STAIN Kudus Repository
Not a member yet
7166 research outputs found
Sort by
Studi Kasus Implementasi Kurikulum Berbasis Kecerdasan Spiritual di Boarding School “Daarul Adzkiya’” MAN 2 Kudus
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan pengalaman dari pelaksanaan kurikulum berbasis kecerdaasn spiritual di Boarding School “Daarul Adzkiya” MAN 2 Kudus, mengekplorasi faktor-faktor pendukung dan penghambat untuk mendapatkan makna dan pengalaman dari pelaksanaan kurikulum berbasis kecerdasan spiritual dan mengetahui efektifitas pelaksanaan kurikulum berbasis kecerdasan spiritual.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif kategori studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Pengambilan sampling informan menggunakan teknik nonprobability sampling yang penentuan informannya menggunakan teknik purposive sampling, meliputi Kepala Madrasah, Wakil kepala madrasah, pengasuh, peserta didik, alumni dan orang tua/wali peseta didik boarding.
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Kurikulum berbasis kecerdasan spiritual di Boarding School “Daarul Adzkiya’” MAN 2 Kudus dilaksanaan melalui pembelajaran dan pembiasaan secara terjadwal dan dipantau secara penuh selama 24 jam. Kegiatan diawali dengan pembiasaan sholat tahajjud hingga membaca Alquran surah al Mulk secara bersama sebelum tidur. Strategi yang dilakukan berupa praktik langsung dan pembimbingan teman sebaya. Makna yang didapat dari pembelajaran dan pembiasaan diri adalah kemandirian dan rasa percaya diri. (2) Pelaksanaan kurikulum berbasis kecerdasan spiritual didukung dengan: a) Guru yang terlibat dalam pembelajaran linier dengan disiplin ilmu yang dimiliki dan bertanggung jawab pada tugasnya; b) Input peserta didik diseleksi menggunakan Tes Potensi Akademik; c) Boarding dilengkapi hardware dan software untuk mendukung pelaksanaan kurikulum. Adapun faktor-faktor yang menghambat di antaranya: a) lambatnya proses penyesuaian peserta didik baru yang belum pernah mengalami pembelajaran di boarding b) Jumlah pengasuh belum ideal: satu berbanding 40; (3) Kurikulum berbasis kecerdasan spiritual telah menghasilkan banyak prestasi di tingkat nasional bahkan intenasional yang diraih peserta didik dan banyak alumni boarding yang terserap di universitas negeri unggulan seperti di UGM, UNDIP, ITS, dan ITB
Pemberdayaan Masyarakat Bagi Penyandang Difabel Melalui Pelatihan Pembuatan Batik Tulis Difabel Blora Mustika Di Desa Kamolan Kecamatan Blora Kabupaten Blora
Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang terencana dan sistematis guna untuk mencapai kehidupan sosial dan ekonomi menjadi lebih baik. Pemberdayaan melalui keterampilan membatik adalah salah satu upaya dalam memberdayakan para penyandang disabilitas yang dilakukan oleh lembaga organisasi Difabel Blora Mustika untuk menggali dan mengambangkan potensi penyandang disabilitas di Kabupaten Blora agar lebih berdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan pembuatan batik tulis bagi Difabel Blora Mustika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi dan wawancara, dengan jumlah empat informan. Terdiri dari ketua Difabel Blora Mustika yaitu Moh. Abdul Ghofur, Bendahara Difabel Blora Mustika yaitu Muntarin, staff Difabel Blora Mustika Lia Hikmatul Maula, dan anggota Difabel Blora Mustika yaitu Kandar. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu: 1) Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Difabel Blora Mustika di Desa Kamolan Kecamatan Blora Kabupaten Blora adalah dengan memberikan beebagai kegiatan yang salah satu kegiatan unggulannya adalah pembuatan batik. 2) Hasil yang diperoleh masyarakat penyandang disabilitas setelah mengikuti kegiatan membatik adalah mampu menumbuhkan semangat bagi penyandang disabilitas serta memiliki pekerjaan untuk meningkatkan perekonomian keluarga
Pola Pengelolaan Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Life Skill Santri Bidang Multimedia ( Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Tegalwero Kec. Pucakwangi Kab. Pati )
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang perencanaan kegiatan life skill, pengorganisasian kegiatan life skill, pelaksanaan kegiatan life skill, serta evaluasi kegiatan life skill bidang multimedia PP Nurul Qur’an Tegalwero Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati
Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang bersifat kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pengasuh pondok atau kiyai, ustadz dan ustadzah, ketua pondok beserta santri pondok pesantren Nurul Qur'an Tegalwero. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan program pengembangan life skill bidang multimedia di PP Nurul Qur'an meliputi; (1) Menentukan tujuan; (2) Pemilihan ustadz dan ustadzah sebagai pengarah; (3) menyusun jadwal kegiatan. Tahap pengorganisasian PP Nurul Qur’an Tegalwero mulai pengasuh, ketua pondok, sekretaris, bendahara, dan devisi. Ada 6 devisi yaitu devisi pendidikan, devisi kegiatan, devisi perlengkapan, devisi sarana dan prasarana, devisi humas, dan devisi khusus pengembangan life skill. Devisi khusus pengembangan life skill ada 5 yaitu devisi pengembangan TKJ, videografi, animasi, desain grafis dan fotografi. Tahap pelaksanaan PP Nurul Qur’an Tegalwero mengkolaborasikan antara pendekatan tradisional serta modern, yaitu menggabungkan antara ilmu dan amal, dengan memasukkan kurikulum life skill didalam pembelajaran pondok pesantren. metode dalam pembelajaran life skill PP Nurul Qur'an ini menggunakan metode diskusi, metode ceramah, serta metode praktik, untuk menjadikan santri kreatif, santri mandiri, membangun kebersamaan, serta pengabdian secara langsung baik di pondok pesantren dan program kewirausahaannya. Adapun pelaksanaan dalam mengembangkan life skill santrinya, yang dilakukan pengasuh antara lain: (1) Mengintegrasikan kurikulum pesantren dan kurikulum life skill, (2) Pelaksanaan life skill melalui hubungan sinergis antar pesantren dan masyarakat, (3) Mengupayakan program kewirausahaan serta bekerja sama dengan berbagai pihak luar pesantren. Tahap pengawasan dan evaluasi pengasuh PP Nurul Qur’an Tegalwero terjun langsung ke lapangan dengan strategi: (1) Mengumpulkan laporan dari tiap-tiap penanggung jawab program. (2) Monitoring pelaksanaan program. (3) Kroscek laporan dengan keadaan. Dengan melakukan supervisi dalam bidang keamanan dan ketertiban, serta supervisi dalam bidang pendidikan
Strategi Guru Dalam Penanaman Karakter Religius Anak Usia Dini Di TK Pertiwi Karangwage Tahun Pelajaran 2021/2022
Karakter religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Penanaman karakter religius sangat penting dikembangkan sejak usia dini. Untuk mencapai perkembangan karakter religius anak perlu menggunakan strategi guru dalam menanamkan karakter religius pada siswa yang beragam keagamaan, meminimalisir kendala guru dalam mengimplementasikan karakter religius pada siswa yang beragam keagamaan, dan hasil dalam mennamkan karakter religius pada siswa yang beragam keagamaan. Fakta ditemukan bahwa peserta didik di TK Pertiwi Karangwage sudah cukup baik karakter religiusnya anak seperti ketika berdoa anak bisa mengikutinya dengan baik, karena gurunya juga mengajarkan cara berdoa yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) bagaimana strategi guru dalam penanaman karakter religius anak 2) mendeskripsikan kendala dan solusi strategi guru dalam penanaman karakter religius anak 3) serta mendeskripsikan hasil penanaman karakter religius dalam membentuk karakter religius siswa di TK Pertiwi Karangwage.
Peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini meliputi standar kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing (verification).
Hasil penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) strategi guru dalam penanaman karakter religius anak dengan, menggunakan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran melalui bercerita, bernyanyi, berdoa, praktek ibadah. Pembelajaran kontekstual yaitu guru mengajak anak untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan mempraktekkan secara langsung saat kegiatan pembelajaran, kemudian dengan mengajari saling mengasihi sesama dan Tuhan, lebih taat dalam menjalankan syariatnya masingmasing. Pembelajaran bercerita yaitu dengan menceritakan tentang kisah nabi dan Al kitab untuk anak. Pembelajaran bernyanyi yaitu guru menyampaikan materi pembelajaran dengan bernyanyi keagamaan yang bersifat umum. Melakukan praktek ibadah setiap hari jum’at di masjid untuk anak yang beragama muslim dan di gereja pada hari minggu dengan orang tua anak. Anak dapat mengikuti sikap berdoa dengan baik tidak berbicara sendiri saat berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran 2) Kendala guru dalam mengimplementasikan karakter religius pada anak di TK Pertiwi Karangwage dengan kurangnya waktu saat kegiatan pembelajaran berlangsung, solusinya dapat memaksimalkan waktu pembelajaran dengan baik 3) hasil dalam penanaman karakter religius anak di TK Pertiwi ini sudah sesuai dengan perencanaan kurikulum yang ada disekolah. Anak dapat mengikuti sikap berdoa dengan baik dan benar, bisa bertoleransi dengan agama lain, serta menghargai teman sebay
Kajian Tafsir Al-Jalalain Qs.Al-Baqarah Ayat 45-46 di Pondok Pesantren Ribathul Falah Troso Pecangaan Jepara (Studi Living Qur’an)
Penelitian ini menjelaskan tentang praktik dan dampak yang akan terjadi pada santri dalam kajian tafsir al-Jalalain QS.al-Baqarah[2]: 45-46 di Pondok Pesantren Ribathul Falah Troso Pecangaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari ahad pagi pukul 07.00-08.00 WIB. Dengan diikuti oleh seluruh santri. Penelitian ini berfokus pada praktik kajian tafsir al-Jalalain QS.al-Baqarah[2]: 45-46 dan dampak kajian tafsir al-Jalalain QS.al-Baqarah[2]: 45-46 bagi santri Pondok Pesantren Ribathul Falah Troso Pecangaan Jepara.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang berkaitan dengan Living Qur'an. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan mengenai analisis data yang peneliti gunakan adalah deskriptif kualitatif. Sementara subjek penelitian ini adalah pengasuh, ustadz-ustadzah, pengurus, santri yang ada di Pondok Pesantren Ribathul Falah Troso Pecangaan Jepara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik dan dampak apa yang akan terjadi pada santri pada kajian tafsir al-Jalalain QS.al-Baqarah[2]: 45-46 di Pondok Pesantren Ribathul Falah Troso Pecangaan Jepara.
Hasil temuannya bahwa praktik kajian tafsir al-Jalalain QS.al-Baqarah[2]: 45-46 ini dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Ribathul Falah yang dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren yaitu Abah Kyai Musthofa Afifi. Dampak kajian tafsir al-Jalalain QS.al-Baqarah[2]: 45-46 bagi santri di Pondok Pesantren Ribathul Falah Troso Pecangaan Jepara jika dilihat menurut teori sosiologi pengetahuan karl mannheim terdapat tiga kategori, yaitu makna objektif sebagai kewajiban santri dalam menuntut ilmu, makna ekspresif sebagai bentuk tindakan santri dalam karakter sabar dan shalat maka akan mendapatkan manfaat bisa menjadi pribadi yang disiplin, religius dan bertanggungjawab dalam mengemban suatu amanah, makna dokumenter sebagai suatu kebudayaan yang menyeluru
Manajemen Program NU CARE Lembaga Zakat Infaq Dan Shadaqah Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Kudus Dalam Perspektif Dakwah
Penelitian ini bertujuan intuk menjawab rumusan masalah: 1) Bagaimana implementasi Manajemen program NU CARE LAZISNU di Kabupaten Kudus; 2) Bagaimana pandangan Dakwah terhadap Program NU CARE LAZISNU Kabupaten kudus.
Untuk menjawab persoalan diatas, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dari sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti lankah-langkah; reduksi data, display (Penyajian data), verifikasi atau kesimpulan.
Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut: 1) Nu Care Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus sudah menerapkan manajemen dengan baik, dengan menerapkan Perencanaan, Pengorganisasian, Pergerakan dan Pengawasan. Penerapan manajemen kedalah program-program yang telah direncanakan oleh NU CARE LAZISNU dalam skala besar sudah mencapai target, tetapi tdak semua mencapai target dan sesuai rencana dan menimbulkan permasalahan, dengan adanya permasalahan akhirnya lazisnu membuat forum dengan cara dimusyawarahkan dengan semua pengurus untuk menemukan solusi yang tepat. 2) hasil dari pelaksanaan program-rogram yang teah berjalan menemui titik temu yang bertujuan untuk mensejahterakan umat berkesinambungan dengan pandangan dakwah yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60. Surat tersebut menjelaskan bahwa zakat diberikan kepada fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, mu’alaf yang dibujuk hatinya, budak Mukhatab, orang yang berhutang, musafir. Program yang mempunyai tujuan untuk mensejahterkan umat adalah; sepeda yatim, santunan pendidikan anak yatim, zakat produktif, bedah rumahsantunan peduli marbotkhitan umum santunan guru TPQ. pada intinya pada semua program yang telah direncanakan dan terrealisasikan semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mensejahterakan umat yang merupakan perbuatan ma’ruf nahi munkar
Manajemen Tradisi Pelalan di Masjid Wali Al-Ma'mur Jepang Mejobo Kudus dalam Perspektif Dakwah
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji (1) Manajemen tradisi pelalan di Masjid Wali Al-Ma'mur Jepang Mejobo Kudus (2) Langkah-langkah strategis pelaksanaan kegiatan pelalan, dan (3) Nilai-nilai dakwah pada tradisi pelalan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun metode atau cara yang dipakai dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah melalui pengamatan atau observasi, interview, dan dokumentasi yang didapat melalui berbagai sumber dan mempunyai hubungan terhadap permasalahan penelitian. Data diperoleh melalui interview pada pengurus Masjid Wali Al-Ma'mur dan warga di sekitar masjid.
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil (1) Penerapan manajemen tradisi pelalan di Masjid Wali Al-Ma'mur Jepang Mejobo Kudus (2) Apa saja langkah strategis dalam pelaksanaan kegiatan pelalan (3) Nilai dakwah yang ada pada tradisi pelalan. Meliputi substansi tradisi pelalan yang dikelola pengurus dengan memasukkan unsur POAC (planning, organizing, actuating, dan controlling). Kemudian langkah strategis pengurus dalam pelaksanaan pelalan dengan mengadakan rapat kerja pengurus sehingga ditemukan strategi dalam pelaksanaan kegiatan yang baik, strategi yang digunakan panitia yaitu dengan menjadikan kegiatan tersebut menjadi perlombaan sehingga dapat menarik minat warga lebih banyak untuk mengikuti kegiatan ini sehingga eksistensi tradisi pelalan akan tetap ada pada generasi mendatang. Adapun nilai dakwah yang terdapat pada tradisi ini yaitu tawassul dengan wasilah, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan wasilah Nabi Muhammad SAW dalam pelaksanaan tradisi yang dilakukan pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tradisi pelalan merupakan tradisi yang ada di Desa Jepang. Tradisi pelalan mempunyai keunikan tersendiri karena hanya ada di Desa Jepang. Tradisi ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan pada malam 12 Rabiul Awal. Pelaksanaan tradisi ini dimulai dari pembacaan maulid, pembacaan tahlil, dan pembacaan doa yang sekaligus pembuatan tali pelal. Tali pelal merupakan tali dari benang wol yang berwarna putih yang akan diikat. Ketika doa dibacakan maka warga akan mengamini doa tersebut sembari membuat ikatan (simpul) pada tali pelal. Hal tersebut berarti bahwa doa yang dibaca akan terikat pada tali pelal. Tali pelal ini kemudian akan dipotong dan dibuat seperti gelang yang dipercayai jika dipakai dapat menghindarkan anak-anak kecil dari gangguan jin yang muncul saat menjelang maghrib
Peran Media Sosial Interkatif dan Brand Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Safi pada Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah IAIN Kudus
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menghadirkan berbagai inovasi layanan media sosial dalam memberikan kemudahan pada segala aspek kehidupan masyarakat modern seperti memudahkan dalam kegiatan jual beli. Pemanfaatan dalam penggunaan media sosial secara interaktif dapat dilakukan oleh produsen dengan mencantumkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh konsumen mengenai produk yang ditawarkan seperti memperkenalkan brand halal sebuah produk untuk meningkatkan kepercayaan keputusan pembelian konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial interaktif dan brand halal terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Safi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 86 orang pengguna produk Safi menggunakan pendekatan rumus slovin. Dalam pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial media sosial interaktif dan brand halal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik safi pada mahasiswa manajemen bisnis syariah IAIN Kudus. Secara simultan media sosial interaktif dan brand halal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik safi pada mahasiswa manajemen bisnis syariah IAIN Kudu
Analisis Strategi Bauran Pemasaran Syariah Pada Usaha Sarung Batik Al Hazmi Kudus
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena banyaknya peminat dari sarung batik yang mengakibatkan terjadinya peningkatan persaingan bisnis antar industri batik. Dengan adanya permasalahan tersebut, pemilik industri sarung Batik Al-Hazmi berupaya untuk menerapkan strategi bauran pemasaran syariah sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui penerapan strategi bauran pemasaran syariah yang dilakukan Al-Hazmi. Kedua, untuk mengetahui faktor utama dari strategi bauaran pemasaran syariah yang paling dominan di Al-Hazmi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik, karyawan, dan konsumen Sarung Batik Al-Hazmi. Teknik pengumpulan data didapatkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Kemudian dalam menganalisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Pelaksanaan bauran pemasaran syariah di Al-Hazmi meliputi penerapan product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence sudah sesuai dengan syariah dan cukup baik pelaksanannya, namun ada beberapa variabel yang masih belum optimal pelaksanaannya seperti lokasi yang kurang strategis dan sarana fisik yang belum terpenuhi secara optimal. 2) Strategi produk menjadi strategi yang paling dominan di Al-Hazmi dalam melakukan pemasaran. Dengan memberikan produk yang berkualitas, motif serta pewarnaan tidak pasaran menjadikan ketertarikan tersendiri bagi Al-Hazm
Pembentukan Karakter Religius Bagi Peserta Didik Melalui Organsasi IPNU-IPPNU Di SMK Assa’idiyah Kirig Mejobo Kudus
Pendidikan karakter menempati posisi yang sangat penting, termasuk di Indonesia. Meningkatnya tawuran antar pelajar, kenakalan remaja, pemerasan/kekerasan (bullying), narkoba, religiusitas generasi muda usia sekolah yang semakin terkikis merupakan tantangan generasi penerus bangsa Indonesia. Salah satu cara untuk membentuk karakter religius generasi muda adalah penerapan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung terbentuknya karakter religius di lingkungan sekolah, misalnya melalui organisasi IPNU IPPNU. IPNU IPPNU di tingkat komisariat SMK Assa’idiyyah dengan kegiatan-kegiatan yang mendukung pembentukan karakter. IPNU IPPNU Komisariat SMK Assa’idiyah juga ikut dalam membantu mengelola kegiatan-kegiatan pembiasaan tersebut yang dilakukan oleh pengurus IPNU dan IPPNU.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan karakter religius bagi peserta didik melalui organisasi IPNU-IPPNU dan apa saja manfaat kegiatan IPNU-IPPNU bagi peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pembina IPNU-IPPNU, ketua IPNU, ketua IPPNU, dan anggota IPNU-IPPNU SMK Assa’idiyah. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara. Setelah data terkumpul dan dianalisis dengan teknik data reduction, data display,dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini berhasil memperoleh temuan yaitu : Pembentukan karakter religius peserta didik melalui organisasi IPNU-IPPNU SMK Assa’idiyah terbilang sudah maksimal. Proses pembentukan karakter religius dilaksanakan melalui kolaborasi antara organisasi IPNU-IPPNU dengan OSIS melalui program-program kerja yang dibuat.. Program/usaha lain yang dilakukan sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter religius peserta didik adalah pembelajaran Ke-NU-an, kegiatan ngaji aswaja, sholat berjama’ah, doa awal dan akhir pembelajaran, ziarah makam waliyullah, istighosah, tahlil, pengajian, sholat berjamaah, BTQ MTQ, dan sebagainya. Tahapan pembentukan karakter religius bagi peserta didik melalui organisasi IPNU-IPPNU SMK Assa’idiyah berawal dari memberikan pengetahuan, kemudian dilakukan pembiasaan pembiasaan