MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Not a member yet
    208 research outputs found

    Flavonoid dan Tanin Ekstrak Air Subkritis Benang Sari dan Kepala Putik Bunga Mangrove Sonneratia alba

    Get PDF
    Mangrove Sonneratia alba merupakan mangrove pionir yang mampu bertahan hidup di lokasi pantai dengan pengaruh pasang surut dan salinitas, selain itu sistem perkembangan terjadi sepanjang tahun. Bagian- bagian mangrove sonneratia alba sudah diteliti mulai daari buah, daun, akar dan batang dengan menggunakan esktrak air mendidih dan metode ekstraksi yang menggunakan pelarut organik. Namun penelitian tentang bunga mangrove sonneratia alba khususnya benang sari dan kepala putik yang menggunakan ekstrak air mendidih mauun ekstraksi menggunakan pelarut organik belum dilakukan dan belum diketahui jenis senyawa yang terkandung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan flavonoid dan tanin pada ekstrak air subkritis benang sari dan kepala putik bunga mangrove sonneratia alba pada suhu 120˚C yang diambil didesa wori kecamatan wori, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Bunga Mangrove diambil dan disortir benang sari dan kelapa putik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Empiris. Metode ekstraksi yang digunakan adalah Air Subkritis pada suhu 120ºC selama 20 menit dengan menggunakan autoclaf. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rendemen, kandungan flavonoid dan tanin. Hasil penelitian menunjukan bahwa benang sari dan kepala putik bunga mangrove sonneratia alba memiliki nilai rendemen kering yang diperoleh yaitu 36,74% dan Nilai rendemen ekstrak yang diperoleh yaitu 22,08%. Hasil kandungan flavonoid yaitu rata-rata 19.77 mg/ml dan hasil kandungan tanin yaitu rata-rata 0.535 mg/ml

    Optimalisasi Formulasi Nori Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dengan Daun Singkong (Manihot utilisima)

    Get PDF
    Nori is the seaweed snack which has high nutrition. Generally, nori is made from the Porphyra, but it is hard to find in Indonesia. This research tried to replace the raw material of nori with the K. alvarezii seaweed and cassava leaf which are easy to found in Indonesia. The purpose of this research is to determine the best formulation of nori and identify its characteristics. This research used a Completely Randomize Design (RAL) with different formulations of the K. alvarezii seaweed and cassava leaf. The results showed that the best nori is nori with the formulation of K. alvarezii seaweed and cassava leaf is 60:40. The organoleptic test showed that nori has color of blackish green (3.83), slightly scented of cassava leaf (3.50), compact texture (4.10), and few have the sense of cassava leaf (3.13). Chemical analysis showed that water content 5.63%, ash content 3.28%, protein content 5.72%, fat content 1.01%, carbohydrate 84.36%, and crude fiber 6.03%. Nori merupakan snack rumput laut yang memiliki gizi tinggi. Umumnya terbuat dari rumput laut Porphyra, namun keberadaannya sulit ditemukan di Indonesia. Penelitian ini mencoba untuk mengganti bahan baku pembuatan nori dengan menggunakan rumput laut K. alvarezii dan daun singkong yang banyak ditemukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi nori terbaik dan mengidentifikasi karakteristiknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbedaan formulasi rumput laut dan daun singkong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nori terpilih adalah nori dengan formulasi rumput laut dan daun singkong 60:40. Nori yang dihasilkan berwarna hijau kehitaman (3,83), sedikit beraroma daun singkong (3,50), memiliki tekstur yang kompak (4,10), dan sedikit memiliki rasa daun singkong (3,13). Hasil analisis kimia menunjukkan nilai kadar air sebesar 5,63%, kadar abu 3,28%, kadar protein 5,72%, kadar lemak 1,01%, karbohidrat 84,36%, dan serat kasar 6,03%

    Penerimaan Konsumen terhadap Kaldu Bubuk dari Kepala Udang Windu (Penaeus manodon) dengan Berbagai Jenis Bahan Pengisi

    Get PDF
    Tiger prawn head naturally has a taste as it contains amino acids which give the food a savory taste. Accordingly, it is possible and necessary to process tiger prawn head into a broth that can be used as a natural food additive in processed products. Broth is made by boiling prawn heads with water to produce a liquid broth. In fact, liquid broth tends to spoil quickly, so it is necessary to change its form to powder (dried broth). This study aims to determine level of consumer preference for powdered broth from tiger prawn head with various types of fillers. Treatments given were a combination of fillers, including control (wheat flour), T1 (combination of wheat flour and tapioca), T2 (combination of wheat flour and cornstarch), T3 (combination of wheat flour and rice flour), and T4 (combination of wheat flour and glutinous rice). Hedonic test used 30 untrained panelists, while data were processed using Randomized Complete Block Design followed by Duncan's test with 95% confidence level. Results of this study showed that addition of fillers could affect panelists’ preference. Moreover, resulting powdered shrimp broth had a fine-grained texture (TI to T4), coarse or easily lumpy (control group), light creamy color (T1 to T4) to brownish yellow (control and comparison groups). Based on consumer acceptance, combination of wheat flour and tapioca (T1) was the best treatment with value of appearance of 8.30 (strongly like), color of 8.23 (strongly like), aroma of 8.33 (strongly like), and taste of 8.30 (strongly like). Kepala udang windu secara alami memiliki cita rasa karena mengandung asam amino yang memberikan rasa gurih pada makanan, sehingga perlu dilakukan pengolahan menjadi kaldu sebagai bahan tambahan pangan alami yang dapat ditambahkan pada produk olahan. Kaldu diperoleh dengan cara direbus menggunakan air sehingga dihasilkan kaldu cair. Kaldu cair akan cepat mengalami kerusakan, sehingga perlu merubah bentuknya menjadi bubuk (kering). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kaldu bubuk dari kepala udang windu dengan berbagai jenis bahan pengisi. Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi bahan pengisi, yaitu kontrol (tepung terigu), T1 (kombinasi tepung terigu dan tapioka), T2 (kombinasi tepung terigu dan maizena), T3 (kombinasi tepung terigu dan tepung beras), serta T4 (kombinasi tepung terigu dan beras ketan). Pengujian hedonik menggunakan 30 orang panelis tak terlatih dan data diolah menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan pengisi dapat mempengaruhi tingkat kesukaan panelis. Kaldu udang bubuk yang dihasilkan mempunyai tekstur berbulir halus pada TI sampai T4, berbulir kasar atau mudah sekali menggumpal pada kontrol, berwarna krem terang pada T1 sampai T4 hingga kuning kecoklatan pada kontrol dan pembanding. Kombinasi tepung terigu dan tapioka (T1) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan penerimaan konsumen dengan nilai kenampakan 8,30 (sangat suka), warna 8,23 (sangat suka), aroma 8,33 (sangat suka), dan rasa 8,30 (sangat suka).Â

    PENERAPAN PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) PENGOLAH TERIPANG ASAP DI KELURAHAN MANADO TUA SATU KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA

    No full text
    Pengolahan dan Pengasapan Teripang di Sulawesi Utara merupakan salah satu sumber penghasilan nelayan. Melihat potensi ketersediaan teripang yang melimpah di Sulawesi Utara perbaikan mutu yang menyangkut perbaikan pengolahan dan pemasaran teripang asap perlu di lakukan. Nelayan-nelayan di desa ini terdiri dari nelayan penangkap dan pengolah hasil tangkapan. Dari kelompok pengolah hasil tangkapan, ada beberapa  nelayan yang membentuk kelompok usaha kecil pengolah teripang asap. Untuk teripang asap diasap dan dijual ke Manado. Tujuan program ini yaitu meningkatkan produksi, pemasaran dan keuangan pada pengusaha kecil pengolah teripang asap di Kelurahan Manado Tua Satu,  target  agar trampil dan mandiri secara ekonomi.  Target khusus kegiatan ini menghasilkan produk teripang  asap yang unggul, sanitasi dan higiene, daya awet dan penggunaan bahan baku kayu asap yang ramah lingkungan serta memberikan kelangsungan usaha dan manajemen yang tangguh. Permasalahan yang di hadapi oleh pengolah teripang pada dasarnya adalah keterbatasan pengetahuan dan wawasan teknologi, menyebabkan produk teripang yang di produksi belum sesuai dengan standar mutu teripang asap (SNI). Pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan yang melibatkan kelompok pengolah teripang (mitra) dengan melaksanakan kegiatan tersebut mitra mengikuti setiap metode pelaksanaan yang diterapkan pada program ini. Langkah-langkah yang ditetapkan bersama untuk mengatasi masalah yang dihadapi kelompok

    KUANTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA CAKALANG(Katsuwonus pelamis L) ASAP HASIL MODIFIKASI

    Get PDF
    Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk menciptakan produk ikan cakalang asap khas Sulawesi Utara yang sehat, aman, bebas karsinogenik karena tanpa adanya bahan pengawet sintetis. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi larutan mana yang memiliki jumlah Bakteri Asam Laktat paling banyak sehingga dapat dijadikan pengawet dan pewarna alami. Dalam penelitian ini digunakan 4 konsentrasi larutan perendaman yaitu konsentrasi 5%(100gr kulit kayu pamuli dalam 2000ml air nira), konsentrasi 10%( 200gr kulit kayu pamuli dalam 2000ml air nira), konsentrasi 15%(300gr kulit kayu pamuli dalam 2000ml air nira) dan control 0% (2000ml air nira tanpa kulit kayu) dengan lama penyimpanan (0,3,6,9 hari) pada suhu ruang dan dilakukan 2 kali ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif . Variabel penelitian yaitu Total Bakteri Asam Laktat. Hasil yang didapatkan adalah Total Koloni Bakteri Asam Laktat tertinggi pada konsentrasi 15% sebanyak 4,940 cfu/g sedangkan terendah pada konsentrasi 0% sebanyak 3,465 cfu/g. Kesimpulannya adalah konsentrasi 15% dapat dijadikan sebagai pengawet dan pewarna alami karena memiliki jumlah Bakteri Asam laktat tertinggi. Saran dalam penelitian ini adalah dilakukan penelitian lanjutan mengenai jenis Bakteri Asam laktat yang dihasilka

    Kandungan Pigmen dan Aktivitas Antioksidan Rumput Laut Ulva dan Caulerpa

    Get PDF
     Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir, terutama di pantai yang mempunyai rataan terumbu karang. Rumput laut mempunyai tiga jenis pigmen utama, yaitu klorofil, karotenoid, dan fikosianin. Setiap jenis pigmen mempunyai berbagai manfaat khusus bagi kesehatan seperti antioksidan, antibakteri, antikolestrol, pembengkakan, antikanker, antiperadangan dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pigmen dan aktivitas antioksidan rumput laut ulva dan caulerpa. Rumput laut lalu di ekstraksi  menggunakan metode maserasi dengan pelarut alkohol 96%. Analisis dalam penelitian ini terdirri dari : Klorofil a, klorofil b, total klorofil dan aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH. Hasil analisis menunjukan bahwa rumput laut caulerpa memiliki kadar pigmen lebih tinggi yaitu total klorofil 12,96 mg/L sedangkan rumput laut ulva total klorofilnya yaitu 6,79 mg/L. Antivitas antioksidan tertinggi adalah rumput laut caulerpa dengan IC50 1,70 ppm sedangkan rumput laut ulva IC50 2.32 pp

    Daun Mangrove Sonneratia alba sebagai Teh Fungsional

    Get PDF
    The purpose of this review is to explore the antioxidant capacity of Sonneratia alba mangrove leaves to be developed into functional tea. The data collection was done by collecting literature through various types of databases (big data) including Google Scholar, Microsoft Academic, DOAJ, BASE, and DIMENSION. Articles were limited to research and review papers published between 2016 to 2020 . The following keywords were used: mangrove, Sonneratia alba, functional tea, phytochemicals, IC 50 DPPH, and yields. The results obtained from a literature study revealed that the extended extraction time with boiling water on the mangrove material can increase the yield. Also, literature searches indicated that the extraction of S. alba young leaves for 40, 50 and 60 minutes with boiling water resulted in phenolic, flavonoid, terpenoid, steroid, tannin and alkaloid phytochemical compounds. The existence of these compounds denoted the presence of antioxidant properties in the extracts. Furthermore, previous studies signified a higher phenol content and IC50 DPPH in S. alba leaves. The data from collected articles suggested that young leaves of S. alba mangrove could be developed as functional tea, rich in antioxidants and resistance in high temperature.Tujuan penulisan artikel ini adalah menggali potensi antioksidan daun mangrove Sonneratia alba untuk dikembangkan menjadi teh fungsional. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran literatur melalui berbagai jenis database (big data) diantaranya yaitu Google Scholar, Microsoft Academic, DOAJ, BASE, Crossref, dan DIMENSION. Penelusuran dipersempit pada artikel ilmiah dan hasil review jurnal yang terbit antara tahun 2016–2020. Kata kunci yang digunakan untuk pencarian adalah mangrove, Sonneratia alba, teh fungsional, fitokimia, IC50 DPPH, dan rendemen. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa semakin lama proses ekstraksi dengan air mendidih pada bahan sediaan dapat meningkatkan rendemen. Selanjutnya, daun muda mangrove S. alba yang diekstraksi 40, 50 dan 60 menit dengan air mendidih memiliki kandungan senyawa fitokimia jenis fenolik, flavonoid, terpenoid, steroid, tanin dan alkaloid. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut membuktikan adanya potensi antioksidan pada suatu ekstrak. Bahkan, penelitian-penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa daun S. alba memiliki nilai total fenol dan IC50 DPPH yang tinggi. Data-data hasil penelusuran literatur tersebut secara umum memperlihatkan bahwa daun muda mangrove S. alba bisa dikembangkan menjadi teh fungsional kaya antioksidan dan tahan suhu tinggi.Key words: S. alba leaves, antioxidants, functional te

    Pemanfaatan Kitosan dan Ekstrak Bunga Kecombrang untuk Pembuatan Minuman Kesehatan

    Get PDF
    Tanaman kecombrang memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri, sehingga berpotensi untuk dapat dikembangkan menjadi produk pangan fungsional. Ekstrak bunga kecombrang dan kitosan dapat diolah menjadi minuman kesehatan yang kaya akan manfaat, seperti: menghilangkan haus, menambah tenaga, dan membantu proses pencernaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan minuman kesehatan pada suhu 4oC dan suhu ruang, dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap minuman ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman ini dapat bertahan selama 4 minggu apabila disimpan pada suhu 4oC, sedangkan hanya bertahan 3-4 hari apabila disimpan pada suhu ruang. Hasil uji hedonik menunjukan bahwa panelis lebih menyukai F2 (dengan penambahan kitosan 2%) jika ditinjau dari segi kekentalan. Apabila ditinjau dari segi aroma, rasa, dan warna tidak terlihat perbedaan yang signifikan antara satu dengan yang lainnya. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa campuran kitosan dan ekstrak bunga kecombrang dapat dipasarkan sebagai minuman kesehatan

    Pengaruh Bahan Kemasan Berbeda terhadap Mutu Bandeng Presto dengan Pengemasan Vakum pada Suhu Dingin

    Get PDF
    Bandeng Presto is a form of processed fishery products made from milkfish with the addition of salt, spices and through heating and pressure processing. Period the storage for bandeng presto is around 2-5 days. Low sheilf can be caused by high nutrient content, as well as enviromental influences and contamination of microorganism. Purpose of this study was to determine the type of packaging material that is best for the quality of bandeng presto with optimal shelf life. This study used  factorial completely randomized design with 2 factors, namely packaging (polypropylene and polyethylene) with storage time (0.7.14 and 21 Days). The parameters observed in this study were organoleptic, moisture content, ash content, fat content, protein content, and total plate count (TPC).The results of this study indicate that the treatment using the type of polypropylene packaging with the vacuum technique is a treatment with an optimal shelf life of 21 days at cold temperatures and has characteristics value his a moisture content value 61.09%, ash content 4.78%, fat content 6.56%, protein content 34.60%, microbes total 4.21x105colony/gand bandeng presto have the appearance of golden yellow, less fresh odor, bland taste, dense texture, slightly mushy and dried mucus

    ISOLASI SENYAWA SESQUITERPEN DARI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI ALGA LAUT MERAH Laurencia tronoi

    Get PDF
    The purpose of this study was to obtain new compounds isolated from the active antibacterial fraction, namely the hexane fraction of the red marine algae Laurencia tronoi, so that these marine algae can be developed as functional foods. The extraction method used was maceration with methanol-water 50%. The water methanol extract was continuously fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water as solvents. The n-hexane fraction which has the highest antibacterial activity is then purified to obtain pure isolates using 3 steps column chromatography. Detection of the separation results at each stage was carried out using thin layer chromatography. The separation of stages 1 and 2 used a stationary phase of silica gel 60F254 and a mobile phase of hexane-ethylacetate, while the separation of the third stage used a stationary phase of silica gel 60F254 RP-18 and a mobile phase of water-methanol to obtain pure isolates. Structural characterization of pure isolates using the NMR spectroscopic method. The pure isolate produced is in the form of a white amorphous solid with the results of interpretation of the H-NMR, C-NMR, DEPT, HMQC, HMBC and COSY spectrum which is a sesquiterpene compound having the molecular formula C15H26O4 having the name IUPAC 3,3,9a-trimethyl-6-metylene-decahydro-1H-benzo [7] annulen-1,2,4a, 8-tetraol. This pure isolate is thought to be a new compound because based  Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan  “senyawa baru yang diisolasi dari fraksi aktif  antibakteri yaitu fraksi heksana alga laut merah laurencia tronoi,  sehingga alga laut ini dapat dikembangkan sebagai pangan fungsionalâ€. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan metanol-air 50%, pada ekstrak metanol air dilakukan fraksinasi berkesinambungan dengan menggunakan pelarut n-heksana, etilasetat dan air. Fraksi n-heksana yang mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi selanjutnya dimurnikan untuk mendapatkan isolat murni dengan menggunakan kromatografi kolom sebanyak 3 tahap.  Pendeteksian hasil pemisahan pada tiap tahap dilakukan dengan menggunakan kromatografi Lapis tipis. Pemisahan tahap 1 dan 2 menggunakan fasa diam silika gel 60F254 dan fasa  gerak heksana-etilasetat, sedangkan pemisahan tahap ke-3 menggunakan fasa diam silika gel 60F254 RP-18 dan fasa gerak air-metanol hingga didapatkan isolat murni. Karakterisasi struktur isolat murni  menggunakan metode spektrokopi NMR. Isolat murni yang dihasilkan berupa padatan amorf  berwarna putih dengan hasil interpretasi terhadap spectrum H-NMR, C-NMR, DEPT, HMQC, HMBC dan COSY adalah termasuk golongan senyawa sesquiterpen mempunyai rumus molekul C15H26O4  mempunyai nama IUPAC 3,3,9a-trimetil-6-metilen-dekahidro-1H-benzo[7] annulen-1,2,4a,8-tetraol. Isolat murni ini diduga adalah senyawa baru karena berdasarkan penelusuran literatu belum ditemukan struktur yang sama dengan struktur isolat murni yang dihasilkan dalam penelitian ini

    186

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇