Guru Membangun
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
PENGARUH METODE READING ALOUD DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PADA MATA PELAJARAN BAHASA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Reading aloud dalam meningkatkan hasil belajar siswa terhadap keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD Negeri Rappokalling 67/1, Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu jenis Pre-Experimental Design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Rappokalling 67/1, Kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode Reading aloud dalam meningkatkan hasil belajar siswa terhadap keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD Negeri Rappokalling 67/1, Kota Makassar. Hal ini dapat dilihat dari keterampilan membaca siswa sebelum menggunakan metode Reading aloud pada saat Pretest menunjukkan masih berada pada kategori rendah, di mana rata-rata hasil keterampilan membaca siswa sebelum menggunakan metode Reading aloud yaitu 52,66 dan setelah diterapkan metode Reading aloud pada saat Posttest menunjukkan perubahan yang signifikan, di mana diperoleh rata-rata hasil keterampilan membaca siswa setelah diterapkannya metode Reading aloud yaitu 84,66. Pada uji Paired Sample T Test dapat dilihat bahwa nilai t hitung = -15.677, sedangkan nilai t tabel = 2,093. Artinya, hipotesis diterima karena t hitung < t tabel dengan taraf signifikansi 0,05. Terdapat pengaruh metode Reading aloud dalam meningkatkan hasil belajar siswa terhadap keterampilan membac
PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN UNJUK KERJA DALAM PEMBELAJARAN IPA SMP NEGERI 3 BURAU KECAMATAN BURAU KABUPATEN LUWU TIMUR
Asesmen kinerja adalah suatu prosedur yang menggunakan berbagai bentuk tugas-tugas untuk mendapatkan informasi tentang apa dan sejauh mana yang telah dipelajari siswa. Asesmen kinerja mensyaratkan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas kinerjanya menggunakan pengetahuan dan keterampilannya yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan, tindakan atau unjuk kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengembangan perangkat penilaian unjuk kerja pada pembelajaran IPA/Biologi; mengetahui validitas dan reliabilitas penilaian unjuk kerja berbasis pembelajaran IPA/Biologi yang di kembangkan pada kelas VIII SMP 3 Burau Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang mengacu pada pola pengembangan Djemari Mardapi, dimulai pada tahap analisis materi, membayar skala numerik, pembuatan tes unjuk kerja, analisis manfaat dan generalisasi validitas. menggunakan perangkat penghakiman unjuk kerj yang telah dikembangkan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Burau tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 142 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian yaitu format validasi dan reliabilitas instrumen perangkat penilaian unjuk kerja. data uji coba kevalidan instrumen perangkat penilaian unjuk kerja percobaan 1 dan 2 memnuhi campuran sangat valid, pada percobaan 1 memenuhi kriteria valid. Hasil pengujian reliabilitas pada percobaan 1 dan 2 memenuhi kriteria reliabel. Hal ini mengindikasikan bahwa instrumen penilaian perangkat menunjukkan kerja yang dikembangkan layak untuk digunaka
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS LESSON STUDY TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model problem solving berbasis PTK LS terhadap keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Lesson Study (LS) yang dilakukan pada dua siklus. Satu siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang terintegrasi dengan kegiatan LS (plan, do, dan see). Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Biologi semester ganjil yang menempuh mata kuliah fisiologi manusia kelas I berjumlah 25 mahasiswa. Sumber data berasal dari mahasiswa, observer berjumlah tiga. Hasil penelitian diperoleh Skor N-Gain mengalami peningkatan dari siklus 1 sebesar 0,7 dengan kategori sedang mengalami peningkatan pada siklus 2 sebesar 0,74 dengan kategori tinggi. Keterlaksanaan pembelajaran oleh dosen mencapai 97% pada siklus 2, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran oleh mahasiswa mencapai 91% pada siklus 2. Kemampuan berpikir kritis mahasiswa biologi meningkat pada siklus ke-2 dari penerapan problem solving berbasis PTK lesson study (LS
EFEKTIVITAS METODE IMPROVE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MASAMBA
Metode improve merupakan salah satu model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran matematika yang didesain untuk membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan matematikanya secara optimal serta meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran menggunakan metode improve yang diterapkan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Masamba, dengan kriteria keefektifan antara lain (1) tingkat hasil belajar matematika sebelum dan sesudah diajar, (2) aktivitas belajar siswa (3) respons siswa setelah diajar, dan (4) keterlaksanaan pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas, angket respons siswa dan tes hasil belajar. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan data menggunakan teknik random sampling dimana kelas VII.2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 31 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pemberian tes awal (pretest) sebelum pembelajaran dan test akhir (posttest) setelah pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis statistika deskriptif terlihat (1) rata-rata hasil belajar siswa untuk posttest melebihi nilai KKM, rata-rata gain ternormalisasi berada pada kategori sedang, dan persentase ketuntasan secara klasikal memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal, (2) aktivitas siswa berada pada kategori aktif (3) Respons siswa berada pada kategori cenderung positif, (4) keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sebagian besar aspek terlaksana. Sedangkan hasil analisis statistika inferensial dengan uji-t terpenuhi dan pada uji-z secara klasikal tidak terpenuhi. Berdasarkan kriteria keefektifan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode improve efektif diterapkan pada siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Masamb
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 WONOMULYO
Model pembelajaran Numbered Head Together merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat arti penting serta manfaat sinergi beberapa orang. Melalui pembelajaran kooperatif, setiap peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dalam pelaksanaan tugas dengan adanya keterlibatan peserta didik yang lain dan juga mampu meningkatkan hasil belajar kognitif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran NHT atau ‘penomoran berpikir bersama’ merupakan salah satu jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan interaksi peserta didik agar lebih aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Sebanyak 36 peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran NHT dan 37 peserta didik yang dibelajarkan dengan metode konvensional. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa 80.01 nilai hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan model NHT dan 79.00 nilai hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan metode konvensiona
FAKTOR PENGHAMBAT PENYUSUNAN SILABUS DAN RPP KURIKULUM 2013 BAGI GURU BIOLOGI DI SMP KECAMATAN BUMAL KABUPATEN MAMASA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor penghambat yang dihadapi guru biologi dalam menyusun silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 (K13) di SMP se Kecamatan Bumal Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah semua guru mata pelajaran biologi yang ada di SMP se-Kecamatan Bumal Kabupaten Mamasa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat beberapa faktor penghambat yang dihadapi guru biologi dalam menyusun silabus dan RPP Kurikulum 2013 di SMP se-Kecamatan Bumal Kabupaten Mamasa, yaitu: kurangnya pelatihan Kurikulum 2013 bagi tenaga pengajar di daerah terpencil, guru di sekolah sangat kekurangan fasilitas penunjang pembelajaran seperti buku-buku paket berbasis K13, guru kekurangan alat-alat untuk praktek seperti torso dan fasilitas laboratorium biologi, di sekolah tidak ada komputer dan listrik, guru tidak dapat mengakses silabus dan RPP secara online karena di desa belum ada jaringan internet, kemampuan dasar yang dimiliki siswa masih terbatas, keadaan sekolah dan tenaga pengajar serta peserta didik yang serba kekurangan. Kesimpulan: banyaknya faktor penghambat internal dan eksternal menjadi kendala guru dalam penyusunan dan pengembangan silabus dan RPP K13 di SMP se Kecamatan Bumal Kabupaten Mamasa
PERAN KEPALA SEKOLAH DAN TIM PENJAMIN MUTU SEKOLAH DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN MUTU DI SDN 1 LEJANG KABUPATEN PANGKEP
Penelitian bertujuan mendeskripsikan 1) Kondisi mutu Pendidikan, 2) Langkah-langkah penerapan manajemen, 3) Peran kepala sekolah Tim Penjaminan Mutu dalam menerapkan manajemen di SDN 1 Lejang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Desain penelitian Fenomonologi. Teknik pengumpulan Data melalui Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Kondisi Mutu Pendidikan yakni sudah bagus, tapi sarana dan prasarana masih kurang, 2) Langkah-lagkah penerapan manajemen yakni penetapan mutu, pemetaan mutu, perencanaan mutu, pelaksanaan, evaluasi Kualitas, 3) Peran Kepala Sekolah Tim Penjamin Mutu dalam menerapkan manajemen yakni, sebagai pelaksana, perencana, seorang ahli, mengawasi, mewakili kelompok, pemberi ganjaran/pujian, hukuman. Sedangkan Tim Penjamin Mutu merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengembangkan SPMI-Dikdasmen, menyusun dokumen SPMI-Dikdasmen. Disimpulkan bahwa Kondisi Mutu Pendidkan sudah baik, Langkah-langkah penerapan majanemen sudah dilaksanakan, Peran Kepala Sekolah Tim Penjamin Mutu Pendidikan dalam melaksanakan manajemen di SDN 1 Lejang, Kabupaten Pangkep, sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER
Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang masih dianggap sulit bagi siswa. Hal ini dapat ditinjau dari hasil belajar matematika siswa yang masih rendah. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah menggunakan model pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Model yang mampu melibatkan peran siswa secara aktif adalah model peembelajaran kooperatif, salah satunya adalah tipe Numbered Head Together (NHT). Model dengan tipe NHT mengutamakan adanya kelompok-kelompok dengan anggota yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIIIA SMP Kartika XX-2 Wirabuana Makassar. Faktor utama yang menjadi perhatian untuk diselidiki adalah nilai harian siswa, kemampuan siswa, dan hasil tes siswa. Penerapan model NHT dilaksanakan dalam 2 siklus, di mana setiap siklus memiliki 4 tahap. Tahap tersebut adalah perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi. Hasil observasi pada siklus 2 menunjukkan perubahan yang positif pada siswa. Perubahan tersebut dilihat dari segi prestasi, interaksi, sikap, dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika secara individu sebagai dampak positif terhadap hasil belajar kelompok. Skor rata-rata hasil belajar matematika meningkat, yaitu 82,14 dan berada pada kategori tinggi dengan persentase ketuntasan sebesar 86,48%
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN MUTU SMP NEGERI 2 ARUNGKEKE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peran kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, 2) Faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, tenaga pendidik dan tenega kependidikan sebagai informan penelitian sedangkan objek dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian dengan dibantu pedoman observasi dan pedoman wawancaa. Teknik analisis data yang digunakan yakni, reduksi data, penyajian data, validasi dan penarikan kesimpulan. Trigulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data sumber dan trigulagi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke, yaitu : (a) kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat dan (b) menerapkan manajemen kepemimpinan. 2) Faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke yaitu : faktor pendukung (a) gotong royong dan kekeluargaan (b) memberikan kesempatan kepada guru dalam kegiatan diklat penerapan profesi (c) memfasilitasi segala kegiatan sekolah, faktor penghambat (a) kurangnya motivasi dan semangat kepala sekolah (b) kurangnya kemampuan kepemimpinan kepala sekolah (c) kurangnya sarana dan prasarana dan (d) rendahnya sikap mental
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI KOMPETENSI MITIGASI BENCANA ALAM MASA PANDEMI MELALUI GOOGLE CLASSROOM DI KELAS XI, IPS.1 SMAN 1 MALINAU
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisik aktivitas guru dan siswa dalam Pembelajaran Geografi Kompetensi Mitigasi Bencana Alam Masa Pandemi Melalui Google Classroom di kelas XI IPS. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas XI.IPS.1. Pemilihan kelas dilakukan secara bebas. Teknik pengambilan data dilakukan menggunakan tes obyektif, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Google. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Google Classroom menyebabkan guru menjadi lebih kreatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran bagi guru yang mengajar banyak kelas. Karakteristik aktivitas siswa yaitu siswa lebih terlatih untuk belajar mandiri dan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belaja