Jurnal Pendidikan Geografi
Not a member yet
93 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI STRUKTUR BUKU CAMBRIDGE FUNDAMENTALS OF GEOGRAPHY UNTUK KELAS XI SMA/MA MATERI SEBARAN BARANG TAMBANG
Abstrak:Tujuan utama penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar pada Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Sebaran Barang Tambang. Penelitian ini mengadaptasi model Dick and Carey menjadi lima tahap, yaitu: (1) mengidentifikasi kompetensi inti dan kom-petensi dasar, (2) melakukan analisis bahan ajar, (3) mengembangkan bahan ajar, (4) revisi, dan (5) uji coba produk. Berdasarkan hasil uji coba, persentase pada masing-masing aspek yaitu: gambar (81,8%), bahasa (81,1%), materi (81,6%), desain (85,4%). Secara keseluruhan kelayakan produk memperoleh ni-lai sebesar 82,4% (baik). Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa produk bahan ajar layak digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci:pengembangan, bahan ajar, sebaran barang tamban
MORFOLOGI PROFIL TANAH VERTISOL DI KECAMATAN KRATON, KABUPATEN PASURUAN
Abstrak: Tanah vertisol mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Pada saat musim kemarau tanah retak bahkan pecah, tetapi pada saat musim penghujan tanah mengembang dan menggelombang. Sifat kembang kerut ini dipengaruhi oleh pembasahan dan pengeringan, terutama iklim yang tegas antara musim kemarau dan penghujan. Pada saat tanah retak dan pecah, materi tanah permukaan dapat mengisi masuk ke dalam retakan. Pada saat musim penghujan retakan terisi oleh larutan dan kemudian menutup rapat, bahkan mengembang. Perilaku liat yang demikian menyebabkan kekacauan horison. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sifat-sifat tanah melalui morfologi profilnya. Profil tanah dibuat dengan ukuran 1 x 1 x 1-2 meter sebanyak 4 profil pada elevasi yang berbeda. Setiap profil diambil sampel pada kedalaman 30 cm, 60 cm, dan 90 cm dengan 4 kali ulangan, sehingga jumlah sampel 4 x 3 x 4 = 48 sampel. Hasil penelitian menunjukkan struktur gumpal pada setiap kedalaman, tanah sulit diolah karena keras bila kering dan lengket bila basah. Berat jenis antara 2,41-2,81g/cm3, berat volume antara 1,01-1,21 g/cm3, porositas antara 54,39-61,25%, dan konsistensi sangat teguh. Warna tanah didominasi warna hitam dengan gradasinya, yaitu 10YR 2/1 (black) dan 10YR 2/2 (very dark brown). Hitam kelam (10 YR 2/1) di horison permukaan dan hitam kecoklatan (10 YR 2/2) di horison sub permukaan. Perubahan warna dapat terjadi karena bahan organik yang lebih banyak di horison permukaan, sedangkan semakin dalam banyak mengandung kapur. Tumbuhan penutup tanah berupa rumput liar, atau tanpa tanaman budidaya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa tanah ini memiliki sifat-sifat fisik yang jelek untuk budidaya pertanian.Kata kunci: profil, vertisol, krato
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MAHASISWA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
Abstrak: Model pembelajaran Treffinger digunakan untuk membelajarkan mahasiswa berpikir kritis dan kreatif melalui teknik divergen, analogi, hingga melalui pemecahan masalah kreatif.Keunggulan utama model ini terletak pada bagaimana model ini memadukan antara proses berpikir konvergen (kritis) dan divergen (kreatif). Adanya perpaduan kedua tipe berpikir tersebut membuat model ini efektif dalam membuat kemampuan berpikir kritis dan kreatif berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semudengan desain Non Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester mahasiswa dan instrumen pengukurannya menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berpikir kritis dan kreatif berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata gain score kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen yaitu sebesar 30,9 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 15,2. Rata-rata gain score kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar 30,3 sedangkan kelas kontrol sebesar 17,2. Selanjutnya hasil analisis uji t independen sample t test menunjukkan bahwa pada model pembelajaran Treffinger diperoleh p-level 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif.Kata Kunci: Model Pembelajaran Treffinger, Berpikir Kritis dan Kreati
PENGARUH FORMASI GEOLOGI TERHADAP POTENSI MATA AIR DI KOTA BATU
Abstrak: Salah satu sumberdaya alam yang sangat potensial untuk dieksplorasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah adalah potensi mata air yang digunakan untuk suply air bersih penduduk. Peningkatan kebutuhan air bersih sangat dipengaruhi oleh yaitu karakteristik penduduk, kepadatan penduduk, letak daerah, penggunaan lahan serta keadaan iklim. Faktor yang mempengaruhi potensi air tanah adalah kondisi daerah resapan terutama tata guna lahan yang berpengaruh langsung terhadap begian air hujan yang masuk kedalam tanah sebagai sumber air tanah dan Geologi (formasi batuan) yang bersifat permeable berbeda dibandingkan pada batuan intrusi yang bersifat impermeable serta bentuk lahan dan kemiringan lereng (topografi) juga mempengaruhi potensi air dalam tanah.Kata Kunci : Formasi geologi, Potensi, Recharge Area
HUBUNGAN MINAT DAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA UNGGULAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap hubungan antara minat membaca dengan hasil belajar geografi, (2) mengungkap hubungan antara kebiasaan membaca dengan hasil belajar geografi, (3) mengungkap hubungan antara minat dan kebiasaan membaca dengan hasil belajar geografi, dan (4) mengungkap hubungan yang paling dominan antara minat dan kebiasaan membaca dengan hasil belajar geografi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Unggulan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang terbagi dalam empat kelas. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling dengan menunjuk dua kelas yang memiliki nilai rata-rata tertinggi dan terendah yaitu siswa kelas X-3 untuk kelas nilai tertinggi dan siswa kelas X-4 untuk kelas terendah. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument angket. Hasil belajar diukur dengan keberadaan nilai UAS semester ganjil siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan negatif antara minat membaca dan hasil belajar geografi dengan kontribusi min-at membaca sebesar 8,8%, (2) terdapat hubungan positif antara kebiasaan mem-baca dan hasil belajar geografi dengan kontribusi kebiasaan membaca sebesar 21,8%, (3) terdapat hubungan yang positif secara simultan antara minat dan ke-biasaan membaca dengan hasil belajar geografi, (4) Kebiasaan membaca mem-iliki hubungan yang paling dominan di antara minat membaca dengan hasil belajar geografi.Keywords: minat membaca, kebiasaan membaca, hasil belaja
PEMETAAN KESIAPAN IMPLEMENTASI PENDEKATANAN SAINTIFIK DI SMP
Abstrak: Di tingkat SMP, kurikulum 2013 menekankan pada implementasi pendekatan saintifik dengan mengintegrasikan karakter. Kebijakan Mendikbud dalam melakukan perubahan kurikulum dari KTSP beralih ke Kurikulum 2013 masih menimbulkan pro dan kontra dari banyak kalangan. Pelaksanaan Kurikulum 2013 tersebut menghadapi banyak masalah. Penelitian deskriptif evaluative ini dimaksudkan untuk memetakan permasalahan implementasi Kurikulum 2013 yang selanjutnya dapat dijadikan dasar pengembangan model tindakan perbaikan oleh pihak terkait. Penelitian ini menggunakan teknik area purposive sampling, dengan sampel terpilih SMP di Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian angket. Analisis data dilakukan melalui proses pemetaan yang meliputi identifikasi, kategorisasi dan eksplanasi. Berdasarkan teknik analisis data tersebut diperoleh hasil (1) pemahaman guru tentang kurikulum 2013, khususnya dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik belum memadai, (2) guru masih menerapkan pembelajaran konseptual, belum optimal dalam menerapkan pendekatan saintifiki,(3) guru belum memahami sepenuhnya dalam melaksanakan evaluasi, dan (4) guru memerlukan penyamaan persepsi tentang pembelajaran saintifik.Kata Kunci: Kesiapan, Kurikulum 2013, SM
TINGKAT PENDAPATAN DAN SEBARAN TENAGA KERJA IN-DONESIA (TKI) BERDASARKAN NEGARA TUJUAN, STUDI DI DESA ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG
Abstrak:Studi inibertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan pendapatan berdasarkan negara tujuan tempat TKI bekerja. Penelitian dilakukan di desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Pengambilan data mengunggunakan teknik wawancara terstruktur, dengan jumlah sampel 94 responden.Analisis data menggunakan tabulasi tunggal yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari variable yang menjadi model.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Negara tujuan TKI dari desa Aryojeding sebagian besar bekerja di Negara Taiwan, sedangkan Negara tujuan yang kurang diminati oleh masyarakat Aryojeding adalah Negara tujuan Arab Saudi.Apabila dilihat dari tingkat pendapatan yang dikirim ke desa Aryojeding,terbesar terjadi pada kisaran Rp.3.000.000 hingga Rp. 4.000.000 setiap bulannya.TKI yang mengirim pendapatannya diatas Rp. 5 juta tergolang banyak (19%). Tingkat pendidikan TKI di luar negeri paling tinggi adalahSLTA. Pada tingkat pendidikan SLTA, banyak yang bekerja di Korea Selatan dan Taiwan.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa adalah penyebaran negara tujuan masyarakat Aryojeding yang menjadi TKI, sebagian besar bekerja di Negara Taiwan, denganalasan karena negara tersebut memiliki perlindungan terhadap tenaga kerja asing dan perlindungan terhadap wanita. TKI wanita merasa aman untuk bekerja di Negara tersebut, disamping itu negara tersebut memilikistandar gaji yang tinggi.Kata Kunci : Penyebaran Negara Tujuan, Pendidikan, Pendapatan, TKI
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI PADA KOMPE-TENSI DASAR MEMAHAMI ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI MUKA BUMI KELAS X SMA/MA SEMESTER II DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KERUANGAN
Abstract: Learning materials geography for class X SMA/MA semester II on basic competence to understand the atmosphere and their impact on life in the face of the earth, in the field there are still many aspects of problems encountered data/facts, concepts, the truth of the representation of an image, generalization, punctuation, readability of the material, the connectedness of formal and material objects, and the use of spatially approach. This research was designed using Dick and Carey model development. This model is modified from the ten steps into five steps. The simplify method or step development model Dick and Carey because this model is based intructional to adopted into development learning material geography. These materials before testing validated by expert lecturers. Validator content rate in terms of suitability of materials with atmospheric approach spatially. In addition to expert assessment material learning of geography experts also conducted to assess product design learning geography in order to make text more quality. Implementation of a validation expert material lasts three times atmospheric validation stages while the expert instructional design geography takes five times the validation stage. Types of data collected during the test run is a description of the results of the work of students in the matter of the test materials of text understanding atmosphere. The structure to understanding model IRI (Informal Reading Inventory) next to procentase and matched with answer keys. The student's understanding model test is performed three times the IRI of meeting learning. Based on the results of processing the test model can be described understanding IRI that test results the first IRI models of understanding the overall results of 84.5%, model understanding test results both the overall result of 85,3%, test results and an understanding of the overall results of the third model of 91.6%. Recomendation to development learning material geography into next period is the way: (1) to produced product very quality reaasonable to many standar competence of geography, (2) the testing material reasonable to many shcool to have a good answer abaout development learning material geography, (3) is to reasonable to tes the product into experiment research, and (4) to have a good quality product and comprehenship is to reasonable research multiply years.Keywords: development, learning materials geography, Dick and Carey model, spatially approach
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP MINAT BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IIS SMA NEGERI 1 TUMPANG KABUPATEN MALANG
Abstract: This study aims to describe the influence of the Snowball Throwing learning model toward the learning interest of student of State Senior High School of 1 Tumpang in the subject of geography. This research is a quasy experiment with pretest-posttest only control group design in the form of student interest in the subject of geography and snowball throwing learning model. The sample of this research was taken from class of XI IIS 1 as the controlled class of 26 students and the class of XI IIS 2 as the experimental class of the 27 students. The instrument of this research a questionnaire of geographic learning interest that is consisting of a questionnaire of pre test and post test. Based on result of the research that was any different interest between the experiment class which using a snowball throwing learning model and control class which using lecture and debriefing with sig (2-tailed) 0,000 < 0,05, so H0 is defused and H1 is accepted which mean that any difference of geographical learning interest control class and experiment class. The average score of gain score on experiment class is higher than the control class, namely 16,59 > 3,08, it indicates there is effect of snowball throwing learning model to the geographical learning interest of student XI IIS at State Senior High School of 1 Tumpang.Key Word: Snowball Throwing, Learning Interest
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-LEARNING BERBASIS ED-MODO PADA MATERI LITOSFER KELAS X SMA
Abstract: The objective of this research and development is to produce: (1) E learning materials based on the material Edmodo lithosphere grade X, (2) virtual classroom Edmodo, and (3) Edmodo guide books for teachers and students. Data were collected by using a validation sheet and questionnaire. Qualitative data are derived from expert validation of material, language, and learning design, while quantitative data derived from student questionnaires. Results of the research are: (1) E learning instructional materials contained in the web categorized of well, (2) the virtual classroom Edmodo contained at the http://edmodo.com/dedisasmito, and (3) guide book Edmodo entitled "learning Edmodo with Easy". The development of e learning teaching materials are not limited to lithospheric material, but can be applied to other geographic materials.Keywords: teaching materials, e-learning, Edmodo, lithospher