MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Not a member yet
    208 research outputs found

    Efek Penambahan Ekstrak Daun Tagalolo (Ficus Septica Burm. F) terhadap Kadar Histamin dan Total Bakteri Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L)

    Full text link
    Histamine is one of the important parameters in determining the quality of fish quality, especially in fishery products that will be exported. This study aims to determine the effect of adding tagalolo leaf water extract on histamine levels and total plate counts in fresh skipjack (Katsuwonus pelamis L). The results showed that tagalolo leaves have the potential to slow down the rate of histamine and bacterial development in fish Keyword: skipjack, histamine, tagalolo leaves, total plate count   Histamin merupakan salah satu parameter penting dalam penentuan kualitas mutu ikan terutama pada produk perikanan yang akan diekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan ekstrak air daun tagalolo terhadap kadar histamin dan angka lempeng total pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L) segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun tagalolo memiliki potensi untuk dapat memperlambat laju perkembangan histamin dan bakteri pada ikan. Kata kunci: ikan, histamine, daun tagalolo, angka lempeng tota

    Tingkat Kesukaan dan Peningkatan Nilai Gizi Produk Meringue Lollipop dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius sp.): The Level of Acceptance and Increase in Nutrition for Meringue Lollipop Product with the Addition of Catfish Bone Meal (Pangasius sp.)

    No full text
    The fishery processing industry result the by-products, such as in the form of fish bones, which can be processed into fish bone meal for fortification ingredient in food products. Catfish bone meal contains high calcium dan can be used to increase the mineral content of meringue lollipop. The purpose of this research is to understand the steps of the manufacturing process, hedonic level, chemical and microbiology content of meringue lollipop with the addition of catfish bone meal. The meringue lollipop  was made using French method. There were 4 experimental group based on the addition of catfish bone meal, i.e. F0 (without catfish bone meal), F1 (5%), F2 (10%), and F3 (15%). The highest  level of acceptance were obtained in F1 formulation with the addition of 5%  catfish bone meal, with an appearance value of 7.28, aroma of 7.38, taste of 7.3, and texture of 6.88. The results of chemical tests for moisture content were 2.92% for F0 and 1.57% for F1, total ash content was 0.89% for F0 and 4.35% for F1, reducing sugar content was 0.315% for F0 and 0.31% for F1, protein content 11.82% for F0 and 12.71% for F1, calcium level 6.23 mg/100g for F0 and 1852.80 mg/100g for F1

    Analisa Proksimat Pada Beberapa Jenis Lamun

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan 3 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Cymodoceae rotundata dan syringodium isoetifolium. Analisa dilakukan pada daun tua dan daun muda, dengan maksud untuk melihat perbedaan kompisisi proksimat kedua tingkat kematangan tersebut. Setelah daun dibersihkan, kemudian dikeringkan pada suhu 60 C hingga mencapai berat konstan. Lalu dilakukan analisa proksimat yang mencakup analisa kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Komponen ini merupakan bagian dari  komposisi gizi lamun.  Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi pada daun tua C. Rotundata 45,90 %, diikuti T. Hemprichii 30,185, S. isoetifolium 27,20 %. Kadar abu tertinggi pada daun muda pada C.rotundata 20,14%, 19,09%  T. hemprichii, dan 27,20 % pada S. isoetifolium. Demikian juga untuk kadar protein tertinggi pada daun muda 20,14% pada C.rotundata, 30,18 % T.hemprichii dan 34,39% S.isoetifolium. Sedangkan Kadar lemak tertinggi pada daun tua 1,78% pada C.rotundata, 0,99% T.hemprichii, 0,75% S.isoetifolium. Data menunjukkan adanya perbedaan kuatitas  pada  kedua tingkat kematangan daun tersebut, namun secara statistik perbedaan tersebut tidaklah  berarti. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisa proksimat yang diperoleh, lamun mengandung komponen-komponen gizi

    Kajian Mutu Produk Tuna Steak Beku Di PT. Anping Seafood Indonesia

    Full text link
    Histamine content is used as an indicator of tuna freshness, this study aims to analyze the quality of fresh tuna (Thunnus albacares) raw materials and the quality after becoming the final product of frozen tuna steak at PT. Anping Seafood Indonesia by calculating histamine levels and organoleptic tests. The method that will be used in this research is descriptive analysis. The organoleptic test results data from the responses of 6 panelists to the raw materials of fresh tuna were all very fresh and met the SNI 01-2346-2015 standard. The data of organoleptic test results on frozen tuna steak products in the first production, second production in the third production sample obtained nothing that exceeded the SNI standard limit. The organoleptic value of frozen tuna steak products meets the organoleptic quality requirements. Histamine levels of fresh tuna raw materials and histamine levels of frozen tuna steak products obtained from the three productions met the quality and food safety requirements (SNI 01-4485.1-2006).Keywords: Fresh Tuna, Loin, Steak, Histamine, Organolepti

    Identifikasi Kerusakan Ikan Nila Merah Strain Janti (Larasati) (Oreochromis Niloticus) Dengan Marinasi Bubur Bawang Putih (Allium Sativum) Selama Penyimpanan Suhu Ruang: Identification of Red Tilapia Stain Janti (Larasati) (Oreochromis Niloticus) Spoilage with Marination of Garlic Powder (Allium sativum) During Room Temperature Storage

    Full text link
    Klaten Regency, Central Java, is proud of its superior tilapia, Janti strain red tilapia (LARASATI). However, the tilapia is perishable during storage regardless of its thick meat and desired nutritional value. Several efforts to hamper fish damage include administering antibacterial compounds, e.g., garlic, which comes with allicin as an antibacterial compound. This research aims to analyze the effect of garlic (Allium sativum) on the prolonged shelf life of LARASATI tilapia with room-temperature storage. A completely randomized design was used in the experiment with garlic concentration variation treatments (0, 10, 15, and 20%). At room temperature, observations were carried out for 24 hours (0, 6, 12, 18, and 24 hours). Results demonstrated that administering 20% garlic had a significant impact on the chemical, microbiological, and organoleptic characteristics of tilapia during room-temperature storage. A 20% garlic juice administration could maintain the fish’s chemical characteristics and organoleptic quality and depress the number of microbes in 24-hour storage. Kata kunci:  allicin, garlic, tilapia   Ikan Nila Merah Strain Janti (LARASATI) merupakan strain nila unggulan dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ikan Nilai Larasati memiliki daging yang tebal dan nilai gizi yang baik, akan tetapi  mudah rusak (perisable) selama penyimpanan. Upaya penghambatan kerusakan pada ikan dapat dilakukan dengan penambahan senyawa antibakteri. Bawang putih memiliki  allicin yang merupakan senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bawang putih (Allium sativum) terhadap peningkatan umur simpan ikan nila larasati pada penyimpanan suhu ruang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi konsentrasi bawang putih (0, 10, 15 dan 20%), Pengamatan dilakukan selama 24 jam (0, 6, 12, 18 dan 24 jam) pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bawang putih sebanyak 20% dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik kimia, mikrobiologis, dan organoleptik pada ikan nila selama penyimpanan suhu ruang. Bawang putih sebanyak 20% dapat menjaga karakteristik kimia ikan. Bawang putih 20% juga dapat  mempertahankan mutu organoleptik serta dapat menekan jumlah mikroba dengan lama penyimpanan 24 jam. Kata kunci:       allicin, bawang putih, ikan nil

    Analisis Angka Lempeng Total dan Organoleptik pada Nugget dari Tepung Tulang dan Daging Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis L.)

    No full text
    Nugget is a processed product made from comminuted meat, flavored, steamed, fried, and stored in freezer. The purpose of this study was to utilize skipjack tuna bone waste into nugget products, calculate the yield of skipjack tuna meat paste, calculate the total plate count, moisture content and determine the panelists' preference for nugget products stored at cold temperatures during storage. The method used in this research is the experimental method. This study applied a completely randomized design that was arranged in a factorial manner and was repeated 2 times. Parameters of the Total Plate Count (TPC) and the moisture content test were statistically analyzed using the ANOVA test with SPSS software. Based on the results of the research, the yield of skipjack tuna meat paste which was calculated after washing was 19.30%. The TPC test on treatment (A1) during storage 0, 3 and 6 days was higher than the A2 treatment. The results of the test of the moisture content of the nugget product in the A1 treatment increased on the 3rd day then on the 6th day decreased. Meanwhile, the moisture content for A2 treatment decreased at 3 and 6 days storage. The results of the organoleptic test for the appearance, smell, taste and texture of nugget products with the addition of bone meal and skipjack surimi were accepted by the panelists with a value of 7.93–8.80. In other words the panelists preferred and it was still acceptable until 6th days of storage. Nugget adalah produk olahan yang dibuat dari daging cincang yang dibumbui, dikukus dan kemudian digoreng dan disimpan beku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah tulang ikan cakalang menjadi produk nugget, menghitung rendemen pasta daging ikan cakalang, menghitung jumlah angka lempeng total, kadar air dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap produk nugget yang disimpan pada suhu dingin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dan diulang sebanyak 2 kali ulangan. Parameter uji Angka Lempeng Total (ALT) dan uji kadar air dilakukan analisis statistik menggunakan uji ANOVA dengan software SPSS. Berdasarkan hasil penelitian rendemen pasta daging ikan cakalang yang dihitung setelah pencucian adalah 19,30%. Hasil uji ALT pada perlakuan (A1) selama penyimpanan 0, 3 dan 6 hari memiliki nilai total bakteri lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A2. Hasil uji kadar air produk nugget pada perlakuan A1 mengalami peningkatan pada hari ke-3 dan hari ke-6 mengalami penurunan kadar air. Sedangkan untuk perlakuan A2 mengalami penurunan pada penyimpanan 3 dan 6 hari. Hasil uji organoleptik kenampakan, bau, rasa dan tekstur pada produk nugget dengan penambahan tepung tulang dan surimi ikan cakalang diterima oleh panelis dengan nilai 7,93–8,80 itu berarti panelis smemiliki preferensi sangat suka hingga amat sangat suka terhadap produk dan produk masih diterima sampai penyimpanan hari ke 6.Â

    Cover MTHP V10N1 April 2022

    No full text

    Fitokimia dan Total Fenol Ekstrak Air Subkritis Benang Sari dan Kepala Putik Bunga Mangrove Sonneratia alba

    Full text link
    Mangrove Sonneratia alba is a pioneer plant and has the resistance to survive in the coastal area in various fluctuations of tidal and salinity conditions. Parts of the S. alba mangrove have been investigated starting from the fruit, leaves, roots, and stems using boiling water or organic solvents extract. However, study on S. alba mangrove flowers, especially the stamens and stigmas using boiling water extract or extraction using organic solvents has not been carried out and the types of compounds contained are not known. This study aims to obtain the types of phytochemicals and the total phenol of the stamens and the stigma of the S. alba mangrove flower which were extracted using subcritical water at a temperature of 120°C for 20 minutes. Mangrove flowers that have stamens and anthers were taken in Wori Village, Wori District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. This research was conducted through a descriptive laboratory experiment. This research uses the subcritical water method extraction. The parameters tested were qualitative phytochemicals and total phenol. The results of this study showed that the stamens and stigma of the mangrove S. alba flower contain alkaloids, flavonoids, tannin, saponin, triterpenoid, and phenols. The results of the total phenol test of the subcritical water extract of the stamens and the stigma of the S. alba mangrove flower had a phenolic content of 5.9032 mg GAE/gram.Keyword:     Flowers, Yield, Phytochemicals, Total Phenol and Subcritical Water. Mangrove Sonneratia alba merupakan tumbuhan pionir serta memiliki ketahanan untuk bertahan hidup di lokasi pantai yang cenderung memiliki kondisi pasang surut serta salinitas. Bagian-bagian mangrove S. alba telah diteliti mulai dari buah, daun, akar dan batang dengan menggunakan ekstrak air mendidih maupun pelarut organik. Namun penelitian tentang bunga mangrove S. alba khususnya benang sari dan kepala putik yang menggunakan ekstrak air mendidih maupun ekstraksi menggunakan pelarut organik belum dilakukan dan belum diketahui jenis senyawa apa yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis fitokimia dan total fenol benang sari serta kepala putik bunga mangrove S. alba yang diekstrak menggunakan air subkritis pada suhu 120°C selama 20 menit. Bunga mangrove yang memiliki benang sari dan kepala putik yang diambil di Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan melalui percobaan di laboratorium yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode air subkritis. Parameter yang diuji yaitu fitokimia kualitatif dan total fenol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa benang sari dan kepala putik bunga mangrove S. alba mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan fenol. Hasil uji total fenol ekstrak air subkritis benang sari dan kepala putik bunga mangrove S. alba memiliki kandungan fenolik sebesar 5,9032 mg GAE/gram.Kata kunci:  Bunga, Rendemen, Fitokimia, Total fenol dan Air subkritis

    Pengaruh Suhu Perebusan terhadap Karakteristik Fisikokimia Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson)

    Full text link
    Fish bone powder is a product derived from fish body parts that are still rarely used. In general, in making fish bone powder, it is boiled at a certain temperature. This study aims to determine the effect of boiling temperature on proximate and calcium levels in Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) bone flour. The boiling temperature treatments used were: without boiling (P0), boiling at 60°C (P1), boiling at 80°C (P2), and boiling at 100°C (P3). This study used a completely randomized design with three replications for yield, proximate, calcium content, phosphorus content, color test and density of kamba. The results indicated that the different boiling temperatures had a significant effect (p<0.05) on the yield value, kamba density, protein content, fat content, calcium content and phosphorus content, but had no significant effect (p>0.05) on moisture content, ash content and whiteness.Keyword:     Spanish mackerel bone flour, boiling temperature, proximate, mineral. Tepung tulang ikan merupakan produk yang berasal dari bagian tubuh ikan yang masih jarang dimanfaatkan. Pada umumnya dalam pembuatan tepung tulang ikan melalui proses perebusan dengan suhu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu perebusan terhadap karakteristik fisikokimia pada tepung tulang ikan tenggiri (Scomberomorus commerson). Perlakuan suhu perebusan yang digunakan adalah: tanpa perebusan (P0), perebusan pada suhu 60°C (P1), perebusan pada suhu 80°C (P2), serta perebusan pada suhu 100°C (P3). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan untuk uji rendemen, proksimat, kalsium, fosfor, uji warna dan densitas kamba. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu perebusan yang berbeda memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai rendemen, densitas kamba, kadar protein, kadar lemak, kadar kalsium dan kadar fosfor, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai kadar air, kadar abu dan derajat putih.Kata kunci:  Tepung tulang ikan tenggiri, suhu perebusan, proksimat, mineral

    Mutu Mikrobiologis dan Organoleptik Penyedap Rasa Alami Hasil Samping Ikan Cakalang selama Penyimpanan

    Full text link
    The public's preference for the use of flavoring is demanding, although until now the use of several synthetic flavorings (MSG) on the market is still controversial. Excessive use of MSG causes Chinese restaurant syndrome, so it is necessary to find an alternative natural flavoring by utilizing fishery products that contain lots of amino acids, such as glutamic acid which plays a role in strengthening the taste. The purpose of this study was to calculate the total plate number (TPC), moisture content and hedonic value (taste) of skipjack viscera that were vacuumed and non-vacuumed during storage. This study used a completely randomized design method with 3 factors and 2 replications. The result of testing the highest TPC value during storage on the 8th day in the non-vacuum packaging of skipjack viscera was 3.0x103cfu/g. The highest level of water content during storage on day 8 in the flavoring of skipjack tuna eggs in non-vacuum packaging was 11.5%. Hedonic test on appearance obtained the highest average value of 8.18 (fish eggs with vacuum and non-vacuum packaging). The aroma value obtained the highest average value of 7.90 (viscera with vacuum packaging). The value of taste obtained the highest average value of 8.72 (fish eggs with vacuum packaging). The results showed that natural flavoring products had good quality until the 8th day according to the Indonesian National Standard.Keyword:        Flavoring, Total Plate Count, Organoleptic, Moisture Content, Skipjack Tuna. Preferensi masyarakat terhadap penggunaan penyedap rasa sangat tinggi walaupun sampai saat ini penggunaan beberapa penyedap rasa sintetik (MSG) yang ada di pasaran masih bersifat kontroversi. Penggunaan berlebihan MSG menyebabkan Chinese restaurant syndrome, maka perlu dicari alternatif penyedap rasa alami dengan memanfaatkan hasil perikanan yang mengandung banyak asam amino, seperti asam glutamat yang berperan dalam menguatkan rasa. Tujuan penelitian ini menghitung angka lempeng total (ALT), kadar air dan nilai hedonik rasa alami dari jeroan ikan cakalang yang divakum dan non vakum selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 3 faktor dan 2 ulangan. Hasil pengujian nilai ALT tertinggi selama penyimpanan pada hari ke-8 dalam penyedap rasa jeroan ikan cakalang yang kemasan non vakum, yaitu 3,0x103 cfu/g. Tingkat kadar air tertinggi selama penyimpanan pada hari ke 8 dalam penyedap rasa telur ikan cakalang yang kemasan non vakum yaitu 11,5%. Uji hedonik terhadap kenampakan didapatkan nilai rata-rata tertinggi 8,18 (telur ikan dengan kemasan vakum dan non-vakum). Nilai aroma didapatkan nilai rata-rata tertinggi 7,90 (jeroan dengan kemasan vakum). Nilai rasa didapatkan nilai rata-rata tertinggi 8,72 (telur ikan dengan kemasan vakum). Hasil penelitian menunjukkan produk penyedap rasa alami mempunyai mutu yang baik hingga hari ke-8 sesuai dengan Standard Nasional Indonesia.Kata kunci:    Penyedap rasa, Angka Lempeng Total, Organoleptik, Kadar Air, Ikan Cakalan

    186

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIA TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇