STAIN Kudus Repository
Not a member yet
7166 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Disabilitas Intelektual Melalui Batik Ciprat Di Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses pemberdayaan disabilitas intelektual di Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus untuk meningkatkan kemampuan keterampilan membuat batik ciprat, sehingga disabilitas tidak selalu dipandang lemah dan terpinggirkan. Fokus penelitian yaitu kegiatan pemberdayaan melalui batik ciprat oleh disabilitas intelektual di Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus di lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengambilan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 3 yaitu ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mugi Berkah, sekretaris Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mugi Berkah, dan anggota disabilitas intelektual Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mugi Berkah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, sistem rekrutmen Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mugi Berkah terhadap disabilitas intelektual menggunakan syarat-syarat tertentu untuk melaksanakan suatu program kegiatan. Kedua, proses pemberdayaan disabilitas intelektual melalui batik ciprat. Proses tersebut menjelaskan pemberdayaan yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Sehingga kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan keterampilan, karena keterampilan yang dimiliki seseorang memiliki nilai lebih dan dapat dimanfaatkan untuk masa depannya. Ketiga, hasil pemberdayaan disabilitas intelektual melalui pembuatan batik ciprat. Hasil yang didapatkan sangat membantu disabilitas intelektual untuk melakukan perkembangan dengan kemajuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sehingga disabilitas tidak dipandang rendah dan terpinggirkan jika memanfaat kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya untuk menjadi seorang yang terampil
Model Promosi pada Simpanan Berhadiah dalam Meningkatkan Kuantitas Anggota di BMT Mubarakah Kudus
Seiring dengan semakin maraknya Lembaga Keuangan Syariagh di Indonesia mengakibatkan menjamurnya Lembaga Keuangan Syariah berskala kecil dalam bentuk Baitul Maal Wattamwil. Untuk meningkatkan kuantitas keanggotaan BMT, pihak manajemen melakukan beberapa terobosan promosi dengan menggunakan model promosi segmentasi, targeting dan positioning pasar untuk mempromosikan poduk simpanan berhadiah.
Tujuan dari penelitian ilmiah ini, peneliti akan meneliti ada tidaknya pengaruh model promosi yang dilakukan manajemen terhadap peningkatan kuantitas anggota di BMT Mubarakah Kudus.
Setelah melakukan serangkaian penelitian dengan metode penelitian deskriptif kualitatif yang sistematis dan terukur, dapat diperoleh data sebagai berikut: segmentasi yang dilakukan oleh BMT adalah segmentasi geografis, situasi dan penggunaan serta manfaat. Targeting yang dilakukan oleh BMT Mubarakah telah disesuaikan dengan pasar sasaran serta positioning juga telah dijalankan oleh BMT, sehingga dengan dilakukannya ketiga model promosi ini dapat meningkatkan kuantitas anggota simpanan berhadiah di BMT Mubarakah. Dengan dilakukannya model promosi ini, terdapat beberapa anggota yang memiliki rekening simpanan berhadiah lebih dari 5 rekening, sehingga semakin banyak rekening yang dimiliki semakin besar pula kesempatan bagi anggota tersebut untuk memperoleh hadiah yang diundi di akhir periode. Rekomndasi yang ahrus dijalankan oleh BMT Mubarakah yaitu selalu memperbarui model promosi yang dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman serta memperluas jangkauan wilayahnya
Analisis Islamic Branding pada Fashion Muslim Tan’eem Kudus Dalam Upaya Menarik Minat Beli Konsumen (Perspektif Manajemen Bisnis Syariah)
Industri fesyen muslim memiliki pangsa yang besar. Sehingga menjadikan peluang bagi para produsen fesyen muslim sekaligus menciptakan persaingan dengan kompetitor yang sejenis. Salah satu pengembangan strategi yang digunakan produsen dalam menarik konsumen muslim yaitu dengan pemakaian islamic branding. Fokus penelitian ini membahas tentang gambaran islamic branding pada fesyen muslim Tan’eem Kudus dalam perspektif manajemen bisnis syariah, dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran penerapan dan faktor keberhasilan islamic branding pada Tan’eem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian case study lapangan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai islamic branding. Subyek pada penelitian ini yaitu co-founder yang sekaligus jadi manajer pemasaran Tan’eem kemudian dengan beberapa konsumen Tan’eem. Hasil penelitian ini yaitu penerapan islamic branding pada fesyen muslim Tan’eem sudah relevan dan sesuai dengan perspektif manajemen bisnis syariah, antara pemakian unsur islamic brand dengan aktivitas praktik bisnis yang dijalankan sehari-hari oleh pelaku bisnis dan karyawannya. Sehingga hal tersebut mempengaruhi faktor keberhasilan islamic branding pada Tan’eem, dengan latar belakang pelaku bisnis yang mempunyai bekal agama yang baik maka memudahkan dalam penerapan strategi islamic branding, selain itu sasaran konsumen muslim dan kualitas produk yang dijual juga menjadi faktor pendukung keberhasilan islamic branding. Sehingga strategi islamic branding memudahkan pemasar bisnis muslim dengan sasaran konsumen muslim. Strategi islamic branding merupakan konsep baru yang sangat efektif digunakan dalam menarik konsumen muslim, hal ini karena sangat relevan antara istilah islamic brand dengan produk yang dijual untuk konsumen muslim
Strategi Dakwah Masjid Baitusy Syuhada’ dalam Menguatkan Pemahaman Orang Awam di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan Kabupaten Blora
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu: 1). Menganalisis kegiatan-kegiatan pengurus Masjid Baitusy Syuhada’ dalam Menguatakan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Awam Jamaah Masjid. 2) Menganalisis Metode Pelaksanaan yang Diterapkan Pengurus Masjid Baitusy Syuhada’ dalam Menguatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Awam Jamaah Masjid. 3) Menganalisis Dampak Sosial Keagamaan dari Usaha Penguatan Pengurus Masjid Baitusy Syuhada’ terhadap kegiatan Masyarakat Awam Jamaah Masjid.
Berdasarkan tujuan tersebut, penelitian ini mengacu pada metode kualitatif dan jenis penelitiannya yakni penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini di Masjid Baitusy Syuhada’ Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berasal dari subyeknya langsung yaitu Ta’mir Masjid, Bendahara Masjid, pengurus masjid, Kyai Desa dan masyarakat, sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumen-dokumen pendukung dari masjid. Pengujian keabsahan data melalui Uji Kredibilitas, yakni dengan Cara Perpanjangan pengamatan, Meningkatkan ketekunan, triangulasi, Menggunakan bahan referensi, dan member check. Sementara teknik analisis data menggunakan Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan Kesimpulan (verifikasi).
Dari hasil penelitian yang saya teliti bahwa: 1) Kegiatan-kegiatan Pengurus Masjid Baitusy Syuhada’ dalam Menguatakan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Awam Jamaah Masjid, yaitu melalui kegitan baca tulis Al-Qur’an, Mengaji kitab kuning, kegiatan selapanan, Mengaji kitab Fiqih, rutinan Yasinan atau Tahlilan Ziarah Kubur, rutinan membaca Al-Barzanjian dan lain-lain. 2) Metode pelaksanaan yang diterapkan Pengurus Masjid Baitusy Syuhada’ dalam Menguatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Awam Jamaah Masjid yaitu melalui metode Pengajaran secara langsung terhadap masyarakatnya khususnya bagi Masyarakat Awam 3) Dampak Sosial Keagamaan dari Usaha Penguatan Pengurus Masjid Baitusy Syuhada’ terhadap kegiatan Masyarakat Awam Jamaah Masjid yaitu dampaknya baik, dengan adanya kegiatan-kegiatan Keagamaan yang diterapkan pengurus masjid, masyarakat sadar bahwa kegiatan Keagamaan itu sangat penting untuk dilaksanaka
Konsep Sufi healing menurut Mustamir Pedak dan Penerapannya dalam Proses Terapi di Klinik Griya Sehat Syafa’at (GRISS) 99 Semarang
Individu dalam menjalankan kehidupan sehari-hari tidak luput dari permasalahan. Permasalahan yang pernah dialami setiap individu adalah permasalahan terkait pernyakit. Tentunya individu akan mencari cara atau metode untuk menyelesaikan permasalahan terkait penyakit tersebut. Penelitian ini adalah penelitian yang mengkaji pemikiran Mustamir Pedak mengenai konsep sufi healing serta penerapan konsep tersebut dalam terapi yang ada di Klinik Griya Sehat Syafa’at 99 Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan konsep sufi healing menurut Mustamir Pedak dan mendiskripsikan penerapan konsep sufi healing dalam proses terapi di Klinik Griya Sehat Syafa’at (GRISS) 99 Semarang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu, wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori dari Miles dan Huberman dengan metode pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan conclusion drawing/verification. Subjek dari penelitian yang dilakukan peneliti adalah Mustamir Pedak, beberapa terapis sufi yang ada di Klinik Griya Sehat Syafa’at 99 Semarang, dan juga klien atau pasien di Klinik Griya Sehat Syafa’at 99 Semarang.
Hasil dari penelitian ini adalah konsep sufi healing menurut Mustamir Pedak. Konsep sufi healing menurut Mustamir Pedak merupakan sebuah konsep sistematis. Konsep sufi healing menurut Mustamir Pedak adalah konsep yang berlandaskan Islam, Iman, dan Ihsan. Memiliki metode syariat, hakikat, dan makrifat. Objeknya pada sufi healing adalah qalb, nafs, dan jasad. Kemudian konsep sufi healing di GRISS 99 Semarang memiliki tujuan utama untuk meningkatan level nafs pada individu. Penerapan konsep sufi healing yang dilakukan pada Klinik GRISS 99 dilakukan sesuai dengan alur terapi sufi. Mulai dari pasien atau klien yang datang dan mendaftar. Dilanjutkan dengan tahap pemeriksaan fisik (anamnesa) serta respon emosi. Kemudian dilanjutkan dengan diagnosi sufistik dan diakhiri dengan terapi penunjang atau utama yang sesuai dengan keadaan klien. Terapi utama yaitu ruqyah, zikir, salat, shalawat dan sebagainya, sedangkan untuk terapi penunjang seperti bekam, herbal, akupreuser dan lain-lain
Perspektif Kh. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim Tentang Etika Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Islam
Skripsi ini membahas tentang Perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim tentang Etika Pendidikan dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam. Tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. Untuk menganalisa perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim tentang etika pendidikan. 2. Untuk menganalisa nilai-nilai etika pendidikan yang terkandung dalam kitab Adabul ‘alim Wal Muta’alim karya KH. Hasyim Asy’ari. 3. Untuk menganalisa relevansi etika pendidikan KH. Hayim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim dengan tujuan pendidikan Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis (descriptive of analyze research). Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), yang memiliki batasan penelitian dengan fokus dan ciri-ciri yang sesuai dengan penelitian kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim yang merupakan kitab yang membahas tentang hubungan pendidik dan peserta didik dalam proses pengajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan studi Pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa; 1) Perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim tentang etika pendidikan. Didalam kitab tersebut, pendidik diharuskan untuk memiliki kepribadian mulia guna mendukung potensi peserta didik serta mengajarkan bahwasanya Pendidikan kognitif harus dibarengi pula dengan kepribadian yang baik. Dan peserta didik, diharuskan untuk memiliki perilaku yang baik untuk mendukung terciptanya proses pembelajaran yang baik pula dan mendapatkan berkah dari keikhlasan pendidik nya. 2) Nilai-nilai etika pendidikan yang terkandung dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim karya KH. Hasyim Asy’ari yakni; nilai religius, nilai kepedulian, dan nilai kedisplinan. 3) Relevansi etika pendidikan yang diusung KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim dan tujuan pendidikan Islam memiliki hubungan yang kuat, yaitu membentuk pribadi yang tak hanya unggul dalam pengetahuan, namun juga dalam hal spiritual dan kepribadia
Strategi Kaderisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus Terhadap Peningkatan Kualitas Kader Dalam Berpolitik
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui strategi kaderisasi DPC PKB Kabupaten Kudus terhadap peningkatan kualitas kader dalam berpolitik. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi kaderisasi DPC PKB Kabupaten Kudus terhadap peningkatan kualitas kader dalam berpolitik.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua, pengurus dan anggota DPC Kudus. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Strategi Kaderisasi DPC PKB Kabupaten Kudus Terhadap Peningkatan Kualitas Kader Dalam Berpolitik yaitu melalui Pendidikan Kader Pertama (PKP) diharapkan bisa menjaga keberlangsungan dan akselerasi program perjuangan partai dalam mempersiapkan regenerasi kepemimpinan PKB. Melalui pendidikan pemula ini para kader diharapkan memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan partai PKB dimasyarakat serta menjunjung tinggi NKRI. Ada tiga tahap pola pengkaderan di dalam partai PKB yaitu: 1) Tingkat dasar 2) Tingkat menengah dan 3) Tingkat Tingkat Lanjut. Menyokong, melancarkan, menunjang, membantu, mempercepat dan sebagainya terjadinya sesuatu. Adapun faktor pendukung dan penghambat Strategi Kaderisasi DPC PKB Kabupaten Kudus Terhadap Peningkatan Kualitas Kader Dalam Berpolitik yaitu sebagai berikut: Faktor pendukun, pertama ada gaya kepemimpinannya, kedua rekrutmen kader dan kaderisai, ketiga mempunyai relasi dengan rakyat, keempat adanya pendanaaan, kelima wadah perjuangan. Faktor penghambat, pertama gaya kepemimpinannya, kedua pengendalian kader dalam berpolitik ketiga, pengelolaan manajemen parpol belum berdasarkan planning, organizing, actuatingactuating, controlling
Analisis Perlindungan Merek ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 5/ Pdt. Sus- HKI. Merk/ 2020/ PN. SMG)
Waffelicious yang merupakan merk dagang minuman serta makanan berbentuk es krim, serta waffle maupun roti dalam Putusan Majelis hukum Niaga Semarang No 5/ Pdt. Sus- HKI. Merk/ 2020/ PN. Smg. Vonis tersebut memiliki unsur- unsur kemiripan dengan usaha dari pihak penggugat.
Rumusan masalah : Bagaimana proses perkara Putusan Nomor 5/Pdt.Sus-HKI.Merek/2020/PN.SMG?, Bagaimana pertimbangan hakim dalam memutuskan sengketa Putusan Nomor 5/Pdt.Sus-HKI.Merek/2020/PN.SMG?, Bagaimana analisis dari hukum islam terhadap Putusan Nomor 5/Pdt.Sus-HKI.Merek/2020/PN.SMG
Tujuan penelitian : untuk mengetahui proses perkara dalam sengketa hak kekayaan intelektual mengenai merek, mengetahui pertimbangan hakim dalam memutuskan sengketa Putusan Nomor 5/Pdt.Sus-HKI.Merek/2020/PN.SMG, mengetahui analisis dari hukum islam mengenai Putusan tersebut. Manfaat penelitian : menambah wawasan penulis seputar proses perkara hak kekayaan intelektual mengenai merek dan penyelesaiannya, dapat memberikan konstribusi besar keilmuwan mengkaji aspek-aspek yang perlindungan merek.
Jenis penelitian : lapangan (field research), pendekatan penelitian : dilakukan di Pengadilan Niaga, subyeknya adalah Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri Semarang.
Kesimpulan : Proses sengketa merek antara Saudara Budhy Cipta Kurniawan Hendra melawan dTergugat mendaftarkan nama merek dan rahasia dagang tanpa sepersetujuan Penggugat yang mengakibatkan kerugian Penggugat. 2) Pertimbangan hakim dalam memutuskan sengketa memperhatikan dari isi Pasal 1365 KUH Perdata, Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan peraturan- peraturan lain yang bersangkutan.3) Dalam hukum Islam yang dilindungi adalah bidang haknya. Karena hak merek memiliki kebermanfaatan dan nilai ekonomis bagi pencipta. Saran : enghargai hak kekayaan intelektual di bidang merek dengan izin terlebih dahulu kepada penciptanya dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual di bidang merek
Peran Orang Tua terhadap Anak dalam Pendampingan Menghafal Surat-surat Pendek (Juz 30) pada Kelompok B Usia 5-6 Tahun RA Miftahul Huda Warugunung Bulu Rembang Tahun Ajaran 2021-2022
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang: (1) proses menghafal surat-surat pendek (juz 30) pada anak kelompok B usia 5-6 tahun RA Miftahul Huda Warugunung Bulu Rembang. (2) peran orang tua terhadap anak dalam pendampingan menghafal surat-surat pendek (juz 30) pada kelompok B usia 5-6 tahun RA Miftahul Huda Warugunung Bulu Rembang. (3) strategi orang tua dalam mendidik anak menghafal surat-surat pendek (juz 30).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif sesuai dengan objek kajian, atau bisa disebut dengan penelitian lapangan. Di sini peneliti mengambil lokasi penelitian di RA Miftahul Huda Desa Warugunung Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan reduksi data, penyediaan data dan penarikan kesimpulan. Objek keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses menghafal surat-surat pendek pada anak menggunakan 4 metode yaitu metode tasmi’, sima’i, wahdah, dan muroja’ah, dimana dalam pelaksanaannya hanya menggunakan 1-2 metode di setiap pertemuan. (2) peran orang tua dalam mendampingi anak menghafal surat-surat pendek adalah selalu berusaha mengawasi anaknya, dan meluangkan waktunya setiap pagi sebelum berangkat sekolah maupun malam hari sebelum tidur. (3) strategi yang dilakukan orang tua dalam mendidik anak menghafal surat-surat pendek menggunakan beberapa strategi seperti: 1 surat dihafalkan dalam waktu 2-3 hari menggunakan media youtube maupun orang tua yang akan mencontohkan terlebih dahulu lalu diikuti oleh anak
Etika Politik Islam dalam Pemilihan Kepala Desa di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui etika politik Islam dalam pemilihan kepala desa di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Di dalamnya terdapat dua bagian khusus yaitu, membahas etika politik Islam dalam pemilihan pemimpin. Dan menjelaskan implementasi etika politik Islam dalam pemilihan Kepala Desa di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak.
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan secara induktif. Sumber data berasal dari data lapangan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan informasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa etika politik Islam dalam pemilihan pemimpin di Kecamatan Gajah khususnya di Desa Gajah memiliki etika politik yaitu Keadilan, dalam etika politik pada saat pemilihan kepala desa terdapat keadilan yang harus di terapkan oleh calon pemimpin. Persamaan, dalam pemilihan kepala desa calon pemimpin tidak membeda-bedakan masyarakat dari golongan apapun semua dianggap sama. Persaudaraan, dalam pemilihan kepala desa masyarakat sangat menjunjung tinggi persaudaraan yang menjadikan pemilihan kepala desa berjalan dengan lancar. Kebebasan, dalam pemilihan kepala desa masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih tanpa ada tekanan atau intimidasi dari siapapun. Meskipun demikian masih ada black campaign (kampanye hitam) yang masihdikeluhkan oleh kepala Desa Gajah. Dan praktik money politic (politik uang) yang masih saja terdapat dalam pemilihan kepala desa di Kecamatan Gajah, khususnya di Desa Gaja