Jurnal Pendidikan Geografi
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
Cuaca Mikro di Wilayah Kotamadya Malang
Melalui kajian discomfort index dan efective temperature, diketabui bahwa wilayah Kotamadya Malang yang dulu dikenal sebagai kota sejuk dan nyaman bagi kehidupan manusia, sekarang telah menunjukkan pergeseran cuaca dari sejuk dan nyaman menjadi agak hangat sekalipun masih cukup nyaman. Pergeseran itu disebabkan oleh peningkatan suhu udara yang tidak dibarengi dengan peningkatan kelembabannya. Peningkatan suhu udara kota diakibatkan oleh respon materi fisik kota terhadap radiasi matahari. Respon penutup lahan kota yang berupa bangunan (perumahan, pertokoan, industri, terminal, jalan aspal-beton) menyumbangkan energi panas sangat besar ke dalam udara. Respon ini sangat berbeda dengan penutup lahan berupa vegetasi. Fenomena perubaban cuaca tersebut dapat dilihat dari satuan bentuk penggunaan lahannya, terlebih wilayah Kotamadya Malang sedang dalam perkembangan sarana dan prasarana fisik kota
Modus Penggunaan Metode Kontrasepsi Keluarga Berencana Pada Pola Permukiman Penduduk Di Daerah Pedesaan Kabupaten Malang
Akseptor KB di daerah pedesaan memiliki metode kontrasepsi yang tidak selalu proporsional yang seimbang. Hal ini dapat di1ihat adanya daerah IUD, daerah PQ., daerah SUNTIK, yang berarti telah terjadi penyadapan inovasi dan informasi KB pada tingkat yang seragam atau hampir seragam. Atas dasar kenyataan yang ada, metode kontrasepsi KB di daerab pedesaan akan banyak dipengaruhi oleh pola pemukiman penduduk
Profil Kependudukan Indonesia Era 1990-an: Suatu Tinjauan Demografis
Permasalahan penduduk di Indonesia terjadi sebagai akibat situasi demografis sebelum tabun 1970-an. Permasalahan penduduk di Indonesia terutama menyangkut dengan jumlah penduduk yang besar nomor 5 di dunia. Tingkat fertilitas yang tinggi, pertumbuban penduduk yang cepat dengan struktur muda, dan persebaran penduduk yang tidak merata
Studi Tentang Bentuk Kemiskinan Penduduk Desa Fajar Baru Sebagai Desa Tertinggal di Wilayah Kecamatan Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan
Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kemiskinan di desa tertinggal, dengan titik tekan kajiannya pada karakteristik penduduk miskin, pendapatan dan tingkat pemenuhan kebutuhan pokok, serta harapan penduduk kepada pemerintah untuk mengentaskan kemiskinannya. Populasi penelitian sebanyak 404 KK. Karena berbagai keterbatasan peneliti, diambil sampel lO % yaitu 40 KK. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mendasarkan pada tabulasi frekuensi dan persentase dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik penduduk miskin di desa Fajarbaru dicirikan oleh pendidikan penduduknya berusia produktif dan kepemilikan lahan rata-rata sempit (0,96 ha) dan jumlah tanggungan keluarga banyak (6,2); (2) pendapatan per kapita berkisar antara Rp. 74.255,00-Rp. 186.500,00 per tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya yang sebesar Rp. 389.700,00, dan kemiskinan ini terbentuk karena sempitnya kepemilikan lahan serta rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan; (3) penduduk berharap dana IDT ini dapat menciptakan model kegiatan baru, yang segera dapat menambah penghasilannya
Gagasan Model Pengembangan Wilayah Perkotaan di Era Globalisasi yang Penuh Dinamika Suatu Tinjauan dari Elemen Geografi Desa-Kota
Pengembangan wilayah perkotaan di era globalisasi sekarang ini akan semakin rumit dan banyak tantangan yang mesti dijalani. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan baik flsik maupun non flsik semakin kompleks. Untuk pemecahan masalah ini harus ditempuh pengembangan secara terpadu dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan aspek konditeristik pengembangan, pendekatan sistem pengembangan, strategi pengembangan, dan pola pengembangan yang diinginkan
Perubahan Sosial Penglaju Di Desa Arjowinangun Kotamadya Malang
Arus urbanisasi yang melanda daerah perkotaan merupakan salah satu sebab makin padatnya penduduk di kotakota besar. Kepadatan itu dapat menimbulkan berbagai masalah bila tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Faktor penyebab meningkatnya kepadatan penduduk kota adalah laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Dalam kurun waktu 23 tahun jumlah penduduk Kotamadya Malang berkembang dari 412.698 jiwa menjadi 737.598 jiwa (terjadi peningkatan sebesar 324.900 jiwa atau lebih kurang 78,73 prosen). Bila dicermati, laju pertambahan penduduk Kotamadya Malang bukan semata-mata disebabkan oleh kelahiran, melainkan juga karena faktor urbanisasi yaitu arus perpindahan penduduk dari desa ke kota. Terkait dengan ha1 tersebut di atas, maka dilakukan penelitian tentang motivasi penduduk, Desa Aljowinangun dalam melakukan migrasi harian di Kotamadya Malang. Tujuan penelitian ini ada1ah memahami faktor-faktor dari dalam diri, dari dalam maupun dari luar desa, perubahan taraf hidup penglaju, dan peran penglaju asli maupun pendatang dalam melakukan migrasi harian, peran penglaju dalam perubahan sosial di Kotamadya Malang. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnometodologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anggapan umum dari ketiga desa itu dalam melakukan migrasi ke kota adalah penghasilan dari usaha tani tidak mencukupi, kurangnya kesempatan ketja di sektor pertanian dan non pertanian, rendahnya tingkat upah di desa di samping lahan pertanian yang semakin sempit, status sosial dan gengsi penglaju meningkat, dan meningkatnya perno (ketrima dan ketengen) penglaju dalam perubahan sosial
Alternatif Model Pengembangan Wilayah Untuk Membendung Urbanisasi
Pada mulanya jumlah penduduk kota masih dalam batas daya dukung lingkungan, tetapi lonjakan jumlah penduduk yang mendiami kola mulai menimbulkan masalah karena daya serap ketenagakerjaan dan daya layan pengelola kota sudah kewalahan mengbadapi tantangan tersebut. Banyak usaha telah dicoba mencegah serbuan pendatang, tetapi gejala urbanisasi demikian kuatnya sehingga pertumbuhan penduduk kota sulit dikendalikan. Selama faktor-faktor pendorong dan penarik masih ada serta perbedaan kondisi sosial ekonomi antara kola dan desa masih mencolok, maka mustahil arus urbanisasi dapat dihentikan. Untuk membendung arus urbanisasi perlu disusun model pengembangan wilayah yang memungkinkan pusat-pusat pertumbuhan bisa dimanfaatkan dan dinikmati baik oleh penduduk kota maupun penduduk desa
Sikap Terhadap Inovasi Usaha Tani Tanaman Padi Ditinjau Dari Tingkat Sosial Ekonomi di Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan petani, keikutsertaan penyuluhan pertanian petani, umur petani, luas lahan pemilikan petani, dan pendapatan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman. Ratio responden penelitian ini adalah 76 petani yang menjadi anggota Kontak Tani di Kecamatan Dau. Analisis data menggunakan regresi ganda. Hasil Penelitian ini adalah: (1) tidak ada hubungnn antara tingkat pendidikan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; (2) tidak ada hubungan antara keikutsertaan penyuluhan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; (3) tidak ada hubungan antara umur petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; (4) tidak ada hubungan antara luas lahan pemilikan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; dan (5) tidak ada hubungan antara pendapatan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi. Secara keseluruhan variabel sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi dapat dijelaskan oleh variabel lain yang diteliti (tingkat pendidikan, keikutsertaan penyuluhan, umur, luas lahan pemilikan, dan pendapatan) hanya sebesar 4,612 %
Tingkat Pengangguran di Perkotaan
Tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi merupakan penyebab besarnya jumlah tenaga kerja atau penduduk yang. berumur 10 tahun ke atas. Masalah ketenagakerjaan lndonesia selain diharapkan pada kualitas yang relatif masih rendah, juga dihadapkan pada masalah masih relatif tingginya tingkat pengangguran terbuka. Pada tahun 1971 tingkat pengangguran sebesar 1,7 %, naik menjadi 3,2 % pada tahun 1990. Pada tahun 1994 tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 %. Tampaknya terdapat kecenderugan tingkat pengangguran meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan. Kecenderugan tersebut semakin jelas di daerah perkotaan. Memasuki tahun 1998, sektor ketenagakerjaan menghadapi tantangan berat, akibat krisis moneter yang berubah menjadi krisis ekonomi telah memukul sebagian besar sektor dunia usaha di perkotaan. Akibat dari krisis ekonomi tersebut beberapa perusahaan di perkotaan mengadakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Hal tersebut akan mempertinggi tingkat pengangguran di perkotaan pada awal tahun 1998
Pengajaran "Social Studies" di Australia - Sebuah Ikhtisar
Studi Masyarakat dan Lingkungan (istilah yang digunakan untuk menyebut "Social Studies"nya Australia), agaknya sudah diakui sebagai bidang studi yang menempati posisi strategis dnfam praksis pendidikan di Australia. Yang demikian ini numpak. misalnya, dari kebijakan pemerintah Australia--melalui sebuah koluborasi nasional yang dibentuk oleh The Australiun Education C()uncil-yang merekomendasikan pengembangan kurikulum bidang studi tersebut bersama dengan kurikulum bidang studi lain, seperti Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi, Pendidikan Kesebatan dan Olahraga. Seni, dan bahasa-bahasa lain di luar bahasa Inggris. .Wacana berikut, meski secara singkat, akan mencoba memperkenalkan beberapa segi dari Studi Masyarakat din Lingkungan tersebut yang barangkali bisa dipakai sebagai bahan perbandingan dalam mengembangkan desain Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia. Mated bahasan mengacu kepada basil perbincangan dengan Dr. Marry F.Sanders (pakar Social Studies dan University of Tasmania yang dalam tahun-tahun terakhir ini mengetuai proyek kerjasama antara institusinya dengan FPIPS IKIP MALANG) dan dua dokumen resmi dan The Austral.ian Education Council, yaitu A _.tateme1lt 011 studies of society al/d el/virol/mellt for Australiall schools. dan Studies of society alld em'irol/mellt, a curriculuin profile for Allstralia/I schools