STAIN Kudus Repository
Not a member yet
    7166 research outputs found

    Modalitas Tokoh Agama dalam Pemenangan Pemilihan Kepala Desa Dorang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara Tahun 2019

    No full text
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana modalitas tokoh agama dalam pemenangan pemilihan Kepala Desa Dorang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dengan wawancara terstruktur dengan dua calon kepala desa, tim sukses serta salah satu masyarakat desa Dorang, observasi dan dokumentasi secara langsung pada lokasi penelitian. Uji keabsahan datanya adalah dengan peningkatan ketekunan, triangulasi, member check, serta perpanjangan pengamatan. Teknik analisis menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kedudukan seseorang di suatu masyarakat sangat dihargai dan bisa digunakan sebagai alat untuk mengambil hati masyarakat sekitar. Dalam penelitian peneliti ini dapat disimpulkan bahwa modalitas Pak Arif Soepratiknjo, SH. sebagai tokoh agama yang terlibat langsung dalam kepengurusan NU dapat menjadi kekuatan Pak Arif untuk dipercaya masyarakat memegang amanah sebagai kepala desa di Desa Dorang, Nalumsari Jepara. Perolehan suara tertinggi pemilihan kepala desa Dorang tahun 2019 diperoleh oleh Bapak Arif Soepratiknjo, SH., yang menonjolkan faktor modalitas tokoh agama sebagai alat atau strategi untuk menarik masyarakat. Modalitas tokoh agama sebagai kepengurusan NU membuat Bapak Arif dipilih dan disegani oleh warga. 2) Kondisi geografi masyarakat telah menimbulkan perbedaan keyakinan yang dianutnya, sehingga dapat peneliti simpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Dorang adalah NU. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam yang menganut paham Ahlu Sunnah Wa al-Jama‟ah sebagai pola kehidupan beragama

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam Upaya Mengurangi Pengangguran di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh perekonomian yang sedang melemah di masa pandemi ditandai dengan terjadinya banyak penutupan usaha, menurunnya pendapatan usaha, yang disebabkan dari adanya aturan pemerintah seperti PSBB dan PPKM, maka dari itu peran BUMDes untuk pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk memulihkan ekonomi masyarakat desa setempat salah satunya melalui BUMDES Utama Karya Rahtawu. Beberapa riset dan pemetaan yang dilakukan, terdapat temuan dari Suistanable Development Goals (SDGs) masih menunjukkan peranan dari BUMDes terhadap pertumbuhan ekonomi masih sedikit karena disebabkan oleh beberapa hal, seperti kualitas dari SDM yang masih terbatas, tata kelola BUMDes, hingga pemahaman tentang potensi desa yang masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan usaha BUMDES, dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam upaya mengurangi pengangguran di Desa Rahtawu kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 4 orang terdiri dari Direktur BUMDES, Sekretaris BUMDES, Kepala Desa, dan masyarakat desa Rahtawu. Data diperoleh melalui wawancara, obervasi, dan dokumentasi. Analisis data yang diperoleh yaitu melalui reduksi data, penyajian data serta kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan yaitu, pertama, dalam proses pengelolaan usaha pada BUMDES Utama Karya Rahtawu untuk permodalan sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, namun masih belum ada yang sesuai dari segi pengelolaan. BUMDES memiliki dua usaha dari sektor pariwisata yaitu, air terjun gong, dan kali banteng. Modal yang didapatkan BUMDES berasal dari dana desa. Lalu untuk pengelolaan masih dikelola sendiri oleh pihak BUMDES dan belum ada kontribusi dari masyarakat. Kedua, Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BUMDES dalam upaya mengurangi pengangguran di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus masih belum menunjukkan hasil yang maksimal, karena pihak BUMDES belum mampu untuk membuka lapangan pekerjaan sehingga angka pengangguran di Desa Rahtawu belum mengalami penurunan

    Pengaruh Persepsi Manfaat, Kepercayaan dan Personal Attitude Terhadap Minat Menggunakan E-Banking Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada User E-Banking Bank Syariah Indonesia Cabang Kudus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh persepsi manfaat, kepercayaan, personal attitude terhadap minat menggunakan e-banking BSI di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling melalui teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan data menggunakan metode kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden pengguna e-banking BSI di Kota Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesepsi manfaat berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat menggunakan e-banking BSI di masa pandemi covid-19, kepercayaan berpengaruh secara positif dan sigfnifikan terhadap minat menggunakan e-banking BSI di masa pandemi covid-19, personal attitude berpengaruh secara positif dan sigfnifikan terhadap minat menggunakan e-banking BSI di masa pandemi covid-19. Pandemi covid-19 yang sampai sekarang belum berakhir memungkinkan penggunaan e-banking dapat berlanjut di masa yang akan datang. Dengan demikian penyedia jasa seperti halnya BSI harus meningkatkan faktor-faktor penentu tersebut supaya dapat mendorong penggunaan yang berkelanjutan dengan meningkatkan kepuasan melaui manfaat yang diberikan ketika menggunakan produk, dan menunjukkan integritas yang tinggi untuk membangun kepercayaan sehingga pengguna memiliki sikap yang positif yang berdampak pada minat menggunakan dalam jangka waktu yang lam

    Peran Konselor Islami dalam Menangani Psikologi Anak Akibat Broken Home di Panti Asuhan Bina Insani Bandengan Jepara

    No full text
    Adapun latar belakang dalam penelitian ini adalah berawal dari kasus broken home yang dialami oleh orang tua dari anak panti asuhan Bina Insani Jepara, dimana akibat dari kejadian tersebut memiliki dampak yang tidak baik bagi perkembangan psikologis anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui peran Konseling Islami terhadap penanganan psikologi anak akibat broken home di panti asuhan Bina Insani Bandengan Jepara. 2. Untuk mengetahui metode yang digunakan konselor dalam menangani psikologi anak akibat broken home di panti asuhan Bina Insani Bandengan Jepara. 3. Untuk Mengetahui efektifitas metodik yang digunakan oleh konselor dalam menangani psikologi anak akibat broken home di panti asuhan Bina Insani Bandengan Jepara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan lapangan (file research). Dengan menggunakan Teknik pengumpulan atau yaitu observasi lapangan, wawancara dengan informan, dan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti adalah: 1. Peran Konselor Islami dalam Menangani psikologi anak Akibat Broken home di Panti Asuhan Bina Insani Bandengan Jepara adalah untuk memberikan layanan bimbingan terhadam beberapa anak yang mengalami broken home pada keluarganya, dimana konselor memberikan motivasi terhadap anak agar bisa menjalani kehidupan yang baik meskipun mereka tinggal di panti asuhan. Selain itu, peran konselor juga mengarahkan anak agar selalu bersosialisasi dengan baik, lebih bisa mengontrol emosi dan amarahnya yang dapat menggangu psikologis diri, lebih percaya diri serta adanya semangat dalam belajar, dan mengembalikan pemikiran irrasional (pemikiran tidak baik) menjadi anak yang memiliki pemikira rasional (pemikiran yang baik). 2. Metode yang digunakan konselor dalam menangani psikologi anak Akibat Broken home di Panti Asuhan Bina Insani Bandengan Jepara adalah metode langsung dan tidak langsung. Dalam penggunaan metode ini konselor menggunakan beberapa metode untuk bisa berinteraksi secara intim pada permasalahan yang dialami oleh anak di panti asuhan akibat broken home. 3. Efektifitas metodik yang digunakan oleh konselor dalam menangani psikologi anak Akibat Broken home di Panti Asuhan Bina Insani Bandengan Jepara menurut peneliti sudah efektif dimana anak-anak yang mengalami broken home kurang lebih adalah 5 anak

    Penerapan Media Manusia Dan Lingkungan Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Kelas V di MI NU Raudlatus Shibyan 02 Peganjaran Bae Kudus

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan media pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. media pembelajaran yang dimaksud yaitu media pembelajaran manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan media manusia dan lingkungan untuk meningkatkan motuvasi belajar IPA kelas V di MI NU Raudlatus Shibyan 02 Peganjaran Bae Kudus. Jenis penelitian ini termasuk experimental reseach dengan desain penelitian pre-exsperimental desaign berbasis intact-group comparison. Lokasi penelitian di MI NU Raudlatus Shibyan 02 Peganjaran Bae Kudus. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi berperanserta, wawancara, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan jenis sampling purposive, atau pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 40 peserta didik. Sedangkan sampel yang digunakan hanya 30 peserta didik yang diambil dari populasi dengan pertimbangan peserta didik yang aktif selama pergantian tahun ajaran baru. Sedangkan pengujian hipotesis komparatif dilakukan dengan menggunakan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar peserta didik menggunakan media OHP berkategori “sedang” dan motivasi belajar peserta didik menerapkan media manusia dan lingkungan berkategori “tinggi”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H_0 ditolak, yang berarti motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA menggunakan media manusia dan lingkungan lebih tinggi dibandingkan media Over Head Proyektor (OHP

    Pengaruh Internal Locus of Control, Risk Taking dan Gender Terhadap Minat Entrepreneurship Perspektif Syariah pada Mahasiswa FEBI IAIN Kudus

    No full text
    Tujuan penelitian yakni melakukan pengujian analisis pengaruh internal locus of control, risk taking, dan gender terhadap minat entrepreneurship perspektif syariah pada mahasiswa FEBI IAIN Kudus. Desain penelitian yakni kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yakni menggunakan metode stratified random sampling. Penelitian dilakukan pada 98 mahasiswa FEBI IAIN Kudus angkatan 2018-2021. Pengumpulan data pada penelitian ini memakai metode kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada pengaruh signifikan internal locus of control terhadap minat entrepreneurship perspektif syariah, tidak ada pengaruh signifikan risk taking terhadap minat entrepreneurship perspektif syariah, tidak ada pengaruh signifikan gender terhadap minat entrepreneurship perspektif syariah, secara simultan ada pengaruh signifikan internal locus of control, risk taking dan gender terhadap minat entrepreneurship perspektif syariah

    Tradisi Pembacaan Sholawat Burdah (Kajian Living Hadis Di Musholla Baitul Amin, Dukuh Krajan, Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus)

    No full text
    Jamiyah Sholawat Burdah di Musholla Baitul Amin, Ds. Tumpang Krasak, Dk. Krajan, Kec, Jati, Kab. Kudus termasuk dalam kategori Living Hadis atau Living Sunnah. Living Sunnah merupakan peng-aplikasian ajaran Islam sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, sehingga hadis menjadi sesuatu yang hidup di masyarakat, oleh karenanya dikatakan kajian Living Sunnah. Penelitian ini, tujuannya untuk mengetahui Kualitas Sanad dan Matan Hadis Sholawat, Praktik yang dijalankan, serta Pemahaman Makna Sholawat Burdah, bagi para pengamal maupun pelaku umum Jamiyah Burdahan di Musholla Baitul Amin, Ds. Tumpang Krasak, Dk. Krajan, Kec. Jati, Kab. Kudus. Penelitian ini berjenis field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berwujud sumber data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data (memilah data), display (penyajian data), dan penyimpulan data. Sedangkan teori yang digunakan menggunakan teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sanad dan matan hadis tentang membaca sholawat satu kali akan dibalas Allah Swt dengan sepuluh kali sholawat, diriwayatkan oleh beberapa mukhorrij. Diantaranya, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ahmad. Dari riwayat Imam Muslim sanadnya berkualitas shahih, sementara dari riwayat Imam Nasa’i yang di-takhrij dalam penelitian ini sanadnya berkualitas hasan. Sedangkan matannya berkualitas shahih 2) Praktik yang dijalankan selama proses rangkaian acara tradisi burdahan, terdiri dari pembacaan Al-Fatihah, Dzikir Ratibul Haddad, Sholawat Burdah, Maulid Simthudurror, kemudian do’a. 3) Pemahaman Makna oleh pengamal dan pelaku umum Jamiyah Burdah sesuai dengan teori Karl Mannheim. Pertama, Makna Obyektif: Dipahami sebagai bahwa tradisi pembacaan sholawat burdah merupakan kegiatan yang dilakukan rutin setiap hari Kamis (satu minggu sekali) setelah sholat Isya’ Berjama’ah. Kedua, Makna Ekpresif: Tradisi pembacaan sholawat burdah yaitu untuk memperoleh syafaat Rasulullah Saw, menumbuhkan keimanan kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw, solusi dari suatu masalah, penawar dari berbagai penyakit, perekat hubungan silaturahim, serta pelindung dari bahaya yang mengancam. Ketiga, Makna Dokumenter: Tidak semua masyarakat memahami hadis sholawat serta makna dari kegiatan sholawat burdah. Adanya hambatan dilihat dari kurangnya antusias masyarakat yang malas hadir, mengantuk, dan mengobrol sendiri-sendiri. Namun sebagian besar masyarakat sangat antusias, dilihat dari kebiasaan yang tetap berjalan dengan baik dan istiqomah. Tradisi masih dilakukan hingga sekarang sejak tahun 2016. Adapun yang mengikuti akibat kesadaran dan panggilan dari hati bagi masing-masing Jamaah

    Pengaruh Religiusitas, Pendapatan, Dan Kepercayaan Terhadap Minat Youtuber Membayar Zakat Profesi Di Lembaga Zakat (Studi Kasus Youtuber di Kabupaten Blora)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, pendapatan, dan kepercayaan terhadap minat YouTuber membayar zakat profesi di Lembaga Zakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan sumber data primer yang berasal dari sampel YouTuber di Kabupaten Blora. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 YouTuber dengan menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode random. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket), observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik menganalisis data yang digunakan, yaitu: Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Koefisien Determinasi, dan Pengujian Hipotesis. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh religiusitas, pendapatan, dan kepercayaan berpengaruh simultan terhadap minat youtuber Blora membayar zakat profesi di lembaga zakat. Terdapat pengaruh religiusitas terhadap minat YouTuber di Kabupaten Blora membayar zakat profesi di lembaga zakat, pendapatan berpengaruh signifikan terhadap minat YouTuber di Kabupaten Blora membayar zakat profesi di lembaga zakat, dan kepercayaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat YouTuber di Kabupaten Blora membayar zakat profesi di lembaga zakat

    Pengembangan Modul Berbasis Etnosains Pada Tema Klasifikasi Materi dan Perubahannya Berorientasi Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPA

    No full text
    Kualitas pendidikan harus selalu dikembangkan agar mendapatkan hasil yang maksimal dengan memahami keberagaman budaya sebagai sumber belajar. Salah satu sumber pembelajaran IPA yang dapat digunakan peserta didik sekaligus sebagai sumber belajar budaya lokal ialah modul pembelajaran IPA berbasis etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk modul berbasis etnosains pada proses pembuatan batik dan jamu, untuk mengembangkan modul berbasis etnosains, dan untuk mengetahui seberapa besar orientasi keterampilan proses sains dalam penggunaan modul berbasis etnosains oleh peserta didik. Modul etnosains adalah salah satu bahan ajar yang memuat kebudayaan-kebudayaan di sekitar yang dapat dihubungkan dengan keterampilan ilmiah. Pengembangan modul etnosains ini mengacu pada tujuh aspek keterampilan proses sains meliputi mengamati, mengelompokkan, menafsirkan hasil pengamatan, berhipotesis, merencanakan percobaan, menerapkan konsep, dan mengkomunikasikan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau R&D dengan model 4D Thiagarajan meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun dalam penelitian ini hanya terbatas pada tahap define, design, dan develop. Desain uji coba pre-eksperimental design berupa One-Shot Case Study digunakan pada tahap develop untuk mengetahui keterampilan proses sains peserta didik. Data dikumpulkan melalui teknik tes (soal keterampilan proses sains) dan non-tes (angket kelayakan modul berbasis etnosains oleh ahli materi dan bahan ajar; angket respon peserta didik terhadap modul berbasis etnosains oleh kelompok kecil; lembar observasi keterlaksanaan kegiatan uji coba; dan lembar wawancara). Subyek uji coba kelompok kecil dilakukan pada 10 peserta didik kelas VII Tahfidz dan uji coba kelompok besar dilakukan pada 38 peserta didik kelas VII A di MTs Silahul Ulum Asempapan, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) produk modul berbasis etnosains berhubungan dengan sub bab materi klasifikasi materi dan perubahannya pada proses pembuatan batik dan jamu, meliputi perubahan fisika, perubahan wujud, indikator warna, larutan asam basa, dan pemisahan campuran; (2) proses pengembangan modul etnosains melalui tiga tahap yaitu define, design, dan develop, dimana pada tahap pendefinisian dilakukan observasi dan wawancara, tahap perencanaan dilakukan untuk membuat draft awal modul, serta tahap pengembangan dilakukan untuk memvalidasi modul dan instrument tes keterampilan proses sains; (3) besar setiap aspek keterampilan proses sains peserta didik paling tinggi yaitu melakukan pengamatan atau observasi dengan skor 96% dan aspek yang paling rendah yaitu menafsirkan pengamatan atau interpretasi dan berhipotesis dengan skor 47%. Hasil skor rata-rata keterampilan proses sains dari ketujuh aspek yang diberikan sebesar 62,5% dengan kategori baik

    Implementasi Model Picture And Picture Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas I Di MI Tarbiyatul Athfal Bulumanis Lor Margoyoso Pati Tahun Pelajaran 2020/2021

    No full text
    Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mendeskripsikan implementasi model picture and picture dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I di MI Tarbiyatul Athfal Bulumanis Lor Margoyoso Pati Tahun Pelajaran 2020 / 2021. (2) Untuk mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan model picture and picture kelas I di MI Tarbiyatul Athfal Margoyoso Pati Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini dilakukan wawancara kepada kepala madrasah, wali kelas I, dan siswa kelas I. Kemudian analisis data digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, Implementasi model picture and picture dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I di MI Tarbiyatul Athfal Bulumanis Lor Margoyoso Pati meliputi tiga tahap yaitu 1) Tahap persiapan dan perencanaan yaitu guru mempersiapkan RPP, materi ajar, dan sumber belajar. 2) Tahap pelaksanaan yaitu guru menggunakan model picture and picture sebagai media pembelajaran dikelas. Pada pelaksanaannya, guru menampilkan gambar dipapan tulis. Siswa disuruh maju didepan kelas untuk mencoba mengurutkan gambar. Kemudian guru membacakan urutan kalimat yang betul sesuai pada gambar. Siswa mencari tulisan pada gambar yang sesuai dengan diucapkan guru. Siswa membaca tulisan pada gambar. Kemudian siswa memasangkan gambar dan mengurutkan gambar dipapan tulis hingga selesai dan menjadi urutan yang betul. Setelah itu guru meminta siswa untuk kembali membaca ulang serta memahami tulisan pada gambar. 3) Tahap evaluasi yaitu guru memberikan penilaian terhadap hasil siswa selama proses pembelajaran pada aspek keterampilan, aspek pengetahuan dan aspek sikap. Kedua, Faktor penghambat dan faktor pendudukung dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan model picture and picture kelas 1 di MI Tarbiyatul Athfal Bulumanis Lor Margoyoso Pati yaitu: a). Faktor pendukung yaitu komunikasi yang baik anatar guru dan siswa, adanya biaya, pemilihan materi yang tepat, sarana dan prasarana mendukung, motivasi siswa dan dorongan guru, dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. b). Faktor penghambat yaitu minat belajar sebagian rendah, kurangnya motivasi siswa, IQ nya siswa rendah, kurangnya fokus siswa dalam mengikuti pembelajara

    0

    full texts

    7,166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STAIN Kudus Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇