Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
Not a member yet
    1299 research outputs found

    IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUNGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK-ETAP) PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) TOKO OLAHRAGA SEIJA DAN TOKO OLAHRAGA VELDEY

    No full text
    ABSTRAK Toko Olahraga Seija Dan Toko Olahraga Veldey adalah Usaha Mikro yang menjual peralatan olahraga. Laporan Keuangan yang dicatat oleh Usaha ini sangat sederhana yaitu Penjualan dan  Pendapatan serta laporan laba rugi yang tidak rutin dibuat setiap bulannya, dan laporan tersebut masih tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui penerapan SAK ETAP pada Usaha Toko Olahraga Seija Dan Toko Olahraga Veldey dan untuk mengetahui kendala yang membuat usaha ini tidak bias menyusun laporan keuangan. Berdasarkan permasalahan yang ada, Peneliti Merancangkan Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal dan Laporan Arus Kas. Hal ini untuk membantu pelaku bisnis dalam memahami penyajian laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) khususnya pengelola Usaha Toko Olahraga Seija Dan Toko Olahraga Veldey. Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif berfokus pada penjelasan sistemasis tentang fakta yang diperoleh saat penelitian dilakukan. Yaitu menganalisis data yang ada dan melakukan wawancara dengan Pemilik Toko Olahraga Seija Dan Toko Olahraga Veldey untuk mendapatkan informasi yang baik dan benar.   Kata Kunci :SAK ETAP, PenyusunanLaporanKeuangan, UKM        

    ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW STATEMENT) PADA PERUSAHAAN KOSMETIK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS TAHUN 2010-2015)

    No full text
    Dewasa ini seringkali terjadi perbincangan dikalangan investor mengenai beberapa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang buruk sehingga menyebabkan perusahaan tersebut di delisting ataupun di suspend untuk sementara waktu. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian dalam mengukur kinerja keuangan dan membandingkan dengan perusahaan sejenisnya di sektor kosmetik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara pasti bagaimana kinerja keuangan perusahaan kosmetik  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan Lapora Arus Kas perusahaan tersebut untuk tahun 2010-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif analitis dengan sumber data sekunder yang didapat dari laporan keuangan perusahaan yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik adalah PT. Martina Berto Tbk, PT. Mustika Ratu Tbk, dan PT. Akasha Wira International Tbk. Sementara perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang kurang baik adalah PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk. Kata Kunci : Laporan Arus Kas, Rasio Arus Kas, Perusahaan Kosmeti

    PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM PADA PETERNAKAN LELE (STUDI KASUS PADA PETERNAKAN LELE FAJAR)

    No full text
    Aset biologis merupakan tanaman dan hewan yang mengalai transformasi biologis. Transformasi biologis terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif dalam kehidupan hewan dan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada Peternakan Lele Fajar yang bergerak dalam bidang peternakan hewan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan akuntansi aset biologis dan penyajiannya didalam laporan keuangan, serta bagaimana penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung kepada pemilik peternakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aset biologis hewan ternak berupa lele diakui sebagai persediaan dengan akun Lele Sangkuriang dan diukur berdasarkan harga pasar serta disajikan pada laporan neraca. Hasil penyusunan laporan keuangan yang dilakukan diantaranya adalah laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan SAK EMKM dan sesuai dengan siklus akuntansi. Kata kunci: Aset Biologis, Laporan Keuangan, SAK EMK

    ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PERUMAHAN TIPE 36 PADA PT. ARWANA ALAM SEJAHTERA

    No full text
    ABSTRAK PT. Arwana merupakan perusahaan swasta yang bergerak di industri property di Pontianak. Penentuan harga pokok produksi pada PT. Arwana menggunakan metode tradisional yang dalam prakteknya belum sepenuhnya sesuai dengan metode akuntansi yang benar. Peneliti ingin membandingkan penentuan harga pokok produksi antara metode tradisional dengan metode Full Costing.Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus pada PT. Arwana Alam Sejahtera. Peneliti menganalisis dan mengobservasi biaya-biaya pada PT. Arwana Alam Sejahtera. Peneliti ingin mengetahui bagaimana penentuan harga pokok produksi oleh PT. Arwana Alam Sejahtera dan mengetahui perbandingan harga pokok produksi metode tradisional dengan metode Full Costing.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penentuan harga pokok produksi pada perusahaan tidak memperhitungkan biaya overhead. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan perusahaan bias mendapatkan laba bersih yang lebih tinggi jika menggunakan metode Full Costing. Kata kunci : Full Costing, Harga Pokok Produksi, Biaya Overhead Tetap, Biaya Overhead Variabel, Laba Rug

    ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORTING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

    No full text
    Sustainability Reporting merupakan laporan berkelanjutan perusahaan untuk menginformasikan perihal kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada pihak yang berkepentingan (stakeholders). Pengungkapan sustainability reporting dipengaruhi oleh berbagai faktor namun penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu likuiditas yang diukur dengan current ratio (CR) dan profitabilitas yang diukur dengan return on equity (ROE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability reporting. Populasi dari penelitian ini adalah 30 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013-2015. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu likuiditas dan profitabilitas, dan variabel dependen yaitu sustainability reporting. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda, serta teknik pengujian data yang telah dilakukan ialah menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan sustainability reporting. Ditunjukan dengan nilai signifikan lebih tinggi dari tingkat signifikan, yaitu likuiditas (CR) sebesar 15,4% dan profitabilitas (ROE) sebesar 90,2%, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 8,2%.   Kata Kunci : Sustainability Reporting, Likuiditas, Profitabilitas

    "Perlakuan Akuntansi Terhadap Aset Biologis Pada PT. Eagle High Plantations, Tbk"

    No full text
    ABSTRAK Penelitian dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT. Eagle High Plantations, Tbk yang berfokus pada asset biologis. Aset biologis merupakan tanaman da nhewan yang mengalami tranformasi biologis. Dalam transformasi biologis terdiri dari proses pertumbuhan, degenrasi, produksi dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif, dapat menghasilkan baru berupa tambahan asset biologis yang sama. Denganadanyatranformasipadasaatbiologismakadilakukanpengukuran yang dapat menunjukkan nilai aset secara wajar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi asset biologis pada perusahaan tersebut dan perlakuan berdasarkan IAS 41. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan dan pengukuran asset biologis menggunakan PSAK 16 di kelompokkan dalam asset tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pengakuan, pengukuran dan penilaian asset biologis dengan IAS 41. Aset biologis pada saat IAS 41 tidak ada mengakui akumulasi depresiasi sehinggan ada kenaikan nilai asset biologis dan pengukuran menggunakan nilai wajar.   Kata Kunci :AsetBiologis, IAS 41, PT. Eagle High Plantations, Tbk   ABSTRACT This research was done in a company listed in Bursa Efek Indonesia (BEI), PT. Eagle High Plantations, Tbk which was focused on biological assets. Biological assets such as plants and animals that undergo biological transformation. In biological transformation, there are growth process, degeneration process, production process and procreation process. These processes cause the value changes qualitatively and quantitatively, and can create new biological assets in the same form. Because of the biological transformation, measurement was done to show the fair value of the asset. This research aimed to know how the accounting treatment for biological asset in the company based on IAS no. 41. This research resulted that recognition and measurement of biological asset was based on PSAK no. 16 and clustered in asset but there was no significant difference in terms of recognition, measurement, and estimation of biological asset based on IAS no. 41. Before IAS no. 41, biological asset recognized accumulated depreciation so there was value increase and fair value measurement for biological asset. Keywords: Biological Asset, IAS no. 41, PT. Eagle High Plantations, Tbk

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN MUDHARABAH DENGAN PSAK NO.105 PADA BMT UGT SIDOGIRI CABANG PONTIANAK

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan lembaga keuangan syariah khususnya lembaga Baitul Mal Wat Tanwil (BMT) yang memiliki peran penting dalam perekonomian, dimana pengusaha mikro masih sulit berkembang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiayaan akad mudharabah dan penerapan PSAK 105 pada BMT UGT Sidogiri cabang Pontianak.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan data primer. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif.Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Penerapan Akuntansi Mudharabah yang diterapkan oleh BMT UGT Sidogiri cabang Pontianak telah sesuai dengan PSAK 105, kesesuaian tersebut terdapat pada karakteristik, pengakuan dan pengukuran, kecuali pada penyajian dan pengungkapan. Kata kunci : BMT, Mudharabah, PSAK 105

    ANALISIS PENENTUAN TARIF SEWA KAMAR DAN TARIF SPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA GARDENIA RESORT AND SPA PONTIANAK

    No full text
    ABSTRACT The objective of this study is to determining the amount of rental rates per room and spa rates at Gardenia Resort And Spa Pontianak by using Activity Based Costing System method and investigate the difference between the rental rates per room set and spa rates by Gardenia Resort And Spa Pontianak with the ones that is calculated by Activity Based Costing System method.The method of analysis used in this research is descriptive quantitative analysis method that is based on the decision on the objective assessment based on the mathematical model created. The data studied are data on costs incurred on the unit of the room and each type of spa during 2015.The result of research shows that from the calculation of hotel room rate by using activity based costing system method, when compared with room rate used by hotel then activity based costing system method gives bigger result for all room type is Premier Room room Rp 270,074.42., Suite Terrace room for Rp 270,668.89., Family Suite room Rp 349,003., Gardenia Suite room for Rp 403,172.59., Then for spa tariff result, activity based costing system method give bigger result for all spa type, that is Aruna Favorite Spa Signature type Rp 201,104., Traditional Massage Gardenia type Rp 184,198., Rejuvenating Facial type Rp 160,439.The conclusion of the researcher suggesting that Gardenia Resort And Spa Pontianak should consider the calculation of hotel room tariff and spa tariff based on activity based costing system method and still consider other external factors such as competitor's price and paying ability Affect pricing. Keywords: Activity Based Costing System, Price, Cost Driver ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya tarif sewa per kamar dan tarif per jenis Spa yang berlaku di Gardenia Resort and Spa Pontianak, untuk mengetahui besarnya tarif sewa per kamar hotel dan tarif per jenis spa menggunakan perhitungan metode activity based costing system, dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara tarif yang ditetapkan Gardenia Resort and Spa Pontianak dengan tarif sewa tarif sewa per kamar dan tarif per jenis spa dengan menggunakan metode activity based costing system.Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis yang berdasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Data yang diteliti adalah data mengenai biaya yang terjadi pada unit kamar dan tiap jenis spa selama tahun 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif kamar hotel dengan menggunakan metode activity based costing system, apabila dibandingkan dengan tarif kamar yang digunakan pihak hotel maka metode activity based costing system memberikan hasil yang lebih besar untuk semua tipe kamar, yaitu kamar Premier Room sebesar Rp 270.074,42, kamar Terrace Suite sebesar Rp 270.668,89, kamar Family Suite sebesar Rp 349.003,02, kamar Gardenia Suite sebesar Rp 403.172,59. Kemudian untuk hasil tarif spa, metode activity based costing system memberikan hasil yang lebih besar untuk semua jenis spa, yaitu tipe Aruna Favorite Spa Signature sebesar Rp 201.104, tipe Traditional Massage Gardenia sebesar Rp 184.198, tipe Rejuvenating Facial sebesar Rp 160.439.Dari kesimpulan yang ada peneliti memberikan saran agar Gardenia Resort And Spa Pontianak sebaiknya mempertimbangkan perhitungan harga pokok tarif kamar hotel dan tarif spa berdasarkan metode activity based costing system dan tetap mempertimbangkan faktor eksternal lainnya, seperti harga tarif pesaing dan kemampuan membayar (dayabeli) tamu hotel yang mempengaruhi penetapan harga.Kata kunci: Activity Based Costing System, Harga, Cost Drive

    Analisis Metode Penilaian Persediaan Terhadap Keefektifan Pengendalian Persediaan pada PD. Tiana

    No full text
    The role of inventory is very important so must be extra careful especially when dealing with merchandise inventory valuation method. Therefore, the aim of this research is to determine the impact of inventory valuation method to the effectiveness of inventory control in PD. Tiana. This research use a qualitative descriptive approach. Source data used are primary data and secondary data. Sources of Data Obtained through the study documentation and literature assessment. The methods of analysis used is qualitative descriptive analysis method. Based on the results of research concluded that the implementation of the inventory valuation method in controlling inventory in PD. Tiana is quite effective. Although using two methods of inventory, but does not affect the reporting of the value of inventory in the financial statements. Keywords: Merchandise Inventory, Inventory Valuation Method, The Effectiveness of Inventory Control

    ANALISIS PENERAPAN PSAK NOMOR 45 TENTANG PELAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA BAGI MASJID AL-MUHTADIN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    No full text
    Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura merupakan entitas nirlaba yang berbentuk sebagai tempat ibadah dan didirkan dilingkungan institusi pendidikan. Berdasarkan hal itu, penulis tertarik melakukan penelitian terkait untuk  menerapkan PSAK Nomor 45 Tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura tersebut serta ingin mengetahui sistem pelaporan keuangan yang diterapkan dan kendala-kendala dalam menerapkan PSAK Nomor 45 tersebut. Alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis kualitatif yaitu menggunakan PSAK Nomor 45 dalam menyusun laporan keuangan dan kuisioner dalam mengetahui kendala-kendala yang di hadapi oleh entitas nirlaba dalam menerapkan PSAK Nomor 45. Penulis menerapkan PSAK Nomor 45 pada Laporan Keuangan Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura untuk periode Januari 2015 – Desember 2015. Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura dapat menerapkan PSAK Nomor 45 dalam laporan keuangannya meskipun dalam bentuk yang sederhana. Selain itu dapat diketahui kendala internal dan eksternal Masjid Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura dalam menerapkan PSAK Nomor 45. Kendala Internal yaitu: (a) bendaharawan yang memiliki pemahaman laporan keuangan yang kuran serta latarbelakang yang tidak sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan (b) adanya kesepakatan bersama antar pengurus tentang sistem penyusunan pelaporan keuangan. Sedangkan kendala eksternal yaitu : (a) belum adanya sosialisasi dan edukasi langsung dari pihak terkait tentang PSAK Nomor 45. (b) belum adanya anjuran dari pemerintah untuk menjadikan PSAK Nomor 45 sebagai acuan penyusunan laporan keuangan.   Kata Kunci: Entitas Nirlaba, Lapora Keuangan, PSAK Nomor 4

    54

    full texts

    1,299

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇