Jurnal Pendidikan Geografi
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
Unsur Hara Bagi Kehidupan Tanaman
Kebutuhan penyediaan unsur hara tahunan tergantung dan jenis atau spesiesnya, di samping juga dipengaruhi oleh iklim dan jasad hidup dalam tanah sects bahan induk. Penyediaan unsur hara yang tidak tepat, baik kekurangan atau kelebihan, akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman yang ditandai oleh beberapa gejala tertentu. Oleh karena itu, seorang petani harus mengetahui dan memahami benar karakter jenis-jenis tanaman yang diusahakan. Artinya para petani dituntut mengetahui jumlah dan jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang ditanamnya, sehingga dapat memaksimalkan produksi juga menjaga kesuburan dan kelestarian tanah pertanian. Kondisi tanah sangat mempengaruhi perkembangan akar tanaman pertanian. Tanah yang subur dan gembur biasanya sangat baik bagi perkembangan skat tanaman. Lebih lanjut, tanaman yang tumbuh di tanah tersebut akan menampakkan perkembangan yang optimal bagi tanaman jika dibarengi tersedianya unsur hara yang memadai
Peranan Sektor Informal Dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Konsep sektor informal pertama ka1i diperkenalkan oleh Keith Hart pada tahun 1971, kemudian dipopulerkan oleh ILO. Sektor informal merupakan kegiatan usaha yang terdiri dari unit berskala kecil yang memproduksi serta mendistribusikan barang dan pendapatan bagi dirinya masing-masing serta dalam usahanya dibatasi oleh faktor modal dan ketrampilan. Timbulnya sektor informal di kota tidak lain sebagai akibat adanya ketimpangan dalam pasar tenaga kerja. Dengan demikian bahwa bagi angkatan kerja yang tidak tertampung di sektor formal akan dihadapkan 2 masalah, apakah mereka terus menjadi pengangguran atau mereka harus bekerja di sektor informal. Pada kenyataannya karena mereka dituntut oleh kebutuhan hidup, terpaksa mereka harus berpartisipasi di sektor informal
Air Tanah pada Daerah Karst - Tinjauan Kelengasan Tanah Lahan Pertanian Tadah Hujan di Daerah Karst
Lahan daerah karst memiliki keterbatasan dalam menyimpan sumber daya air. Hal ini disebabkan lahan karst tersusun oleh tanah dengan tekstur liat, permeabilitas rendah, dan tingkat evaporasi tinggi. Untuk meningkatkan kelengasan tanah di daerah karst perlu dilakukan konservasi tanah dan air. Tindakan konservasi berupa cara pengolahan tanah, cara penanaman, pembuatan teras, dan penambahan tanaman penutup. Penggunaan mulsa dan kompos dalam tindakan konservasi dapat meningkatkan tanah dalam menahan air
Evaluasi Tata Ruang untuk Pengembangan Kawasan Permukiman dan Industri Berdasarkan Kemampuan Lahan di Kotamadya Malang, Jawa Timur
Pemilihan lokasi lahan yang tepat bagi suatu kawasan baik untuk pennukiman maupun industri sangat pentingartinya dalam aspek keruangan, karena sangat menentukan keawetan bangunan maupun lingkungan. Kriteria pemilihan lokasi tersebut dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi sumberdaya lahan berdasarkan kemampuan lahannya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik fisik yang meliputi topografi, geomorfologi, tanah, iklim, potarnologi, geohidrologi yang dikaitkan dengan kesesuaian lahan untuk kawasan pennukiman dan industri. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah Kotamadya Malang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu daerah yang akan dikembangkan sebagai kawasan permukiman dan industri di Kotamadya Malang sesuai dengan Revisi RDTRK Tahun 1998/1999-2008/2009. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa checklist, soHtestkit, kompas paiu geologi, dan current meter. Sedangkan analisa data menggunakan metode Kuantitatif-Empiris yaitu memberikan nilai harkat pada parameter fisik lahan dan dicocokkan dengan kelas. Kesesuaian lahan untuk pemukiman dan industri. . Hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk pennukiman kota berdasarkan beberapa parameter diperoleh hasil sebagai berikut; Daerah Arjosari, Purwantoro dan Pandanwangi termasuk kelas 1 (sangat sesuai) untuk dibangun permukiman.Daerah Merjosari, Sawojajar, Madyopuro, Balearjosari, Tasikmadu, Tunjungsekar, Tunggulwulung dan Mojolangu tennasuk kelas 2 (sesuai) untuk dibangun permukiman dengan sedikit faktor penghambat. Sedangkan daerab Bumiayu, Buring, Mulyorejo dan Pisangcandi termasuk kelas 3 (cukup sesuai) untuk dibangun permukiman. Berdasarkan nilai indeks Stcorie dapat diklasifikasikan kelas laban untuk industri sebagai berikut; Daerab Purwantoro, Pandanwangi termasuk kelas 2 (baik) untuk industri. Daerah AIjowinangun dan Bandulan tennasuk kelas 3 (sedang), cukup dapat dipergunakan untuk industri
Pendekatan Keruangan dalam Ilmu Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa peristiwa yang terjadi di muka bumi, baik yang fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatnn keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Konteks geografi ternyata membicarakan dan membahas tentang aspek kehidupan manusia dengan segala perilakunya serta gejala fisik yang terjadi dalam rulIng stall. Pengertian ruang merupakan suatu tempat yang mewujudkan keberadaan dirinya yang bersifat fisik ataupun yang bersifat hubungan-hubungan sosial serta memiliki perbedaan dan persamaan aspek kehidupan yang ads dalam ruang tersebut. Ruang mencerminkan adanya hubungan fungsional antara gejala obyek-obyek yang ada dalam ruang itu sendiri. Sebab itulah diperlukan analisis keruangan dalam rangka mengkaji gejala-gejala yang mill dalam rlmng (space). Space terdiri dari: (1) physical space dan (2) social space. Dalam hal mengkaji perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang ada dalam ruang dengan segala obyeknya merupakan tugas geografi
Agihan Temperatur Udara di Kotamadya Malang
Meningkatnya aktivitas penduduk Lelah berakibat pada semakin tingginya temperatur di Kotamadya Malang. Gejala ini ditunjukkan oleh kecenderungan lebih tingginya tempcratur udara di pus at kola dibanding dengan di pinggiran kola. Penelitian ini bertujuan: 1) Memetakan agihan temperatur udara dalam bentuk isoterrn tertutup untuk menemukan lokasi Pulau Bahang di Kotamadya Malang dan 2) Mengkaji secara deskriptif pengaruh kondisi fisik wilayah dan kendaraan terhadap temperatur udara di Kotamadya Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data dan metode analisis data. Pengumpulan data dikerjakan secara sampling dengan teknik systematic sampling. Jumlah sampel lokasi pengukuran sebanyak 56 titik yang diukur secara screntak pada jam 05.30, jam 06.45, jam 14.00, dan jam 18.30 WIB. Data yang dikumpulkan antara lain data temperatur udara, keadaan cuaca, kondisi bangunan, tanaman pelindung, jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, dan lebar jalan. Analisis data dikerjakan dcngan metode logical contouring, analisis keruangan dengan peta, dan analisis deskriptif dengan tabel silang. Penelitian ini mcmperoleh hasil antara lain: 1) Di beberapa tempat temperatur udara di Kotamadya Malang sudah cukup tinggi dan secara kckurangan sudah menunjukkan amplitudo yang cukup besar dan 2) Lokasi Pulau Bahang cenderung di pusat kola atau di tempat-tempat yang memiliki aktivitas manusia
Penggunaan Sistem Informasi Geografi Dalam Perencanaan dan Pembangunan Kota/Wilayah
Metode perencanaan dan pembangunan kota wilayah senantiasa berkembang sejalan dengan keper1uan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ini cukup positif mengingat bahwa hanya ipteklah yang mampu mengimbangi cepatnya perubahan perkembangan kota-kota modern. Perangkat teknologi Sisrem Informasi Geografi (SIG) dapat diterapkan guna mengatasi masalah tersebut. Terbukti sampai saat ini hampir setiap kota modern memanfaatkan tek:nologi SIG dalam perencanaan dan pembangunannya. Pada dekade terakhir ini, Indonesia juga getol memanfaatkan SIG untuk perencanaan dan pembangunan kota. Akan tetapi saat ini kita masih menghadapi kendala kualitas perangkat manusia dan sosialisasi SIG kepada pihak-pihak yang berkepentingan
Perencanaan dan Program Pembangunan di Pedesaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok dari manajemen, peJaksanaan dan pengawasan pembangunan. Perencanaan pembangunan pedesaan harus dilaksanakan secara terpadu dengan menentukan urutan tindakan secara tepat dalam pembangunan manusia seutuhnya. Dalam rangka pelaksanaan perencanaan pembangunan pedesaan secara terpadu dilaksanakan mekanisme perencanaan dari bawah (bottom up planning) yaitu perencanaan pembangunan diusulkan oleh desa atau kelurahan yang telah dimusyawarahkan di LKMD dan disetujui oleh kepala desa. Dalam musyawarah tersebut LKMD menyusun usulan proyek desa dan usulan tersebut disahkan oleh LMD. Pembangunan pedesaan adalah proses kegiatan yang berlangsung di desa meliputi berbagai bidang yang secara sadar direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran pembangunan desa adalah untuk mewujudkan semua desa menjadi desa swasembada. Pembangunan pedesaan dititik beratkan pada aspek ekonomi, fisik, manusia, dan pemenuhan kebutuhan, yang semuanya harus diintegrasikan dan dikoordinasi secara baik dan benar agar tujuan pembangunan tersebut sesuai dengan tujuannya
Pengaruh Kondisi Fisik Lingkungan Dan Aktivitas Sanitasi Penduduk Terhadap Kualitas Air Tanah Bebas Di Kotamadya Malang
Belakangan ini disinyalir babwa air tanah di daerah perkotaan telah terkena pencemaran. Pencemaran air tanah di daerah perkotaan ini amat temyata terkait dengan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan non-fisik. Faktor lingkungan fisik menyangkut kondisi lahan, material penyusun lahan, kedalaman muka preatik, dan sistem geohidrologi setempat. Faktor lingkungan non-fisik berkait dengan aktivitas sanitasi penduduk seperti cara penggunaan air dan cara pembuangan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kualitas air tanah bebas di Kotamadya Malang, (2) mengkaji pengaruh kondisi fisik lingkungan terhadap kualitas air tanah bebas, (3) mengkaji pengaruh aktivitas sanitasi penduduk terhadap kualitas air tanah bebas. Penelitian ini memperoleh hasil antara lain (1) Parameter yang telah melampaui nilai maksimum ambang batas baku mutu air minum adalah kadar ion nitrit (di seluruh titik sampel), pH (di 40% titik sampel), dan kekeruhan (di 11 titik sampel), (2) Agihan kadar ion-ion nitrit, fosfat, sulfat, klorida, daya hantar listrik (DHL), BOD, dan suhu air. tanah bersesuaian dengan agihan penggunaan lahan, (3) Agihan bahan pencemar tidak bersesuaian dengan faktor litologi, (4) Kadar ion fosfat dan ROD dalam air tanah cenderung tinggi pada penduduk yang membuang limbah di selokan dan kadarnya cenderung tinggi pada penduduk yang membuang limbah di sungai, (5) Faktor kedalaman muka preatik berkorelasi negatif dengan kadar pH, DHL, kesadahan total, besi total, dan ion klorida dalam air tanah, (6) Secara signifikan kadar ion klorida dan besi total dalam air tanah dipengaruhi oleh faktor kedalaman muka preatik, jarak aliran air tanah, jarak sumber pencemar, jumlah konsumsi air, dan kepadatan penduduk, dan dari 5 variabel bebas tersebut, variabel kedalaman muka preatik menunjukkan pengaruh yang paling kuat dibanding variabel lain
Mekanisme Pelaksanaan Pembangunan Desa Terpadu
Pembangunan di Indonesia dilaksanakan secara menyeluruh di semua propinsi. baik itu di duerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Dalam membangun desa harus memperhatikan dan menggali potensi-potensi yang ada di desa, baik itu potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusianya. Semua itu dilaksanakan untuk mengembangkan desa demi mencapai kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. Supaya pembangunan yang ada di desa bisa tercapai dengan baik se1ain memperhatikan potensi yang ada juga harus dilaksanakan secara terpadu antara kebijaksanaan dari atas dan dari bawah