MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Not a member yet
    208 research outputs found

    Mutu Karagenan dengan Menggunakan Pelarut dan Metode Ekstraksi Berbeda

    Full text link
    This study aims to determine the type of solvent extraction method of carrageenan from red seaweed Kappaphycus alvarezii which is time efficient and quality of good according to SNI 8391-1:2017 standards. This research uses NaOH and KOH solvents with steam and hot alkali extraction methods. The research method used is an experimental method using one factorial complete randomizel design data analysis with Duncan’s further test to find out there are significant differences due to treatment. In general, the extraction process using the steam and hot alkali method is the same, but in the hot alkali extraction method there is no soaking with an alkaline solution but directly boiled together with the solution. The highest yield of 28.17% was drained in the NaOH solvent treatment with hot alkaline extraction method. The best water content of 5% by the treatment of 0.5% KOH solvent with steam extraction method. The best ash content and acid insoluble ash were 1.4% and 1.34% by the treatment of NaOH with hot alkaline extraction method.Keywords:    Carrageenan extraction, hot alkali method, steam extraction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelarut dan metode ekstraksi karagenan dari rumput laut merah Kappaphycus alvarezii yang efisiensi waktu serta mutu yang baik sesuai standar SNI 8391-1:2017. Pada penelitian ini menggunakan pelarut NaOH 0,5% dan KOH 0,5% dengan ekstraksi metode uap dan alkali panas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan analisa data Rancangan Acak Lengkap one factorial dengan uji lanjut Duncan untuk mengetahui ada perbedaan signifikan akibat perlakuan. Secara umum proses ekstraksi menggunakan metode uap dan alkali panas sama, akan tetapi pada ekstraksi metode alkali panas tidak ada perendaman dengan larutan alkali melainkan langsung direbus bersama larutan alkali. Hasil yang dicapai adalah rendemen tertinggi sebesar 28,17% diperoleh pada perlakuan pelarut NaOH 0,5% dengan ekstraksi metode alkali panas. Kadar air terbaik sebesar 5% pada perlakuan pelarut KOH 0,5% dengan ekstraksi metode uap. Kadar abu dan abu tak larut asam terbaik berturut-turut sebesar 1,41% dan 1,34% pada perlakuan pelarut NaOH 0,5% dengan ekstraksi metode alkali panas.Kata kunci:  Ekstraksi karagenan, metode alkali panas, metode uap

    Mutu Mikrobiologis dan Organoleptik Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) Segar di Palka Kapal Ikan PPP Tumumpa

    Full text link
    Skipjack (Katsuwonus pelamis L) is a most popular product for the people of North Sulawesi. As a perishable foodstuff, fish requires special treatment to maintain their quality. Deterioration of quality in fish can cause diseases for those who consume. This research was conducted to analyze the quality of microbiological and organoleptic of skipjack tuna. The research method used is quantitative descriptive, with test parameters was total plate count (TPC), total Coliforms and Escherichia coli, Organoleptic (eyes, gills, flesh mucus, odor, texture) and pH. Samples were taken at two ship hatch. The test results of fresh skipjack tuna showed that the highest TPC value of fresh skipjack tuna was 2.8x103cfu/g on the 3rd take in ship hatch 2 and the lowest TPC value of 1.5x103cfu/g on the 1st take in ship hatch 2. The highest TPC value in the water sample used is 3.2x103 in the 1st pick-up in ship hatch 2, and the lowest TPC value is 2.6x103cfu/g at the second take-up in ship hatch 2. The results of the analysis of total Coliforms and E. coli showed positive results in ship hatch 1 and ship hatch 2. Based on the organoleptic analysis of fresh skipjack tuna in hatch 1 and hatch 2, it shows a value of 8–7 which means the fish is still fresh. The pH value of fresh skipjack tuna is 5.8–5.85 and the water samples used are 7.2–7.4 indicating that the fresh skipjack fish and the water used in hatches 1 and 2 are still in good condition (fresh).Keyword:        Escherichia coli, pH, Organoleptic, pH, Skipjack tuna, Total Plate Count. Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) merupakan produk primadona bagi masyarakat Sulawesi Utara. Ikan memerlukan penanganan yang cepat, cermat dan tepat supaya kualitasnya tetap baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mutu mikrobiologis dan organoleptik dari ikan cakalang segar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif, dengan parameter uji yakni angka lempeng total (ALT), total Koliform dan Escherichia coli, organoleptik (mata, insang, daging, lendir, bau dan tekstur) dan pH. Sampel ikan cakalang segar dan air diambil pada dua palka kapal ikan. Hasil pengujian ikan cakalang segar menunjukkan nilai ALT tertinggi ikan cakalang segar yaitu 2,8x103cfu/g pada pengambilan ketiga di palka 2 dan nilai ALT terendah yaitu 1,5x103cfu/g pada pengambilan pertama di palka 2. Nilai ALT tertinggi pada sampel air yaitu 3,2x103 cfu/g pada pengambilan pertama di palka 2, dan nilai ALT terendah yaitu 2,6x103cfu/g pada pengambilan kedua di palka 2. Hasil analisis total koliform dan Escherichia coli menunjukkan hasil positif di palka 1 dan palka 2. Hasil analisis organoleptik ikan cakalang segar di palka 1 dan palka 2 menunjukkan nilai 8–7 yang berarti ikan masih dalam keadaan segar. Nilai pH ikan cakalang segar yaitu 5,8–5,9 dan sampel air yang digunakan yaitu 7,2–7,4 menunjukkan bahwa ikan cakalang segar dan air yang digunakan di palka 1 dan palka 2 masih dalam keadaan baik (segar).Kata kunci:    Cakalang, Escherichia coli, Organoleptik, pH, Angka Lempeng Total

    Kajian Mutu Ikan Layang (Decapterus russelli) yang Direndam dalam Asap Cair Sabut Kelapa dan Disimpan pada Suhu Ruang

    Full text link
    Provinsi Sulawesi Utara, memiliki beberapa potensi perikanan pelagis yang dapat menunjang perekonomian masyarakat perikanan, salah satu komoditas perikanan pelagis yang berpotensi yaitu ikan layang (Decapterus russelli), Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak karena mengandung protein dan air yang cukup tinggi. Oleh karena itu ikan harus segera diolah untuk mencegah terjadinya kemunduran mutu. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada ikan harus dilakukan pengawetan, teknik pengasapan ikan. Pengasapan merupakan salah satu cara pengolahan pangan yang telah lama dikenal sebagai salah satu tahapan dalam pengolahan produk pangan. Tujuan dari pengasapan ialah menghambat laju kerusakan produk, namun dalam perkembangan juga ditunjukan untuk memperoleh  kenampakan  tertentu pada produk asapan dan cita rasa asap pada bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kemunduran mutu produk ikan layang asap cair selama perendaman  dan  lama  penyimpanan suhu ruang berdasarkan nilai Ph, kadar air dan cemaran mikroba dengan menghitung nilai angka lempeng total (ALT), data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan dihitung nilai rata-ratanya, lalu dilanjutkan dengan  uji ANOVA pada aplikasi SPSS. Hasil analisa ikan layang asap cair diperoleh nilai angka lempeng total 1.8 x 107 – 1.6 x 1010, kadar air 39.5% – 62.7%, dan stabilitas pH 5.78 – 7.

    Pengaruh Konsentrasi Gelatin Tulang Ikan Patin (Pangasius pangasius) terhadap Karakteristik Mutu Permen Jeli

    Full text link
    The aims of this research was to determine the effect of the concentration of catfish bone gelatin on the quality characteristics of jelly candy based on the level of consumer acceptance through hedonic tests, water content, ash content, reducing sugar, and gel strength level. The method of processing catfish bone gelatin using a 5% hydrochloric acid solution for 36 hours. Jelly candy was made with three concentrations of catfish bone gelatin of 8% (P1), 11.5% (P2), and 15% (w/w) (P3). Jelly candy processing methods include dissolving gelatin at a temperature of 60–70°C for 1 minute, mixing the ingredients, cooking at a temperature of 90–100°C, molding, cooling at a temperature of 4–10°C for 24 hours, and coating. The results showed that the concentration of gelatin in jelly candy had a significant effect on the taste and texture of jelly candy. The best treatment of jelly candy in the hedonic test was obtained in treatment P2 with the addition of catfish bone gelatin of 11.5% with an average value of appearance 7.22 (like), smell 6.28 (somewhat like), taste 7.44 (like) and texture 6.84 (like). The best treatment on chemical test and gel strength was obtained in P3 treatment with 32.90% water content, 0.062% ash content, 21.85% reducing sugar and 89.06 g/cm² gel strength.Keywords:    catfish bone, gelatin, fish waste, gel strength, jelly candy. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh konsentrasi gelatin tulang ikan patin terhadap karakteristik mutu permen jeli berdasarkan tingkat penerimaan konsumen melalui uji hedonik, kadar air, kadar abu, gula reduksi, dan tingkat kekuatan gel. Metode pengolahan gelatin tulang ikan patin menggunakan larutan asam klorida 5% selama 36 jam. Pembuatan permen jeli dilakukan dengan tiga konsentrasi gelatin tulang ikan patin sebesar 8% (P1), 11,5% (P2), dan 15 % (b/b) (P3). Metode pengolahan permen jeli meliputi pelarutan gelatin pada suhu 60–70°C selama 1 menit, pencampuran bahan-bahan, pemasakkan pada suhu 90–100°C, pencetakkan, pendinginan pada suhu 4–10°C selama 24 jam, dan pelapisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi gelatin pada permen jeli memberikan pengaruh nyata pada rasa dan tekstur permen jeli. Perlakuan terbaik permen jeli pada uji hedonik diperoleh pada perlakuan P2 dengan penambahan gelatin tulang ikan patin sebesar 11,5% dengan nilai rata-rata kenampakan 7,22 (suka), aroma 6,28 (agak suka), rasa 7,44 (suka) dan tekstur 6,84 (suka). Perlakuan terbaik pada uji kimia dan kekuatan gel diperoleh pada perlakuan P3 dengan kadar air 32,90%, kadar abu 0,062%, gula reduksi 21,85% dan kekuatan gel 89,06 g/cm².Kata kunci:  gelatin, kekuatan gel, limbah ikan, permen jeli, tulang ikan patin

    FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SHEET MASK DENGAN EKSTRAK AIR TERIPANG PASIR (Holothuria scabra)

    Full text link
    Teripang merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup besar di Indonesia. Pemanfaatan teripang di Indonesia kurang popular disebabkan penampilan yang kurang diminati oleh konsumen. Ekstrak teripang pasir dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesehata\n kulit menggunakan masker kertas/sheet mask. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan sheet mask dengan penambahan ekstrak air teripang pasir. Pembuatan sheet mask menggunakan bahan utama ekstrak air teripang pasir.Pengujian ekstrak teripang pasir meliputi uji aktivitas antioksidan, uji viskositas, uji kadar air, uji ALT dan uji hedonik. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan konsentrasi ekstrak teripang pasir yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah konsentrasi 9% dengan dengan nilai IC50 pada konsentrasi 999,39 ppm dan nilai ALT 1,9 x 101 cfu/gram. Nilai uji hedonik menunjukkan pada konsentrasi 9% disukai kenampakan dan aromanya dengan skor rata-rata 7,87 dan 7,93 secara berurutan

    Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Beberapa Jenis Ikan Demersal di Perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara

    Full text link
     The purpose of this study was to determine the levels of heavy metal Lead (Pb) and heavy metal Cadmium (Cd) in several types of demersal fish in the waters of Manado Bay. The samples used were 6 types of demersal fish commonly found in the bay of Manado, namely Sillago sihama, Lethrinus obsoletus, Garres filamenysuso, Polydactylus plabejus, Lutjanus rusellii and Mugil cephalus. Analysis of heavy metal content using the Atomic Absorption Spectro-photometry (AAS) method. The levels of heavy metals in fish samples were compared with the quality standards set by the Consumption Safe Limit (BSN) SNI 7387:2009. The results showed that the levels of Lead (Pb) were <0.08 mg/kg and Cadmium (Cd) were <0.01 mg/kg for each sample of demersal fish. Keyword:        Pb, Cd, Heavy Metals, Demersal fish, Manado Bay.

    Karakteristik Mutu Bakso Ikan Tuna dengan Penambahan Tepung Agar-Agar

    Full text link
    The quality of fish balls is one of the indicators used in the food industry, this study aims to analyze the best quality of tuna fish balls with the addition of gelatin flour by increasing the analysis of water content, ash content, crude fiber content and organoleptic. The method that will be used in this research is descriptive exploratory with 4, namely the addition of agar-agar flour (T0), the addition of 6g of gelatin flour (T1), the addition of 8g of agar-agar flour (T2) and the addition of 10g of agar-agar flour (T3 ). The results of data analysis showed that the addition of agar-agar flour was able to improve the quality of tuna fish balls, the addition of 10g agar-agar flour was the best treatment with a round and neat shape of meatballs with a distinctive smell of tuna and jelly with a strong gel texture and does not break when folded, water content is 72.57%, ash content is 0.62%, crude fiber is 29.61%.Keywords:    Tuna fish balls, water content, ash content, crude fiber, organoleptic, gelatinous flour. Peningkatan mutu bakso ikan merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam industri pangan, penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik mutu terbaik bakso ikan tuna dengan penambahan tepung agar-agar dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar serat kasar dan organoleptik. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan 4 perlakuan yaitu tanpa penambahan tepung agar-agar (T0), penambahan tepung agar-agar 6g (T1), penambahan tepung agar-agar 8g (T2) dan penambahan tepung agar-agar 10g (T3). Data hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung agar-agar mampu meningkatkan mutu dari bakso ikan tuna, perlakuan penambahan tepung agar-agar 10g merupakan perlakuan yang terbaik dengan bentuk bakso yang bulat dan rapi dengan aroma bau khas ikan tuna dan agar-agar dengan tekstur gel yang kuat dan tidak patah bila dilipat, kadar air 72,57%, kadar abu 0,62%, serat kasar 29,61%.Kata kunci:  Bakso ikan tuna, kadar air, kadar abu, serat kasar, organoleptik, tepung agar-agar

    Karakteristik Kolagen Kulit Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) pada Waktu Hidro-Ekstraksi Berbeda dan Potensinya dalam Bentuk Sediaan Nanokolagen

    Full text link
    This study aimed to analyze the effect of hydro-extraction time on the characteristics of yellow fin tuna skin collagen and its potential in the form of nano-collagen preparations. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD). The treatment factor was the length of time for hydro-extraction of collagen which consisted of three levels, such as 1 hour, 3 hour, and 5 hour with two repetitions. The research data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and Duncan Multiple Range’s Test. The results showed that the hydro-extraction time had a significant effect (p<0,05) on the yield, protein content, and fat content. The best treatment was 5 hours hydro-extraction time with 4.6% yield, 82.96% of protein content, 1.91% of moisture content, 0.74% of fat content and pH value of 5.52. The results of the nano-collagen particle size observation based on the best treatment ranged from 73.80–693.72 nm.Keyword:        Hydro-extraction, nano-collagen, particle size, tuna skin, characteristics Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama waktu hidro-ekstraksi terhadap karakteristik kolagen kulit ikan tuna sirip kuning dan potensinya dalam bentuk sediaan nano-kolagen. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor perlakuan adalah lama waktu hidro-ekstraksi kolagen yang terdiri dari 3 level, yaitu 1, 3 dan 5 jam dengan dua kali pengulangan. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan lama waktu hidro-ekstraksi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap rendemen, kadar protein dan kadar lemak kolagen. Perlakuan terbaik yaitu lama waktu hidro-ekstraksi 5 jam dengan persentase rendemen 4,69 %, kadar protein 82,96 %, kadar air 1,91 %, kadar lemak 0,74 % dan nilai pH 5,52. Hasil pengamatan ukuran partikel nano-kolagen yang diperoleh berdasarkan kolagen perlakuan terbaik berkisar antara 73,80–693,72 nm.Kata kunci:    Hidro-ekstraksi, nano-kolagen, ukuran partikel. kulit tuna, karakteristi

    Cover MTHP V10N2 Agustus 2022

    No full text

    Kajian Mutu Ikan Layang (Decapterus sp) di Pasar Tradisional Girian Kota Bitung

    Full text link
    Fish in a fresh state has good quality so the selling value is high, conversely if the fish is less fresh has a low quality so the price is low. Freshness in fish has very important role in determining the quality of fishery products. The freshness of the fish cannot be improved but maintained so that proper handling is needed so that the fish can reach the hands of consumers or processing plants in a fresh state. One way to maintain the freshness of fish is to apply cold chains through the provision of ice, in addition to the application of sanitation is also important. The aim of the study was to analyze the quality of fresh kite fish(Decapterus sp.) sold to eight different sellers in the traditional Girian market of Bitung City, which will be taken in the morning. The parameters analyzed were TPC(Total Plate Count),moisture content, pH, and organoleptics. The data obtained is analyzed descriptively. Overall, the best fish quality is obtained in trader H. But in all the parameters obtained still have a quality that is worth consuming.Keywords:    Quality of Fish, Kite Fish, Decapterus sp. Ikan dalam keadaan masih segar memiliki mutu yang baik sehingga nilai jualnya tinggi, sebaliknya jika ikan kurang segar memiliki mutu yang rendah sehingga harganya rendah. Kesegaran pada ikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan mutu dari produk perikanan. Kesegaran ikan tidak dapat ditingkatkan melainkan dipertahankan sehingga diperlukan penanganan yang tepat agar ikan bisa sampai ke tangan konsumen atau pabrik pengolahan dalam keadaan segar. Salah satu cara mempertahankan kesegaran ikan adalah dengan penerapan rantai dingin melalui pemberian es, selain itu penerapan sanitasi juga merupakan hal yang penting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis mutu ikan layang (Deacpterus sp.) segar yang dijual pada delapan penjual berbeda di pasar tradisional Girian Kota Bitung, yang akan diambil di pagi hari. Parameter yang dianalisis adalah TPC (Total Plate Count), kadar air, pH dan organoleptik. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Secara keseluruhan didapatkan mutu ikan terbaik pada pedagang H. Namun pada keseluruhan parameter didapatkan masih mempunyai mutu yang layak dikonsumsi.Kata kunci:  Mutu Ikan, Ikan Layang Decapterus sp

    186

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇