Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
ADAPTASI TANPA ISI: PENGARUH DESAIN “UNTITLED - I SHOP THEREFORE I AM” KARYA BARBARA KRUGER TERHADAP DESAIN LOGO BRAND SUPREME
AbstractOne of the conceptual artists of postmodernism, Barbara Kruger, is known for her work that combines visual images with text to convey criticism of social issues directly to society. One of the most famous works that she has is "Untitled - I Shop Therefore I am (1987)" which is a form of criticism of the issue of consumerism. In 1994, Supreme arrived, which had a logo in the exact same style as Kruger. Ironically, the brand actually had ideas that ran counter to the original purpose of Kruger\u27s work. Therefore, this paper aims to deepen the knowledge of how to properly adapt a reference work in a new work based on analytical methods; especially to explore a work that has a considerable influence on society. The analysis method used in this paper is qualitative analysis through literature sources. There are three steps of analysis used in this paper. First, a study of postmodernism design style is done as the theoritical viewpoint. Then, qualitative investigations of form, content, and context were conducted on “I Shop Therefore I Am” artwork and Supreme brand logo design. Lastly, a comparison of creative process between both design was done to formulate results. The analysis result shows that there were critical views of how the Supreme logo designer adapt Barbara Kruger’s design. The conclusion reveals directions for graphic designers in doing design references. Keywords: Post-Modernism, Barbara Kruger, Consumerism, Supreme Brand AbstrakSalah satu seniman konseptual pada zaman postmodernisme, Barbara Kruger, dikenal dengan karyanya yang menggabungkan gambar visual dengan teks untuk menyampaikan kritik terhadap isu sosial secara langsung pada masyarakat. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah “Untitled - I Shop Therefore I am (1987)” yang merupakan sebuah bentuk kritik terhadap isu konsumerisme. Pada tahun 1994, hadirlah muncul brand fesyen Supreme yang memiliki logo dengan style yang identik dengan gaya Kruger. Ironisnya, merek tersebut justru memiliki gagasan yang betentangan dengan tujuan awal dari karya Kruger. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang bagaimana cara yang benar saat mengadaptasi karya referensi dalam sebuah karya desain. Metodologi analisa yang digunakan adalah dengan menggunakan analisa kualitatif berdasarkan sumber literatur. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembahasan akan dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan kajian gaya desain post-modernisme sebagai sudut pandang konteks sejarah yang diambil. Lalu dilakukan investigasi form, konten, dan konteks atas karya “I Shop Therefore I Am” serta logo brand Supreme. Terakhir, dilakukan perbandingan antara kedua pendekatan proses kreatif. Hasil kajian menunjukkan adanya pandangan kritis terhadap bagaimana desainer logo Supreme mengadaptasi desain karya Kruger. Kesimpulan kajian menghasilkan arahan-arahan bagi desainer grafis dalam proses referensi karya desain. Kata Kunci: Post-Modernisme, Barbara Kruger, Konsumerisme, Brand Suprem
STUDI PENERAPAN ANYAMAN ROTAN ALAM DAN FAKTOR ERGONOMI PADA PRODUK SANDAL KARYA PERAJIN DESA TELUK WETAN, JEPARA
AbstractA study of applying natural rattan weaving and ergonomic factor on flat sandals created by craftmen in Desa Teluk Wetan, Jepara, aims to support Government and to assist the crafmen themselves, by replacing the existing synthetic rattan material, to utilize natural rattan as an importanl local material that is available vast in Indonesia and desired by people inside and outside the country. This research disscusses aboutproduction process of constructing flat sandals made of natural rattan weaving followed by prototype tests on 4 prototype models with different rattan core diameters, and vamp types to determine basic standart of comfort. The prototypes are wore for 3 minutesstanding and 100 m walk to feel which type is comfortable the most. Using better quality natural rattan and more exploration on the weaving patterns are quite potential forfuture reseach and development. The result will give alternative ideas for designers who care and interested in rattan as well as it will introduce additional range for rattan products.AbstrakAbstrakStudi penerapan anyaman rotan alam dan faktor ergonomi pada produksandal karya perajin Desa Teluk Wetan, Jepara bertujuan untuk mendukung pemerintah dan membantu para perajin, dengan mengganti rotan sintetis yang selama ini dipakai, dalam rangka memanfaatkan rotan alam sebagai material penting yang tersedia banyak di Indonesia dan diminati oleh masyarakat dalam maupun luar negeri. Riset ini membahas tentang proses produksi pembuatan sandal dari anyaman rotan alam yang dilanjutkan dengan percobaan pada prototip yang memiliki diameter fitrit dan bentuk vamp yang berbeda yang bertujuan untuk menentukan standar kenyamanan. Prototipe-prototipe tersebut dipakai selama 3 menit berdiri dan 100 m berjalan untuk mendapatkan manakah prototip yang paling dirasa nyaman. Penggunaan material rotan alamyang berkualitas lebih baik ditambah eksplorasi pola anyaman yang bervariasi akan menjadi riset dan pengembangan lanjutan yang potensial. Hasil penelitian dapat memberi alternatif untuk para desainer yang peduli dan tertarik dengan rotan alam disamping juga akan menambah koleksi produk-produk rotan.
PHOTOGRAPHY ADVERTISING JAM TANGAN CASIO CLASSIC SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI INSTAGRAM
AbstractThis scientific assignment aims to be a promotional material on Instagram and the Casio Indonesia website. The objects used in this work are 8 (eight) Casio Classic watches. This work was carried out using literature study and observation methods. In doing this Final Project shows that photographing an object is not only about conveying a visual about something that is raised in photo media, but also how the photographer can convey the characteristics of each object, in this case the Casio Classic watch and can convey messages that are persuade (persuasively) into a work in the form of Advertising Photography. The resulting photos are aimed at increasing individual buying interest in the Casio classic watch.Keywords: photography, advertising photography, casio classic watches, instagram promotion mediaAbstrakKarya Tugas Ilmiah ini bertujuan untuk menjadi bahan promosi di instagramdan website casio Indonesia. Obyek yang digunakan dalam karya ini adalah jam tangan Casio Classic sejumlah 8 (delapan) buah. Karya ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka dan observasi. Dalam mengerjakan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa memotret suatu obyek bukan hanya sekedar menyampaikan secara visual mengenai suatu objek yang diangkat dalam media foto, namun juga bagaimana fotografer dapat menyampaikan karakteristik dari setiap obyek. Dalam hal ini jam tangan Casio Classic dapat menyampaikan pesan-pesan yang bersifat membujuk (persuasif) ke dalam sebuah karya berupa advertising photography. Foto yang dihasilkan bertujuan untuk meningkatkan minat beli individu terhadap jam tangan casio classic.
REDESAIN PRODUK STANDING DOCK UNTUK UKM BAMBUKEUN
AbstractDevelopment of UKM product design is very important for the growth of UKM themselves by implementing good business management strategies that are useful for the success of UKM. Many UKM are only focused on producing goods, without thinking about how the business expansion strategy is even greater. As a result, UKM entrepreneurs have difficulty in increasing the level of their business. The business they run does not develop and the turnover they get does not increase. The purpose of thisstudy is to determine the strategy of UKMs in improving the competitiveness of UKM.Developing Bambukeun UKM products by adjusting predetermined strategies The method used in this study is a qualitative method.AbstrakPengembangan desain produk UKM sangat penting bagi pertumbuhan UKM itu sendiri dengan menerapkan strategi manajemen bisnis yang baik berguna untuk kesuksesan UKM. Banyak pelaku UKM yang hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi agar bisnisnya lebih besar lagi. Akibatnya, pengusaha UKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yangdidapat tidak mengalami kenaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan strategi UKM dalam meningkatkan daya saing . Mengembangkan produk UKM Bambukeun dengan menyesuaikan strategi yang sudah ditentukan .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
PERANCANGAN ILUSTRASI KOLEKSI BUSANA DENGAN KARAKTER VISUAL TENUN TRADISIONAL INDONESIA
AbstractThe existence of traditional woven fabrics in Indonesia is no longer limited to people who live in the regions producing these woven textiles products, but has become a wider ownership. The use of traditional woven textiles continues to grow and become popular especially in the world of fashion and life style. The florescence of traditional woven textiles popularity was then analyzed qualitatively based on the results of data obtained through questionnaires, exhibition and social media observation. The data showvarious fashion products using a variety of traditional Indonesian woven textile and sold in various range of price. The products are then classified based on Abraham Maslow’stheory of needs. The findings then used as a basis for creating fashion design illustrations entitled “Goresan Tenun”. The aim of these designs is to show some example of how toapply and use traditional woven textile into fashion products.AbstrakEksistensi kain tenun tradisional di Indonesia tidak lagi terbatas pada masyarakat yang berasal dari daerah penghasil produk tenun tersebut, namun sudah menjadi kepemilikan yang lebih luas. Penggunaan kain tenun terus berkembang dan menjadi populer khususnya di dunia fashion dan lifestyle. Kepopulerantenun tradisional kemudian kemudian dianalisis secara kualitatif berdasarkan perolehan hasil data melalui penyebaran kuesioner, pengamatan pameran dan penjualan baik secara langsung maupun daring. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa berbagai produk fashion menggunakan beragam jenis tenun tradisional Indonesia dan dijual dengan harga yang sangat beragam. Beragam produk tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan teori tingkat kebutuhan dariAbraham Maslow. Hasil dari klasifikasi dianalisis dan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan perancangan ilustrasi busana berjudul Goresan Tenun. Tujuan dibuatnya perancangan ini adalah memberikan contoh gambaran pemanfaatan dan pengolahan kain tenun tradisional Indonesia dalam produk fashion
ILUSTRASI PADA MERCHANDISE SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN CULTURAL AWARENESS ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SIDOARJO
Abstract.Sidoarjo has culture in the form of traditions, arts and cultural heritage that are still preserved. Indonesian children are increasingly distant from their local culture and are more interested in cultures that come from outside so that it can cause children to forget and even become unknown to their local culture. Cultural awareness or cultural awareness is the ability to recognize and understand the influence of culture on people\u27s values and behavior. Local culture needs to be instilled in students because it has good values and minimizes the negative influence of outside culture. Through the design of merchandise with illustrations of Sidoarjo culture, it is hoped that it can increase the cultural awareness of elementary school children in the Sidoarjo area. The stages of the design process include data collection, data analysis, design concepts, design visualization, final design, and trial work using SWOT data analysis techniques. There are 5 kinds of culture that are illustrated, namely the Nyadran Tradition, the Bandeng Lelang Tradition, Banjar Kemuning Dance, Jaran Kepang Dance, and Candi Pari with explanatory texts which are then applied to 4 kinds of merchandise, namely t-shirts, pencil cases, drinking bottles, and key chains. Through testing the work on elementary school children in the Sidoarjo area, the children\u27s response to merchandise is curiosity about culture while the benefits obtained include, they can find out the main elements of each culture displayed by merchandise.. Key word: culture, Sidoarjo, cultural awareness, children, merchandise AbstrakSidoarjo memiliki kebudayaan dalam bentuk tradisi, kesenian maupun cagar budaya yang masih dilestarikan. Anak-anak Indonesia semakin jauh dari kebudayaan daerahnya dan lebih tertarik pada budaya yang berasal dari luar sehingga dapat menyebabkan anak lupa bahkan buta terhadap budaya daerahnya. Cultural awareness atau kesadaran budaya merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami pengaruh budaya pada nilai-nilai dan perilaku masyarakat. Kebudayaan lokal perlu ditanamkan pada peserta didik karena memiliki nilai-nilai yang baik serta meminimalisir pengaruh negatif budaya luar. Melalui perancangan merchandise dengan ilustrasi kebudayaan Sidoarjo ini diharapkan mampu meningkatkan cultural awareness anak-anak SD di daerah Sidoarjo. Tahapan proses perancangan ini meliputi pengumpulan data, analisis data, konsep desain, visualisasi desain, final desain, dan uji coba karya dengan teknik analisis data SWOT. Terdapat 5 macam kebudayaan yang diilustrasikan, yakni Tradisi Nyadran, Tradisi Lelang Bandeng, Tari Banjar Kemuning, Tari Jaran Kepang, dan Candi Pari dengan dilengkapi teks penjelas yang kemudian diaplikasikan pada 4 macam barang merchandise yakni kaos, tempat pensil, botol minum, dan gantungan kunci. Melalui uji coba karya pada anak-anak SD di daerah Sidoarjo, respon anak-anak terhadap merchandise yakni rasa penasaran terhadap budaya sedangkan manfaat yang diperoleh diantaranya, mereka dapat mengetahui unsur pokok dari tiap-tiap kebudayaan yang ditampilkan merchandise. Kata Kunci Budaya, Sidoarjo, Cultural awareness, Anak, Merchandise.
KAJIAN KONTEN LOKAL PADA RESTORAN KHAS BETAWI DI JAKARTA STUDI KASUS KAFE BETAWI SETIABUDI ONE
Abstract Jakarta is one of cities that continuously growing in number, proportion and density of its population. The increasing will also has result in number of consumption (especially food) of Jakarta’s Resident. Along with the development, a growing number of human needs must be met. Nowdays, human faced a lot more options to fulfilled their need, entertainmentis one of it. Restaurant is a perfect place for those who want to relax, sipping a cup of tea or coffee accompanied by relaxing music. Today, the development of restaurant in Indonesia, especially in Jakarta is growing rapidly. There are many Betawi restaurant using foreign design, furniture dan material without considering about locality. In fact, Indonesia has excellent quality of local content, in particular Betaw, even exceed the imported goods quality. Also, Betawi is rich in culture and arts. During this time, people tend to assume that local stuff is not impressive, old-fashione or out-of-date compared imported goods. Therefore, as an effort an applying local content on public facilities especially Betawi restaurant, its required an interior designer’s intuition in order to create a restaurant which using local content that can be applied in the organization of space, the application of color, decoration, and furniture. So that, the visitors who came to enjoy dish can experience not only good food but also good atmosphere of the restaurant, as well as gaining experience and knowledge about Betawi culture. Keyword: local content, restaurant, lifestyle. AbstrakJakarta adalah salah satu kota yang terus mengalami peningkatan dari segi jumlah, proporsi, dan kepadatan penduduknya. Peningkatan jumlah, proporsi, dan pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta tersebut akan mengakibatkan peningkatan jumlah konsumsi (terutama untuk makanan) penduduk DKI Jakarta. Dengan meningkatnya jumlah konsumsi makanan, dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mendirikan usaha penyedia makanan, salah satunya dalam bentuk restoran. Seiring dengan perkembangan yang semakin maju maka, kebutuhan manusia semakin banyak yang harus dipenuhi. Dulu, didalam memenuhi kebutuhannya, manusia selalu memprioritaskan pada kebutuhan-kebutuhan pokok saja. Tetapi dengan seiring berjalannya waktu, manusia dalam memenuhi kebutuhannya tidak hanya dihadapkan kepada satu pilihan saja, salah satunya adalah kebutuhan akan hiburan. Restoran merupakan salah satu tempat yang tepat bagi mereka yang ingin bersantai, sambil menghirup secangkir teh ataupun kopi, ditemani alunan musik yang santai. Dewasa ini perkembangan restoran di Indonesia khususnya di Jakarta cukup berkembang dengan pesat. Seiring perkembangan desain yang ada, masih banyak restoran khas Betawi di Jakarta yang menggunakan desain, furniture, dan material dari luar negeri (impor) tanpa memikirkan kelokalan. Padahal konten lokal yang ada di Indonesia sekarang ini khususnya Betawi, memiliki kualitas yang sangat baik bahkan ada yang melebihi kualitas impor dan juga Betawi memiliki kekayaan ragam hias dan budaya yang menarik. Selama ini, masyarakat juga cenderung menganggap sesuatu yang lokal terkesan tidak keren, terbelakang atau ketinggalan jaman dibandingkan dengan sesuatu dari luar. Maka dari itu dalam upaya mengaja konten lokal pada fasilitas publik khususnya Restoran khas Betawi perlu adanya intuisi seorang desainer interior. Agar tercipta sebuah restoran yang memiliki spesialisasi dengan menggunakan lokal konten yang dapat diterapkan di dalam organisasi ruang, pengaplikasian warna, ragam hias, dan furnitur. Agar pengunjung yang datang menikmati makanan khas Betawi dapat merasakan dua manfaat yaitu makanan yang enak dan suasana Restoran yang baik, serta mendapatkan pengalaman serta pengetahuan mengenai budaya Betawi.Kata Kunci: Lokal konten Betawi, Restoran, gaya hidu
TINJAUAN SEMIOTIK PRODUK PADA GEROBAK MAKANAN KETOPRAK KHAS DI JAKARTA
AbstractMeans of food selling in the form of carts are commonly found in Jakarta urban area. One of them is Jakarta’s typical food cart of ketoprak’s food cart. The increase of this Jakarta’s typical food industries made several kinds of ketoprak’s food carts in unique characteristic. The object of this research is ketoprak’s food cart in Jakarta urban area, especially in housing area of Sector 1-9 Bintaro Jaya. The ketoprak’s food cart has a unique characteristic of form and meaning and certain function related to their user in Jakarta, which is interesting to explore and becoming the problem of this research. This research aims to understand the meanings of sign and for of ketoprak’s food cart as a representation of urban community behaviors, and to understand the relation between ketoprak’s food cart form to the user’s activity when selling and making ketoprak. The method in this research is qualitative descriptive, with product design semiotic approach which are analysis of semantic, syntactic, hyletic and pragmatic dimension of ketoprak’s food cart. The data collecting methods are observation and interview to user (seller). The result of this research is ketoprak’s food cart description and models classification and relation of meaning and form in semantic, syntactic, hyletic, pragmatic dimension, and also operational ergonomics and mobility of the users. Key word: food cart, ketoprak, product semiotics, meaning, form AbstrakSarana berjualan dalam bentuk gerobak masih banyak ditemui di wilayah perkotaan Jakarta. Salah satunya adalah gerobak makanan khas Jakarta yaitu ketoprak. Perkembangan industri kecil makanan khas Jakarta ini membuat terdapat beberapa macam bentuk gerobak makanan ketoprak yang memiliki karakteristik yang khas. Objek penelitian ini adalah gerobak makanan ketoprak yang terdapat di wilayah kota Jakarta, khususnya di kawasan wilayah perumahan Bintaro Jaya sektor 1-9. Gerobak makanan ketoprak memiliki kekhasan bentuk dengan makna dan fungsi tertentu yang berhubungan dengan kondisi penggunanya di Jakarta, yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dan menjadi masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna tanda, bentuk gerobak makanan ketoprak sebagai representasi perilaku masyarakat urban dan juga untuk memahami relasi antara bentuk produk gerobak makanan ketoprak dengan aktivitas pengguna saat menjajakan dan mengolah makanan ketoprak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan semiotika desain produk yaitu analisis dimensi semantik, sintaktik, hiletik dan pragmatik dari objek produk gerobak makanan ketoprak. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan pengumpulan data faktual dari objek penelitian dalam lingkup ruang penelitian, melalui wawancara terhadap pengguna (pedagang). Hasil penelitian ini adalah deskripsi bentuk gerobak ketoprak berdasarkan kelompok-kelompok modelnya, dan relasi perbedaan makna dan bentuk gerobrak makanan dalam dimensi semantik, sintaktik, hiletik, pragmatik, serta fungsi dan kegunaan, ergonomi operasional dan mobilitas sarana oleh pedagang yang menggunakannya. Kata Kunci: gerobak makanan, ketoprak, semiotika produk, makna, bentu
PENGENALAN PRODUK BUDAYA MELALUI SEJARAH JATIDIRI BANGSA: Studi Kasus Kesadaran Sejarah di SMA Labschool Kebayoran
AbstractKnowledge of cultural products is one of the basic assets of advancing the nation with highcivilization and its works that are recognized by the world, and is closely related to identity, andcan be explored through historical consciousness. According to experts, historical consciousnesscannot be separated from culture and identity. Historical consciousness is the cognition of anindividual or a group of people and involves cultural awareness of a relationship between thepast and the present, which helps to understand the future. Senior High School becomes likea gate for students to choose their way of life in the future in helping to build the nation andits country’s defense. Going to high school is not just a prerequisite for entering tertiary levelor a requirement for being called an adult and being able to go directly into the real world insociety, but also a stage of learning that is expected to explore the potential of ethnic culturalidentity, can also harmoniously develop the potential of national identity as Indonesian nation,to advance this nation to achieve its glory. Research with this case study approach gets severalfindings related to the historical awareness of high school students including the potentialawareness of the historical identity of their identity for the advancement of future developmentwith the character and wealth of Indonesia. Abstrak Pengenalan pada produk budaya adalah salah satu modal dasar memajukan bangsadengan peradaban tinggi dan karya-karyanya yang diakui dunia, dan berhubunganerat dengan identitas jatidiri, serta dapat digali melalui kesadaran sejarah. Kesadaransejarah menurut para ahli tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan dan idenitas jatidiri. Kesadaran sejarah adalah kognisi dari individu atau sekumpulan masyarakatdan melibatkan kesadaran budaya atas suatu hubungan antara masa lalu denganmasa kini, yang membantu untuk memahami masa depan. Sekolah Menengah Atasmenjadi seperti gerbang dari para siswa untuk memilih jalan hidupnya ke depandalam turut membangun bangsa beserta ketahanan negaranya. Bersekolah SMAtidak sekedar hanya sebagai syarat untuk memasuki tingkat perguruan tinggi atausyarat untuk disebut dewasa dan dapat terjun langsung ke dunia nyata di masyarakat,namun juga merupakan kancah tahap pembelajaran yang diharapkan dapatmenggali potensi identitas budaya etnisnya, juga dapat harmonis mengembangkanpotensi identitas nasionalnya sebagai bangsa indonesia, untuk memajukan bangsa inimencapai kejayaannya. Penelitian dengan pendekatan studi kasus ini mendapatkanbeberapa temuan terkait kesadaran sejarah siswa SMA antara lain adalah potensi kesadaran sejarah identitas jatidiri mereka untuk pemajuan pembangunan di masadepan dengan karakter dan kekayaan yang dimiliki Indonesia.
ANALISA MAKNA PADA ESTETIKA KAIN TENUN GOTIA DI DESA ADAT TENGANAN PAGERINGSINGAN
Abstrak Weaving is a society tradition to meet the needs of ceremonies and as a creative insdustry. Gotia cloth is a scared cloth, which is used in every ceremony in the Tradisional Village of Tenganan. Gotia fabric has a special aesthetic, namely squer and rectangular motifs arising from the merging of black lines white horizontal and vertical directions with a 2.1.2.1 structure with a withebase that make its uniqueness. The uniquenessof the colors and motifs of the gotia woven cloth contains the values and philosophicial significance for the Tenganan Pageringsingan Traditional village Traditional village of Tenganan pageringsingan. The problem under this study is how the meaning contained in the aesthetic code of gotya woven pabric. This study uses a descriptions that explain the subject of research in the from of written words from the speakers and obseserved and bevavior. Data collection techniquis by interview, observation and documentation. The resulth showed that, the black and white colors in gotia cloth had connotations coantaining spiritual values which could be represented as natural balance or “Rwa Bhineda”. In Addition, the color of the concept of rwa Bhineda in Gotia woven cloth is also found in the semitric lines that intersect with eahe ch other to help the + motif called the Tapak Dara by the people in Tenganan Adat Village. Tampak Dara has the connotation of interpreting the balance in which everyting good in home yard always centered in the middle. Tampak Dara in a symbol of the union of two defferent things in life or rwa Bhineda.AbstrakMenenun merupakan tradisi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan upacara dan sebagai industri kreatif. Kain Gotia merupakan kain sakral, yang digunakan setiap upacara di desa adat Tenganan. Kain Gotia memiliki estetika khusus, yaitu motif persegi empat dan persegi panjang yang timbul akibat penggabungan antara garis berwarna hitam dengan arah horizontal dan vertikal dengan struktur 2.1.2.1 dengan di dasari warna putih yang menjadikan keunikannya tersendiri. Keunikan pada warna dan motif pada kain tenu gotia mengandung nilai-nilai dan makna filosofi bagi masyarakat desa adat Tenganan Pageringsingan. Penelitian ini bertujuan menganalisa makna yang Terkandung dalam kain tenun gotya di desa adat tenganan pageringsingan. Adapun masalah yang diteliti adalah Bagaimana Makna yang terkadung dalam kode estetika kain tenun gotya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui uraian-uraian yang menjelaskan subjek penelitian baik berupa kata-kata ungkapan tertulis dari narasumber dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Warna hitam dan putih dalam kain gotia memiliki konotasi mengandung nilai sepiritual yang dapat di representasikan sebagai keseimbangan alam atau rwa bineda. Selaim warna konsep Rwa Bhineda dalam kain tenun Gotia juga terdapat pada garis semitris yzng bersilingan membantuk motif ( + ) yang di sebut dengan Tampak Dara oleh masyarakat di Desa Adat Tenganan. Tampak Dara memiliki konotasi memaknai keseimbangan dimana segala sesuatu baik pekarangan rumah selalu selalu berpusat di tengah. Tampak Dara merupakan symbol penyatuan dua litas kehidupan atau Rwa Bhineda