Guru Membangun
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
Pendidikan di indonesia di era desentralisasi pendidikan
Untuk Peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pendidikan yang lebih baik, strategis desentralisasi perlu diarahkan pada pnanganan beberapa isu kebijakan yang merupakan pengakuan bahwa proses pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik kalau semuanya dikontrol dari pusat. Dengan kebijaksanaan desentralisasi memerlukan pelaksanaan yang bertanggung jawab, inovatif, kreatif, dan berjiwa mandiri. Pemegang kendali pendidikan di tingkat bawah akan memunyai peran yang lebih besar. Keadaan ini akan mendorong kreativitas dan improvisasi dalam melaksanakan pendidikan, sehingga akan terdapat usaha yang terus menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan
PELUANG MAHASISWA BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MENJADI TENAGA JURNALIS
Perkembangan persuratkabaran di Indonesia sangat pesat sejak pasca Suharto. Ini terjadi karena kebebasan dalam berekspresi sangat dijamin dalam UU Pers dan izin penerbitan surat kabar yang mudah. Kekebasan pers seperti sekarang adalah kondisi yang memungkinkan para pekerja pers memilih, menentukan dan mengerjakan tugas mereka sesuai keinginan mereka. Untuk menjadi seorang jurnalis atau wartawan atau reporter tidaklah semudah orang bayangkan. Banyak orang yang bisa mencari berita, bisa menulis berita dan bisa meyebarluaskan informasi melalui media massa, tetapi belum tentu orang itu dapat disebut sebagai jurnalis atau wartawan. Oleh karena itu, mahasiswa dibekali ilmu yang berkaitan dengan jurnalistik. Mahasiswa dibimbing berkaitan dengan penulisan berita, feature, editorial, opini, reporter yang tetap memperhatikan etika pers. Mereka harus dibekali dengan etika jurnalis. Kata kunci: pers, jurnalis, feature, editorial dan opini, keredaksia
INTERNALISASI NILAI SOSIAL DAN BUDAYA BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KREATIF
Nilai budaya merupakan nilai yang melekat di masyarakat yang berguna untuk mengatur keserasian, keselarasan atau keharmonisan, serta keseimbangan. Komponen nilai budaya yang ditelaah melalui kesadaran diri manusia, diklasifikasikan menjadi beberapa komponen, yaitu: kesadaran hidup; kesadaran kerja; kesadaran ruang-waktu; kesadaran hubungan manusia dengan alam sekitar atau dengan alam lingkungan; dan kesadaran hubungan sosial. Untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut pada PAUD dapat diaktualisasaikan melalui pembelajaran matematika kreatif. Pembelajaran matematika mempunyai karakteristik, yakni a) pembelajaran berjenjang /bertahap; b) pembelajaran mengikuti metode spiral; c) pembelajaran menekankan pola pikir deduktif; dan d) pembelajaran menganut kebenaran kosistensi. Kata Kunci: Nilai Sosial dan Budaya, Pembelajaran Matematika Kreati
Kondisi Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar Daerah Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat
Data untuk penelitian ini diperoleh dari Kecamatan Badau, Batang Lupar, Puring Kencana, Embaloh Hulu dan EMpanang Kabupaten Kapuas Hulu. Teknik yang dipergunakan untuk pengambilandata adalah teknik survey. Alat pengumpulan data terdiri dari format isian data untuk mengumpulkan data angka-angka dan pedoman wawancara untuk menghimpun informasi yang bersifat kualitatif dari sumber data seperti Kepala Dinas, Kepala Cabang Dinas pendidikan, Dewan Pendidikan Kabupaten dan Komite Sekolah. Data diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah gambaran umum kondisi Sekolah Dasar di daerah Perbatasan di Kabupaten kapuas Hulu dari aspek Kondisi siswa, UASBN, Sumber Daya Guru, Sumber Daya Sarana/Prasarana Sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jumlah murid tidak naik kelas masih tergolong tinggi (78 orang); hasil UASBN tahun 2009 tidak mengalami kenaikan yang significant (dibandingkan dengan tahun 2008); sumber daya guru yang berpendidikan S-1 hanya 9 orang dan yang SMA 15 orang dari 295 guru; dan sumber daya sarana/prasarana sekolah masih sangan minim
THE POSITION OF NONVERBAL BEHAVIOUR IN FOREIGN LANGUAGE TEACHING AND LEARNING IN THE INDONESIAN CONTEXT
Non-verbal behaviour is a significant aspect of communication. However, despite its importance, teachers are more often inclined to use it in language teaching and learning. It is therefore important to view that to appreciate nonverbal communications values and to integrate it into the context of language teachings are not the same. Efforts should be made from both sides, i.e. those who develop theory, methodology, and materials as well as those who apply these into practice in order to promote the best practice of communicative language learning and teaching. It is expected that the issues raised can soon be addressed so that the teaching and learning of foreign languages in Indonesia can make fruitful progress in the near future
ANALYSING UTTERANCES ON MOVIE BY USING THE GRICEAN MAXIM
Expressing what we want to say to other speaker can be done by saying directly and indiectly. This can be successful or not. Many women, hovewer, tend to fail to use directness in certain conversation. This study was to investigate whether women flout Grice maxim in Cooperative Principle . The study analyses uttetances of speakers taken from movie. The study suggested that interlocutors follow Cooperative Principle in the conversation. However, some utterances do not show this principle due to some factors; for example chance to speak and politeness
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENGURANGAN BILANGAN BULAT DENGAN MENERAPKAN PITA GARIS BILANGAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Matematika yang tercantum dalam kurikulum SD adalah matematika yang telah dipilih dan disederhanakan dan disesuaikan dengan perkembangan berpikir siswa SD. Hal utama untuk menarik minat belajar siswa terhadap matematika adalah menciptakan suasana senang dalam belajar matematika. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan materi pelajaran dalam suasana menyenangkan, yaitu permainan, karena anak-anak dalam usia ini masih senang bermain. Permasalahan yang dikaji:1. Apakah hasil belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan pita garis bilangan? 2. Apakah keaktifan siswa pengurangan bilangan bulat dapat ditingkatkan dengan menggunakan pita garis bilangan?Hasil penilaian siklus1 ada 6 siswa (33, 3%) belum tuntas 12 siswa (66,7%) tuntas dan nilai rata-rata 53, 33, terdapat kenaikan nilai rata-rata, dari 45, 00. Hasil belajar siswa pengurangan bilangan bulat dengan bantuan pita garis bilangan, 12 dari 18 siswa 66, 7% sudah tntas dan 6 orang belum tuntas atau 33, 3 % dengan nilai rata-rata 53, 33. pada siklus 2, siswa yang dinyatakan belum mencapai ketuntasan 2 orang dari 18 siswa atau 11, 1 %, siswa yang mencapai batas nilai ketuntasan 16 siswa atau 88, 9 %.Kata Kunci: Pengurangan bilangan bulat, Pita Garis Bilanga
PENGARUH INFORMASI KARIER TERHADAP PENGAMBILAN PUTUSAN KARIER SISWA SMA
Dalam kehidupan individu, ada suatu titik di mana ia harus melakukan pengambilan putusan. Berbagai bentuk pengambilan putusan harus dilakukan oleh individu, dari pengambilan putusan yang sifatnya kecil atau sederhana misalnya memilih baju atau warna baju sampai pengambilan putusan yang tingkatnya lebih tinggi, misalnya mengenai hidup dan cita-cita atau karier. Bagi siswa SMA ada suatu tahapan penting yang harus dilalui dalam kaitannya dengan pengambilan putusan, yaitu pengambilan putusan karier (PKK), yang realitasnya diwujudkan melalui keinginan pemilihan jurusan. Tentu saja untuk melakukan pemilihan secara optimal, banyak aspek yang ikut terkait atau memengaruhinya, antara lain, adalah infromasi karier.Kata Kunci: Informasi karier, pengambilan putusa
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI UNTUK GENERASI BANGSA
Pendidikan budi pekerti diselenggarakan untuk melahirkan generasi dengan moralitas yang realistik. Untuk membuat generasi mendatang menerima nilai-nilai pembaharuan, kita harus melibatkan mereka dalam penyelesaian persoalan, dan tidak menyalahkan mereka karena tidak meneruskan jejak generasi lampau. Kita harus berkomunikasi dengan mereka, dan tidak menceramahi mereka. Berdasarkan prinsip ini, dapat dikatakan bahwa pendidikan budi pekerti untuk keperluan generasi bangsa mengharuskan guru berbagi keresahan dan harapan dengan peserta didik, di samping berbagi ketahuan dan ketidaktahuan.Kata Kunci: Pendidikan budi pekerti, regenerasi bangs
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR SAINS PADA SISWA SMP KOTA PONTIANAK
Pencapaian kompetensi dasar sains wajib dikuasai siswa. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran ARIAS berbasis kontekstual (contextual teaching and learning/CTL) dalam meningkatkan pencapaian kompetensi dasar Sains pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk penelitian semu (Quasy Eksperiment Design). Dengan rancangan Pretest-postest Nonequivalent Countrol Group. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian kompetensi siswa pada konsep Sistem Eksresi pada Manusia yang telah diajar dengan model pembelajaran ARIAS berbasis kontekstual dan siswa yang diajar dengan konvensianal. Secara statistik dapat dinyatakan thitung ? t tabel ( 3,12 > 1,73). Dengan model ARIAS dapat meningkatkan daya ingat siswa, dan dapat memberikan kontribusi yang berarti.Kata kunci: Model pembelajaran ARIAS, Pencapaian Kompetensi Dasa