposisi zeolit sebesar 25% dan zinc oxide sebesar 5. Dengan menggunakan varian waktu kontak selama 10 sampai 60 menit dengan rentang waktu per 10 menit, dengan laju alir gas sebesar 3000mL/min. Untuk mendapatkan konsentrasi H2S setelah perlakuan, digunakan metode titrasi iodometri. Berdasarkan hasil analisa H2S yang memiliki kandungan paling rendah yaitu sebesar 0,3618 ppm atau 95,83%, yaitu pada sampel E dengan kandungan zeolit sebesar 25% dan zinc oxide sebesar 5% dengan waktu kontak selama 60 menit

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) SEBAGAI ZAT TAMBAH PEMBUATAN SABUN CAIR

    Get PDF
    .Antioksidan merupakan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan  karena sifatnya yang dapat memperlambat proses oksidasi lipid. Ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang digunakan untuk melindungi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun jambu biji terhadap sifat antioksidan sabun cair. Ekstrak daun jambi biji didapatkan dengan metode ektraksi ultrasonik dengan menvariasikan waktu ekstraksi (5 menit, 10 menit, 15 menit,20 Menit, 25 Menit) dengan menggunakan pelarut etanol dengan rasio pelarut 1:10. Hasil kadar flavonoid terbaik didapat pada waktu 15 menit sebesar 5,27 μg/ml.Hasil ekstraksi dengan flavonoid terbaik ditambahkan ke dalam Sabun cair dengan konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5%. Kemudian dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari hasil penelitian didapatkan zat antioksidan dengan % inhibisi terbaik pada konsentrasi 0,1% yaitu 87,66% didapatkan persamaan regresi linier y = -53,721X + 95,789 .Perolehan IC50 sebesar 1,17 µg/mL dan dapat menghambat 50% radikal bebas. Kata kunci:  Daun jambu biji, Flavonoid,Antioksidan Sabun cai

    117

    full texts

    137

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL KONVERSI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇