Jurnal Pendidikan Geografi
Not a member yet
    93 research outputs found

    APLIKASI PETA JENIS TANAH DALAM MENGIDENTIFIKASI LAHAN BERPOTENSI UNTUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi menyeluruh kepada masyarakat di Kecamatan Cendana mengenai potensi lahan setempat untuk perkebunan kelapa sawit. Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi wilayah-wilayah mana yang cocok dijadikan perkebunan  sawit. Wilayah-wilayah mana yang cocok dijadikan perkebunan sawit berdasarkan interpretasi peta jenis tanah. Langkah yang ditempuh dalam memecahkan masalah pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: a) melakukan kerjasama dengan Instansi terkait di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang, yakni Kepala Kecamatan serta tokoh masyarakat dan para warga setempat dalam pengenalan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Cendana, b) melakukan kegiatan pendataan dan pengenalan dalam mengidentifikasi beberapa permasalahan penggunaan lahan yang terdapat di sekitar wilayah penelitian, agar mampu disinergiskan dengan tujuan atau sasaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, c) melakukan praktik aplikasi peta tematik, dalam hal ini peta jenis tanah, untuk keperluan identifikasi wilayah berpotensi untuk perkebunan kelapa sawit. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa ada sebagian besar lahan berpotensi cocok untuk budidaya kelapa sawit di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Lanjut pada beberapa data yang menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat masih sangat kurang mengenai potensi lahan terhadap perkebunan kelapa sawit. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah dan luasan lahan perkebunan kelapa sawit yang sedikit terdapat di Kecamatan Cendana, kondisi lahan yang tidak terawat baik meskipun sudah ditanami kelapa sawit. Masyarakat melalui pemerintah setempat, diberikan pengetahuan melalui aplikasi peta tematik jenis tanah dalam mengidentifikasi lahan berpotensi untuk perkebunan kelapa sawit. Meskipun kegiatan ini hanya sebatas pada identifikasi sebagai tahap awal, diharapkan selanjutnya dilakukan penelitian melalui parameter fisik, kimia, dan biologinya secara mendalam.Kata-kata kunci: Aplikasi Peta Jenis Tanah, Identifikasi Lahan, Kelapa Sawi

    FERTILITAS MASYARAKAT NELAYAN DI DESA BANJARKEMUNING KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Abstrak: Masalah kependudukan masih didominasi oleh jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk. Dua permasalahan kependudukan tersebut disebabkan oleh faktor fertilitas atau jumlah anak yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah anak lahir hidup yang dimiliki oleh rumah tangga nelayan. Desain penelitian termasuk penelitian diskriptif dengan analisa  tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas yang dimiliki oleh rumah tangga nelayan tergolong tinggi. Sebagian besar wanita atau istri nelayan melakukan nikah pertama pada umur 15-19 tahun, dengan tingkat pendidikan wanita sebagian besar  SLTA. Pelaksanaan program KB di daerah penelitian tergolong baik, hal ini terbukti hampir seluruh responden menjadi akseptor KB. Pendapatan responden tergolong besar, terbukti hasil tangkapan ikan memberikan pendapatan diatas empat juta rupiah setiap bulannya.Keywords: fertilitas, rumah tangga nelayan

    URGENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI BERBASIS KEARIFAN LOKAL

    Full text link
    Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk memberi gambaran peran Pengembangan bahan ajar Geografi. Salah satu permasalahan pembelajaran geografi dewasa ini adalah ketika materi cenderung hafalan tanpa menyadari fakta kearifan local yang bisa menjadi materi yang penting dipahami peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 mengisyaratkan pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal sebagai materi yang perlu dikembangkan khususnya pada pembelajaran Geografi.Terdapat beberapa langkah belajar yang bisa diterapkan dalam pembelajaran Geografi, langkah belajar tersebut diharapkan dapat merangsang peserta didik dalam melatih kepekaan mengidentifikasi lingkungan dan kewilayahan dimana peserta didik tinggal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan identifikasi masalah,  sejumlah langkah kerja sehingga materi ajar dapat menjadi jawaban permasalahan  di sekitar peserta didik.Kata kunci: Pengembangan bahan ajar, Geografi, kearifan local, kurikulum 201

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH GEOGRAFI SISWA SMA

    Full text link
    Abstract: The aim of this researchis to examine the effect of project-based learning model toward the writing ability of geography scientific papers on senior high school students.The subjects of the research are students of class XI IPS SMAN 1 Campurdarat consists of two classes. The both class are class XI IPS 1 as the control class and XI IPS 2 as experimentclass.The instrument is used to measure the ability to write scientific papers geography using the rubric of scientific papersassessment. Results were analyzed using independent samples t test with SPSS 20.0 for Windows.The results showed an average gain score of writing ability of geography scientific papers for experiment class is higher than the control class. The results of independent samples t test analysis showed that the project-based learning model significantly affect toward the writing ability of geography scientific papers on senior high school students.Keywords: Project-Based Learning, Writing Ability of  Geography Scientific  Paper

    CHARACTERISTICS OF DESASTER PRE LIMINARY RE-SEARCH IN DEVELOPING LEARNING MODEL OF ENVIRON-MENT EDUCATION BASED ON THE DISASTER IN EFFORD TO GROW AN CULTURAL ANTICIPATORY

    Full text link
    Abstract: East Java is one of the region which have a potentialnatural disaster. There are fourpotentialdisastersoccurredinthe region, namelyfloods, landslides, volcanic eruptions, and earthquakes. The disasterproved tohave a negative impacton people's lives. The impact ofthe disasteris due toa lack ofanticipationforcommunities to disastersthatoccurin thereenvironment. To preventlong-term impact, environmental Education(EE) has astrategic roletoempowerstudents tohaveanticipatoryculture. This study is a preliminary research which aims to identify thecharacteristics of thedisaster which occurredinEast Java and conditions of disaster education at school. Object of the study is floods of the Konto river and landslides at Pujon district and the Kelud eruption at Pandansari Ngantang. This research uses descriptive analysis by reducing data, looking for determinant variables, and takes a conclusion. The research results show the natural disaster in research consists of flooding, landslide, and eruption. Floods and landslides occur on rainy season around December-January. Catastrophic floods caused by heavy rainfall and deforestation. While, the eruption depends on each mountain. The cause of disaster is material of eruption. Status of environment education at school is diverse, there is a region by mandatory local content-based with monolithic approach, and there is also region by elective with integrative approach. Load of the EE subjects is 2 credits, while the school is not compulsory be integrated to the main subject. In this study also be foud tha teachers do not have a EE model for anticipate natural disaster.Keywords: disaster characteristic, Environment education, Cultureanticipator

    KONTEKS SOSIAL BAGI SUAMI YANG MEMAHAMI PEKERJAAN RUMAH TANGGA PADA KELUARGA TKI WANITA DI DESA DUNGMANTEN, KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Full text link
    Abstrak: Sempitnya kesempatan kerja di Indonesia, salah satunya menyebabkan sebagian tenaga kerja bekerja di luar negeri menjadi TKI. Banyaknya jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri memberikan konsekuensi suami memiliki peran ganda yakni sebagai kepala keluarga dan sebagai ibu rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konteks sosial yang melatarbelakangi suami TKIW yang bekerja di luar negeri. Penelitian ini menggunakan perspektif fenomenologi dengan kajian mikro. Perspektif fenomenologi yang digunakan fenomenologi Alfert Schutz. Hasil penelitian konteks yang melatarbelakangi pemahaman suami yang bekerja di rumah tangga adalah tingkat pendidikan rendah. Banyaknya subyek (suami) yang hanya berpendidikan SD sedangkan pendidikan subyek tertinggi adalah SMA. Kondisi lahan pertanian yang kurang menguntungkan, banyaknya jumlah anggota keluarga, dan rendahnya tingkat pendidikan, merupakan salah satu motif sebab subyek mengijinkan istri mereka bekerja menjadi TKI di luar negeri dan subyek menerima tinggal di rumah dan berkewajiban melaksanakan pekerjaan rumah tangga.Kata Kunci: Pemahaman, Tenaga Kerja Wanita, Fenomenolog

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KECAMATAN BONDOWOSO

    Full text link
    Abstrak: Putus Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih merupakan salah masalah pendidikan yang dihadapi daerah Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi putus sekolah di kecamatan Bondowoso. Analisis yang digunakan adalah tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya anak putus sekolah di Kecamatan Bondowoso dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut adalah jarak tempat tinggal dengan sekolah, jenis pekerjaan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, latar belakang pendidikan orang tua, dan tingkat pendapatan. Selain itu, putus sekolah di daerah tersebut juga dipengaruhi oleh kegiatan produktif anak dalam rumah tangga.Kata Kunci: Putus Sekolah, SM

    ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH ANDISOL PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI DESA SUMBER BRANTAS KOTA BATU

    Full text link
    Abstrak: Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja  fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui indeks kualitas tanah Andisol pada berbagai penggunaan lahan di Desa Sumber brantas kota Batu. Indikator kualitas tanah adalah sifat, karakteristik atau proses fisika, kimia dan biologi tanah yang dapat menggambarkan kondisi tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberbrantas Kota Batu dengan order tanah Andisol  pada penggunaan lahan  monokultur dan tumpang sari. Indeks kualitas tanah dihitung dengan menggunakan kriteria Mausbach dan Seybold (1998), yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan  menggunakan analisis Minimum  Data Set (MDS). Berdasarkah hasil penelitian didapatkan Indeks Kualitas Tanah (IKT) lahan monokultur sebesar 0,42 termasuk kriteria sedang, lahan tumpangsari Indeks Kualitas Tanah sebesar 0,38 termasuk kriteria rendah. Nilai indeks kualitas tanah berkisar antara 0-1, semakin nilai indeks mendekati 1 menunjukkan kualitas semakin baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan Indeks Kualitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan.Kata Kunci: indeks kualitas, tanah Andisol, penggunaan laha

    ANALISIS FUNGSI KAWASAN BUDIDAYA DI KABUPATEN BONDOWOSO

    Full text link
    Abstrak: Pertumbuhan wilayah suatu wilayah sangat bergantung pada sektor internal dan ekstrenal. Kebijakan struktur ruang dalam RTRW yang selama ini diterapkan di Kabupaten Bondowoso masih belum mampu untuk mengatasi disparitas wilayah yang terjadi. Atas dasar itu maka perlu adanya analisis fungsi kawasan budidaya di Kabupaten Bondowoso guna mencari keunggulan dari masing-masing wilayah yang ada. Metode yang digunakan adalah survey institusional. Teknik yang digunakan dalam pemilihan lokasi penelitian ini adalah purposive yaitu metode pemilihan lokasi berdasarkan pada tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bondowoso dengan unit analisis berdasarkan unit populasi, yaitu seluruh kecamatan yang didominasi oleh kawasan budidaya di Kabupaten Bondowoso. Fungsi kawasan di Kabupaten Bondowoso didominasi dengan kawasan budidaya yang terdiri dari 17 kecamatan dari 23 kecamatan. Kawasan-kawasan tersebut memiliki fungsi yang didominasi oleh lahan sawah dan ladang. Pengelolaan kawasan budidaya yang ada di 17 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso tersebut ditujukan dengan mendorong segala kegiatan perekonomian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah berdasarkan potensi yang ada. Ini  nantinya dalam kawasan budidaya tiap kecamatan didasarkan pada potensi wilayah yang ada tanpa mengurangi ataupun merusak kawasan lindung yang ada di Kabupaten Bondowoso.Kata kunci: Kawasan budidaya dan keunggulan wilaya

    PENGGUNAAN TEKNOLOGI & MEDIA MASSA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI

    Full text link
    Abstrak. Artikel ini berisi pemaparan tentang penerapan teknlogi dan penggunaan media massa dalam pembelajaran geografi. Melalui teknologi, diharapkan tujuan pembelajaran geografi lebih mudah tercapai dan bermakna. Pada bagian selanjutnya dipaparkan salah satu contoh aplikasi teknologi berupa animasi sebagai media pembelajaran geografi. Teknologi animasi, memudahkan pemahaman akan keterjadian gunung api dan gempa bumi yang dibuat dengan menggunakan komputer memakai program tertentu, serta diberikan contoh penggunaan media massa seperti liputan khusus koran dan program televisi sebagai alternatif belajar geografi. Pada bagian akhir dijelaskan secara singkat bagaimana guru dalam menyusun skenario pembelajaran geografi menggunakan teknologi.Kata Kunci: Teknologi, Media Massa, Pembelajara

    37

    full texts

    93

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Geografi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇