Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Not a member yet
1299 research outputs found
Sort by
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) (Studi Kasus Pada Fotokopi dan Percetakan Istiqomah Pontianak)
Laporan keuangan merupakan alat untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan yang dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas, sehingga dapat dijadikan sebagi dasar pengambilan keputusan oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami rancangan penerapan SAK ETAP sebagai standar yang baku dalam pembuatan laporan keuangan bagi UKM. Dimana UKM dapat merancang sistem akuntansi keuangan sederhana yang dapat membantu dan memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara serta observasi langsung kepada pengelola UKM. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kendala- kendala yang dihadapi UKM dalam penyusunan laporan keuangan, serta menyusun laporan sesuai dengan SAK ETAP. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa UKM mengalami kendala dalam menyusun laporan keuangan karena kurangnya SDM yang memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi. Hasil penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Kata Kunci: Laporan Keuangan, UKM, SAK ETA
Analisis Sistem Dan Prosedur Pemungutan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan PAD Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penerimaan retribusi daerah dan untuk meningkatkan pendapatan disetiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan didalam penelitian ini berupa wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan dengan cara pemecahan masalah menggunakan evaluasi bagan arus dan kuesioner pengendalian internal. Hasil analisis yang diperoleh menunjukan bahwa variabel perkembangan ekonomi, partisipasi masyarakat, dan kemampuan pemungut retribusi daerah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penerimaan retribusi daerah disetiap tahunnya. Dan juga sistem pengendalian internal sudah berjalan cukup baik akan tetapi masih ada kelemahan yang perlu diperhatikan yaitu laporan perbulan penerimaan retribusi daerah yang jarang atau tidak dilaporkan. Kata Kunci : Kuesioner, Penerimaan, Pengendalian Internal, Retribusi Daerah
PENEREPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK PADA BUTIK DS FASHION
Selama ini Usaha Mikro Kecil Menengah diharuskan menyusun laporan keuangan yang sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan umum. Hal ini cukup memberatkan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah karena merasa kesulitan jika harus membuat laporan keuangan standar seperti yang digunakan oleh perusahaan besar. Namun dengan terbitkannya Standar Akuntansi Keuangan baru yang lebih praktis bagi Usaha Mikro Kecil Menengah yaitu Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, diharapkan agar usaha Mikro Kecil Menengah bisa lebih mudah menyusun laporan keuangan yang berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan ini. Adapun penelitian yang dilakukan ini mempunyai tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik pada Butik Ds Fashion dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik pada Butik Ds Fashion. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik belum diterapkan di laporan keuangan Butik Ds Fashion. Lapaoran yang dibuat juga sederhana, hal tersebut agar mudah dipahami oleh pengguna laporan keuangan. Pemilik belum mengetahui tentang adanya Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntansi Publik, hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi oleh pihak terkait yang berdampak belum sepenuhnya UMKM memahami dan mengerti Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik pada laporan keuangannya. Kata Kunci : Usaha Mikro Kecil Menengah, Standar Akuntansi Keuangan Untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA PD TIMUR JAYA PONTIANAK
Companies need to implement a good strategy and optimal in order to compete with other companies. One of the strategies that can be used is to implement a system of internal control. Good internal control system will be able to assist in managing the company The main objective of this study was to determine how the system of internal control inventory Timur Jaya Pontianak PD, to determine the effectiveness of the internal control system inventory Timur Jaya Pontianak PD and to determine the factors that influence the effectiveness of the internal control system in PD Timur Jaya inventory of Pontianak. The technique of collecting data to be analyzed is by interview, observation, literature study, and questionnaires. This study uses three tools of analysis, organizational structure analysis, flowchart analysis, and analysis of internal control questionnaire. The results of this study indicate there are still some weaknesses in the inventory control system interenal Timur Jaya Pontianak PD. Some disadvantages and factors influencing the effectiveness of internal control systems in the inventory Timur Jaya Pontianak PD is going perangkapan task on human resources, procedures and policies that are less effective, inadequate data, and infrastructure is still lacking. It can be concluded internal control system inventory PD Timur Jaya Pontianak less effective. Keywords: Internal Control System, organizational structure, analysis flowcharts, internal control questionnaire analysis
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INDUSTRI FARMASI BERDASARKAN AKUNTANSI INFLASI METODE GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING (GPLA) PERIODE 2011-2015
Di Indonesia saat ini sistem akuntansi yang sering digunakan adalah sistem akuntansi berdasarkan historical cost, yang mengasumsikan bahwa harga-harga adalah tetap atau stabil. Namun kenyataannya harga tidaklah selalu stabil harga selalu berubah, cenderung semakin naik. Pada masa inflasi, harga-harga mengalami kenaikan ini mencerminkan bahwa akuntansi historical cost tidak lagi relevan untuk digunakan dalam penyajian laporan keuangan, dikarenakan asumsi kestabilan harga menjadi tidak berlaku lagi. Sebab dari itulah akuntansi historical cost perlu disesuaikan dengan menggunakan akuntansi inflasi metode General Price Level Accounting (GPLA) sebagai dasar pengambilan keputusan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaruh inflasi pada laporan keuangan konvensional? dan bagaimana menganalisis laporan keuangan industri farmasi dengan menggunakan metode GPLA periode 2011 sampai dengan 2015?General Price Level Accounting (GPLA) adalah salah satu konsep akuntansi inflasi yang merubah satuan pengukuran, tetapi tetap mempertahankan model pelaporan atas dasar akuntansihistorical cost. Konsep ini menilai uang menurut daya belinya pada barang dan jasa secara umum. Tujuan dari konsep ini adalah untuk mempertahankan nilai modal menurut harganya yang tetap, dengan ukuran indeks harga. Dalam laporan keuangan General Price Level Accounting (GPLA) pos-pos yang ada pada laporan keuangan terdiri dari pos-pos yang terpengaruh oleh perubahan nilai uang, yang disebut dengan pos-pos non moneter dan pos-pos yang tidak terpengaruh oleh perubahan nilai mata uang disebut dengan pos-pos moneter.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi dengan metode kualitatif yang difokuskan pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan Industri Farmasi tahun 2011 sampai 2015 dimana penyajian laporan keuangan historical cost disesuaikan dengan akuntansi inflasi metode General Price Level Accounting(GPLA) dan pengaruhnya bagi pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Pengaruh yang dimaksud yaitu perbedaan nilai rasio yang dihitung berdasarkan metode GPLA dengan historical cost yang memberikan informasi untuk pengambilan keputusan.Pembahasan dilakukan dengan menyusun laporan keuangan menurut akuntansi inflasi metode GPLA dengan menyesuaikan pos-pos moneter dan pos-pos non moneter berdasarkan indeks harga konsumen yang mencerminkan tingkat harga umum. Kemudian laporan keuangan GPLA dianalisis dengan membandingkan rasi-rasio pada laporan keuangan GPLA dengan historical cost.Kesimpulan yang dapat diambil adalah laporan keuangan berdasarkan GPLA lebih informatif dibandingkan dengan laporan keuangan historical cost pada saat terjadinya inflasi yang cukup tinggi saat penggunaannya. Perbedaan nilai rasio sebelum dan sesudah penyesuaian menunjukkan bahwa pengaruh dari akuntansi GPLA ini cukup baik dengan maksud untuk menjadikan akuntansi GPLA ini sebagai informasi tambahan dalam proses pengambilan keputusan.Kata kunci: Laporan Keuangan, Akuntansi Inflasi,General Price Level Accounting, Historical Cost Accountin
PENGARUH PEMAHAMAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM TAHUN PEMBINAAN WAJIB PAJAK (TPWP) 2015 SEBAGAI VARIABEL MODERETING (STUDI KASUS PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PONTIANAK)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemahaman dan kepatuhan wajib pajak dengan penerimaan pajak. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji pengaruh program tahun pembinaan wajib pajak (TPWP) yang berperan sebagai variabel moderating pada hubungan antara pemahaman dan kepatuahan wajib pajak dengan penerimaan pajak .Penelitian ini dilakukan dengan metode simple random sampling dengan sebanyak 100 responden dari wajib pajak orang pribadi daerah Pontianak. Data yang digunakan adalah data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui laporan penerimaan pajak dari tahun 2009 hingga 2015. Penelitian ini menganalisis data menggunakan uji validitas dan realibilitas, uji deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis dengan metode regresi linear berganda dan regresi moderasi menggunakan IBM SPSS 20.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemahaman wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. Demikian juga dengan pengaruh TPWP terhadap hubungan antara pemahaman wajib pajak dengan penerimaan pajak berpengaruh signifikan dan dapat memoderasi hubungan antara kedua variabel tersebut. Akan tetapi untuk kepatuhan wajib pajak berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan pajak. Hal tersebut juga terjadi pada pengaruh TPWP terhadap hubungan antara kepatuhan wajib pajak dengan penerimaan pajak berpengaruh tidak signifikan dan tidak dapat memoderasi hubungan antara kedua variabel tersebut. Kata kunci: Pemahaman Wajib Pajak, Kepatuhan Wajib Pajak, TPWP 2015, penerimaan paja
ANALISIS PERBEDAAN LABA PERUSAHAAN BANK CENTRAL ASIA SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN CASH DEPOSIT MACHINE
Era globalisasi sekarang ini menuntut segala aktivitas keuangan dilakukan secara real time dan cepat untuk mengimbangi cepatnya bisnis yang dilakukan dizaman modern ini. Dengan begitu bank sebagai tempat perputaran uang yang menjadi pendukung perusahaan untuk melakukan bisnis dituntut untuk selalu berinovasi dalam mengembangkan layanan kepada nasabahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Cash Deposit Machine terhadap laba pada perusahaan dan menguji terdapat signifikansi terhadap Return on Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Capital Adequacy Ratio(CAR) Sampel penelitian ini adalah perusahaan bank central asia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2004-2009. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan untuk rasio Return On Equity dan Return On Asset. Namun tetap adanya signifikansi walaupun tidak cukup kuat pada Capital Adequacy Ratio, tetapi tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan Cash Deposit Machine. . Kata Kunci: Return on Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Capital Adequacy Ratio(CAR) , Wilcoxon Signed Rank Test, Cash Deposit Machin
PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 – 2015)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mekanisme corporate governance seperti ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan dispersion of ownership terhadap kinerja keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur subsector industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013, 2014, 2015. Metode sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Perusahaan yang dijadikan sampel ada 13 perusahaan dengan jumlah total sampel 37 data. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ukuran dewan komisaris dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan hasil tidak sesuai dengan hipotesis, sedangkan variabel lainnya menunjukkan hasil yang sesuai dengan hipotesis. Variabel ukuran dewan direksi, kepemilikan institusional, dan dispersion of ownership memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Secara simultan penelitian ini menyatakan bahwa ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan dispersion of ownership berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.Kata kunci: mekanisme tata kelola perusahaan, ukuran dewan komisaris,ukuran dewan direksi, struktur kepemilikan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dispersion of ownership
Analisis Penerapan PSAK 105 Akuntansi Mudharabah pada Bank Syariah (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri)
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan perlakuan akuntansi khususnya pada produk mudharabah harus disesuaikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 105 Akuntansi Mudharabah sebagai perubahan dari PSAK 59. PSAK 105 mengatur akuntansi mudharabah bagi pemilik dana maupun pengelola dana mulai dari saat pengakuan, pengukuran, penyajian hingga pengungkapan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalnya penerapan PSAK 105 Akuntansi Mudharabah pada Bank Syariah Mandiri.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian kemudian disesuaikan dengan PSAK 105 Akuntansi Mudharabah. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui website resmi Bank Syariah Mandiri dan dokumen tertulis berkaitan pertanyaan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Mandiri belum sepenuhnya menerapkan PSAK 105 Akuntansi Mudharabah. Faktor yang mempengaruhi belum optimalnya penerapan ini adalah minimnya pegawai yang memiliki keahlian dalam akuntansi syariah, belum optimalnya sistem pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah, belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi, prinsip bagi hasil yang disepakati antara nasabah dan bank. Sedangkan faktor eksternalnya adalah sosialisasi mengenai PSAK 105 Akuntansi Mudharabah belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh pegawai bank syariah mandiri. Kata Kunci: PSAK 105, Akuntansi, Mudharabah, Bank Syariah
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2013-2015 (Studi kasus pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah)
The purpose of this study are: to determine the financial performance Bengkayang government based on the analysis of financial ratios of independence in the period 2013-2015. The data used in this study are as follows: 1). Qualitative data 2). Quantitative data. The data used in this research is quantitative data in the form of budget realization reports. The data used in this research is the primary data in the form of a general description Bengkayang, LAKIP in Bengkayang, an overview of the organization, financial reporting Budgets FY 2013, FY 2014, FY 2015 data analysis method is used to analyze the results of this study are quantitative secondary data which includes financial data through the budget and its realization with financial ratios and comparative analysis to obtain the level of the financial performance of Bengkayang. The analysis technique used in this study are as follows: 1). By collecting data related to this study 2). Gather to obtain an overview of the research object 3). Studying and evaluating data have been obtained from the research object 4). Process and organize the data obtained from the research object 5). Doing a comparison of results obtained with the theory that there are 6). Make conclusions from the results of research and provide advice as deemed necessary. The results of data processing analysis on the financial performance of local governments Bengkayang concluded that 1). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of PAD effectiveness has not been effective because the average effectiveness is still low at 91.29%. 2). Regional Financial Performance Bengkayang when seen from the Regional Financial Efficiency Ratio has been Efficient, the average ratio of 96.04%. 3). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of Operation Harmony danBelanja Capital Expenditure not stable from year to year. Kab.Bengkayang local governments still prioritize spending needs operation so that the ratio of capital expenditure is relatively small. 4). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of revenue growth grew volatile. The average growth of 14.23%, but not much better when compared to the average growth in income was only amounted to 22.12%. 5). Regional Financial Performance Bengkayang when viewed from the ratio of Regional Financial Independence is still relatively Low Once and category Instructive relationship patterns. Keywords : Good governance, Financial Performance Local government