LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain Interior
Not a member yet
107 research outputs found
Sort by
Karakteristik Ruang Pembelajaran Menggunakan Kumpulan Karya Simulasi
Mendesain ruang pembelajaran komunal adalah sebuah proses sosial-kreatif yang diyakini dapat menghasilkan desain sesuai harapan jika melibatkan calon penggunanya sebanyak mungkin, namun pada praktiknya hal ini dianggap kurang praktis. Biasanya mereka dilibatkan pada survei preferensi visual secara pasif. Namun kini perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah besar partisipan terlibat secara aktif membuat usulan desain melalui platform lingkungan virtual secara daring. Pada penelitian ini 178 usulan ruang pembelajaran melalui platform tersebut dikumpulkan dan dipelajari lebih lanjut dengan melibatkan 5 orang pakar. Pada tahap awal didapatkan 20,79 % mendapat nilai di atas rata-rata. Selanjutnya karakteristik dari masing-masing kelompok tersebut dianalisis dengan melibatkan 53 partisipan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang preferensi pengguna mengenai desain ruang pembelajaran komunal yang ideal
Konsep Ecotourism Masa Transisi Pandemi Covid-19 di Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan Yogyakarta
Situasi yang tidak menentu yang diakibatkan oleh pandemi global COVID-19 serta adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar menyebabkan masyarakat membatasi serta mempersempit aktivitas sosial yang berkaitan dengan kegiatan luar rumah. Pembatasan sosial ini menyebabkan tekanan yang tinggi pada masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Mulai diberlakukannya masa transisi menuju normal baru disambut gembira oleh masyarakat dengan cara melakukan berbagai aktivitas di luar rumah meskioun dengan protokol yang ketat. Tujuan rekreasional seperti jogging, bersepeda menjadi trend setelah masa transisi normal baru diberlakukan. Jenis wisata yang relatif mampu mengakomodir kebiasaan baru masyarakat tersebut adalah wisata ecotourism. Ecotourism dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan sekaligus menyediakan berbagai fasilitas yang memenuhi batasan-batasan dalam protokol kesehatan. Salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata ecotourism adalah Desa Wisata Brajan. Desa ini berlokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota, sehingga relatif mudah dijangkau.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kriteria konsep wisata berwawasan ekologis sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki Desa Wisata Bambu Brajan Yogyakarta. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena pada masa adaptasi baru transisi pandemi COVID-19 seperti terjadi saat ini juga memunculkan peluang untuk meningkatkan kunjungan wisata. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, data penelitian didapatkan dari hasil observasi lapangan serta wawancara. Hasil penelitian yang ditargetkan adalah kriteria model ruang Desa Wisata Brajan yang sesuai dengan kaidah ecotourism pada masa transisi pandemi covid-19
Kajian Makna Saka Guru di Masjid Gedhé Mataram Kotagede Yogyakarta (Sebuah Tinjauan Arsitektur)
Yogyakarta merupakan satu dari sekian banyak kota di Indonesia yang dikenal sebagai kota pelajar, kota ini juga berjuluk sebagai kota budaya. Hasil pertimbangan dari 14 kawasan konservasi di Yogyakarta mengerucut pada wilayah Kotagede sebagai salah satu cagar budaya. Eksistensi objek pusaka di Kotagede dianggap relatif baik dan masih terjaga keasliannya. Sejarah mencatat, para raja Nusantara pemeluk agama Islam berganggapan masjid sebagai pelengkap ibukota kerajaan. Konsepsi masjid-makam secara garis besar menjadi suatu sinergi yang tidak dapat terpisahkan dari sejarah Masjid Gedhé Mataram Kotagede sebagai masjid tradisional. Hal menarik dari Masjid Gedhé Mataram Kotagede yakni pada ruang utama terdapat empat tiang sebagai penopang atap, bernama saka guru. Saka guru tidak hanya dimaknai sebagai penopang struktur bangunan, tetapi memiliki makna simbolis tertentu sehingga menarik untuk dikaji. Penelitian menerapkan metode kualitatif dan berproses secara rasionalistik dengan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika model Saussure diggunakan sebab manusia cenderung memiliki keinginan untuk membuat signifikansi makna di atas segalanya. Manifestasi tanda membantu konstruksi utopia spiritual pada Saka Guru. Hasilnya berupa hubungan kosmos, terutama pengalaman manusia saat terkoneksi dengan arah vertikal menghubungkan dunia spatial dan alam kosmos. Saka Guru di Masjid Gedhé Mataram Kotagede memiliki dua orientasi yakni menuju arah kiblat serta arah vertikal menuju hubungan platonik dengan sang pencipta
Assessment Ergonomi Desain Furniture Sektor Publik Pada Masa Pandemi Covid 19
Fenomena desain interior dan elemen pengisi ruang pelayanan publik merupakan hal yang menarik untuk dikaji lebih jauh, sektor pelayanan publik bertujuan mensejahterakan kehidupan masyarakat dalam pemenuhan kepentingan sehari-hari. Aspek ergonomi serta antropometri menjadi hal penting dalam mengkaji penerapan desain furniture pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 agar aktifitas pelayanan publik tersebut dapat tetap beroperasi dengan efektif, nyaman, aman dan efisien selama masa pandemi ini. Data serta kajian mengenai dimensi, ukuran dan bahan furniture yang dipakai pada fasilitas publik merupakan muara dalam membedah kasus desain interior pelayanan publik di Yogyakarta. Untuk memberi ulasan mengenai antropometri terutama dalam memperoleh data mengenai posture kerja baik bagi pemberi jasa maupun penerima jasa publik. Pelayanan publik di kota Yogyakarta sebagai salah satu tempat yang memfasilitasi pelayanan publik beraktifitas bagi masyarakat, perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius mengingat kondisi pandemic yang sampai saat ini masih berlangsung namun proses pemenuhan kebutuhan publik harus tetap berjalan. Fasilitas publik yang merupakan elemen interior berupa tempat duduk, meja layanan dan lainnya memiliki peranan penting dalam kegiatan pelayanan publik, penelitian ini akan menginvestigasi furniture pelayanan publik yang hasilnya akan dijadikan pedoman untuk memeberikan usulan desain furniture pelayanan publik di masa pandemi
Penyesuaian Setting Ruang Bermain Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi Covid-19
Dunia anak adalah dunia bermain, semua aktifitas keseharian anak-anak sebagian besar dihabiskan untuk bermain, dengan cara bermain anak-anak dapat menjelajahi lingkunganya dan belajar mengembangkan kompetensi yang dimilikinya. Merebaknya virus Covid-19 memang memberi dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan manusia tidak kecuali aspek pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini yang semula dilakukan dengan tatap muka berubah menjadi jarak jauh, pendidikan yang semula dilakukan secara bersama-sama kini dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing. Intinya banyak terjadi perubahan di dunia pendidikan anak usia dini bahkan mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya termasuk aspek bermain anak yang menimbulkan dampak psikis dan sosial motorik bagi tumbuh kembang anak. Kebijakan pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan oleh pemerintah pun tidak mampu mengatasi permasalah pendidikan anak usia dini yang merupakan generasi penerus bangsa, meskipun akses internet telah tersedia, pembelajaran jarak jauh secara daring masih menyimpan tantangan dan belum mampu menjawab kebutuhan bermain anak usia dini. Tantangan serupa pun dihadapi oleh orang tua yang harus beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran anak di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak usia dini serta menunjang proses pembelajaran anak diperlukan ruang belajar yang mendukung dan membuat anak bersemangat dalam bermain di masa pandemi. Peran lingkungan pembelajaran dengan mengatur setting ruang yang cocok untuk aktifitas bermain anak perlu untuk di kaji lebih dalam. Penelitian ini akan fokus pada pola adaptasi yang dilakukan oleh playgroup maupun orang tua dalam mensiasati ruang bermain anak usia dini
Analisis Estetika Formalis Visual Desain Interior, Studi Kasus: Restoran Oura Malang
Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar bersantap di luar rumah saat ini menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya industri restoran. Salah satu restoran yang cukup menarik adalah Oura yang terletak di Kota Malang dengan bangunan yang didominasi oleh material semen ekspos dan banyak menerapkan bukaan yang cukup lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai estetika pada interior restoran Oura berdasarkan prinsip dan unsur desain sesuai dengan teori estetika formalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh interior restoran Oura, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah area main entrance, ruang makan 1 dan ruang makan 2 yang terletak di lantai dasar restoran Oura. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data oleh Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel memenuhi nilai estetika formalis, yaitu: (1) Unsur desain (garis, bidang, terang-gelap, bentuk, warna, tekstur, pola), (2) Prinsip dan asas desain (kesatuan, keseimbangan, irama, skala/proporsi, penekanan). Dalam penerapannya, terdapat kesamaan pola estetika pada ketiga ruang yang diteliti, yaitu penggunaan warna, bidang, tekstur, material dan pola. Restoran Oura juga menerapkan desain yang sedang tren saat ini sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk datang
Studi Proksemika dan Pengalaman Keruangan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Studi Kasus: Penataan Interior Awor Coffee Yogyakarta
Di tengah naiknya pasar kedai kopi, pandemi COVID-19 melanda dan memaksa para pelanggan serta manajemen kafe untuk bertahan dalam situasi tersebut. Dampak pandemi juga dirasakan oleh Awor Coffee sebagai kafe yang cukup lama berdiri di Yogyakarta ini. Masa adaptasi kebiasaan baru yang diungkapkan oleh pemerintah memberikan sedikit jalan keluar bagi industri kafe. Diterbitkannya protokol kesehatan menjadi acuan untuk membiasakan diri dan membantu penekanan penyebaran COVID-19. Inti dari protokol kesehatan adalah pemberian jarak dan pembatasan jumlah tempat duduk. Penelitian ini menganalisa bagaimana sebuah kafe dapat berkompromi dengan protocol kesehatan serta menjabarkan pengalaman yang dirasakan pelanggan selama masa adaptasi kebiasaan baru. Metode kualitatif dan teknik deskripsi analitik digunakan untuk menganalisa permasalahan dengan pendekatan proksemika dan pengalaman keruangan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk menerapkan protokol kesehatan pada sebuah kafe, diperlukan pengetahuan yang cukup terhadap pengguna ruang. Penerapan protokol tidak boleh semata-mata sebagai hal formalitas saja tetapi harus benar-benar dilakukan pendekatan yang tepat. Sehingga hal tersebut berdampak pada pengalaman pelanggannya yang pada akhirnya dapat menerima dan beradaptasi dengan kondisi masa adaptasi kebiasaan baru. Hasil ini dapat menjelaskan bahwa sebuah desain interior tidak dapat berdiri sendiri, diperlukan perpaduan dengan aktivitas ruang sehingga dapat memberikan pengalaman dan menghidupkan suasana ruang interior
Pengaruh Atmosfir Toko Fast Fashion Terhadap Ketertarikan Berbelanja Pengunjung
Interior ritel merupakan salah satu aspek pembentuk citra merek perusahaan fast fashion. Setiap interior ritel harus merepresentasikan citra merek perusahaan diberbagai lokasi di setiap negara. Interior ritel mempengaruhi pembeli untuk berkunjung dan berbelanja pada ritel. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pembeli untuk berbelanja dan mengidentifikasi peran desain dalam membentuk lingkungan toko. Dengan menggunakan metode artikel review, diketahui bahwa seluruh lingkungan toko yaitu; citra toko, desain toko, pengalaman berbelanja, dan perilaku pengguna memiliki pengaruh dalam keputusan bertransaksi. Desain ritel menjadi stimulant konsumen dalam membuat evaluasi kognitif dan respon emosi, baik itu positif dan negative, yang membuat konsumen merespon produk. Respon konsumen inilah yang menentukan terjadinya transaksi. Terdapat tahap perilaku konsumen yang mempengaruhi transaksi dan membentuk kesetiaan konsumen terhadap merek. Seluruh faktor tersebut memiliki peran penting dalam membentuk keputusan membeli produk
HUBUNGAN DIMENSI MEJA MAKAN TERHADAP TERITORI PERSONAL PADA RESTORAN DENGAN PENGATURAN MAKAN A LA CARTE
Saat ini beragam jenis restoran menjadi tempat tujuan untuk menikmati berbagai macam hidangan, pada restoran tentu saja terdapat beberapa area. Area makan pengunjung merupakan salah satu area yang sangat penting karena pada area tersebut pengunjung akan merasakan bagaimana aktivitas makan dan minum pada suatu restoran. Pada saat hidangan di letakan di atas meja dan pengunjung melakukan aktivitas makan dan minum maka akan berpengaruh pada dimensi furniture yang digunakan. Setiap restoran menerapkan sistem makan yang berbeda salah satunya adalah sistem makan a la carte. Sistem makan ini tentunya berpengaruh terhadap dimensi furniture pada suatu restoran yang berhubungan dengan aktivitas di restoran dan teritori personal yang dirasakan oleh pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dimensi meja makan dengan teritori personal pada braga permai pengaturan makan a la carte. Analisa data di dapatkan dengan cara mengumpulkan data dan dengan survey langsung pada restoran braga permai yang menerapkan sistem makan a la carte kemudian data tersebut diolah secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini untuk merekomendasikan dimensi pengaturan meja makan yang sesuai dengan teritori pengguna terhadap furniture dan hidangan yang disajikan
Penyesuaian Setting Ruang Untuk Bekerja Dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penyesuaian yang dilakukan terhadap setting ruang di dalam rumah untuk mengakomodasi kebutuhan Bekerja Dari Rumah (BDR), serta untuk mengetahui setting ruang seperti apa yang mampu mengakomodir kegiatan BDR dengan optimal di situasi darurat. Penelitian kualitatif ini dilakukan terhadap para pekerja white collar yang sebelumnya bekerja secara normal di kantor konvensional yang karena kebijakan BDR harus bekerja dari rumah. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode photovoice, yaitu sebuah pendekatan yang melibatkan fotografi dan kegiatan partisipatori. Penelitian kualitatif ini telah mampu menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana penyesuaian yang dilakukan para pekerja terhadap setting ruang di dalam rumah untuk mengakomodasi kebutuhan work from home. Dalam situasi pandemi di awal penerapan WFH, para pekerja cenderung menciptakan ruang– ruang majemuk dengan mengintegrasikan beragam fungsi dalam satu ruang. Ditemukan juga fakta bahwa terjadi perubahan setting ruang dalam berbagai tingkatan, yang secara umum dilakukan pada perubahan fitur semi tetap. Perubahan setting maupun dinamika pergerakan penghuni di dalam rumah tinggal juga dipengaruhi oleh kebutuhan citra ruang dalam menjalin relasi sosial melalui daring di saat pandemi. Secara umum, hal paling dibutuhkan dalam bekerja dari rumah di situasi krisis ini adalah ketiadaan beragam gangguan / distraksi. Namun seiring waktu, hal yang ditengarai penting bagi kelangsungan bekerja dari rumah adalah atmosfer rumah tinggal yang mendukung. Sirkulasi udara alami, akses terhadap view di luar serta atmosfer yang membebaskan dari rasa bosan dan perasaan terkungkung adalah faktor–faktor yang sangat penting dalam menyediakan ruang kerja di rumah di saat pandemi