LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain Interior
Not a member yet
107 research outputs found
Sort by
Kajian Wayfinding dan Orientasi Ruang Ditinjau dari Aspek Desain Interior Pada Perpustakaan Umum di KotaYogyakarta
Perpustakan sebagai jantung pendidikan merupakan fasilitas publik yang utama bagi kota Yogyakarta dalam upaya menghasilkan generasi dan sumber daya manusia yang gemar membaca pustaka serta meningkatkan budaya literasi di lingkungan masyarakat. Keberadaan perpustakaan umum di kota Yogyakarta yang setrategis sebagai pusat studi membutuhkan perhatian khusus diberbagai aspek, salah satunya aspek pelayanan pengetahuan yang mendukung seperti aspek desain interior. Aktifitas literasi dalam mencari sumber pustaka memerlukan desain wayfinding yang efektif dan efisien. Orientasi arah serta pola sirkulasi pengunjung terkait zonasi serta sistem penanda ruang merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam mengkaji wayfinding desain interior perpustakaan
Desain Interior Ramah Lansia
Sepuluh dua puluh tahun ke depan sebagian besar penduduk Indonesia adalah orang lanjut usia atau lansia, hasil sensus menunjukkan bahwa penduduk lansia pada tahun 2020 adalah 9,78 %, diprakirakan tahun 2035 ada 15 % dan menjadi 20 % pada tahun 2045, oleh karenanya situasi di Indonesia dapat dikatakan menuju penuaan masyarakat. Dengan kecenderungan pertumbuhan penduduk seperti ini maka ilmu desain perlu menaruh perhatian yang lebih banyak terhadap masalah desain untuk para lansia dan mengantisipasinya dengan cara melakukan pengembangan baik dalam riset maupun penciptaan untuk memenuhi perubahan kebutuhan dan persyaratan desain bagi lansia tersebut. Seperti diketahui dengan bertambahnya usia maka kemampuan fisik manusia berubah, demikian juga dengan kemampuan panca indera, di samping hal itu kelompok lansia tersebut juga mengalami perubahan dalam pola hidupnya, seperti kehilangan pasangan dan hidup terpisah dari anak-anaknya. Kondisi-kondisi ini tentu akan melahirkan kebutuhan desain ruang dan peralatan hidup sehari-hari yang berbeda dengan masa sebelumnya. Sampai saat ini belum terlalu banyak riset maupun penciptaan desain interior yang berfokus pada lansia sebagai pemakainya. Riset awal yang berbasis pada pustaka ini berusaha untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan membuat pemetaan terhadap bidang-bidang yang perlu dikaji dan dikembangkan maupun pendekatan riset maupun perancangan yang dapat diterapkan untuk menjalankannya. Harapannya ke depan riset dan perancangan desain interior untuk orang lanjut usia, khususnya di Indonesia, dapat lebih fokus, terarah, dan produktif
Penerapan Konsep Natural Melalui Maksimalisasi Pencahayaan Alami Pada Ruang Interior Studi Kasus: Kantor Marketing Gallery The Kalindra
Penelitian ini berfokus pada pengaplikasian konsep natural melalui maksimaliasi aspek pencahayaan alami pada Kantor Marketing Gallery The Kalindra. Pada dasarnya cahaya alami merupakan salah satu kebutuhan utama tubuh manusia. Jika manusia tidak mendapatkan paparan cahaya alami yang cukup hal tersebut akan berdampak buruk bagi tubuh, sebaliknya jika tubuh mendapatkan paparan cahaya alami yang cukup pada waktu yang tepat, banyak dampak positif yang akan didapatkan dari aspek fisik maupun psikis. Manusia sendiri setiap harinya melakukan kegiatan seperti bekerja demi bertahan dan menunjang hidup. Dengan sistem bekerja konvensional, manusia dituntut untuk berada di dalam suatu ruang kerja dengan periode waktu tertentu, hal tersebut mengakibatkan kurangnya paparan cahaya alami langsung untuk tubuh. Dengan menggunakan metode Design Thinking, penelitian ini memiliki tujuan akhir untuk menciptakan interior kantor yang dapat memenuhi kebutuhan penggunanya melalui akses langsung dari cahaya alami. Penilitian ini juga akan dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi media tolak ukur efektivitas cahaya alami pada pengaruh yang didapatkan pengguna didalam kantor baik secara fisik maupun psikis
KAJIAN WELL-DESIGNED SPACE PADA STUDIO HYBRID LEARNING
Fasilitas belajar merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra adalah ruang studio. Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada beberapa sektor, seperti pendidikan. Beberapa universitas sedang mempersiapkan pembelajaran hybrid learning untuk memaksimalkan pembelajaran saat pandemi. Hal ini mempengaruhi desain ruang studio yang harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut, sehingga diperlukan desain ruang yang baik agar proses pembelajaran dalam studio dapat berjalan dengan lancar. Permasalahan yang diambil adalah penerapan well-designed space seperti apa yang terdapat pada studio desain interior Universitas Kristen Petra sebelum pandemi dan aspek well-designed spce apa yang tepat untuk studio desain interior pada pembelajaran hybrid learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif denga pendekatan evidence-based design. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian dapat diketahui aspek well-designed space yang telah diterapkan dalam studio desain interior Universitas Kristen Petra sebelum pandemi. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan rekomendasi aplikasi well-designed space untuk studio desain interior dalam pembelajaran hybrid learning pada masa pandemi dalam batasan communicating, complying, dan comforting
Estetika Inklusif pada Rumah TInggal Penyandang Tuna Netra
Penelitian ini merupakan kajian untuk menelisik bagaimana sensitivitas indrawi tunanetra dalam menciptakan dan memaknai estetika inklusif pada rumah tinggalnya. Ketidakmampuan indra penglihatan mereka bukan menjadi penghalang melainkan menjadi potensi yang membuka peluang bagi mereka dalam memudahkan aktivitas keseharian di dalam rumah. Sensitivitas indra dan memori yang kuat pada diri tunanetra menyingkap narasi tentang “rumah yang ramah”. Melalui sense of experience, tunanetra memiliki kemampuan subtil dalam membaca bentuk, jenis material, dan skala ruang. Pengalaman indrawi tunanetra tersebut berkelindan dengan proses adaptasi sehingga membutuhkan tahapan khusus untuk menyusun konfigurasi ruang yang ramah untuk mereka huni
Peran Perempuan dalam Keputusan Desain pada Interior Residensial di Kawasan Bantaran Kali Buntu Karangwaru Yogyakarta
Sebuah hunian atau lingkungan buatan pada dasarnya merupakan hasil keputusan-keputusan desain yang berasal dari pihak yang terlibat di dalamnya. Hingga saat ini peran gender dalam pengambilan keputusan desain ini masih belum banyak diteliti. Budaya masyarakat Jawa yang lebih memberikan peran sentral kepada laki-laki untuk mengambil keputusan-keputusan penting menjadikan perempuan tertutupi perannya dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran perempuan dalam pengambilan keputusan desain residensial di kawasan Kali Buntu Yogyakarta. Sepuluh perempuan dipilih sebagai responden dalam penelitian ini. Metode wawancara mendalam semi-terstruktur digunakan untuk menggali keterlibatan mereka dalam proses penentuan keputusan desain seperti arah hadap rumah, warna, pemilihan perabot dan pengaturan tata letak. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki kontribusi kepemilikan dapat bersama-sama menentukan keputusan desain dengan partner laki-lakinya sementara perempuan yang tidak memiliki kontribusi kepemilikan cenderung untuk menyerahkan keputusan desain pada partner laki-lakinya
Perancangan Lingkungan Pembelajaran yang Sesuai dengan Metode Pembelajaran di Sekolah Lentera Harapan Rote
Lingkungan pembelajaran secara fisik turut berpengaruh dalam berjalannya proses pembelajaran yang efektif. Tujuan dari penulisan adalah melihat seberapa sesuai perancangan lingkungan pembelajaran dalam Sekolah Lentera Harapan Rote dengan metode pembelajaran yang digunakan. Penulis menganalisa data proyek Sekolah Lentera Harapan Rote dari berbagai faktor lingkungan pembelajaran secara fisik, dan membandingkannya dengan teori-teori yang berkaitan dengan pembelajaran. Dari hasil penelitian, dapat terlihat faktor-faktor dari lingkungan pembelajaran yang sudah ideal dalam perancangan lingkungan pembelajaran Sekolah Lentera Harapan, serta aspek yang mempengaruhi perancangan lingkungan pembelajaran
Akses dan Kontrol Perempuan Terhadap Interior RumahTinggal Studi Kasus : Kawasan Hunian Karangwaru Riverside
Perkembangan jaman telah membawa pergeseran peran perempuan di berbagai bidang sebagai bagian dari upaya memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dalam upayanya, untuk mengatur serta meningkatkan rasa percaya diri dalam memecahkan permasalahan serta kebutuhan dalam berbagai bidang telah membawa merubah paradigma perempuan untuk turut berperan aktif didalam maupun diluar rumah tinggalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengaruh keaktifan perempuan dalam lingkungan terhadap rumah tinggal serta interpretasinya terhadap bentuk akses, kontrol, maupun pola teritori keruangan dalam rumah tinggal. Kawasan Karangwaru Riverside sebagai kawasan hunian berkembang dengan pengaruh kuat kegiatan masyarakat yang mampu membentuk kawasannya secara mandiri memiliki keragaman jenis keaktifan dalam masyarakat, utamanya pada kaum perempuan dipilih sebagai kawasan studi kasus. Pengumpulan data penelitian dilakukan berdasarkan observasi layout serta hasil wawancara dari 10 purposive sample yang mewakili 2 jenis keaktifan perempuan terhadap lingkungannya dan dianalisis berdasarkan metode analisis Harvard. Hasil penelitian, memperlihatkan bahwa berdasarkan sifat dan jenis keaktifan perempuan terhadap lingkungan sekitar ruang- hidupnya telah membentuk perbedaan terhadap besaran profil kegiatan akses ruang dan jangkauan kontrol harian perempuan terhadap masing-masing ruang dalam rumah tinggal. Melalui perbedaan akan skala penggunaan dan kegiatan kontrol perempuan dalam hunian, membentuk pengaruh terhadap pola konstruksi teritori keruangan dan ruang prioritas perempuan dalam rumah tinggal
Pengaruh Desain Interior Dalam Membangun Kepercayaan Klien di Kantor Notaris
Notaris merupakan seseorang yang bekerja pada bidang jasa dan bertugas untuk membuat data otentik berdasar Undang-undang. membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari klien agar mereka dapat bertahan didalam masyarakat. Kantor notaris sendiri akan menjadi tempat pertemuan seorang notaris dengan klien dan rekan kerja lainnya, yang secara tidak langsung dapat memberikan cerminan terhadap bagaimana kinerja dari jasa notaris tersebut. Teori menyebutkan bahwa kepercayaan juga dapat terbentuk dengan bantuan desain, desain yang baik pun juga dapat membentuk rasa aman dan nyaman pada diri seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam apakah sebuah desain interior dapat membantu meningkatkan kepercayaan klien pada notaris tersebut. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan angket kemudian dianalisis dan dibuat kesimpulan sebagai bahan dari penelitian. Dari penelitian dan pengumpulan teori yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa desain interior meliputi warna, tema, suasana, dan furniture yang digunakan pada sebuah kantor notaris, juga ikut berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan klien kepada notaris yang bersangkutan
Analisa Konsep Desain Interior Y.B. Mangunwijaya pada Wisma Kuwera
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana desain interior pada Wisma Kuwera? (2) Bagaimana konsep yang digunakan oleh Y.B. Mangunwijaya dalam mendesain Wisma Kuwera? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi dari penelitian mencakup semua ruang yang ada dalam Wisma Kuwera. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan literature. Teknis analisis yang digunakan adalah analisa dengan teori, teori yang digunakan adalah teori analisa desain interior dari John. F. Pile dan “Pendekatan Konseptual dalam Proses Perancangan Interior” yang ditulis oleh Adi Santoso. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Bentuk, Furniture, sirkulasi, pencahayaan dan sistem akustik didasarkan pada aspek fungsional baik sebagai ruang sosial, rumah maupun kantor. Material didominasi oleh material lokal dengan ketahanan, struktur, pertimbangan kaselamtan yang baik, ditambah dengan biaya yang terjangkau. Ekspresi Visual yang terbentuk menggambarkan suasana dan karatek tropis, lokal dengan sentuhan modern. (2) Konsep yang digunakan Y.B. Mangunwijaya pada desain interior Wisma Kuwera adalah rumah tropis, yang mengadopsi rumah panggung dan unsur kelokan, konsep rumah tumbuh, dan konsep fungsional, ekspresif dan Ekperimental