Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    339 research outputs found

    PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI INFOGRAFISDI FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNESA

    Get PDF
    Abstract Corona virus is a new type of coronavirus that is transmitted to humans. This virus can attack anyone, both babies and children,adults, the elderly, pregnant women, and nursing mothers. This viral infection is called Covid-19. Until now, there has not been found a drug or vaccine for prevention.WHO urges people to live side by side with Covid-19 in the future which gives rise to life as “New Normal”. That is humans must always wear a mask when they are outside the house, live clean, always wash their hands with soap and so on. Information through infographics is needed about covid-19 as a reminder and at the same time educating Unesa Faculty of Language and Arts students the importance of maintaining distance, wearing a mask in campus activities to prevent the spread of covid-19. With the existence of an infographic on the prevention of covid-19 at the Faculty of Language and Arts, Unesa hopefully can, raise awareness of all campus members.This infographic was designed considering the lack of information on prevention of Covid-19 at FBS with the target audience of adult adolescents with casual and modern appearance so that the message can be easily understood.Keywords: covid-19, infographics, prevention, design Abstrak Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baikbayi,anak-anak, orang dewasa,lansia, ibu hamil, maupunibu menyusui. Infeksi virus ini disebut Covid-19.  SSampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin untuk pencegahan, WHO menghimbau kedepan manusia harus hidup berdampingan dengan covid-19 yang memunculkan kehidupan dengan sebutan “New Normal” yaitu manusia harus selalu memakai masker jika berada diluar rumah, hidup bersih selalu cuci tangan pakai sabun dan sebagainya. Dibutuhkan sebuah informasi melalui infografis tentang covid-19 sebagai pengingat sekaligus mengedukasi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unesa pentingnya jaga jarak, memakai masker dalam beraktifitas dikampus guna mencegah penyebaran covid-19. Dengan adanya infografis pencegahan covid-19 di Fakultas Bahasa dan Seni Unesa diharapkan dapat, menumbuhkan kesadaran semua civitas kampus. Infografis ini dirancang mengingat minimnnya informasi pencegahan covid-19 di FBS dengan target audiece remaja dewasa berpenampilan casual dan modern sehingga pesan dapat mudah dipahami

    MAKNA SPIRITUAL DI BALIK BANGUNAN ARSITEKTURRUMAH GADANG ISTANA BASA PAGARUYUNG

    Get PDF
    AbstractReligious life in West Sumatera is very strong. Islamic spirituality dominates in WestSumatera because of the large number of Muslims there. Even this has influencedthe daily life of the Minangkabau people. Its strong effect is also a concern, includingby designers and architects. This research aims to explore the spiritual meaning thatinfluences the architectural building of the Big House of Pagaruyung Palace. TheBig House of Pagaruyung Palace was the residence of the family of the Kingdom ofPagaruyung in the 17th century and is known as the beginning of the spread of Islamin West Sumatera. The present of Basa Pagaruyung Palace is a replica building.Nevertheless, the Basa Pagaruyung Palace was still built by maintaining its original form. The method used is descriptive qualitative with cultural approach. In the end, thepurpose of this research is to reveal the facts, meanings, phenomena and circumstancesthat are happening. The results of the study note that there are four architecturalelements of the Big House of Pagaruyung Palace that have spiritual meaning. It can be concluded that the architectural building of the Big House of Pagaruyung Palace wasbuilt with the thought to connect existing architectural elements with nature. The BigHouse of Pagaruyung Palace predominantly uses the analogy of natural organisms.This is in accordance with the concept of the Minangkabau culture ‘Nature Developingbecomes a Teacher’ which is also heavily influenced by Islamic spirituality.  AbstrakKehidupan beragama di Sumatera Barat sangatlah kuat. Spiritualitas Islamsangat mendominasi di Sumatera Barat dikarenakan banyaknya pemelukagama Islam di sana. Hal inipun turut mempengaruhi kehidupan sehari-harimasyarakat Minangkabau. Efeknya yang begitu kuat turut menjadi perhatian,termasuk oleh para desainer maupun arsitek. Penelitian ini bertujuan untukmendalami makna spiritual yang berpengaruh terhadap bangunan arsitekturRumah Gadang Istana Basa Pagaruyung. Istana Basa Pagaruyung merupakantempat kediaman keluarga Kerajaan Pagaruyung pada abad ke-17 dandiketahui sebagai awal mula agama Islam tersebar di Sumatera Barat. IstanaBasa Pagaruyung yang ada sekarang merupakan bangunan replika. Meskipundemikian, Istana Basa Pagaruyung tetap dibangun dengan mempertahankanwujud aslinya semula. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptifdengan pendekatan kebudayaan. Pada akhirnya, tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan fakta, makna, fenomena, dan keadaan yang sedangterjadi. Hasil dari penelitian diketahui bahwa terdapat empat elemen arsitekturyang memiliki makna spiritual. Dapat disimpulkan bahwa bangunan arsitektur Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dibangun dengan pemikiran untuk menghubungkan antara elemen arsitektur yang ada dengan alam. RumahGadang Istana Basa Pagaruyung dominan menggunakan analogi organisme alam. Hal ini sesuai dengan konsep kebudayaan Minangkabau ‘AlamTakambang jadi Guru’ yang juga banyak terpengaruh spiritualitas Islam

    PERANCANGAN MEBEL DENGAN INTEGRASI PERMAINAN MONTESSORI ANAK USIA 3-6 TAHUN

    Get PDF
    Abstract Montessori has become one of early learning methods chosen by Indonesian parentsat this moment, formally through education institution, or informally through selflearning at home (Bigceglia, 2014; Woo, 2014); both dedicated for normal and special needs kids (Cipta, et al,, 2019). Montessori education needs Montessori aparatus(specially designed Montessori tools to support sensorial learning) which is relativelyexpensive. Early learning education is normally done within 2-3 hours at school, thusthese toddlers spend most of their time at home. Thus it is clear there is need for parents to stimulate them in the right way, one of the way is by providing Montessoriaparatus or other more affordable sensorial toys. Using multiple methods of data gathering (primary & secondary), toy redesign, design iteration, user product trial andreview; the result of this research is 12 new Montessori toys integrated in coffee table,which add values in terms of multifunction, price, quality, and still apply Montessoriconcept.  Abstrak Montessori menjadi salah satu metode pendidikan usia dasar yang dipilihorang tua Indonesia saat ini, baik secara formal melalui institusi pendidikanresmi, maupun secara informal melalui pembelajaran otodidak di rumah(Bisceglia, 2014; Woo, 2014); baik diperuntukkan untuk anak normal maupununtuk anak berkebutuhan khusus (Cipta, et al., 2019). Pendidikan Montessori sarat dengan aparatus Montessori yang relatif mahal (alat bermain khasMontessori yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung pembelajaran sensori). Dengan durasi PAUD kurikulum apapun yang hanya 2-3 jam disekolah, anak usia dini biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,sehingga jelas ada kebutuhan orang tua untuk memberikan stimulasi yangtepat untuk tumbuh kembang anak, dan salah satunya adalah dengan aparatus Montessori atau mainan sensori lainnya yang lebih terjangkau. Denganberbagai metode pengumpulan data primer dan sekunder, redesain mainan,proses iterasi desain, uji coba produk ke pengguna; dirancang 12 produkmainan Montessori baru yang terintegrasi dengan meja kopi ruang tamu,yang memiliki nilai tambah dari sisi multifungsi, harga, kualitas, dan tetapmengindahkan konsep Montessori.

    KENYAMANAN INAP AT CAPSULE HOSTEL SEBAGAI DESAIN COMPACT

    Get PDF
    AbstractThe increasing number of millennial travelers has affected the growth of backpacker accommodations in Bandung, especially those which are built in a form of capsules. Located at the city center of Bandung, “Inap at Capsule Hostel” has many facilities, all of which are installed inside the capsules and make the design compact. Although all of those facilities are dimensionally accommodated, the anthropometric comfort of the capsule is still questionable since there are spaces required for body movements. With combining the qualitative method through experiencing the capsule’s interior directly and the quantitative method through analyzing reviews from booking websites with the instrument word cloud text analysis, it is found that the compact design of Inap at Capsule Hostel still represents the anthropometric comfort regardless its limited dimension. Nevertheless, rearrangement of some lighting facilities and materials inside the capsules is suggested to improve the quality of the spatial comfort. AbstrakMeningkatnya wisatawan milenial menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya penginapan backpacker berbentuk kapsul di kota Bandung. Inap at Capsule Hostel yang terletak di pusat kota Bandung memiliki lima belas fasilitas yang semuanya terletak di dalam unit kapsulnya dan membuat desainnya padat. Meskipun seluruh fasilitas tersebut dapat tertampung secara dimensi, tapi hal ini belum tentu sejalan dengan kenyamanan kapsul ini saat digunakan karena tubuh manusia memiliki aktivitas gerak yang membutuhkan ruang tambahan. Dengan memadukan metode kualitatif melalui pengalaman ruang secara langsung dan metode kuantitatif melalui olahan data review dari situs pemesanan akomodasi dengan word cloud text analysis, ternyata ditemukan bahwa unit yang padat pada Inap at Capsule Hostel masih nyaman digunakan meski secara dimensi terhitung sempit bagi ruang gerak manusia. Meskipun demikian, disarankan adanya penataan ulang beberapa fasilitas pencahayaan serta penggunaan material untuk meningkatkan kualitas kenyamanan ruangnya

    KAJIAN TRANSFORMASI SEMANTIK DALAM PORTFOLIO DESAIN PRODUK KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

    Get PDF
    AbstractThe market is increasingly more competitive; a brand must have a strong product design identity. Famous brands such as Nike, Apple and Swatch are brands that are good at managing their portfolio strategy for a long time. These brands can form an absolute imagination in the consumer’s mind by orchestrating coherent design characters across their product portfolio. Therefore, a brand must consistently use its design elements without making it dull. Consistent but the novelty element remains essential in every product line. Social enterprise to carry out the societal mission should be able to keep up with other products on the market. Therefore, social enterprise ability to manage their product portfolio strategy is essential. Semantic transformation is the process of changing from language realm into the entity that can be physically seen through design features. It is the process of creating design feature to represent meaning. Three social enterprises: Borneo Chic, Noesa and Du’anyam were selected for semantic transformation analysis across its product portfolio, starting from the brand value into design feature from the product portfolio line. The results suggest that the meanings carried by social enterprises are locality, environmentally friendly and mission to build community capacity. These meanings are transformed into design features such as natural colour combinations, woven and weaving elements as a representation of the product made by local craftsmen and one of a kind not factory-made or mass-produced, use local material and environmentally friendly. The social enterprise is expected to innovate traditional features into something modern that fit to a modern lifestyle. Imperfections in social enterprise’s products are also anticipated because it shows that products are made by humans. AbstrakPersaingan pasar yang semakin ketat membuat sebuah brand harus memiliki identitas desain produk yang kuat. Brand-brand ternama seperti Nike, Apple dan Swatch adalah brand yang pandai mengatur strategi portofolionya sehingga dalam kurun waktu yang lama, brand-brand tersebut bisa membentuk imajinasi yang absolut akan karakter desain dari portofolio produknya. Oleh karena itu, sang brand harus secara konsisten menggunakan elemen-elemen desainnya tanpa membuatnya menjadi membosankan. Konsisten tapi unsur kebaruan tetap penting dalam setiap lini produk. Kewirausahaan sosial untuk menjalankan misi sosialnya, harus mampu bersaing dengan produk-produk lain yang ada di pasar. Oleh karena itu strategi portofolio dari kewirausahaan sosial menjadi sangat penting. Transformasi semantik adalah proses perubahan dari ranah bahasa menjadi wujud entitas yang dapat dlihat secara fisik melalui fitur-fitur desain yang diciptakan untuk merepresentasikan sebuah makna. Tiga kewirausahaan sosial berbasis desain produk: Borneo Chic, Noesa dan Dua’anyam dipilih untuk dianalisa transformasi semantiknya, bermula dari ranah bahasa brand value menjadi karakter desain dari lini portofolio produk. Hasil penelitian adalah makna-makna yang diusung kewirusahaan sosial adalah lokalitas, ramah lingkungan dan misi pembangungan kapasitas komunitas. Makna ini ditranslasikan dalam fitur-fitur desain seperti kombinasi warna natural, elemen anyaman dan tenun sebagai representasi produk yang dibuat oleh perajin lokal dan bukan buatan pabrik atau produksi massa. Material yang digunakan lokal dan ramah lingkungan. Wirausaha sosial diharapkan untuk menginovasi fitur tradisional menjadi sesuatu yang tidak biasa. Ketidaksempurnaan pada produk kewirausahaan juga diantisipasi karena menunjukan bahwa produk dibuat oleh manusia

    TENUN SONGKET TANJUNG PINANG KAJIAN SEMIOTIK Fenomenalogi: Identitas Sosial Masyarakat kampung Tanjung Pinang

    Get PDF
    AbstractSemiotics is the study of signs of meaning. Everything that can be observed or observedsees a work of art more fully so that it can inform a value contained therein anddescribe a cultural context. Semiotics in the Meaning of an object is not only limited tothe form that is seen visually, but is expected to be able to interpret the essential thingsveiled in a form that can be identified through in-depth observation.Traditional Songket is a woven fabric made by the technique of adding weft asa decoration by inserting silver, gold or colored threads above the warp. The word“Songket” is derived from the words “Puncture” and “Cukit” which is synchronized to“Sukit” then changes to “Sungki”, and finally becomes “Songket” Weaving Songket.Tanjung Pinang is one of the oldest songket artisans in South Sumatra, traditionalsongket cloth in Tanjung Pinang village, Ogan ilir Regency is a type of cloth used asa symbol of honor for the people of Tanjung Pinang Village. The cloth is used duringcertain traditional activities, such as South Sumatra traditional traditional clothing,wedding ceremonies, marhaba (inauguration of the child’s name and shaving orwelcome). The traditional songket of Tanjung Pinang village, Ogan ilir Regency isone of the cultural heritages as a form of social identity. This is illustrated in theembodiment of forms, motifs and decoration in which the physical form of traditionalfabrics depicts aesthetic elements and is bound by cultural values prevailingin society.The form and manifestation can be studied in more depth.  AbstrakSemiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda pemaknaannya.Segala sesuatu yang dapat diamati atau teramati melihat sebuah karya senisecara lebih utuh sehingga dapat menginformasikan suatu nilai yang terdapat didalamnya serta mendeskripsikan suatu konteks budaya. Semiotika dalam .Pemaknaan sebuah objek tidak hanya terbatas pada bentuk yang dilihat secaravisual, tetapi diharapkan mampu mengartikan hal yang esensial terselubungdalam bentuk yang dapat diidentifikasi melalui pengamatan yang mendalam.Songket Tradisional adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambahkan benang pakan sebagai hiasan dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas lungsin. Kata “ Songket “ berasal dari kata “Tusuk“ dan “Cukit“ yang diakronimkan menjadi “Sukit” kemudian berubah menjadi “Sungki”, dan akhirnya menjadi “ Songket” Tenun songket. Tanjung Pinang merupakan salah satu daerah pengrajin songket tertua diSumatra Selatan, Kain songket tradisional desa Tanjung Pinang KabupatenOgan ilir adalah jenis kain yang dipakai sebagai simbol kehormatanmasyarakat Desa tanjung pinang, Kain tersebut digunakan pada saat kegiatan tradisi tertentu, seperti busana tradisional adat Sumatera Selatan, upacara pernikahan, marhaba (peresmian nama dan pencukuran anak atau ucapan selamat datang). Kain songket tradisional desa Tanjung Pinang Kabupaten Ogan ilir adalah salah satu warisan budaya masyarakat sebagai wujud dari identitas sosial. Hal ini tergambar dalam perwujudan bentuk, motif dan ragam hias dimana dalam bentuk fisik kain tradisional yang menggambarkan unsur keindahan (estetika) dan terikat oleh nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk dan perwujudannya dapat dikaji secara lebih mendalam

    CITYSCAPEPHOTOGRAPHY KOTA JAKARTA DENGANMENGGUNAKAN TEKNIK SLOW SPEED

    Get PDF
    AbstractCityscape Photography kota Jakarta dengan Menggunakan Teknik Slow Speed. The author describe the city of Jakarta as the idea of the creation of photography cityscape works in the form of buildings, tourist objects or crowd centers, vechicle lights, the existence of the city, characterized by the city of Jaarta. By using exploration and improvisation methods to see and study the condition of the situatuin to determine the point of view of the object of shooting. The visualization process of photographic works is done using a camera, wide-angle lens, tripod, remote and wide sharp space techniques combined with a slow speed technique. To display the entire object and slow speed is used to create a line effect from vechicle lights and buildings that look magnificent so that an aesthetic work is produced.The works presented in the title Jakarta City Beauty as the Object of Creating Cityscape Photography by using the slow speed technique are clear evidence of the face of the city of Jakarta at night, and early morning in the city of Jakarta. The concept of creating photos is the beauty of Jakarta, including buildings, vehicles passing by, city lights, skyscrapers, downtown, downtown corners, city atmosphere, city characteristics that become attractive sights in Jakarta. Photographic works produced in total totaling 7 photos, the title of the photo include: People’s Crossing Bridge (JPO) Bung Karno Stadium, Setia Budi Reservoir, HI Roundabout Stop.  AbstrakCityscape Photography kota Jakarta denganMenggunakanTeknik Slow Speed Penulis bertujuan untuk mendeskripsikan kota Jakarta sebagai ide penciptaan karya cityscape fotografi berupa gedung-gedung, objek wisata atau pusat keramaian, lampu-lampu kendaraan, susana kota, berciri khas kota Jakarta. Dengan menggunakan metode eksplorasi dan improvisasi untuk melihat dan mempelajari situasi kondisi untuk menentukan sudut pandang terhadap objek pemotretan.Proses visualisasi karya fotografi dikerjakan dengan menggunakan alat kamera, lensa wide-angle, tripod, remote dan teknik ruang tajam luas dikombinasikan dengan teknik slow speed. Untuk menampilkan keseluruhan objek dan slow speed digunakan untuk menimbulkan efek garis dari lampu kendaraan dan gedung yang menjadi terlihat megah sehingga dihasilkan karya yang estetik.Karya-karya karya yang disajikan dalam judul Keindahan Kota Jakarta Sebagai Objek Penciptaaan Karya Cityscape Fotografi dengan menggunakan teknik slow speed adalah bukti nyata wajah kota Jakarta pada malam, dan dini hari kota Jakarta. Konsep pada penciptaan foto adalah keindahan kota Jakarta meliputi gedung-gedung, kendaraan yang berlalu lalang, lampu-lampu kota, gedung-gedung pencakar langit, pusat keramaian, sudut-sudut kota, suasana kota, ciri khas kota yang menjadi pemandangan menarik di kota Jakarta. Karya fotografi yang dihasilkan seluruhnya berjumlah 7 foto, judul foto antara lain: Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Gelora Bung Karno, Waduk Setia Budi, Halte Bundaran HI.

    STUDI TATA RUANG RUMAH ADAT “SIWALUH JABU” DESA LINGGA

    Get PDF
    AbstractKaro traditional house is an authentic historical-cultural heritage and still stands tall. The existence of the Karo traditional house does not only function as an ordinary place to live, but has a meaning which is a medium of cultural expression of the people seen in the architecture and interior of this traditional karo house. This research is a study of spatial planning and its functions at this time. The results of the study know the spatial patterns in the traditional house of Siwaluh Jabu and find out what I am experiencing changes in the traditional house layout of Siwaluh Jabu. This has become very important in this research for the development of cultural history in the world of interior design education. AbstrakRumah adat Karo merupakan warisan sejarah-budaya yang otentik serta masih berdiri tegak. Keberadaan rumah adat Karo tidak saja berfungsi sebagai tempat tinggal biasa, namun memiliki makna yang merupakan media ekspresi kebudayaan masyarakatnya terlihat pada bentuk arsitektur dan interior rumah adat karo ini. Penelitian ini merupakan studi tata ruang dan fungsinya pada saat ini. Hasil penelitian mengetahui pola tata ruang pada rumah adat Siwaluh Jabu dan mengetahui apa saya yang menggalami perubahan pada tata ruang rumah adat Siwaluh Jabu. Hal tersebut menjadi sangat penting dalam penelitian ini untuk pengembangan ilmu sejarah budaya dalam dunia pendidikan desain interior

    PENERAPAN ORNAMEN KHAS BETAWI DALAM INTERIOR MASJID RAYA KH. HASYIM ASYARI JAKARTA BARAT

    Get PDF
    Abstract The Mosque is the buildings of worship for Muslims who can accommodate the worshipers. In the Mosque’s interior design is identical to the use of typical Middle Eastern ornaments such as calligraphy, but over time the Mosques in Indonesia have begun to apply the special ornaments of the area where the Mosque is located, for example the Great Mosque KH Hasyim Asyari which applying Betawi ornaments to the exterior and interior. Betawi ornaments themselves are identical applied to Betawi traditional houses, for example Gigi Balang ornaments that are applied to the house’s lisplang, and also Tapak Dara ornaments that are applied to railing porch railings. Nowadays the application of Betawi ornaments is not only in traditional houses but also in public buildings such as Mosques. The purpose of this research is to discuss the application of Betawi ornaments and the meanings contained in the ornaments. The results of this study are the application of Betawi special ornaments on the interior of the Great Mosque K.H Hasyim Asyari where it is placed on the walls, railings, and pillars of the Mosque. The typical Betawi ornaments that are applied are the Gigi Balang ornament, Tapak Dara, and also the shape of the Betawi traditional house roof which is designed in such a way that it becomes an ornament applied to the Mosque’s pulpit walls. It can be concluded that the application of Betawi special ornaments can not only be applied to traditional houses but also exist in other buildings with modifications in such a way but do not leave the meaning contained in the ornaments. AbstrakMasjid merupakan bangunan tempat beribadah bagi umat islam yang dapat menampung jamaah. Pada desain interior Masjid identik dengan penggunaan ornamen khas Timur Tengah seperti misalnya kaligrafi, namun seiring berjalannya waktu Masjid-Masjid yang berada di Indonesia sudah mulai menerapkan ornamen-ornamen khas daerah tempat Masjid itu berada, sebagai contoh Masjid Raya K.H Hasyim Asyari yang menerapkan ornamen Betawi pada eksterior dan interiornya. Ornamen khas Betawi sendiri identik diterapkan pada rumah adat Betawi misalnya ornamen Gigi Balang yang diterapkan pada lisplang rumah, dan juga ornamen Tapak Dara yang diterapkan pada railing pagar teras rumah. Kini penerapan ornamen Betawi tidak hanya pada rumah adat tetapi juga pada bangunan-bangunan umum seperti pada Masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas mengenai penerapan ornamen khas Betawi dan juga makna yang terkandung dalam ornamen tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penerapan ornamen khas Betawi pada interior Masjid Raya K.H Hasyim Asyari di mana peletakannya berada pada dinding, railing, dan pilar Masjid. Ornamen khas Betawi yang diterapkan yaitu ornamen Gigi Balang, Tapak Dara, dan juga bentuk atap rumah adat Betawi yang di desain sedemikian rupa sehingga menjadi ornamen yang diterapkan pada bagian dinding mimbar masjid. Dapat disimpulkan bahwa penerapan ornamen khas Betawi tidak hanya dapat diterapkan pada rumah adat tetapi juga eksis diterapkan di bangunan lain dengan modifikasi sedemikian rupa namun tidak meninggalkan makna yang terkandung di dalam ornamen tersebu

    KAJIAN DESAIN INTERIOR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA Studi Kasus: Bioskop Metropole XXI Jakarta

    Get PDF
    AbstractHeritage building is recorder history in the past for better life in the future and need conservation. The Metropole XXI cinema as a landmark building in the Cikini area, Jakarta, has been listed as A class heritage building since 1993. It was established as public entertainment space and the oldest cinema in Indonesia since it was built in 1949. The Metropole XXI architecture has the Art Deco style, as a sign of transition to the end of the Dutch colonial era. As a heritage building, it is suspected that interior design in this site is harmony with its architectural style. Research is needed to review the interior design styles found in cultural heritage buildings. This study uses qualitative method, by collecting field observation data, literature review and visual data. The data obtained were then analyzed to prove the engagement between interior design and architectural styles of cultural heritage buildings with a case study at the Metropole XXI Jakarta cinema. AbstrakBangunan cagar budaya adalah situs yang mencatat sejarah manusia di masa lalu untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan dan membutuhkan konservasi. Bioskop Metropole XXI sebagai bangunan tengara di daerah Cikini, Jakarta, telah terdaftar sebagai gedung warisan kelas A sejak tahun 1993. Bioskop ini didirikan sebagai ruang hiburan publik dan bioskop tertua di Jakarta sejak dibangun pada tahun 1949. Arsitektur Metropole XXI memiliki gaya Art Deco, sebagai tanda transisi ke akhir era kolonial Belanda. Sebagai bangunan peninggalan, diduga desain interior di situs ini selaras dengan gaya arsitekturnya. Penelitian diperlukan untuk meninjau gaya desain interior yang ditemukan di bangunan cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengumpulkan data observasi lapangan, tinjauan pustaka dan data visual. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk membuktikan keterlibatan antara desain interior dan gaya arsitektur bangunan cagar budaya dengan studi kasus di bioskop Metropole XXI Jakarta

    175

    full texts

    339

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇