Guru Membangun
Not a member yet
    58 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN EDMODO TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 2 PANGKEP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi pembelajaran edmodo terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 2 Pangkep. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini Siswa Kelas X di SMKN 2 Pangkep, yakni sebanyak 479 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMKN 2 Pangkep terdiri dari 3 Kelas yaitu X TKR 1, X TKR 2 dan X TKR 3 sebanyak 83 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan probability sampling, adapun metoda yang digunakan adalah simple random sampling. Simple random sampling dikatakan sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran edmodo sedangkan variable terikatnya adalah motivasi belajar siswa. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode survey, di mana untuk mendapatkan data berasal dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan pengumpulan data.Hipotesis diformulasikan dan di uji menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan aplikasi pembelajaran edmodo terhadap motivasi belajar siswa kelas X Teknik di SMK Negeri 2 Pangkep Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

    PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIK PESERTA DIDIK MENURUT WALLAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN-ENDED DITINJAU DARI SELF-REGULATED LEARNING

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif matematik peserta didik dalam memecahkan masalah open-ended pada materi perbandingan trigonometri.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara.  Tes dan wawancara dianalisis untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif peserta didik yang berpandu pada model Wallas yang meliputi tahap persiapan (preparation), inkubasi (incubation), iluminasi (illumination), dan verifikasi (verification).  Semua peserta didik dianggap mampu memecahkan masalah open-ended dengan caranya sendiri dan tidak terpaku pada satu jawaban karena dalam proses penyelesainnya bervariasi melalui berbagai macam alternatif cara. Hasil penelitian menunjukan bahwa S1, S2, S3   memiliki proses berpikir kreatif tinggi karena bisa melewati tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi yang baik, walaupun terdapat satu subjek yaitu S2 yang dianggap cukup dalam tahap verifikasi yang berupa proses penyimpulan masalah.  Bahkan ada satu subjek yaitu S4   yang dianggap berkemampuan sedang karena bisa melewati tahap persiapan dan inkubasi dengan baik sedangkan tahap iluminasi dan verifikasi cukup.   Hasil penelitian S5 merupakan peserta didik berkemampuan rendah karena hanya melewati setiap tahap dengan kurang

    Pembelajaran Sastra sebagai Media Pendidikan Multikultural

    Full text link
    Pendidikan multikultural sangat penting untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Pendidikan multikultural merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa seluruh peserta didik tanpa memperhatikan dari kelompok mana berasal, seperti gender, etnik,  budaya, kelas sosial, agama, diharapkan dapat memeroleh pengalaman pendidikan yang sama di sekolah atau lembaga pendidikan. Melalui pendidikan berbasis multikultural, sikap dan pemikiran siswa lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. Satu diantara pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menanamkan sikap tersebut adalah pembelajaran sastra. Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Diharapkan siswa mampu menikmati, menghayati, memahami,  dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Membaca karya sastra akan membantu siswa menjadi manusia berbudaya yang responsif terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa yang berbudaya demikian diharapkan menjadi manusia yang agung namun tetap sederhana, bebas tetapi mengontrol diri, kuat tetapi penuh kelembutan. Contoh kasus konpflik yang terjadi di Kalimantan Barat pada tahun 1997 semoga tidak terjadi lagi

    MENAKAR KEBERMAKNAAN PEMBELAJARAN SAINS MENGGUNAKAN LEP MODEL

    Full text link
    Teachers’ understanding on the nature of science will determine types of students learning activities in the schools. In designing a science teaching-learning process meaningfully, a teacher should consider and pay attention to the learning activities. They are (1) logical plane activities; (2) evidental or experiental plane activities; (3) psychological plane activities. A science text-books centered teaching should be modified because, the students comprehension about science products (concept and principles) could not be developed meaningfully by using text-books only. This culture is also contrary to the nature of science and is not  able to build a science and technology literate people

    MELATIH SISWA MENERAPKAN TEKNIK MEMBACA SQ3R DAN MEMBUAT CATATAN GRAPHIC POSTORGANIZERS DALAM PEMBELAJARAN SAINS

    Full text link
    Ikhtiar untuk membantu siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi dan meningkatkan hasil belajar di sekolah dapat dilakukan melalui pelatihan proses membaca, menulis, dan membuat catatan  (yang bermakna) secara terintegrasi dalam proses pembelajaran. Ketiga kemampuan  ini perlu dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar

    Profil Kinerja Dosen Jurusan Pendidikan IPS FKIP Untan

    No full text
    Salah satu pilar terdepan untuk mengarahkan sasaran sistem pendidikan yang dibangun lembaga pendidikan tinggi adalah peran dosen yang secara langsung membentuk karakter kepribadian dan kompetensi mahasiswa. Dosen sebagai salah satu anggota civitas akademika perguruan tinggi memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kinerja dosen pada suatu perguruan tinggi merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap dosen sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh dosen sesuai dengan peranannya. Untuk dapat menentukan kualitas kinerja dosen perlu adanya kriteria yang jelas meliputi aspek kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, prakarsa, kemampuan, dan komunikasi. Hasil menunjukkan bahwa masih sangat kurang dosen melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang ditawarkan pihak Dikti

    Feminisme, Budaya, dan Agama

    No full text
    Feminisme adalah sebuah gerakan yang dipelopori para tokoh perempuan dalam dunia politik yang berusaha memperjuangkan kesetaraan di segala bidang kehidupan. Dalam hal ini feminisme bukanlah sebuah model penjelasan tambahan di samping teori-teori politik lainnya. Feminisme justru melibatkan dirinya dalam konteks politik yang selalu menggugat struktur interaksi kekuasaan di antara perempuan dan laki-laki. Atau lebih lanjut dapat dikatak bahwa gerakan transformasi perempuan adalah suatu proses gerakan untuk menciptakan hubungan antara sesama manusia (laki-laki dan perempuan) agar lebih baik dan baru. Hubungan ini meliputi hubungan ekonomi, politik, kultural, ideologi lingkungan dan termasuk di dalamnya hubungan antara laki-laki dan perempuan. Masalah dalam lingkup feminisme sangat kompleks dan intens, sehingga memerlukan penyelesaian secara komprehensif dari berbagai pihak. Adanya kesadaran dari diri perempuan secara menyeluruh, pengakuan laki-laki terhadap perempuan, budaya yang tidak hanya berpihak pada laki-laki, akan turut membantu perjuangan gerakan feminisme ke arah yang lebih baik dan manusiawi, akan tetapi harus tetap sesuai dengan ukuran dan aturan agama.Kata kunci: Feminisme, Budaya, Agam

    Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Ditinjau dari Aspek Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Prodi PG-PAUD FKIP Untan Pontianak

    No full text
    Education plays an important role in human life aspect. Therefore, people are required to be more creative and independent in developing education. The teacher of early age education in one of the important components in educating the Indonesia children to become a real person. Teachers have a role in the process of early age education, particularly in guiding children toward maturity, and independence. Hence, the teacher can be said as a spearhead of education in developing the real Indonesian. The role and position of teachers are strategic in preparing the qualified human resources for globalization era. It is also in line with the policy of development that put human resources as national development priorities. The improve the quality of learning, the teachers of early age education who attends the lecture is expected to be task asigned by lecturer.Keywords: efektivity, independen, teacher, early childhood educatio

    PENGGUNAAN SPESIMEN HERBARIUM TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (SPERMATOPHYTA) SEBAGAI MEDIA PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN

    Full text link
    Spesimen herbarium tumbuhan tingkat tinggi dibuat untuk media alat bantu praktikum pada mata kuliah Morfologi Tumbuhan yang bertujuan untuk membantu kelancaran pelaksanaan praktikum. Dengan adanya spesimen, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran pada mata kuliah morfologi tumbuhan. Pembuatan spesimen herbarium ini, materinya mengacu pada silabus mata kuliah Morfologi Tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan yang akan dibuat spesimennya adalah jenis-jenis tumbuhan yang mewakili famili-famili dari subdivisi Gymnospermae dan jenis-jenis tumbuhan yang mewakili famili-famili dari subdivisi Angiospermae. Dengan adanya spesimen herbarium dapat menjadi alternatif untuk ketersediaan media praktikum setiap saat tanpa tergantung waktu. Spesimen herbarium yang dibuat terdiri atas 7 Famili tumbuhan Gymnospermae dan 33 Famili tumbuhan Angiospermae. Keberhasilan pembuatan spesimen herbarium ditentukan oleh tahap-tahap kerja yang benar, baik di lapangan maupun di laboratorium. Kata Kunci: Spesimen, herbarium, spermatophyt

    PENTINGNYA ADVERSITY QUOTIENT DALAM MERAIH PRESTASI BELAJAR

    Full text link
    Setiap siswa yang belajar di sekolah dapat dipastikan ingin memiliki prestasi belajar yang tinggi. Untuk mencapai prestasi seperti ini tidaklah mudah, akan banyak kesulitan yang ditemui serta tantangan-tantangan yang dihadapi, bahkan tidak tertutup kemungkinan mengalami kegagalan. Tidak semua siswa mampu melewati kesulitan dan tantangan dalam proses belajar yang tentu saja hal ini akan mempengaruhi prestasi belajar yang dicapainya. Dari sekian banyak kemampuan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, termasuk dalam mengahaadapi kesulitan dalam berprestasi adalah kemampuan Adversity Quotiont. Adversity quotient dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup karena seseorang yang memiliki AQ yang tinggi bisa sukses meskipun banyak hambatan menghadang mereka tidak langsung menyerah dan tidak membiarkan kesulitan menghancurkan impian dan cita-citanya. Siswa yang ber-AQ tinggi akan terus meraih prestasi yang setinggi-tingginya.Kata Kunci: Adversity quotiont, prestrasi belaja

    50

    full texts

    58

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Guru Membangun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇