LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain Interior
Not a member yet
    107 research outputs found

    Efek Warna terhadap Kenyamanan Visual pada Interior Perpustakaan dalam Meningkatkan Produktivitas Pengunjung

    Get PDF
    Perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selain sebagai tempat membaca buku, aktivitas pengunjung perpustakaan sekarang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi. Pengunjung perpustakaan tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga untuk mengakses internet dan bekerja dengan komputer. Kenyamanan pengunjung di dalam ruang baca penting untuk beraktivitas. Aspek psikologis harus dipertimbangkan dalam perancangan. Dalam interior perpustakaan, warna tidak hanya digunakan sebagai estetika, tetapi juga untuk memberikan kesan dalam ruang. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif bertujuan mendalami efek warna dan dampaknya terhadap produktivitas pengunjung. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi literatur, observasi, dan wawancara. Ruang baca pada eksisting Perpustakaan Nasional RI didominasi dengan warna putih, sehingga dapat menimbulkan efek yang monoton ketika membaca atau bekerja selama beberapa jam. Perancangan ulang pada ruang baca menggunakan warna natural untuk elemen interior dan furnitur. Sesuai dengan konsep desain yang berjudul “Nusantara Serene Learning Experience”, desain bertujuan menciptakan suasana yang tenang untuk mempelajari ilmu baru di perpustakaan. Warna coklat muda dan coklat tua digunakan pada furnitur dan lantai. Turunan warna hijau sage dan biru dari logo Perpustakaan Nasional digunakan dalam perancangan furnitur. Berdasarkan hasil wawancara, tanggapan positif diperoleh untuk hasil perancangan ulang. Penggunaan warna juga lebih bervariasi sehingga tidak monoton, tetapi tidak berlebihan, sehingga warna baru mendukung untuk berkonsentrasi ketika bekerja

    Redesain Interior AMI AIPI Makassar Untuk Meningkatkan Branding Akademi dan Mencegah Perundungan

    Get PDF
    AMI-AIPI Makassar merupakan akademi yang menghasilkan pelaut dan perwira pelayaran niaga. Interior bangunan akademi  AMI AIPI Makassar pada dasarnya masih belum memiliki karakter yang kuat untuk branding image-nya sebagai “Kampus Biru”, dan juga masalah mengenai perundungan di dunia akademi kemaritiman masih menjadi concern yang kuat terhadap permasalahan di kampus ini. Metode desain yang digunakan menggunakan metode dari Rosemary Kilmer. Dimana dalam metode desain itu terbagi menjadi beberapa garis besar  perancangan yaitu commit, state, collect, analyze, ideate, choose, implement dan evaluate, sehingga tercipta ideasi untuk membentuk karakter branding  interior akademi yang terinspirasi dari kapal perang Amerika Serikat dengan konsep US Naval Ship, dimana bukan hanya julukan “Kampus Biru” hanya dengan warna kampus yang didominasi warna biru saja tetapi ada daya tarik lain dan suasana yang mendukung sesuai dengan fungsi bangunan, selain itu masalah mengenai perundungan dapat dicegah melalui beberapa solusi perancangan seperti membuat transparansi ruang yang cukup banyak, memaksimalkan CCTV, juga mengurangi sirkulasi ruang yang memiliki banyak sekat. Oleh karena itu, penulis berharap dengan solusi yang telah diberikan, permasalahan akademi dapat terselesaikan sehingga tercipta kondisi yang dapat memperkuat karakter branding akademi dan juga meminimalisir terjadinya tindak perundungan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan taruna AMI AIPI Makassar

    Unsur Identitas Tempat Pada Interior Hotel Grand Sunshine Resort & Convention Bandung

    Get PDF
    Dunia bisnis pariwisata memiliki komponen penting berupa hotel yang menjadi sarana akomodasi utama. Banyaknya kegiatan yang dapat dilakukan pada hotel seperti sebagai tempat transit tamu dari luar kota maupun luar wilayah budaya sehingga sangat penting untuk dapat memperkuat citra dan karakteristik hotel dengan menerapkan sesuatu yang khas pada desainnya seperti memasukan unsur budaya setempat di dalam suasana ruangnya. Selain sebagai elemen estetik yang dapat membantu menciptakan suasana atmosfer ruang, juga sebagai media pengenalan budaya lokal setempat hotel tersebut berdiri. Metode analisis deskriptif dengan teknik identifikasi dan interpretasi terhadap makna unsur budaya dilakukan untuk mengidentifikasi fenomena pada studi kasus yang dilakukan pada Hotel Grand Sunshine Resort & Convention. Pemilihan hotel ini didasarkan pada kondisi hotel yang berada di daerah Jawa Barat dan memiliki misi untuk dapat mewujudkan “sentuhan Indonesia” pada fasilitas pelayanannya

    Analisis Penerapan Konsep Adaptive Reuse dalam Mendesain Interior Restoran di Kawasan Heritage (Studi Kasus: Locaahands Tunjungan)

    Get PDF
    Jalan Tunjungan Surabaya mempunyai nilai historis yang cukup besar. Di masa pemerintahanBelanda, kawasan ini merupakan area vital, salah satunya adalah saksi sejarah perobekanbendera Belanda oleh Bung Tomo yang dikenal dengan insiden Hotel Yamato. KesanHindia-Belanda masih sangat terasa kental di sepanjang Jalan Tunjungan dengan bangunan-bangunan kolonial yang masih bertahan dan terawat hingga saat ini. Jalan Tunjungan, yangsecara strategis menghubungkan Jalan Embong Malang dan Jalan Blauran, telah menjadifokus revitalisasi oleh Pemerintah kota Surabaya guna meningkatkan nilai estetika danfungsionalitas kawasan segitiga emas kota. Hingga akhirnya saat ini kawasan JalanTunjungan ramai dengan restoran dan kafe yang menempati bangunan-bangunan kolonialyang telah direvitalisasi, salah satunya adalah bekas toko buku J.W.F Sluyter Soerabaja yangdidirikan pada tahun 1925 dan saat ini gedung tersebut digunakan sebagai restoranLocaahands. Melalui observasi langsung di lokasi dan studi literatur, penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji secara mendalam penerapan konsep adaptive reuse pada desain interiorrestoran Locaahands Tunjungan. Analisis data penelitian menunjukkan bahwa bangunan telahmengalami proses adaptasi alih fungsi yang berhasil, ditandai dengan perubahan signifikanpada fasad dan interior untuk memenuhi kebutuhan fungsional sebagai ruang komersial, tanpamengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Strategi ini mengadopsi pendekatan konservatifterhadap unsur arsitektur eksterior, sementara melakukan transformasi signifikan pada tataruang dan fungsi interior

    Evaluasi Tata Ruang dan Fasilitas Ruang Studio Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta

    Get PDF
    Tata ruang dan fasilitas studio desain memiliki pengaruh terhadap keberhasilan belajar mahasiswa.Peningkatan jumlah mahasiswa desain interior ISI Yogyakarta dari tahun ke tahun membuat ruangstudio desain interior ISI Yogyakata membutuhkan evaluasi berkala terkait aspek fisik seperti tataruang dan fasilitas demi mendukung keberhasilan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalahmengevaluasi tata ruang, sirkulasi, kapasitas dan kelayakan fasilitas ruang pada salah satu ruangstudio di program studi desain interior ISI Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalahdeskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi ruang dan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menilai tata ruang, kapasitas, sirkulasi dankelayakan fasilitas ruang studio berada pada rentang tidak hingga kurang baik. Penyesuaianterhadap jumlah pengguna sesuai kapasitas ruang dan penjadwalan perkuliahan dengan sistem blokdapat dipertimbangkan sebagai solusi terhadap permasalahan tata ruang dan sirkulasi, sedangkanpembaruan dan penyesuaian fasilitas sesuai kebutuhan pengguna dapat digunakan sebagai salahsatu solusi terhadap permasalahan fasilitas dan kelayakan

    Lubheng Cemplong Sebagai Inspirasi Perancangan Green Wall pada Ruang Interior

    Get PDF
    Terdapat tiga isu yang diangkat dalam artikel ini, yaitu: 1) Pelestarian akan keberadaan seni tradisiBali seperti kain gringsing dan pengetahuan taru pramana, berhadapan dengan dinamisme budayayang kian menggerusnya; 2) Pengejawantaha Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2005, tentangaturan untuk menggunakan identitas Bali pada arsitektur bangunan, yang akan diterapkan denganpendekatan baru; 3) Keterbatasan ruang hijau ketika masa pandemi COVID-19, sehingga butuhstrategi baru dalam mengaplikasikan ruang hijau. Maka dari itu, tujuan penelitian ini sebagai carapelestarian budaya, edukasi tradisi, pemanfaatan area terbatas untuk ruang hijau, serta pemaknaanPerda Provinsi Bali No.5 Tahun 2005 dengan cara yang baru. Penelitian menggunakan metodedesign thinking, dengan tiga tahapan, yaitu : ideasi, konsepsi, dan implementasi. Motif lubhengdan cemplong dari kain tenun geringsing, menjadi ide dasar dalam perancangan partisi denganpendekatan desain biofilik. Tanaman yang digunakan dalam modul menggunakan tanaman yangdiambil dari lontar taru pramana. Pemanfaatan ruang-ruang vertikal sebagai ruang hijau adalahsalah satu strategi pemanfaatan ruang yang terbatas. Selain itu, motif dari tenun geringsingmenunjukkan lokalitas Bali yang modern, sesuai dengan aturan Perda Provinsi Bali no. 5 tahun2005. Dampak penelitian ini adalah mampu memberikan cara baru dalam pelestarian nilai-nilailokal Bali. Selain itu, pemegang aturan harus mampu memikirkan cara baru mengembangkan nilaitradisi Bali menjadi sesatu yang menarik dan moder

    Karakter Visual Elemen Interior dan Fasad pada Bangunan Indis di Surakarta

    Get PDF
    Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang banyak memiliki peninggalan sejarah padamasa penjajahan Belanda. Salah satunya dalam bentuk percampuran kebudayaan Jawa denganEropa yang disebut kebudayaan Indis. Kebudayaan Indis terlihat dalam beberapa aspek salahsatunya dalam aspek arsitektur yang disebut dengan arsitektur Indis. Arsitektur Indis atau IndischeEmpire merupakanarsitektur dengan gaya campran Eropa dan Jawa. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis serta mengidentifikasi karakter visual pada bangunan Indis yang ada diSurakarta, yaitu pada elemen interior serta fasad bangunan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan naratif dengan melibatkan 9 bangunanIndisdiSurakartasebagaiobjekpenelitian.Hasildaripenelitianyangtelahdilakukanmenunjukkan bahwa bangunan Indis di Surakarta masih terjaga kelestariannya dan karakter visualbangunan Indis di Surakarta dapat diketahui dari elemen interior dan fasad bangunanyangmeliputi lantai, dinding, langit-langit, pintu, jendela, bentuk atap, kolom, dan balustrade. Darisetiap elemen tersebut memiliki bentuk kesamaan pola visual yang kemudian diwujudkan dalambentuk sketsa dari data 9 sample bangunan Indis di Surakarta yang telah diambil

    Penilaian Pengguna terhadap Kualitas Fisik Bangunan Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta

    Get PDF
    Pertumbuhan signifikan dalam jumlah peminat Prodi Desain Interior ISI Yogyakarta sebaiknya diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan ruang dan bangunan yang lebih berkualitas. Kualitas fisik bangunan dapat ditingkatkan dengan perbaikan aspek kenyamanan termal, kualitas udara, pencahayaan, tingkat kebisingan, dan keamanan. Peningkatan kualitas fisik pada bangunan pendidikan akan meningkatkan performa mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kualitas fisik bangunan, agar ditemukan faktor fisik yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan melakukan pengukuran faktor fisik pada ruang kelas dan bangunan. Selain itu, penilaian kualitas fisik dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh responden. Data pengukuran faktor fisik akan dianalisis dengan analisis statistik. Selanjutnya, data tersebut akan dikaitkan dengan hasil penilaian kuesioner, sehingga akan diketahui masalah hubungan antara variabel berupa faktor fisik bangunan dengan kualitas bangunan yang dirasakan responden. Hasil temuan menunjukkan kualitas fisik ruang dan bangunan rata-rata mendapat nilai 3 dari skala 1 sampai 5. Aspek sirkulasi udara, pencahayaan, dan keamanan dari kebakaran mendapat nilai kurang dari 3, sehingga aspek tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan belajar dan kualitas pendidikan secara keseluruhan

    KAJIAN PENERAPAN MATERIAL REUSE PADA RUBILANG HOMESTAY YOGYAKARTA

    Get PDF
    A house is a building that functions as a place to live and contains facilities and infrastructure for the family. The need for houses is increasing in accordance with human growth. This highlights that the construction of houses will definitely consume a significant amount of natural materials for building construction materials. The use of material reuse can help reduce this. Several case examples were selected to identify and analyze all the challenges and factors that should be considered in designing using recycled materials. Recycling can be defined as reusing an object in a new way, without damaging the material from which it is made. Rubilang Homestay is touted as an example of a house that contributes to environmental sustainability by using reused materials for its construction and interior. The method used in this research was conducted in-depth interviews with homeowners with a direct emphasis on the use of reused materials used in Rubilang Homestay. This research aims to understand the reuse method used by Rubilang Homestay and examine the elements of reuse materials from an interior perspective. The research results are in the form of a narrative presentation of interior images and an analysis focused on reused materials

    Ruang Kreatif sebagai Media Interaksi dan Ekspresi untuk Mendukung Pelestarian Budaya dan PemberdayEkonomi Kreatif di Kelurahan Gunungketur Pakualaman Yogyakarta

    No full text
    Yogyakarta merupakan daerahistimewa (selain DI Aceh) yang dinilai memiliki kebudayaantradisi dengan nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan. Perlestarian kebudayaan tidak hanya bisadilakukan oleh pemerintah saja, namun perlu peran serta dari setiap lapisan masyarakat.Salahsatu usaha pelestarian budaya di Yogyakarta adalah dengan menyediakan ruang publik. Fungsiruang publik tersebut adalah untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan kreatif dalam merawat nilai-nilai tradisi.Kelurahan Gunungketur merupakan salah satu dari dua kelurahan yang berada diwilayah Kemantren Pakualaman Kota Yogyakarta.Wilayah ini termasuk dalam zona penyanggacagar budaya, sehinggadipandang perlu untuk membuat ruang publik di wilayah penyangga cagarbudaya sebagaiwadah interaksi dan ekspresi dalam konteks kontribusi seni untuk industriekonomi kreatif bagi warga dalam usaha pelestarian budaya yang nantinya turut mendukung sektorpriwisata.Risetterapandenganmembuatmodeldesainruangkreatif(creativespace)inimenggunakan metodeKilmer daneco cultural design.TKT (TingkatKesiapanTeknologi)adalahnomor duadimana luaran perancangan ini berupa desain yang didahului dengan riset terkaitpotensi dan permasalahan yang ada di wilayah Keluarahan Gunungketur. Hasil daririset terapanini juga bisa dijadikan model untuk pengembangan ruang kreatif yang ada di lahan terbatas

    105

    full texts

    107

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain Interior
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇