Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN)
Not a member yet
456 research outputs found
Sort by
Aplikasi Pencarian Tutor Private Menggunakan Metode Profile Matching
Proses belajar-mengajar merupakan salah satu aktifitas kehidupan masyarakat yang mengalami dampak masif karena pandemi Covid-19. Pembatasan interaksi sosial yang mengakibatkan banyak siswa harus belajar mandiri, menyebabkan kebutuhan akan jasa Tutor Private meningkat. Bersamaan dengan itu muncul juga kebutuhan akan teknologi informasi yang dapat mengatasi keterbatasan mobilitas masyarakat di era Pandemi, untuk menemukan jasa Tutor Private yang memenuhi standar kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah aplikasi berbasis website bagi pengelolaan data-data Tutor Private yang didukung oleh Sistem Penunjang Keputusan untuk membantu masyarakat melakukan pencarian jasa Tutor. Sistem Penunjang Keputusan menerapkan metode Profile Matching, untuk merekomendasikan profil Tutor Private berdasarkan kriteria-kriteria yang diinginkan oleh masyarakat, seperti mata pelajaran yang ingin dibimbing, pengalaman mengajar, usia Tutor, biaya mengajar, jadwal belajar dan sarana belajar yang disediakan oleh Tutor. Penelitian ini menerapkan beberapa tahapan metode Waterfall yaitu : analisis kebutuhan, desain, pembuatan kode program, dan pengujian. Hasil pengujian black box menunjukkan bahwa fitur-fitur pada aplikasi ini telah berfungsi sesuai dengan tujuan. Website ini dapat merekomendasikan profil Tutor berdasarkan perankingan yang mendekati kriteria inputan pengguna sistem, dengan melakukan pencocokan dan penyeleksian kriteria pada sistem.
Evaluasi Kepuasan Pengguna pada Sistem Informasi Akademik (SIMAK) Universitas Sriwijaya dengan Menggunakan Metode PIECES Framework
Sistem informasi akademik merupakan salah satu sistem informasi yang diterapkan oleh Universitas Sriwijaya guna memudahkan pengolahan data administrasi yang dilakukan secara elektronik bagi mahasiswa di Universitas Sriwijaya. Agar SIMAK dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna khususnya mahasiswa, perlu dilakukannya evaluasi kepuasan pengguna dengan tujuan, dapat mengetahui seberapa puas mahasiswa dalam menggunakan SIMAK, kemudian dapat mengetahui hambatan-hambatan yang sering dihadapi oleh mahasiswa berdasarkan analisa metode PIECES Framewok. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil rata-rata tingkat kepuasan mahasiswa dalam menggunakan SIMAK yakni pada variabel Performance mendapatkan nilai sebesar 3.75 (PUAS), pada variabel Information and Data mendapatkan nilai sebesar 3.96 (PUAS), pada variabel Economics mendapatkan nilai sebesar 3.74 (PUAS), pada variabel Control and Security mendapatkan nilai sebesar 3.90 (PUAS), pada variabel Efficiency mendapatkan nilai sebesar 4.09 (PUAS), pada variabel Service mendapatkan nilai sebesar 4.13 (PUAS). Semua variabel dalam analisis PIECES yang digunakan untuk mengukur seberapa puas mahasiswa dalam menggunakan SIMAK berada pada kategori Puas. Walaupun setiap variabel masuk dalam kategori puas, akan tetapi masih banyak mahasiswa yang memberikan penilaian yang tidak memuaskan terhadap SIMAK, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan agar lebih maksimal
Rancang Bangun Back-end API pada Aplikasi Mobile AyamHub Menggunakan Framework Node JS Express
Back-end adalah bagian aplikasi yang beroperasi di sisi server dan bertanggung jawab dalam interaksi dengan database dan logika fungsional sebuah program. Back-end berkomunikasi dengan client melalui sebuah antarmuka Application Programming Interface (API). Salah satu arsitektur back-end yang paling populer yaitu Representational State Transfer (REST) dimana interaksi yang dilakukan menggunakan pola request-response. AyamHub adalah sebuah aplikasi mobile inovatif yang berfungsi sebagai penghubung antara peternakan dan UMKM/penjual ayam broiler di Indonesia. Dalam proses pengembangannya, AyamHub membutuhkan sebuah back-end yang akan menjadi fondasi sistem kedepannya. Untuk itu, peneliti mencoba melakukan perancangan arsitektur back-end untuk aplikasi mobile AyamHub menggunakan arsitektur REST dan framework Node.js Express. Pemilihan Node.js sebagai platform pengembangan didasarkan pada kelebihan yang dimiliki, terutama pada portabilitas dan teknik non-blocking yang memungkinkan sistem bekerja secara simultan tanpa harus menunggu penyelesaian operasi sebelumnya. Adapun pengembangan dilakukan dengan menggunakan metode waterfall dimana implementasi sistem dibuat dengan menggunakan layanan Google Cloud Platform (GCP) seperti App Engine, Cloud SQL, dan Cloud Storage. Setelah dilakukan pengujian menggunakan black box testing, diperoleh hasil bahwa keseluruhan API yang telah dibuat telah berhasil dan berjalan sesuai dengan harapan. Selain itu, dalam setiap tahap pengembangan back-end, penulis selalu berkoordinasi dengan mobile developer AyamHub untuk memastikan consume API berjalan lancar dan endpoint yang dibuat selaras dengan setiap kebutuhan fiturnya
Sistem Verifikasi Permintaan Sumbangan Di Kota Pontianak Menggunakan Mobile QR Code
Kegiatan permintaan sumbangan seringkali ditemui, di jalan (perhentian lampu lalulintas), rumah ibadah, dan tempat umum lainnya. Permintaan sumbangan biasanya dilakukan secara langsung atau meletakkan kotak-kotak sumbangan di tempat tertentu. Kegiatan permintaan sumbangan seharusnya mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, namun sering ditemukan kegiatan permintaan sumbangan yang tidak memiliki izin atau bahkan merupakan modus penipuan yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk kepentingan pribadi. Penipuan dengan modus permintaan sumbangan ini biasanya dilakukan dengan cara pemalsuan dokumen, misalnya mereka membawa dokumen palsu dan meniru tanda tangan ketua RT agar warga percaya. Ini dapat terjadi karena oknum tersebut mengetahui bahwa masyarakat sulit untuk melakukan verifikasi secara cepat terhadap keabsahan kegiatan permintaan sumbangan. Diperlukan pendekatan yang inovatif dengan dukungan teknologi untuk menyelesaikan masalah ini, salah satunya adalah dengan teknologi QR Code. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem yang dapat membantu masyarakat untuk melakukan verifikasi permintaan sumbangan. Proses verifikasi yang cepat dapat dilakukan dengan membubuhkan QR Code pada dokumen atau media lain yang dijadikan alat bantu permintaan sumbangan seperti kotak sumbangan, spanduk, dan sebagainya. QR Code berfungsi sebagai tanda pengenal unik pada kegiatan permintaan sumbangan dimana masyarakat dapat memindai QR Code tersebut untuk melakukan verifikasi dan dapat segera mengetahui apakah kegiatan tersebut memiliki izin atau tidak. Sistem yang dibangun berbasis web untuk admin (Dinsos) dan berbasis mobile (android) untuk donatur (masyarakat). Pada aplikasi web admin dapat membangkitkan QR Code yang berisi kode unik untuk setiap data permintaan sumbangan yang terdaftar pada sistem untuk digunakan pemohon sumbangan. Jika ada upaya dari oknum masyarakat memasang QR Code palsu maka proses verifikasi tidak akan berhasil dilakukan. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi dengan black box testing diperoleh hasil bahwa aplikasi berjalan dengan baik khususnya dalam pembangkitan QR Code dan proses verifikasi. Sementara pengujian UAT dengan metode Likert’s Summated Rating mendapatkan skor 84,9% yang berarti responden menilai sistem sangat positif
Pengembangan Arsitektur VGG16 dan DCNN7 pada Convolutional Neural Network dalam Melakukan Klasifikasi Pose Yoga
Yoga merupakan olahraga yang sangat populer khususnya bagi kalangan wanita yang menginginkan bentuk tubuh yang sehat dan ideal. Yoga dapat dilakukan oleh siapapun baik pria maupun wanita dengan cara mengikuti beberapa pose tertentu yang berguna untuk meregangkan otot dalam tubuh dan memperbaiki postur tubuh. Pose merupakan salah satu hal utama dari yoga. Pose dalam yoga sangat beragam hingga bahkan banyak orang yang bingung dan akhirnya melakukan pose yoga yang tidak sesuai. Jika pose yang dilakukan tidak benar, yoga akan menjadi tidak efektif untuk dilakukan. Bahkan pada kasus parah, pose yang salah dapat menyebabkan cedera yang cukup serius. Akan cukup sulit untuk mengetahui pose yang salah jika tidak dilakukan oleh seorang profesional. Tetapi tidak semua orang memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk dilatih seorang profesional khususnya bagi orang-orang yang melakukan yoga secara mandiri di rumah. Pada penelitian ini, kami melakukan klasifikasi pose yoga dengan menggunakan Convolutional Neural Network yaitu salah satu metode klasifikasi gambar state of the art. 3 arsitektur utama yang akan digunakan adalah VGG-16, ResNet50 , dan DCNN-7 yang merupakan arsitektur paling populer dalam melakukan image classification. 2 arsitektur lain yang akan digunakan merupakan hasil rancangan kami sebagai peneliti dimana kami memanfaatkan VGG-16 dan DCNN-7 sebagai basis rancangannya. Dataset yang kami gunakan berasal dari gabungan beberapa dataset dari kaggle yang berjumlah 2.945 gambar yang berisikan pose yoga seperti downdog, goddess, plank, dan lainnya. Total class yang kami gunakan berjumlah 7 kelas sehingga klasifikasi kami bersifat multiclass. Hasil output dari penelitian ini adalah sebuah model Convolutional Neural Network yang dapat memprediksi pose yoga pada suatu gambar. Dari kelima model yang telah dilatih, salah satu arsitektur rancangan kami dengan nama Model 1 menunjukkan nilai akurasi 83,73%, loss 61,06%, precision 85,76%, dan recall 83,73%. Ini merupakan hasil yang paling optimal dibandingkan arsitektur model lainnya yang dipakai dalam penelitian ini
Perancangan User Interface Mobile App untuk Kumpulan Start-Up Coffee Shop di Wilayah Jakarta Timur sebagai Wadah Pemasaran Produk dengan Metode Design Thinking
Perkembangan zaman saat ini berpengaruh besar terhadap kemunculan bisnis atau start-up baru yang salah satunya merupakan start-up di bidang kuliner. Start up dalam bidang kuliner saat ini marak ditemukan dengan kemunculan berbagai resto, yang salah satunya paling banyak diminati ialah kedai Coffee Shop yang menjadi daya tarik oleh kalangan muda, dewasa, hingga orang tua untuk menikmati hidangan dan cemilan dari berbagai kedai kopi kekinian. Kemunculan kedai Coffee Shop saat ini selalu ramai kunjungan bahkan bagi pelanggan yang enggan datangpun tetap dapat menikmatinya dengan memanfaatkan platform perantara untuk mendapatkan menu produk dari kedai kopi favoritnya. Salah satu cara untuk merampung kumpulan start up kedai kopi ialah dibentuknya suatu platform khusus yang berisikan berbagai kumpulan kedai kopi sehingga mempermudah pelanggan untuk menikmatinya. Penggambaran suatu platform tersebut dibuat terlebih dahulu skema perancangan user interface yang dibuat sehingga fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi dapat memudahkan, serta menerapkan user experience untuk memahami sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pada penelitian ini menerapkan metode pendekatan design thinking guna menghasilkan suatu perancangan produk yang terbaru sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk mengetahui keefektifan produk yang telah dirancang, dilakukan pengujian produk dengan menerapkan system Gueriella Usability Test pada prototipenya. Hasil pengujian kegunaan dengan perhitungan Guerilla Usability Test diperoleh hasil 2 dari 7 skenario memiliki nilai terendah, yaitu 7 dari 9 poin. Alhasil dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan prototipe yang dirancang memiliki pengalaman pengguna yang bernilai baik berdasarkan pengukuran Guerilla Usability Test
Pengembangan Website dengan Fitur Chatbot Layanan Informasi Stunting
Stunting merupakan masalah kesehatan anak yang cukup serius di Indonesia sehingga pengetahuan tentangnya menjadi penting untuk diketahui. Untuk memudahkan masyarakat mengetahui informasi umum mengenai stunting secara cepat dan akurat, maka penelitian pengembangan website dengan fitur chatbot dilakukan sebagai tujuan agar dapat memudahkan aksesibilitas masyarakat terhadap informasi stunting. Chatbot secara efektif dapat mempermudah manusia dengan menyediakan solusi untuk menjawab pertanyaan tentang berbagai hal dengan otomatis. Penelitan ini berisi deskripsi terperinci dari pengembangan web yang memiliki fitur chatbot yang mampu memberikan jawaban otomatis atas pertanyaan yang diajukan. Pengembangan web dengan fitur chatbot dilakukan dengan menggunakan metode SDLC sedangkan pengembangan model chatbot ini dilakukan dengan pendekatan Natural Language Processing dan algoritma Neural Network. Evaluasi model dilakukan dengan membagi dataset dengan rasio perbandingan data latih dan data uji yaitu 4:1 yang menghasilkan nilai akurasi 0.90, nilai presisi 0.93, nilai recall 0.90, dan nilai f1-score 0.90. Pengujian pada sisi usability juga dilakukan oleh 8 orang responden dengan menggunakan Chatbot Usability Questionnaire (CUQ) yang mendapatkan nilai perhitungan sebesar 68.6 dari 100
Penerapan Metode HSV-TCA Untuk Mendeteksi Kutu Beras (Sitophylus Oryzae L) Secara Real-Time
Metode HSV-TCA adalah sebuah penggabungan antara metode Tresholding dalam ruang warna HSV yang disempurnakan dengan metode deteksi Contour Area. Dalam penelitian ini, metode tresholding digunakan untuk memisahkan antara objek yang berupa kutu beras jenis Sitophilus Oryzae L dengan background-nya yaitu beras. Prinsip Region Of Interest (ROI) digunakan untuk meminimalisir kesalahan dalam pendeteksian dari kamera webcam dikarenakan ukuran beras dan kutu yang relatif kecil. Nilai treshold dan contour area (jenis contour dan lebar contour area) dapat dijadikan input dalam penggambaran ROI sehingga dapat dilakukan pengambilan gambar dalam bentuk tertentu seraca real-time. Percobaan pada dua kualitas beras telah dilakukan. Beberapa library OpenCV digunakan dan berfungsi dengan baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ini bisa memisahkan antara objek kutu beras jenis Sitophilus Oryzae L dengan background-nya yaitu beras dimana keduanya sama-sama berukuran kecil, sekaligus mendeteksi kutu beras jenis Sitophilus Oryzae L secara real-time
Klasifikasi Bidang Keahlian Mahasiswa Menggunakan Algoritma Naive Bayes
Salah satu faktor yang dapat menentukan pilihan bidang keahlian mahasiswa yang dimiliki Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura adalah penguasaan sub kemampuan yang dikuasai oleh mahasiswa terhadap kriteria sub kemampuan pada bidang pilihan tersebut. Apabila mahasiswa memiliki kemampuan yang dikuasai di bidang keahliannya tentunya akan mempermudah mahasiswa dalam proses pemilihan topik tugas akhir/skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menguji performa klasifikasi algoritma Naive Bayes dalam mengklasifikasikan bidang keahlian untuk mendapatkan model klasifikasi bidang keahlian mahasiswa berdasarkan kemampuan yang dikuasai oleh mahasiswa terhadap kriteria sub kemampuan pada kelompok keahlian Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) sebagai preprocessing untuk menangani ketidak seimbangan kelas, Chi Square sebagai feature selection dalam mengurangi dimensi data, menghilangkan fitur-fitur yang tidak relevan dan Naive Bayes yang berfungsi untuk mengklasifikasi data. Pengujian akurasi metode pada penelitian ini dilakukan dengan K-Fold Cross Validation dan evaluasi menggunakan Confusion Matrix. Pengujian dilakukan dengan menggunakan empat skenario pengujian. Skenario pengujian pertama dilakukan menggunakan algoritma Naive Bayes dengan hasil nilai akurasi sebesar 66%. Skenario pengujian kedua dilakukan menggunakan algoritma Naive Bayes dan Chi Square dengan hasil nilai akurasi sebesar 71%. Skenario pengujian ketiga dilakukan menggunakan algoritma Naive Bayes dan SMOTE dengan hasil nilai akurasi sebesar 79%. Skenario pengujian keempat dilakukan menggunakan algoritma Naive Bayes, SMOTE dan Chi Square dengan hasil nilai akurasi sebesar 80%. Terdapat peningkatan akurasi pada klasifikasi dengan penambahan SMOTE dan Chi Square sebagai balanced data dan feature selection. Hal ini dikarenakan data set yang digunakan sudah seimbang dan memiliki kriteria yang relevan, dari 228 data set sebanyak 183 data berhasil diprediksi dengan benar. Sehingga model dengan menggunakan algoritma Naive Bayes, SMOTE dan Chi Square dapat memberikan performa model yang baik dan dapat digunakan dalam memprediksi bidang keahlian mahasiswa
Implementasi Protokol Keamanan Dan Segmentasi Jaringan Dalam Project Pembangunan WLAN Untuk PT Pan Pacific Insurance
Security of data and network devices is essential in the development of a computer network, either in the creation of new computer networks or in the development of existing computer networks. PT. Pan Pacific Insurance as a company that holds large amounts of data along with its supporting computer network's infrastructure, focuses on security aspects in addition to performance aspects in its computer network. To get the flexibility of its computer network, the company developed a wireless local area network (WLAN) in line with the relocation of its head office. The Existing company's network needs to be improved with a WLAN network, so it does not only improve employee performance and provides the best security for company data. For those purposes, the authors applied the use of Cisco Wireless LAN Controller (WLC), Cisco Access Point and applied the WPA+WPA2 PSK security protocol for the SSID used by employees. Using this protocol when employees want to connect to the network wireless, they will be forced to type the password that has been set. In addition to implementing the security protocol, the author also applies the Web Policy Authentication security protocol for the SSID used by guests. So that guests who want to connect to a wireless network will be directed to a web browser to be asked to enter a username and password first. A series of security protocols, also added with network segmentation on each SSID to use a different network address. Thus, the essence of network security and performance is expected to increase. From the results of the tests carried out, obtained security guarantees on the PT. Pan Pacific Insurance successfully directs every user connected to the network as part of the security protocol implemented. Furthermore, with network segmentation, user traffic is more controlled because guests get their network segmentation, so they don't interfere with network traffic for users or company staff in company operations