LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain Interior
Not a member yet
107 research outputs found
Sort by
NEGOSIASI SUBJEK DALAM KONSTRUKSI IDENTITAS, SEKSUALITAS DAN GENDER
Selama ini pendekatan yang digunakan dalam menganalisis seni rupa berlangsung secara intraestetik (kritik formalis), sementara pendekatan yang bersifat ekstraestetik langka dilakukan. Melalui pendekatan ekstraestetik dapat dipahami faktor-faktor determinan yang menjadikan suatu ide dan karya seni terbentuk. Walaupun faktor determinan itu ada, bukan berarti sepenuhnya subjek yaitu perupa mengalami dominasi total dari struktur, sebagaimana dalam analisis Marxian, Saussurian dan Freudian, subjek tetap memiliki “ruang negosiasi” atas struktur yaitu melalui karya seninya. Penelitian ini hendak menjawab pertanyaan yaitu bagaimana subjek (perupa) menegosiasikan konstruksi identitas, seksualitas dan gender yang berlangsung pada masyarakatnya, dan bagaimana proses pencarian subjektifitasnya itu terjadi pada kasus seniman dan karya seninya, yaitu I Gak Muniarsih, Tita Rubi, FX.Harsono, Ay Tjoe Christine dan Nindityo Adipurnomo. Realitas dalam pandangan penelitian ini dipahami sebagai sesuatu yang relatif. Dikatakan relatif, pertama karena realitas terstruktur oleh faktor historis (ekonomi-politik) dan kedua, keterbatasan bahasa itu sendiri yang pada saat bersamaan menisbikan tampilnya subjek secara utuh. Bahasa bukanlah cermin realitas, akan tetapi bahasa─dalam pendirian psikoanalisis─justru menjadi penghalang keutuhan subjek, namun demikian bukan berarti perupa tidak ada dalam realitas, seturut Jacques Lacan, subjek menggunakan metafora dan metonimi yang tersedia dalam bahasa untuk menandai subjektifitasnya. Subjek, dalam hal ini perupa kemudian memberi tafsir dan melakukan negosiasi atas konstruksi identitas, seksualitas dan gender
REDESAIN INTERIOR MOBIL TOILET KELILING UNTUK DIFABEL DI KAWASAN MONAS, JAKARTA PUSAT
Toilet umum yang ideal tentunya harus dapat mudah dicapai dan nyaman saat digunakan. Saat ini di Jakarta telah tersedia mobil toilet umum keliling berbentuk bus yang dapat berpindah. Kawasan wisata Monas merupakan salah satu tempat yang memiliki mobil toilet keliling. Lingkungan kota Jakarta saat ini sudah mulai menyadari kehadiran para difabel (pengguna kursi roda), yaitu dengan membantu mengakomodir kebutuhan mereka. Contohnya dengan memasangramp (akses tanjakan miring) yang menghubungkan jalan dengan halte transportasi publik, seperti di stasiun kereta api, bandar udara, halte busway, dan sebagainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan memilih strategi pengumpulan datafenomenologis yang melibatkan semua panca indera dalam melakukan pengamatan terhadap objek penelitian. Hal ini dimulai dari manusia sebagai pembuat dan pengguna artefak, unsur pembentuk wujud/objek, dan kandungan/muatan yang dimiliki artefak. Hasil penelitian akan dibandingkan, kemudian ditarik kesimpulan, dan akhirnya diberikan saran dan rekomendasi untuk masa depan toilet umum keliling, khususnya yang dapat digunakan untuk para difabel. Hasil penelitian toilet umum keliling ini akan memperlihatkan bahwa toilet umum dapat didesain khusus untuk para difabel dengan mempertimbangkan faktor ergonomi. Saran yang diberikan penulis pada akhir penelitian yaitu ingin agar desainer toilet dapat mulai turut dalam membantu para difabel, khususnya di kawasan wisata Monas
PENGEMBANGAN DESAIN RUMAH TUMBUH STUDI KASUS PERUMNAS WONOREJO KARANGANYAR
This article explains the result of a community service program entitiled assistance on Rumah Inti Tumbuh (RIT) Design Transformation of Wonorejo National Housing Karanganyar. The program was conducted in two steps. The first one was a counseling session for explaining the RIT concept and how the right development is in order to meet the criterion of the healthy and comfort house. This session is purposed for encouraging the owner of how important of right house development without reducingits quality. The second step was the assistance process in developing the RIT. This process considers the previous research conclusion in the transformation preference that are room programming addition, room replacement and room widening. This program focused on the undeveloped units that are planned to be transformed. The assistance will recommend the design that might meet the every family need without compromising the health and comfort aspect. In the end, this community service program is hoped to reduce the bad impact of the development as it is provided by the guidance from the competent experts
REAKTUALISASI MOTIF BATIK PADA ELEMEN DESAIN INTERIOR BERBASIS TEKNOLOGI
Perkembangan teknologi dan seni tradisi merupakan jangka waktu yang terbalik. Teknologi berfikir jauh ke depan, sedangkan seni tradisi berfikir jauh ke belakang. Hal inilah salah satu penyebab seni tradisi mulai hilang di era milenial ini. Dalam dunia desain interior, beberapa hasil seni tradisi misalnya motif batik khas nusantara sangat jarang diaplikasikan pada elemen desain interior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aplikasi teknologi dapat digunakan untuk mempertahankan motif batik pada elemen interior seperti lantai, dinding, plafon maupun perabot dalam interior. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu desainer interior untuk mengetahui bagaimana aplikasi motif batik pada elemen interior melalui material yang digunakan, teknologi dan software yang mendukungnya. Sehingga dengan adanya aplikasi motif batik pada elemen interior, re-aktualisasi motif batik dapat terjadi seiring perkembangan jaman dan teknologi. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah motif batik dapat diaplikasikan pada elemen desain interior sejalan dengan adanya perkembangan teknologi
DESAIN INTERIOR RUMAH TINGGAL RAMAH PENYANDANG CACAT
Lingkungan yang terorganisir dengan baik akan sangat membantu kesehatan, keamanan dan kemandirian penyandang cacat. Desain interior yang well-designed dapat membantu penyandang cacat melakukan aktivitas. Jenis kecacatan yang berbeda membutuhkan desain yang berbeda sesuai dengan keadaan tiap penyandang cacat.Salah satu aspek penting yang jarang dipertimbangkan dalam perancangan interior yang ramah penyandang cacat adalah pengaturan sirkulasi ruang yang disesuaikan dengan jenis kecacatan. Hal ini menjadikan penyandang cacat tidak memiliki kemandirian dan kualitas hidup. Perancangan interior rumah tinggal yang mendukung kemandirian penyandang cacat meliputi menataan akses masuk bangunan, sirkulasi dan zoning, dimensi dan penataan perabot
REVITALISASI DESAIN INTERIOR MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL JAKARTA
The existence of the Museum in general has not been able to optimally meet the needs of the community as a means of education and quality recreation. Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) since 2011 has rolled out the Revitalization program of the Museum as an effort to improve the quality of the museum in serving the community and make the museum as a “need” to visit.Revitalization at the Museum of National Awakening encompasses the physical appearance of the museum made interesting, by arranging the interior, exterior, and rehabilitation of other supporting facilities. The method applied in this research is qualitative method, perform analysis based on case study data with the theory used.The result of this museum revitalization as a means of public learning, but also must be able to support the development of science. As an educational and academic function: the museum serves as a vehicle for education, a means of sharing knowledge and should be a center of study or a center of educational studies
ESTETIKA FINISHING DAN PENERAPAN MATERIAL DALAM HUNIAN TETAP PASCA BENCANA DUSUN BATUR CANGRINGAN
As a topdown design policy, most of post-disaster permanent house requiring adaptation behavior of it occupans. The limitaion on space and budgets on setting lead to adaptation strategy choices.Since this reseach intense to observe the variation of finishing and materials applied, situated in of Batur Setlemen, a qualitative quantitave reseach mixed method with inductive analysis were applied. Variation of materials applied and finishing technique were found as result, folllowing by adaptation by adjustement as choosen strategy. Finantial background and future maintenance yield as result as the key factor of this fasad finishing tendencies
RANCANGAN MEDIA INFORMASI DAN SEJARAH PEMILU PADA RUMAH PINTAR PEMILU “OMAH PEMILU” KPUD BANTUL
Rumah Pintar Pemilu KPUD Kabupaten Bantul secara umum menyediakan fasilitas yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam seluruh proses penyelenggaraan pemilu; menjadi pusat informasi kepemiluan; mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilu dan demokrasi melalui media yang digunakan untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya. rancanganmedia informasi dan sejarah pemilu di Rumah Pintar Pemilu ini menggunakan metode perancangan lima langkah dari William Pena. Penerapan konsep fleksibilitas ruang dengan efisiensi ruang merupakan solusi dari masalah keterbatasan ruang. existing bangunan yang tidak boleh dirubah dan keterbatasan budget pada rancangan ini. Ruang pendopo menjadi ruang multi fungsi selain untuk mengatasi ketersediaan ruang display sesuai dengan pedoman rumah pintar pemilu yang dikeluarkan oleh KPU pusat. Konsep public streetpada rumah pintar pemilu di KPUD Bantul diterapkan dengan memanfaatkan dinding dan divider yang ada di area koridor dan selasar untuk menyajikan informasi mengenai kepemiluan dan sejarah pemilu di Indonesia mulai tahun 1951 sampai dengan 2009
PERBEDAAN KONTRAS LUMINANSI SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BIDANG/MODELING PADA PENCAHAYAAN FASADE BANGUNAN EDUTAINMENT
Persepsi bentuk mengenai sebuah fasade bangunan berbeda antara kondisi siang dan malam hari (Descottes dan Ramos, 2009). Untuk medapatkan kesan modeling yang baik dari sebuah fasade bangunan pada kondisi malam hari, maka diperlukan kinerja pencahayaan yang tidak hanya mampu memberikan kesan informatif sebuah bentuk dan warna (objek) (Philips, 1993) tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dari bentuk fasade tersebut terhadap sebuah komunitas (kawasan) (Zumtobel, 2012), dimana salah satu bentuk fasade bangunan yang memiliki karakteristik unik adalah bangunan dengan fungsi edukasi dan rekreasi (edutainment). Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung perbandingan kontras luminansi melalui pengujian persepsi modeling dan pengaruh warna terhadap objek geometris bidang sudut dan bidang melengkung (Ishida dan Ogiuchi, 2008) yang diambil dari bentuk dasar bangunan edutainment Istana Boneka Dunia Fantasi Ancol, dan didapatkan nilai perbandingan kontras luminansi 1:3:10 (luminansi pada bidang latar, bidang sisi dan bidang depan). dan juga dilakukan pengujian preferensi mengenai tipe pencahayaan garis yang memperkuat bentuk dan bersifat atraktif (changing colour) menggunakan perbandingan hasil simulasi software 3dsmax, yang didapatkan kesimpulan bahwa pencahayaan garis yang bersifat atraktif (changing colour) lebih disukai dibandingkan pencahayaan umum maupun pencahayaan kombinasi (umum dan garis) dimana pengaruh warna dan persepsi model dapat diabaikan
SISTEM TERITORIAL AREA DAGANG DI PASAR BERINGHARJO
Pasar merupakan ruang publik yang didalamnya terjadi berbagai aktivitas dan interaksi sosial di antara pelakunya. Interaksi tersebut memungkinkan terjadinya konflik di antara pelakunya khususnya untuk mempertahankan area teritori masing-masing. Penelitian ini memfokuskan bagaimana para pedagang di pasar Beringharjo membentuk territorial selama beraktivitas dagang. Metode kualitatif digunakan untuk menemukan fakta-fakta di lapangan. Sampel dipilih secara acak berdasarkan komoditi yang dijual. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem teritorial yang berlaku di pasar Beringharjo ini sangat unik, tidak mengenal hirarki ruang tetapi lebih dipengaruhi oleh perilaku dan sikap yang berlaku di kehidupan masyarakat khususnya budaya Jawa. Kaidah-kaidah kerukunan, rasa hormat diterapkan untuk menciptakan keselarasan dalam mengatur sistem teritori dagang di lingkungkan pasar Beringharjo