Jurnal Pendidikan Geografi
Not a member yet
    93 research outputs found

    Penurunan Angka Material Melalui Program Keluarga Berencana

    No full text
    Program Keluarga Berencana di Indonesia, sejak awalnya telah bertujuan salah satunya untuk meningkatkan kesehatan anak dan kesehatan ibu. Tujuan tersebut bisa dicapai antara lain melalui pengaturan jarak kelahiran, dan mengidealkan jumlah anak tertentu. Untuk mengetahui kesehatan ibu salah satunya tolok ukur adalah angka maternal atau angka kematian ibu. Maternal merupakan kematian ibu pada saat hamil atau dalam waktu 42 hari setelah persalinan. Maternal (kematian ibu) secara langsung lebih banyak disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, maka program KB dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam penurunan angka maternal. Sebab dengan pengaturan jarak kelahiran dan mengidealkan jumlah anak tertentu, secara langsung dapat menekan dari terhindarnya komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas

    Studi Komparatif Beberapa Proyeksi Peta untuk Pemetaan Indonesia pada Skala Kecil

    No full text
    Pemetaan wilayah Indonesia yang terbentang dari 9O_T-141_T dan 12:LU-lS'1S harus memperhitungkan pengaruh lengkung bumi. Untuk itu teknik proyeksi peta perlu diterapkan dalam pemetaan wilayah Indonesia tersebut, penelitian ini bertujuan membandingkan beberapa sistem proyeksi peta yang diperkirakan sesuai untuk pemetaan kepulauan Indonesia terutama untuk pemetaan skala kecil (dipilih skala 1 : 20.000.000), misalnya untuk kepentingan atlas. Pemilihan satu jenis proyeksi peta perIu di lakukan untuk menyesuaikan dengan tujuan pemetaan. Setelah mengaplikasikan beberapa jenis proyeksi peta yang paling mungkin, ada 4 jenis proyeksi peta yang cukup sesuai untuk pemetaan Kepulauan Indonesia pada skala kecil atau untuk Atlas Nasional berbagai maksud, yaitu proyeksi Mercator, proyeksi Silinder Plate Carree, proyeksi Silinder Equivalent Lambert, dan proyeksi Konvensional Sinusoidal yang juga bersifat ekuivalent Sementara itu proyeksi Azimuthal Equatorial Gnomonis hanya sesuai untuk daerah sempit, misalnya selebar 10° ke kanan dan ke kiri meridian sentral, atau ke arah utara-selatan ekuator sekitar 8°

    Pengembangan Desain Produk Kerajinan Anyaman Mendong untuk Peningkatan Kesempatan Kerja dan Kesejahteraan Perajin di Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang

    No full text
    Pemanfaatan tumbuhan mendong di desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang hanya terbatas pada kegiatan kerajinan anyaman untuk membuat tikar palos sebagai alas tempat duduk atau mengkafani mayat, sehingga harga jualnya relatif murah dengan konsumen yang terbatas dari masyarakat kelas bawah. Upaya mengembangkan desain dan menganekaragamkan produk kerajinan anyaman mendong dengan menggunakan variasi teknik kolase, teknik solaman, dan jahitan yang tidak pemah dilakukan sebelumnya, temayat dapat. menghasilkan produk baru berupa lembaran anyaman mendong dengan aneka corak warna dan variasi bentuk motif anyamannya berupa tatakan alas piring dan gelas meja makan (table mat), tempat tissue, dan tempat pensil dari berbagai ukuran. Produk baru yang dihasilkan memiliki pangsa pasar yang lebih luas dengan konsumen dari berbagai tingkatan masyarakat

    Peranan Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

    No full text
    Sejalan dengan pesatnya laju pembangunan, jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Melalui jalur pendidikan baik formal mulai dari pendidikan dasar, sekolah menengah snmpai dengan pendidikan tinggi, maupun non formal Pemerintah bertekad untuk membekali masyarakat (peserta didik) sehingga mampu hidup layak sebagai anggota masyarakat. Pembaharuan dan penyempurnaan di bidang pendidikan terus-menerus dilakukan, mencakup segi kualitas, relevansi, maupun pemerataan. Lebih Ianjut untuk mengatasi kesenjangan antara produk pendidikun dun kebutuhan tenaga kerja dunia industri telah dijalin berbagai bentuk kerjasama yung saling mendukung dan menguntungkan. Karena itu lembaga pendidikun dituntut untuk segera melakukan konsolidasi, di pihak lain dunia kerja/industri dituntut untuk lebih membuka diri. Dengan demikian diharapkun upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam kaitannya dengan bidang pendidikan clan ketenagakerjaan dapat dicapai secara maksimal

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Program Kejar Paket B

    No full text
    Tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat desa di Indonesia tergoloog rendah, yaitu rata-rata setara pendidikan dasar 6 tahun. Setiap tahun anak-anak lulusan sekolah dasar 6 tahun yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang berikutnya masih cukup besar. Karena umumnya mereka tidak mampu secara ekonomi dan secara geografis jauh dari sarana belajar (sekolah), maka perlu dikembangkan program belajar yang memungkinkan warga masyarakat belajar secara bebas (bebas biaya, bebas waktu, dan bebas tempat) sangat diperlukan. Program belajar semacam itu telah digulirkan oleh Dikmas Depdikbud yang pada akhir-akhir ini telah disempurkan, yaitu program kejar paket B penyetaraan yang mengandalkan sistem pengajaran individual dengan sarana modul. Apabila sistem ini dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka walaupun dilaksanakan dalam taraf sederhana akan mampu memberdayakan masyarakat desa, paling tidak kemampuan berpikir mereka dalam menyerap informasi dan memecahkan persoalan diri dan lingkungan meningkat

    Hambatan Industri Terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Daerah Pinggiran Kota

    No full text
    Industri di satu sisi diperlukan untuk memajukan perekonomian, menyediakan lapangan kerja, dan meningkat­kan pendapatan per kapita penduduk, tetapi di sisi lain menjadi salah satu unsur penghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama industri berteknologi sederhana dan padat karya di daerah pinggiran kota. Industri semacam ini menyerap ribuan tenaga kerja hingga, yang tidak lebih dari sekedar buruh yang berpenghasilan rendah. Namun demikian, menjadi buruh pabrik dengan berpenghasilan rendah masih tetap menjadi pilihan mereka daripada meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan sekolah dengan biaya tidak pasti dan dengan masa depan yang belum pasti pula

    Prognosis Bentang Lahan Daerah yang Terkena Bencana Letusan Gunung Merapi Jangka Waktu 5-10 Tahun

    No full text
    Letusan gunung Merapi pada tangga1 22 November 1994, menurut seksi Penyelidikan Gunung Merapi (POM) tidak terjadi secara mendadak. Tanda-tandanya sudah terbaca sejak 7 bulan sebelumnya. Awan panas atau nuee ardente telah mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 50 orang lebih. Letusan Gunung Merapi mempunyai ciri khas yaitu ditandai dengan longsoran kubah lava yang diikuti pertumbuhan kubah lava berikutnya. Keadaan ini telah berlangsung sejak 200 hihgga 300 tahun yang lalu. Lava Merapi bersifat liat sehingga dapat mengakibatkan terbentuknya sumbat lava. Seperi sifat bencana alam pada umumnya, letusan Merapi telah mengakibatkan perubahan pada bentang lahan. Untuk mengetahui bagaimanakah keadaan dan perkiraan ekosistem bentang lahan daerah bencana itu di masa yang akan datang, maka pedulah dilakukan prognosis. Prognosis berarti peramalan senega bentang lahan dan basil di masa depan, serta akibat dari dampak alami yang terjadi pada bentang lahan tertentu. Unsur-unsur ekosistem bentang lahan yang dibahas dalam prognosis ini ialah: (1) iklim, (2) geologi, (3) geomorfologi, (4) tanah, (5) air, (6) vegetasi dan (7) pengaruh manusia. Dari hasil prognosis diperkirakan keadaan ekosistem bentang lahan daerah bencana akan kembali seperti semula setelah 15 tahun kemudian dihitung dari saat terjadinya letusan. Bencana letusan telah mengubah ekesistem bentang lahan. Untuk tumbuhan tingkat rendah, seperti jamur, lumut dan rumput-rumputan dalam waktu 6 bulan diperkirakan sudah akan tumbuh

    Peranan Perangkat Desa dalam Peningkatan Kualitas Data Registrasi Penduduk

    No full text
     Perangkat desa merupakan ujung tombak paling bawah dalam proses Registrasi Penduduk secara teoritis dari segi kelengkapan data registrasi mempunyai kelebihan dibanding sumber data sensus maupun survey, karena kemungkinan tercecernya pencatatan peritiwa-peristiwa kependudukan sangat kecil, disamping pelaksanaannya yang secara kontinyu dan terus-menerus. Untuk itu peningkatan SDM perangkat desa sangat diperlukan dalam rangka peningkatan Kualitas Data Registrasi Penduduk

    Kontribusi Geografi Ekonomi dalam Konteks Pengembangan Konsep Sektor Informal

    No full text
    Kemungkinan dualisme ekonomi yang tampak menonjol di negara-negara dunia ketiga akan lenyap secara berangsur-angsur selaras dengan kemajuan industrialisasi

    Penanaman Sistem "Bule" Suatu Aplikasi Teknologi Pola Tanam Campuran

    No full text
    Masyarakat pedesaan umumnya bermata-pencaharian di bidang pertanian, di samping pertanian dan sawah, tebu merupakan usaha pertanian yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh petani karena relatif lebih menguntungkan. Akan tetapi usaha tani tebu sebagian besar masih dilakukan dengan "monoculture system" (sistem monokultur) (Deptan, 1977). Pada hal, sistem "Bule" (campuran tanaman tebu dengan kedele) jauh lebih menguntungkan. Pola tanam tersebut lebih menguntungkan karena merupakan penanaman sistem tanam tumpangsari yang baik, dapat dilakukan lahan sawah dan atau tegal, secara nyata melakukan sistem pengendalian hama terpadu yang baik dan merupakan salah satu pola pertanian yang ramah lingkungan (Deptan,1984 dan Fatchan, 1995). Dengan menerapkan penanaman sistem Bule tidak saja meningkatkan pendapatan petani tetapi juga secara tidak langsung menghemat devisa negara, karena mengurangi impor kedele yang setiap tahun dilakukan oleh pemerintah Indonesia (Deptan, 1978)

    37

    full texts

    93

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇