STAIN Kudus Repository
Not a member yet
    7166 research outputs found

    Studi Analisis Praktik Salat Jumat di Sekolah dalam Perspektif Ulama Empat Mazhab Fiqh (Studi Kasus di SMAN 1 Mayong)

    No full text
    Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dan penelitian studi kasus yang berusaha mendeskripsikan dan menganalisis realita fenomena pelaksanaan salat Jumat di sekolah, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, dan hukumnya menurut ulama empat mazhab Fiqh, yaitu mazhab Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah. Subjek penelitian ini adalah guru, karyawan, murid, dan wali siswa di SMAN 1 Mayong kabupaten Jepara pada tahun 2017-2019. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif artinya suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia dengan membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami. Data-data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumen-dokumen. Setelah data-data terkumpul dan dianalisis dengan teknik triangulasi, penelitian ini berhasil memperoleh beberapa kesimpulan, yaitu : 1) Salat Jumat di SMAN 1 Mayong dilaksanakan atas dasar kesepakatan pihak sekolah dengan wali murid dengan tujuan pengendalian siswa dan pembelajaran tentang tata cara dan praktik salat Jumat. Diantara faktor internnya adalah: kesepakatan mengadakannya di sekolah; para siswa yang tidak disiplin waktu; kekhawatiran sekolah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan keselamatan siswa; sebagian siswa menyalahgunakan kelonggaran waktu salat Jumat. Diantara faktor ekstern diadakannya salat Jumat di SMAN 1 Mayong adalah waktu salat Jumat yang tidak tetap yang berpengaruh terhadap pelaksanaan salat Jumat melebihi batas waktu istirahat; masjid yang berjarak lumayan jauh dari sekolah; dan dukungan dari orang tua. Penyelenggaraan salat Jumat di sekolah menurut mazhab Hanafiyyah adalah boleh, sedangkan menurut mazhab Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah adalah tidak boleh. 2) Salat Jumat di SMAN 1 Mayong dilaksanakan oleh para guru, murid, dan karyawan. Salat Jumat dilaksanakan setiap 2 minggu sekali pada waktu Zuhur dan mulanya bertempat di gedung serbaguna kemudian dipindahkan di masjid sekolah. Jumlah jamaah yang melaksanakan salat Jumat adalah sekitar 300 orang dengan jumlah orang yang bermukim 14 orang. Hukum salat Jumat di SMAN 1 Mayong menurut mazhab Hanafiyyah adalah sah karena memenuhi syarat-syarat penyelenggaraan salat Jumat. Sedangkan menurut mazhab Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah adalah tidak sa

    Upaya Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Budaya Kompetitif Untuk Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di MTs NU TBS Kudus

    No full text
    Budaya kompetitif mempunyai pengaruh penting dalam mempublikasikan kualitas pendidikan di madrasah. Hal ini sebagai cara untuk meningkatkan prestasi peserta didik serta daya saing dengan lembaga yang ada di sekitarnya. Meninjau dari semakin meningkatnya kualitas pendidikan dibuktikan dengan adanya prestasi-prestasi, kondisi lembaga baik secara fisik maupun non fisik yang semakin berkembang pesat. Pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi pada peserta didik. Maka, penelitian ini difokuskan terhadap kepala madrasah untuk mengembangkan budaya yang sudah berjalan di madrasah untuk meningkatkan prestasi peserta didik melalui pengembangan budaya kompetitif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif di MTs NU TBS Kudus. Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah bagian kurikulum, wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, dan siswa MTs NU TBS Kudus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data penulis menggunakan teknik triangulasi, yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pengembangan budaya kompetitif di MTs NU TBS Kudus sudah berkembang baik. Hal ini dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang didapat pada tahun ini dan pada tahun sebelumnya yakni tahun 2018. Mengembangkan budaya kompetitif perlu ditanamkan secara konsisten agar dapat berkembang sesuai dengan tujuan. Hal ini yang mendasari visi misi yang sudah berjalan sehingga peserta didik dapat menjadi output yang berkualitas. (2) Upaya kepala madrasah dalam mengembangkan budaya kompetitif terbagi meliputi, budaya akademik dan non akademik. Budaya akademik menerapkan ketertiban siswa, kebersungguh-sungguhan siswa, saling menghormati, disiplin. Budaya non akademik kegiatan ini diterapkan untuk menumbuhkembangkan bakat siswa. Meliputi, kegiatan dakwah kelas, jumat bersih, sabtu amal, serta pengembangan minat bakat siswa. Budaya kompetitif di MTs NU TBS Kudus memiliki keterkaitan dengan upaya kepala madrasah yang sudah terbentuk melalui visi dan misi, program-program yang sudah berjalan selama ini dan juga sebagai identitas diri madrasah. (3) Siswa MTs NU TBS Kudus memiliki persaingan antar siswa yang cukup baik yang mana siswa tersebut bersungguh-sungguh dalam menghafalkan alfiyah yang menjadi salah satu persyaratan kenaikan kelas. Dibuktikan setiap siswa mampu setor hafalan sesuai target yang diberikan madrasah. Dan juga dibuktikan dengan prestasi peserta didik dalam ajang perlombaa

    Eksistensi Taman Baca Aina Untuk Meningkatkan Literasi Membaca Anak-anak Di Desa Kajar Dawe Kudus

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi dan faktor penghambat peningkatan Literasi Membaca anak-anak di Taman Baca Aina Kajar Dawe Kudus. Berdasarkan realita yang ada bahwa anak-anak di zaman sekarang lebih tertarik pada game, smartphone, maupun sosial media yang kurang tepat dikonsumsi oleh anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi terhadap institusi pendidikan yang terkait yang bertempat di Taman Baca Aina Kajar Dawe Kudus. Sumber diperoleh dari ketua Taman Baca Aina, tim pengelola Taman Baca Aina, dan anak-anak yang mengikuti kegiatan di Taman Baca Aina. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Upaya untuk meningkatkan eksistensi Taman Baca Aina di Desa Kajar Dawe Kudus dilaksanakan melalui dua kegiatan meliputi kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam waktu 5 hari dalam satu minggu dan kegiatan inti yang dilaksanakan dalam waktu 2 hari dalam seminggu. Kegiatan rutin mingguan yang dilakukan taman baca aina dalam rangka meningkatkan minat literasi anak-anak meliputi kegiatan membaca bebas dan pendampingan belajar. Kemudian kategori kegiatan inti mingguan yang dilaksanakan taman baca aina meliputi kegiatan membaca di arena outdoor, dan membaca sambil bermain. Adapun metode yang dilakukan pengelola dalam upaya meningkatkan eksistensi taman baca aina untuk menunjang peningkatan minat literasi membaca adalah dengan metode menggambar sambil bermain dan ular tangga raksasa. 2) Faktor yang menjadikan kendala dalam upaya meningkatkan eksistensi taman baca aina guna menumbuhkan minat literasi membaca terhadap anak-anak di desa kajar, dawe kabupaten kudus adalah ketergantungan anak pada gadget, ketrbatasan dukungan dari orang tua, dan gedung penunjang yang masih perpindah-pindah. Keseluruhan hasil penelitian diperkuat dengan adanya hasil angket yang membuktikan bahwa Taman Baca Aina mampu membuat peningkatan literasi membaca anak di Desa Kajar Dawe Kudu

    Makna menghafal Al-Qur’an bagi Santri Huffadz di Pondok Pesantren Huffadzul Qur’an Marto Kusumo Purwokerto Tayu Pati 2021

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang makna menghafal al-Qur’an bagi santri huffadz di Ponpes Huffadzul Qur’an Marto Kusumo. Pesantren merupakan kelembagaan khas yang tujuannya taffaquh fiddin. Dalam menghafal al-Qur’an peran metode sangat besar untuk mendukung kualitas hafalan santri. Riset ini menggunakan metode deskiptif kualitatif, yaitu penelitian lapangan (field research) melalui studi living Qur’an. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan menghafal al-Qur’an serta makna menghafal al-Qur’an dikalangan santri huffadz, sebagai bentuk untuk meningkatkan kualitas hafalan dan kesempurnaan bacaan para santri. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan melakukan dokumentasi untuk melengkapi data yang diperlukan. Mengenai uji keabsahan data dalam penelitian ini yaitu uji kredibilitas, uji transferbilitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas. Sedangkan analisis yang digunakan peneliti yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, bisa disimpulkan sebagai berikut: bahwa dalam pelaksanaan menghafal al-Qur’an, menggunakan perpaduan antara metode tahfidz (menambah hafalan) dan metode takrir (mengulang hafalan), sebagai metode untuk meningkatkan semangat santri dan mempertahankan kualitas hafalan dan dapat terjaga dengan baik. Dan makna menghafal al-Qur’an bagi para santri huffadz, dari berbagai pandangan para santri dalam hal ini terdapat dua makna, yaitu makna obyektif dan makna subyektif. Makna obyektif, menghafal al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang sangat mulia jika dilakukan dengan ikhlas. Sedangkan makna subyektif, bahwa menghafal al-Qur’an memiliki banyak manfaat dalam diri kita, selain itu juga dapat menguatkan keimana

    Pengaruh Metode Hafalan dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Peserta Didik dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs NU 03 Sabilul Huda Wonosalam Demak Tahun Ajaran 2020/2021

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran obyektif tentang pengaruh metode hafalan dan minat belajar terhadap hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs NU 03 Sabilul Huda Wonosalam Demak. Dikembangkan dalam tiga permasalahan pokok yaitu apakah metode hafalan mempengaruhi hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs NU 03 Sabilul Huda, apakah minat belajar mempengaruhi hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs NU 03 Sabilul Huda, apakah metode hafalan dan minat belajara mempengaruhi hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs NU 03 Sabilul Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan Disproporsional Stratified Random Sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 72 responden yaitu peserta didik di MTs NU 03 Sabilul Huda Wonosalam Demak dengan mengambil sampel dari kelas VII-IX. Untuk kelas VII berjumlah 22 responden, kelas VIII dengan 25 responden dan kelas IX berjumlah 25 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk variabel independen, dokumentasi untuk variabel dependen, observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan dan interview dilakukan sebagai bentuk dari kegiatan pra penelitian yaitu dengan mencari informasi awal untuk mengetahui fenomena yang terjadi di lingkungan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara metode hafalan terhadap hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs NU 03 Sabilul Huda Wonosalam Demak, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai Thitung lebih besar dari Ttabel (2,793>1,994) (p=0,0071,994) (p=0,0003,980) (p=0,000<0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak dengan besar pengaruh 0,611 atau 61,1% dimana sisanya 38,9% yaitu faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata yang didapat selama satu semester yaitu 84 di atas nilai KKM yaitu 75

    Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Irsyad Kudus 2020/2021

    No full text
    Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Irsyad Kudus Tahun 2020/2021. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Irsyad Kudus Tahun 2020/2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), kemudian pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sumber datanya adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lembaga yang tekait yaitu Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Irsyad Kudus. Adapun pengambilan sampling informan menggunakan non probability sampling dengan pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 5 orang, yaitu: pengasuh sekaligus pembimbing, pengajar atau pembimbing, pengurus sekaligus selaku santri. Pengujian keabsahan data dengan cara perpanjangan pengamatan, triangulasi, menggunakan bahan referensi. Sedangkan dalam teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Irsyad Kudus Tahun 2020/2021 adalah sebagai berikut: 1) Bimbingan menghafal melalui wiridan Al-Qur’an, 2) Bimbingan makhorijul huruf dan tajwid secara teori maupun praktik, 3) Bimbingan muroja’ah dengan pemantauan langsung secara berkala melalui kegiatan mudarosah, 4) Bimbingan kelompok melalui rekapan perolehan hafalan secara berkala melalui data 5) Bimbingan one day 3 juz dengan pemantauan secara berkala melalui data untuk memudahkan santri dalam menambah hafalan serta menjaga kualitas hafalan. Adapun faktor pendukung layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kualitas hafalan santri yaitu: 1) Adanya matematika tahfidz, 2) Kenyamanan tempat menghafal, 3) Adanya santri yang sudah mempunyai hafalan sebelum masuk ke PPTQ Al-Irsyad Kudus sehingga dapat menunjang kecepatan hafalan serta kualitas hafalan santri. Sedangkan faktor penghambat layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kualitas hafalan santri yaitu: 1) Naik turunnya semangat santri karena tingginya target yang diberikan pesantren kepada santri, 2) Terbaginya waktu dan konsentrasi santri dikarenakan santri tidak hanya menghafal akan tetapi banyak juga diantaranya yang mengikuti pendidikan formal

    Implementasi Program Unggulan Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius Peserta Didik di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara

    No full text
    Program unggulan adalah kegiatan terbaik yang telah direncanakan dan dilaksanakan di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai religius peserta didik. Nilai-nilai religius adalah nilai-nilai kehidupan yang mencerminkan perpertumbuhan dan perkembangan kehidupan beragama yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlak. Melalui program unggulan tersebut diharapkan nilai-nilai religius dapat tertanam pada diri peserta didik. Yang mana peserta didik saat ini masih banyak yang berperilaku menyimpang. Oleh karena itu perlu adanya upaya penanaman nilai religius bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui macam-macam program unggulan dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara, 2) mengetahui implementasi program unggulan dalam menanamkan nilai-nilai religius peserta didik di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara. 3) Untuk mengetahui implikasi penanaman nilai-nilai religius peserta didik di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu penerapan program un ggulan dalam menanamkan nilai-nilai regius peserta didik di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara. Jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian kualitatif, subyek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah sekolah MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara, guru sekaligus pembina kegiatan keagamaan dan peserta didik. Adapun dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data menggunakan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam-macam program unggulan di MTs Hasan Kafrawi 2 Pancur Mayong Jepara meliputi membaca asmaul husna, tadarus Al-Qur’an surat-surat pilihan, sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah, istighosah dan ziarah kubur. Adapun dalam pelaksanaan program unggulan tersebut, metode yang digunakan yaitu metode pembiasaan. Berbagai macam kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai religius yang terkandung didalamnya, yaitu nilai ibadah, melalui kegiatan sholat dhuhur, sholat dhuha berjamaah, tadarus Al-qur’an, istighosah, dan membaca Asmaul husna. Nilai ruhul jihad dilihat dari peserta didik yang bersungguh-sungguh dalam mengikuti ujian menghafal surat-surat pilihan dalam Al-qur’an. Nilai akhlak dilihat dari peserta didik yang sopan santun, mengerjakan tugas dengan baik, berpenampilan yang baik dan menghormati guru. Nilai ikhlas dilihat dari peserta didik yang selalu mengikuti berbagai macam kegiatan yang ada. Dan nilai disiplin dilihat dari peserta didik yang tepat waktu dalam mengikuti kegiatan baik sebelum maupun sesudah proses pembelajara

    Upaya Guru BK dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Peserta Didik melalui Bimbingan Kelompok di MA Salafiyah Kajen

    No full text
    Penelitian ini termasuk field research yang bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan upaya guru BK dalam mengatasi kejenuhan belajar peserta didik melalui bimbingan kelompok di MA Salafiyah Kajen; dan 2) Faktor yang mempengaruhi upaya guru BK dalam mengatasi kejenuhan belajar peserta didik di MA Salafiyah Kajen. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan yakni dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa data-data tentang gambaran MA Salafiyah Kajen.informan dalam penelitian ini adalah guru BK dan peserta didik yang mengalami kejenuhan dalam belajar. Hasil analisis data diperoleh temuan-temuan yakni 1) Upaya guru BK dalam mengatasi kejenuhan belajar terlihat perubahan-perubahan yang dialami peserta didik antara lain: a) Suasana hati menjadi lebih baik; b) Menjadi lebih sadar dan memahami bahwa proses belajar memanglah pahit dan tidak mudah; dan c) Lebih semangat dalam belajar. 2) Faktor yang mempengaruhi upaya guru BK dalam mengatasi kejenuhan belajar melalui bimbingan kelompok diantaranya guru, motivasi dan minat belajar, sarana dan prasarana, dan suasana belajar

    Implementasi Model Blended Learning Kelas V Pada Masa Pandemi Covid-19 Di MI Manahijul Huda Ngagel Pati Tahun Pelajaran 2021

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendiskripsikan implementasi model blended learning kelas V pada masa pandemi covid-19 di MI Manahijul Huda Ngagel Pati tahun pelajaran 2010/2021? 2) Mendiskripsikan kendala serta solusi implementasi model blended learning kelas V pada masa pandemic covid-19 di MI Manahijul Huda Ngagel Pati tahun pelajaran 2020/2021? Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada dua. Pertama, sumber primer meliputi kepala madrasah, pendidik kelas V, peserta didik kelas V dan orang tua. Kedua, sumber data sekunder diperoleh jurnal dan dokumen terkait pembelajaran blended. Pengumpulan data dengan cara wawancara peneliti melakukan wawancra terhadap pihak yang terkait yaitu kepala madrasah, pendidik kelas V, peserta didik, orangtua, observasi dilakukan secara partisipasi pasif, dan dokumentasi. Adapun keabsahan data menggunakakn uji kredibilitas dengan teknik trianggulasi. Analisis data peneliti menggunakan tig acara yaitu, redaksi data, penyajian data, dan verivikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Penerapan model blended learning kelas V pada Masa Pandemi Covid-19 di MI Manahijul Huda Ngagel dapat berjalan dengan baik. Proses pembelajaran online dan offline kelas V dibagi menjadi dua kelompok, jadwal pembelajaran tiga kali pertemuan pembelajaran online, dan tiga kali pembelajaran offline. Penyampaian materi pembelajaran dilakukan dengan media aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran online dengan group whatsapp mengupload video atau file pembelajaran, untuk offline belajar dilakukan di dalam kelas seperti pada umumnya 2) Kendala dalam pembelajaran online terlihat pada kurangnya perhatian orangtua dalam mendampingi belajar peserta didik di rumah, solusi yang digunakan dengan melakukan pendekatan terhadap orangtua agar lebih memperhatikan serta mendampingi anak semasa belajar dari rumah. Adapun kendala pada pembelajaran offline pendidik harus menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan karakter peserta didik yang berbeda-beda. Solusinya pendidik harus memahami setiap karakter peserta didik serta menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk mereka

    Pentasharrufan Zakat Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh BAZNAS di Kabupaten Kudus

    No full text
    Di Kabupaten Kudus jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam menurut Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2018 adalah 7131 orang, dan baru sekitar 383 orang ASN dilingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kudus yang sudah membayar zakat profesi dan diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Kudus. Semenjak dahulu persoalan zakat secara keseluruhan baru terpusat pada dua hal utama yaitu terkait manajemen pengelolaan zakat dan kesadaran berzakat mustahik. Padahal salah satu hal yang mendasari seorang muzaki mau berzakat melalui lembaga pengelola zakat adalah bagaimana kredibilatas lembaga pengelola zakat dalam mentasharrufkan dana zakat yang telah berhasil dihimpun. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi mendalam tentang pentasharrufan zakat profesi ASN oleh BAZNAS Kabupaten Kudus, asnaf yang paling banyak dalam menerima zakat profesi ASN oleh BAZNAS Kabupaten Kudus, dan dasar pertimbangan pola pentasharrufan secara konsumtif dan produktif oleh BAZNAS Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dengan pendekatan kualitatif yang memaparkan atau menjelaskan secara deskriptif. Dalam penelitian metode pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi serta teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dengan cara berfikir induktif. Subyek penelitian ini adalah pimpinan atau pegawai BAZNAS Kabupaten Kudus yang menjadi sasaran penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pentasharrufan zakat profesi oleh BAZNAS Kabupaten Kudus sudah sesuai SOP yang telah ditetapkan oleh BAZNAS pusat, meskipun dalam pentasharrufannya seacara dominan masih dilakukan dengan pola pentasharrufan konsumtif. Dengan alokasi sekitar 70% zakat profesi di tasharrufkan kepada asnaf fakir miskin. Dalam menentukan pola pentasharrufan zakat profesi yaitu dengan melakukan survey terkait keadaan sosial dan ekonomi calon mustahik. Hal tersebut sudah berlandaskan pemerataan, keadilan dan kewilayahan di Kabupaten Kudus

    0

    full texts

    7,166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STAIN Kudus Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇