Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Not a member yet
442 research outputs found
Sort by
Landscape Ecological Changes and Farm Household Livelihoods Resilience Around Forest In East Kalimantan
Ekspansi perkebunan kelapa sawit menghasilkan lanskap perubahan ekologi, deforestasi, hilangnya daerahtanaman dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ini memberikan dampak pada sistem mata pencaharian rumahtangga di wilayah tersebut. Selain itu, pertanian keluarga yang hidup di sekitar hutan yang tergantung pada lahandan hutan. Ini berarti bahwa perkebunan kelapa sawit rentan terhadap kaus kaki pada sistem kehidupan rumahtangga pertanian. Rumahtangga pertanian mencoba untuk mengurangi kerentanan oleh beberapa strategi yangmenggunakan lima modal (keuangan, fisik, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sosial). Jika rumahtangga pertanian dapat mengurangi rentan sehingga rumah tangga pertanian membangun ketahanan penghidupanberhasil. Pertanyaan penelitian adalah (1) Bagaimana perubahan ekologi lanskap mempengaruhi ketahananrumah tangga pertanian? (2) Bagaimana dampak perubahan ekologi lanskap pada struktur kehidupan rumahtangga pertanian ?. Penelitian dilakukan di Desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, KalimantanTimur. Metode ini menggunakan metode survei. 30 responden seleksi melalui random sampling. Hasil daripenelitian ini adalah faktor-faktor ketahanan rumah tangga pertanian adalah jenis kelamin kepala rumah tangga,jumlah anggota rumah tangga, tingkat modal, pendapatan rumah tangga dan tingkat kepercayaan pada jaringan.Kata kunci: Ekologi Lansekap Perubahan, Ketahanan, Livelihood System, Perkebunan Kelapa Sawit, PertanianRumah Tangg
Relationhip Between a Type of Leadership Head of Village with The Quality of Village Service
Gaya kepemimpinan direktif dan konsultatif diterapkan oleh kepala desa dan disesuaikan untuk permasalahan. Tipe direktif digunakan ketika melimpahkan tugas kepada petugas desa. Tipe konsultatif digunakan dalam mengarahkan pekerja ketika memberikan pelayanan publik. Tujuan penelitianini adalah menganalisis hubungan antara tipe kepemimpinan kepada desa dengan kualitas pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah accidental sampling dengan total responden sebanyak 60 orang. Pengolahan data menggunakan uji korelasi rank-spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan konsultatif dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Hal ini dibuktikan sebesar 80 persen responden menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan konsultatif dengan kualitas pelayanan publik. Kata kunci : gaya kepemimpinan, kualitas pelayanan publi
Effectiveness of Social Media for Social Movements of Environmental Conservation
Media sosial telah menjadi salah satu media untuk kampanye gerakan sosial pelestarian lingkungan. Organisasi KeSeMaT sebagai organisasi pelestarian mangrove yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui aktivitas online dengan menggunakan @KeSEMaTdan aktivitas offline. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan followers akun @KeSEMaT dalam media sosial dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, untuk mendeskripsikan efektivitas akun @KeSEMaT dalam menyebabkan perubahan perilaku followers dan analisis hubungannya dengan keterlibatan dalam media sosial, dan menganalisis keterlibatan followers akun @KeSEMaT dalam kegiatan offline dan analisis hubungannya dengan perubahan perilaku. Fokus penelitian ini adalah follower akun @KeSEMaT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya keterlibatan dalam media sosial dapat mempengaruhi partisipasi dalam kegiatan KeSEMaT. Kata kunci : gerakan sosial, media sosial, pengikut, offlin
Pattern of Ecological Adaptation and Household Livelihood Strategies in Rural Pangumbahan
Desa Pangumbahan memiliki dinamika sosial masyarakat dengan adanya kegiatan ekonomi skala makrodalam bentuk konsesi perkebunan kelapa serta alternatif ekonomi baru untuk pengembangan industriekowisata ini. Tujuan penelitian ini mencoba untuk melihat seberapa jauh pola adaptasi ekologi danstruktur rumah tangga yang tinggal dalam masyarakat desa Pangumbahan yang ada saat ini. Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif dan didukung dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pola adaptasi ekologi Pangumbahan desa antara lain ditentukan oleh adanya konsesiperkebunan dan konservasi penyu yang membatasi kehadiran budaya masyarakat desa Pangumbahan.Keterbatasan sumber daya alam, manusia dan rumah tangga kekuatan keuangan untuk melakukan berbagaistrategi untuk bertahan hidup. Strategi yang dilakukan warga desa pendapatan rumah tangga Pangumbahanbervariasi. Dalam satu rumah tangga dapat menerapkan dua atau lebih jenis strategi penghidupan.Kata kunci: dinamika sosial, pola adaptasi ekologi, strategi mata pencaharia
Social Networks and Adaptation Strategy of Migrant From Lampung In The Village of Jayamukti, Center Cikarang Subdistrict, Bekasi District, West Java
Tingkat pertumbuhan penduduk meningkat secara cepat pada beberapa tahun terakhir menimbulkan permasalahan pada ketenagakerjaan. Pertumbuhan penduduk yang tidak didukung dengan peningkatan sumberdaya dan lapangan pekerjaan menambah jumlah pengangguran. Kondisi tersebut memacu penduduk untuk melakukan migrasi. Perpindahan penduduk dipengaruhi oleh faktor pendorong dari daerah asal, diantaranya yakni terbatasnya pekerjaan dan juga faktor penarik dari daerah tujuan, salah satunya lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Fenomena perpindahan penduduk di Indonesia umumnya membentuk siklus dimana migran yang kaya secara ekonomi dan sosial akan memengaruhi keluarga mereka, saudara atau teman untuk ikut bermigrasi. Situasi yang berbeda dan kondisi pada daerah tujuan mendorong mereka untuk beradaptasi sebagai strategi bertahan hidup. Jaringan sosial sangat penting bagi para migran di daerah tujuan
Women’s Perception of Environmental and Waste Management Participation in Household (The Case of Babakan Village, District Dramaga, Bogor Regency, West Java Province)
Partisipasi perempuan dalam pengelolaan limbah domestik diperlukan untuk menciptakan kualitas lingkungan yang baik. Namun, untuk membuat partisipasi efektif diperlukan informasi terkait persepsi mereka tentang lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persepsi perempuan tentang lingkungan, mengidentifikasi partisipasi perempuan dalam kegiatan pengelolaan limbah domestik, dan mengidentifikasi hubungan antara persepsi perempuan tentang lingkungan dan partisipasi mereka dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Ada 30 orang di kampung yang menjadi responden penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi perempuan tentang lingkungan dalam tingkat baik. Persepsi mereka tentang lingkungan memiliki empat variabel yaitu definisi lingkungan, hubungan antara manusia dan lingkungan, posisi manusia dalam lingkungan, dan masalah lingkungan yang terjadi di sekitar responden. Tingkat partisipasi perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga adalah rendah. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara semua variabel persepsi dengan tingkat partisipasi. Kata kunci: hubungan, masalah-masalah lingkungan, lingkungan, posisi manusi
Process of Minang’s Women Migration in Jakarta
T h e p u rpo ses o f th is s tu d y we re to a n a lyze th e m ig ra tio n p ro cess o f M in a n g ’s wo m en . T h e stu d y sh o w th a t (1 ) sin ce 1 9 80 M ina ng ’s wo m en ten d to m igra te in d irect wa y to th e d est in a tio n a rea wh i ch th ey h a ve ch o o se a nd in th e ca se o f M in an g ’s wo m en in Ja ka rta it’s m ea n th a t th ey wen t to Ja ka rt a d irectly, wh il e transit trend in the other destination area seldom practiced. The trend of direct migration pattern to Jakarta also supported by the improvement of the transportations facilities. Along with it, women migration flo w b e co m es m o re o p en sin ce th e M in a n g ’s wo m en m ig ra tio n wa s ch a in m ig ra tio n ba sed o n kin sh ip wh o have migrate first (2)Although Minang women migrant have stay in destination area for 5 (five) years or more, they keep coming back to their origin area even once in a while. K ey wo rd s: M in a n g ’s wo m en m ig ra n ts, pa tter n an d flo w o f m ig ra tio
Impact of Socio-Economic and Socio-Ecologic due to Ecotourism in Halimun Salak National Park
Keberadaan ekowisata mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh wilayah. Tujuan dari penelitian ini diringkas dalam dua pernyataan. Pertama, menentukan dampak sosio-ekonomi diterima oleh masyarakat lokal karena adanya ekowisata. Kedua, menentukan dampak sosio-ekologis yang diterima oleh daerah karena adanya ekowisata masyarakat. Hasil didasarkan pada dampak sosial ekonomi meliputi rumah tangga meningkat tingkat pendapatan, tingkat kerja sama, laju perubahan dan penilaian gaya hidup, tingkat komunikasi, persepsi warga terhadap wisatawan, tingkat kerja alokasi waktu dan tingkatan penduduk dalam kegiatan ekonomi. Dampak sosial-ekonomi tidak terlihat di Kampung Citalahab untuk ekowisata dan desa tertutup bagi wisatawan yang berkunjung. Sosial-dampak ekologis dapat dilihat tingkat keterlibatan penduduk dalam konservasi penelitian lokal, dan perumahan status. Kata kunci: ekowisata, dampak sosio-ekonomi, dampak sosio-ekolog
The Livelihood Reselience of Farmer Household In Rob Disaster-Prone Areas at Kampung Laut Subdistrict, Cilacap District
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan adopsi resiliensi nafkah rumahtangga petani yang dihubungkan dengan modal rumahtangga. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan bagaimana sector pertanian dan non pertanian dapat mempengaruhi strategi nafkah dan pendapatan rumahtangga di Desa Klaces dan Lampung pucuk. Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif menggunakan metode kuesioner dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa modal rumahtangga yang dimanfaatkan petani di kedua desa sangat memengaruhi aktivitas rumahtangga mereka. Berdasarkan tiga bentuk aspek strategi nafkah, terdapat perbedaan antar kedua desa. Desa Klaces didominasi oleh sektor non-farm, Disisi lain Desa Lempong Pucung didominasi oleh sektor off-farm. Jumlah sumbangan terhadap sektor pertanian relatif lebih rendah dibandingkan sektor non pertanian. Kata kunci : Resiliensi, strategi nafkah, rumahtangga petan
Actor Ideology and Public Perception of Sand Mining Impacts on Rural Galunggung Mountain
Pasca erupsi, kawasan Gunung Galunggung merupakan salah satu kawasan yang menjadi arena besar pertarungan kepentingan antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Objek pasir yang berlimpah menjadikan pertambangan skala besar hadir dan berimplikasi secara esensial terhadap kehidupan masyarakat lokal yang tidak hanya berada dekat dengan kawasan pertambangan, namun juga berada jauh dengan lokasi pertambangan. Terlebih diketahui bahwa ideologi masyarakat yang menekankan pada kesejahteraan dan populisme, berbanding terbalik dengan ideologi swasta dan pemerintah yang menekankan pada profit dan pembangunan. Dampak negatif dan positif aktivitas pertambangan mulai secara nyata dirasakan oleh masyarakat, diantaranya seperti degradasi kualitas air, tingkat pendapatan atau konflik yang secara krusial merepresentasikan respons masyarakat terhadap keberadaan perusahaan pertambangan pasir yang telah hampir tiga puluh tahun mengeruk kawasan ini. Kata kunci: Analisis aktor, analisis dampak, pemanfaatan sumber daya alam, persepsi masyarakat, pertambangan pasi