Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Not a member yet
442 research outputs found
Sort by
Impact of Fisheries Ecolabelling in Ornamental Fisher
Nelayan di Desa Les memiliki spesialisasi dalam menangkap ikan hias sejak tahun 1982 dengan menggunakan potasium sianida, setelah bertahun-tahun terumbu karang rusak parah. Kesadaran nelayan muncul untuk mengubah pola penangkapan ikan mereka menjadi lebih ramah lingkungan. Pada awal 2000, gerakan hijau ini diprakarsai oleh LSM mulai mengubah kondisi sistem perikanan Les. Masyarakat tradisional Bali dan kesadaran nelayan memiliki peran besar untuk mengontrol jalannya perlindungan terhadap perikanan berkelanjutan. Pada tahun 2006, sertifikasi ekolabel diperkenalkan kepada nelayan Desa Les. Itu diterapkan untuk dua tahun (2006-2008). Penelitian ini menganalisis pengaruh yang ekolabel sosial ekonomi bagi nelayan ikan hias. Kata kunci: nelayan ikan hias, ekolabel, perikanan berkelanjutan, Bali, Indonesi
Conflict Management Resource in Village Pangumbahan, Sukabumi
Tulisan ini mencoba untuk mengangkat beberapa fakta dari pengamatan yang dilakukan dalam waktu yang relatifsingkat. Fakta-fakta ini menjadi indikasi awal dari konflik pengelolaan sumber daya di desa Pangumbahan,Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa telah menjadi arenaperjuangan masyarakat Pangumbahan yang melibatkan berbagai aktor dan kepentingan. Konflik terjadi dikawasan konservasi ruang sumber daya penyu, areal konsesi perkebunan kelapa dan daerah pesisir digunakansebagai kawasan wisata pantai Pangumbahan. Jenis konflik yang berlangsung di ruang sumber daya umumnyaadalah konflik makna, konflik dan konflik atas wilayah otoritas bahkan konflik agraria. Konflik menyebabkanketegangan antara aktor dan konflik mengakibatkan warga berada dalam posisi yang tidak seimbang.Kata kunci: konflik agraria, konservasi penyu, konsesi perkebunan kelapa, manajemen sumber daya konflik,Pangumbahan pedesaa
Diaspora Madura : Social Capital Analysis in The Business in Informal Sector of Madura Migrants in Tanah Sareal Subdistrict, Bogor District, West Java
Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Ciri migrasi yang dilakukan orang madura yakni pola afiliasi saluran migrasi. Di tempat tujuan, Migran Madura mengembangkan usaha pada sektor informal, yakni usaha dagang barang bekas. Modal sosial berperan pada usaha tersebut, sehingga usaha tersebut berkembang hanya diantara migran madura. Modal sosial terdiri dari jaringan,kepercayaan dan norma. Jaringan sosial migran Madura tergolong sempit, namun simpul yang paling berperan dalam perolehan bahan baku dan modal adalah teman kerja dan perkumpulan migran Madura. Tingkat kepercayaan yang dimiliki migran Madura tergolong rendah, Hal ini dikarenakan kepercayaan yang dibangun baik hanya pada sesama migran Madura, sementara kepercayaan migran Madura terhadap masyarakat setempat tergolong rendah. Peraturan yang harus ditaati oleh sesama migran Madura dalam menjalankan usaha sektor informal adalah sikap saling menghargai usaha yang dimiliki oleh orang madura lainnya. Hal tersebut diperlukan untuk menghindari konflik yang dapat menurunkan solidaritas antar migran Madura. Namun walaupun migran Madura memilihi keterbatasan pada aspek keuangan dan modal manusia, usaha mereka tetap dapat tumbuh dan berkembang diantara sesama migran Madura dikarenakan modal sosial yang mereka miliki. Kata kunci : migrasi berantai, migran madura, modal sosial, sektor informa
The Influence of Economic Family State towards Motive of Early Marriage in Rural Area
Pernikahan di bawah umur bagi wanita berhubungan dengan kondisi fisik sbagai tingkatan kesiapan mental yang belum mencapai kematangan termasuk pembentukan identitas diri dan identitas sosial sebagai remaja yang notabene dalam masa pencarian identitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi motif dan faktor-faktor yang mempengaruhi aspek pernikahan dini yang terjadi, serta menganalisis hubungan ke arah pembentukan identitas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan 30 responden. Pengujian pengaruh antara variabel faktor awal menikah terhadap motif awal menikah dilakukan dengan menggunakan uji regresi berganda sedangkan pembentukan identitas diuji melalui pendekatan deskripsi atau kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini terjadi dengan motif remaja untuk memenuhi keamanan, sosial, dan harga diri. Pembentukan identitas terkait pada masa remaja yang menikah dini adalah identitas pembentukan diri yang kuat dan identitas sosial formasi yang lemah. Kata kunci: faktor-faktor pernikahan dini, motif pernikahan dini, pembentukan identitas, pernikahan din
Analysis of Household Livelihood Structure and Strategies of Farmers In Conservation Forest Areas, Case In The Village of Cipeuteuy, District Sukabumi
Penduduk Desa Cipeuteuy masih menggantungkan kehidupan mereka dari kegiatan pertanian. Lahan yang digunakan adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan menggunakan prinsip pinjam pakai. Strategi nafkah warga yang tinggal di desa ini tidak hanya dari sektor pertanian, tapi juga sektor non pertanian. Terdapat berbagai cara penerapan struktur strategi penghidupan, mulai dari intensifikasi satu sektor, diversifikasi pendapatan atau pola nafkah ganda, rekayasa spasial atau migrasi. Namun, semua sektor pendapatan tetap menggunakan modal. Kelima modal yaitu modal sumberdaya alam, modal sosial, modal manusia, modal finansial, dan modal fisik digunakan sebagai cara untuk mendukung keberlanjutan strategi nafkah mereka. Bahkan semakin lama, warga cenderung lebih bergantung pada sektor non petanian. Namun basis nafkah mereka adalah sebagai petani. Hal ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi transformasi sosial dimana nilai pertanian terhadap masyarakat telah menurun. Kata kunci : rumahtangga petani, strategi nafkah, struktur agrari
The Effectiveness of Awig-awig in Livelihood Arrangements of Fishing Community in Kedonganan Beach
Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis efektivitas Awig-awig pengaturan kehidupan masyarakat nelayan. Awig-awig merupakan pranata sosial di Bali dan suatu peraturan yang dijalankan, awig-awig dibentuk oleh penduduk lokal sebagai pedoman untuk berperilaku dalam interaksi sosial. Awigawig terdiri dari sekumpulan aturan, tertulis atau tidak tertulis berlandaskan filosofi hindu Tri Hita Karana. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui te ntang pengetahuan, pemahaman dan implementasi nelayan terhadap awig-awig yang mengatur kehidupan masyarakat nelayan. Responden penelitian ini adalah nelayan lokal dan pendatang. Efektivitas awig-awig dapat diketahui dari jumlah pelanggaran aturan, saksi yang tegas, sosialisasi yang intensif, petugas yang melakukan kontrol, dan penghargaan terhadap nelayan. Kata Kunci : awig-awig, efektivitas, peraturan kehidupa
Livelihoods Strategies in Kasepuhan Sinar Resmi of Gunung Halimun Salak National Park
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk melihat perubahan strategi nafkah pada masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi sebagai akibat dari perubahan akses terhadap sumberdaya alam. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan data kuantitatif pendukung. Pendekatan kualitatif, diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber yang digunakan untuk mengetahui perubahan akses sumberdaya alam masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi sebelum dan sesudah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sebagai upaya kolaboratif yang dibangun oleh pihak Taman Nasional Gunung Salak yang dapat menjadi peluang alternatif sumber nafkah bagi masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan metode survey dengan teknik purposive sampling dengan mengambil 30 rumahtangga sebagai responden. Kesimpulan dari penelitian ini, tidak terdapat perubahan pada strategi nafkah akibat berubahnya akses sumberdaya alam pada masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi dikarenakan perluasan Taman Nasional Gunung Salak. Kata Kunci : akses sumberdaya alam, kasepuhan Sinar Resmi, strategi nafka
The Influencing Factors of Access and Control Men and Women in Community Forest Resources Management
Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan profil aktivitas laki-laki dan perempuan pada kegiatan reproduktif, produktif dan sosial kemasyarakatan, mendeskripsikan profil akses dan kontrol laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan sumberdaya hutan rakyat, membandingkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap akses dan kontrol laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan sumberdaya hutan rakyat. Responden adalah petani rumah tangga dan buruh tani yang bekerja di hutan rakyat. Penelitian ini mengindikasikan bahwa dalam kegiatan reproduktif, perempuan pada rumahtangga buruh tani memiliki curahan waktu lebih tinggi daripada perempuan pada rumah tangga petani dan dalam kegiata produktif laki-laki pada rumahtangga buruh tani memiliki curahan waktu lebih tinggi daripada laki-laki pada rumahtangga petani. Faktor penguasaan lahan rumahtangga, keikutsertaan suami-istri dalam kegiatan kelompok dan pengetahuan lokal suami istri dalam budidaya tanaman di lahan hutan mempengaruhi akses kontrol pada rumahtangga petani terlebih pada laki-laki sedangkan pada rumahtangga buruh tani faktor-faktor tersebut tidak mempengaruhi akses dan kontrol atas sumberdaya dalam kegiatan pengelolaan hutan rakyat. Kata kunci : akses dan kontrol, pengelolaan hutan rakyat, rumahtangga buruh tani, rumahtangga petani, gender, laki-laki dan perempuan
Relationship Between The Principles Implementation Level of Community Development with The Success of CSR Programs PT Pertamina
Penerapan (CSR) merupakan suatu keharusan bagi perusahaan sebagai ungkapan kepeduliannya terhadap kehidupan sosial dan lingkungan atas pencapaian keuntungan ekonomi. Salah satu bentuk penerapan CSR adalah pemberdayaan ekonomi lokal. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat dengan keberhasilan program CSR PT Pertamina. Penerapan prinsip tingkat pengembangan masyarakat diperhitungkan melalui indikator kesesuaian program dengan kebutuhan peserta, bimbingan program dan partisipasi dalam program pengembangan ekonomi lokal. Indikator pencapaian Penerapan prinsip pengembangan masyarakat dalam program pemberdayaan ekonomi lokal, dilihat dari: tingkat partisipasi peserta dalam KUB, tingkat pendapatan peserta program dalam setahun dan tingkat keragaman nafkah peserta program. Penelitian dilakukan di Desa Balongan dan Majakerta, Indramayu menggunakan metode survey dengan 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat berada pada tingkat medium; (2) tingkat partisipasi non peserta dalam KUB masih rendah; tingkat pendapatan individu berada pada tingkat pendapatan rendah dan menengah; keberagaman tingkat pendapatan masih tinggi; (3) tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat berhubungan positif dengan tingkat partisipasi di KUB; berhubungan negatif dengan tingkat pendapatan individu; berhubungan negatif dengan keragaman tingkat pendapatan peserta program. Kata kunci: CSR, tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat, tingkat keberhasilan program CSR, tingkat partisipas
The Leadership Role of Farmer Groups and Effectiveness of the Farmers Empowerment
Ketidakberdayaan petani disebabkan karena petani tidak cukup mampu untuk menggunakan peralatan produksi secara optimal. Ketidakberdayaan juga disebabkan oleh kurang kompetensinya petani dalam memasarkan produk pertaniannya. Melalui kelompok tani, pemerintah telah melakukan proses pengajaran yang potensial dan pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup petani. Dalam proses pemberdayaan kelompok tani ini, membutuhkan peran pemimpin untuk mendorong aktivitas pemberdayaan. Pemimpin memiliki peran yang penting untuk mempengaruhi dan memotivasi petani untuk mencapai tujuannya secara bersama-sama melalui kelompok tani. Tujuan penelitian ini. yaitu untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan dengan proses pemberdayaan kelompok tani, menganalisis hubungan antara proses pemberdayaan dengan tingkat pemberdayaan, juga menganalisis hubungan antara faktor pribadi dan faktor lingkungan dengan proses pemberdayaan. Metode yang digunakan adalah survey yang didukung pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada narasumber. Hasil penelitian ini diolah menggunakan Rank Spearman dan Chi-Square. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Bina Sejahtera di Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Bogor dan Kelompok Tani Hurip di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif nyata antara kepemimpinan dengan proses pemberdayaan, sementara proses pemberdayaan tidak berhubungan positif nyata dengan tingkat pemberdayaan. Beberapa faktor pribadi menunjukkan hubungan positif nyata dengan tingkat pemberdayaan. Kata kunci : kelompok tani, kepemimpinan, pemberdayaan petan