Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Not a member yet
1299 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI DANA DESA PADA DESA SUNGAI JAGA. A (STUDI KASUS PADA DESA SUNGAI JAGA. A KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG)
Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana Penerapan Akuntansi Dana Desa dan apakan pada pengelolaannya sudah sesuai dengan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014. Teknik yang dilakukan peneliti dalam pengumpulan data adalah Teknik Wawancara, Teknik Observasi langsung, Teknik Dokumentasi, dan Teknik Studi Kepustakaan pada Kantor Desa Sungai Jaga A Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam Penerapan Akuntansi Dana Desa di Desa Sungai Raya Kabupaten Bengkayang sudah dilakukan dengan baik, yaitu mulai dari proses perencanaan dan penganggaran, penatausahaan, dan pelaporan dan pertanggungjawaban, serta pengawasan. Namun masih terdapat beberapa hal dalam proses penatausahaan untuk pertanggungjawaban yang masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014. Maka dapat dikatakan bahwa pengelolaannya sudah akuntabilitas namun secara penatausahaan masih belum sempurna. Kata Kunci: Penerapan Akuntansi Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Keuangan Desa
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi di PT. Kimia Farma Pontianak
ABSTRACT This study aimed to analyze the factors influencing accounting information system performance for Kimia Information System by PT. Kimia Farma Pontianak. This research was conducted in one parent and eleven (11) subsidiaries of PT. Kimia Farma in Pontianak. The number of samples in this study was 60 employees and selected randomly. As for statistical test and data processing is done by using SPSS 20. The results of this study indicate that accounting information system Kimia Farma Information System performance is positively and significantly influenced by information system user training and education program. The quality of accounting information system Kimia Farma Information System is also positively and significantly influencing the performance of accounting information system Kimia Farma Information System. Keywords: Accounting Information System, The Performance of Accounting Information System, Kimia Information System, Kimia Farma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi Kimia Farma Information System di PT. Kimia Farma Pontianak. Penelitian ini dilakukan di kantor pusat dan sebelas (11) kantor cabang PT. Kimia Farma di wilayah Kota Pontianak menggunakan data primer menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 karyawan yang dipilih secara acak. Adapun uji statistik dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS 20. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja sistem informasi akuntansi Kimia Farma Information System di PT. Kimia Farma Pontianak secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh program pelatihan dan pendidikan pengguna sistem informasi akuntansi. Selain itu, kualitas sistem informasi akuntansi Kimia Farma Information System juga berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi Kimia Farma Information System. Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi, Kinerja Sistem Informasi Akuntansi, Kimia Farma Information System, Kimia Farma
Analisis Sistem Pengendalian Internal terhadap Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada CV. Lestari Bumi Khatulistiwa
ABSTRAK Didalam penerimaan dan pengeluaran kas, diperlukan adanya suatu prosedur yang baik yang sesuai dengan kebijakan manajemen yang telah ditetapkan. Penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan, diluar dari pada prosedur yang telah ditentukan, akan memungkinkan terjadinya penyelewengan, pencurian dan penggelapan kas. Dengan dijalankannya prosedur yang baik, akan meminimalisir segala bentuk penyelewengan, pencurian dan penggelapan kas yang kemungkinan dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kesempatan dan akses terhadap kas perusahaan. Objek penelitian ini adalah CV. Lestari Bumi Khatulistiwa, sebuah perusahaan yang berlokasi di Kota Pontianak yang bergerak di bidang pemetaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sistem pengendalian internal terhadap penerimaan dan pengeluaran kas pada CV. Lestari Bumi Khatulistiwa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan alat analisis yang digunakan didalam penelitian ini ialah struktur organisasi, flowchart, internal control quesioner, dan dokumen yang terkait. Hasil penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa CV. Lestari Bumi Khatulistiwa sudah menerapkan sistem yang baik didalam penerimaan dan pengeluaran kas nya. Hanya saja, terdapat pelimpahan wewenang yang berlebihan terhadap bagian yang mengurusi keuangan perusahaan. Pelimpahan wewenang yang berlebihan ini, dapat mendorong terjadinya penyelewengan, pencurian dan penggelapan kas yang dimiliki perusahaan Kata kunci: Sistem Pengendalian Internal, Penerimaan Kas, Pengeluaran Kas
ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA LAPORAN KEUANGAN KOPERASI SEJAHTERA PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SAK ETAP pada laporan keuangan koperasi SEJAHTERA Pontianak dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat dan kendala dalam penerapan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana Koperasi SEJAHTERA Pontianak menyajikan laporan keuangannya apakah sudah sesuai dengan standar yang berlaku yaitu SAK ETAP, yang diikuti dengan mempelajari buku-buku literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian untuk menunjang penyusunan laporan keuangan koperasi SEJAHTERA Pontianak. Data dikumpulkan dengan metode penelitian kepustakaan, penelitian lapangan, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan Koperasi SEJAHTERA Pontianak belum menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Laporan keuangan Koperasi SEJAHTERA Pontianak terdiri atas laporan neraca, laporan sisa hasil usaha dan arus kas. Penyajian laporan keuangan yang telah disesuaikan dengan SAK ETAP terdiri atas (a) laporan laba rugi (SHU); (b) laporan neraca; (c) laporan perubahan ekuitas; (d) laporan arus kas; dan (e) catatan atas laporan keuangan. Kata kunci: Laporan Keuangan, SAK ETAP, dan Koperasi SEJAHTERA Pontiana
ANALISIS EFEKTIVITAS REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2012 – 2014
Laporan Realisasi Anggaran memberikan informasi tentang posisi keuangan yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan serta menunjukkan pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada pengguna. Tingkat efisiensi dan efektivitas anggaran dapat dipengaruhi oleh kuat lemahnya perencanaan dan penganggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas realisasi anggaran belanja daerah dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi belanja pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat periode tahun 2012-2014. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis berupa rasio Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung terhadap Total Belanja, proporsi Belanja Barang dan Jasa terhadap Belanja Langsung dan Total Belanja dan rasio efektivitas. Dari hasil penelitian, proporsi Belanja Langsung lebih besar dari pada Belanja Tidak Langsung. Berdasarkan dari analisis proporsi Belanja Barang dan Jasa terhadap Belanja Langsung dan Total Belanja yaitu Belanja Barang dan Jasa terhadap Belanja Langsung sebesar 90,07% dikategorikan efektif dan proporsi belanja barang dan jasa terhadap total belanja sebesar 68,87% dikategorikan sudah baik. Menurut analisis efektivitas realisasi anggaran belanja daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2012-2014 berdasarkan 18 program diperoleh rata-rata kinerja efektivitas sebesar 75,43%. Berdasarkan analisis efektivitas belanja daerah pada komponen belanja daerah dalam APBD SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2012-2014 diperoleh rata-rata kinerja efektivitas sebesar 89,68%, yang berarti kinerja efektivitas realisasi anggaran belanja daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2012-2014 sangat efektif. Kata Kunci: Efektivitas, Realisasi Anggaran Belanja Daera
ANALISIS PERENCANAAN PENGELOLAN KEUANGAN DESA DI DESA BULUH MERINDU (Studi Kasus Pada Desa Buluh Merindu Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perencanaan Keuangan Desa di Desa Buluh Merindu dan juga untuk mengetahui kesesuaian antara Perencanaan Keuangan Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis data dengan cara mengumpulkan, mereduksi dan menyajikan data sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Keabsahan data diperiksa dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini adalah Perencanaan Keuangan desa di Desa Buluh Merindu dan kesesuian antara Perencanaan Keungan Desa di Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa Menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007. Hasil analisis tersebut dibandingkan dengan hasil wawancara dengan Kepala Desa Buluh Merindu, Sekretaris Desa Buluh Merindu, Bendahara Desa Buluh Merindu, Kaur pembangunan Desa Buluh Merindu dan Ketua BPD Desa Buluh Merindu mengenai Perencanaan Keuangan Desa di Desa tersebut. Hasil analisis kesesuaian Perencanaan Keuangan Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007 menunjukkan bahwa masih banyak ketidaksesuaian antara Perencanaan Keuangan Desa di Desa Buluh Merindu dengan Perencanaan Keuangan Desa menurut Permendagri No. 37 Tahun 2007. Kata Kunci: Perencanaan Keuangan Desa, Permendagri No. 37 Tahun 2007, dan APBDesa ABSTRACT This research aims to understand financial planning village in the village Buluh Merindu and also determine conformity of financial planning village in village Buluh Merindu with the planning finance according to Affairs Regulation Number 37 years 2007 about Financial Management Guildelines. This research included in this typeof qualitative descriptive research using primary and secondary data collected by using observation, interviews, and documentation. In this study the authors analyze the data by collecting, reducing and precenting the data to find a conclusion. Validity of the data is checked by using a triangulation method. The results of this reseacrh is financial planning village in the village Buluh Merindu and analysis conformity of financial planning village in the village Buluh Merindu with the planning village financial according to Affairs Regulatins Number 37 years 2007. The results of analysis then compared with the results of interviews with the heads Buluh Merindu village, the secretary Buluh Merindu Village, the treasurer Buluh Merindu Village, the kaur development Buluh Merindu Village and BPD Buluh Merindu on financial planning village in village Buluh Merindu. The results of the analysis conformity financial planning village Buluh Merindu with planning village finance according to Affairs Regulation Number 37 years 2007 show that there are many mismatch between financial planning village in the village Buluh Merindu with the planning Village finance according to Affairs Number 37 years 2007. Keyword: The Financial Planning Village, Affairs Regulation Number 37 Years 2007, and APBDesa
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK-EMKM) PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) NISA FASHION
Laporan Keuangan adalah suatu sistem untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan yang dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh suatu perusahaan. Penelitian ditujukan pada UKM NISA Fashion yang belum memiliki laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Standar Akuntansi Keuangan Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dalam penyusunan laporan keuangan pada UKM NISA Fashion dan faktor-faktor apa saja yang dihadapi oleh UKM dalam menyusun laporan keuangan berbasis SAK EMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) Sistem pencatatan keuangan belum sepenuhnya mematuhi dan belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM). (2) Faktor-faktor yang dihadapi oleh UKM NISA Fashion dalam penerapan laporan keuangan yaitu karena kurangnya pemahaman, kurangnya pengetahuan secara teknis dalam menyusun laporan keuangan, tidak adanya penyuluhan mengenai bagaimana cara penerapan SAK EMKM pada UKM dan kurangnya pengawasan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan. Kata Kunci : Laporan Keuangan, SAK EMKM, UK
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, DAN PAJAK HIBURAN TERHADAP EFEKTIFITAS PADA PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN SANGGAU
The purpose of this study was to determine the tax collection system and procedure of hotel, restaurant tax, entertainment tax implemented and the Department of Revenue Sanggau and to determine the level of effectiveness of hotel tax, restaurant tax and entertainment tax. In this research study is a form of case study method to retrieve the object of research in the Department of Revenue. The technique of collecting data using interviews and questionnaires. The analytical tool used in this research is the analysis Flowchart, Analysis of Organizational Structure, Internal Control Questionnaire (ICQ) to assess the internal controls, Analysis Effectiveness and Analysis Contributions to measure the effectiveness and contribution of hotel tax, restaurant tax and entertainment tax on revenue , The final conclusion is that the systems and procedures for the collection of hotel tax, restaurant tax and entertainment tax implemented by the Department of Revenue Sanggau according to Regional Regulation No. 5 of 2010 About Taxes, taxes restaurants and entertainment taxes and control Internal implemented have going well or there are still weaknesses in the civil service. Based on the results of the calculation of the level of effectiveness, it can be concluded that there is an increase and a decrease in tax revenue. Level entertainment tax collection has not been effective that in 2015, the acceptance of the realization of 65.16%, in 2013, and 2014 tax receipts realization of hotel, restaurant tax and entertainment tax has been effective because it exceeds the predetermined targets hotel taxes amounting to 115.89 %, restaurant tax and entertainment tax sebesar135,11% 102.72% in 2013, amounting to 108.26% hotel tax, restaurant tax amounted to 134.84%, and the entertainment tax amounted to 114.80% in 2014, the hotel tax is 108.71% and 141.38% restaurant tax for 2015. by looking at actual percentage is not fixed, there are still weaknesses in the internal controls in the Department of Revenue, so it is necessary to further any improvement in the internal control system has not gone well at Income Office Region. Keywords: Flowchart, Internal Control Questionnaire (ICQ), Internal Control Systems
Analisis Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Murabahah dengan PSAK No. 102 pada BMT Mujahidin Pontianak
ABSTRAK Penelitian dilakukan demi mencapai tujuan untuk memperoleh pengetahuan mengenai penerapan pembiayaan murabahah pada BMT Mujahidin Pontianak dan apakah penerapannya sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 102. Penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif komparatif, yaitu menggambarkan dan mendeskripsikan keadaan suatu objek dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam hal ini penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pembiayaan murabahah BMT Mujahidin Pontianak dibandingkan dengan PSAK No. 102. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa BMT Mujahidin Pontianak belum sepenuhnya menerapkan PSAK 102 pada pembiayaan murabahah, yaitu dari 44 paragraf yang dibandingkan, sebanyak 34 paragraf atau sebesar 82,85% telah diterapkan sementara 10 paragraf lainnya atau sebesar 24,37% belum diterapkan oleh BMT Mujahidin Pontianak. Kata Kunci : Pembiayaan Murabahah, PSAK No. 102
Analysis of Internal Control System of Cash Receipts and Expenditures at The Cv. Lestari Bumi Khatulistiwa
ABSTRACT In the cash receipts and disbursements, needed a good procedure in accordance with management policies that have been set. Cash receipts and payments made, outside of the established procedures, will allow to fraud, theft and embezzlement of cash. With the implementation of good procedures, will minimize all forms of fraud, theft and embezzlement of cash that may be made by parties who have the opportunity and access to the company's cash. The object of this study is the CV. Lestari Bumi Khatulistiwa, a company located in the city of Pontianak engaged in mapping. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the system of internal control over cash receipts and expenditures on a CV. Lestari Bumi Khatulistiwa. This study is a qualitative research and data collection techniques used is through observation, interviews and documentation. While analysis tools used in this research is the organizational structure, flowcharts, internal control questionnaires, and related documents. Results of research conducted concluded that CV. Lestari Bumi Khatulistiwa already implementing a good system in its cash receipts and disbursements. However, there is an excessive delegation of authority to the department which deals with financial companies. Delegation of authority to this excessive, can lead to fraud, theft and embezzlement of cash held companies. Keywords: Internal Control System, Cash Receipts, Cash Expenditures