Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
RANCANAGAN ORNAMEN \u27MOTIF-MOTIF URBAN\u27 PADA KAIN TENUN NUSANTARA
Abstract Indoensia rich in ornaments, motifs and color of clothes weaving. This diversity is the influence of geographical factors, demograraphic and outsider influences. There are several working techniques, the most common technique is the tehnique of ikat weaving lungsi, the second is the technique of feed belt, tie the third is called multiple or double ikat tie. Sumba is one area in Indonesia is rich in decoration of ikat weaving. Researchers used a contructivist the existing motifs on weaving clothes , it used as the basis of creation, the science of aesthetics, science, phenomenology, and the science of design. Urban weaving motifs created by using a phenomenological observation motifs that exist in Sumba ikat, and observations made by researchers observed using the sense and reflect the basis for the creation of urban motifs woven fabric. To create new weaving patterns of urban motifs as the end of the result. AbtrakIndonesia kaya akan ragam hias, motif dan pewarnaan pada kain Nusantara . Keragaman ini merupakan pengaruh dari faktor geografis, demografis dan pengaruh luar. Ada beberapa teknik pengerjaan, teknik yang paling umum adalah teknik ikat lungsi, kedua adalah teknik ikat pakan, ikat yang ketiga adalah yang disebut dengan tenun ikat berganda atau dobel ikat. Sumba merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan ragam hias tenunnya. Peneliti menggunakan pardigma teori filsafat konstuktivisme Guba, secara ontologi, epistomologi dan metodologi
MENELUSURI MASYARAKAT KOTA DAN KAUM URBAN
Abstract Jakarta is considered by many people, especially the urban as a paradise in search of sustenance, so that urban from the various provinces are many came to Jakarta to seek their fortune in Jakarta. Some urbanities who came to Jakarta bring asset and these are some that did not carry at all, so he does not have a palce to live. Many of the urban use land of another person or riverside to be their home in Jakarta. Riverside areas in Jakrta now is full of wlild settlement that should not be established for residential. Is it true that 100% the cause of flooding in Jakarta because of the existing settlements on the edge of the river and also the waste discharged into river AbstrakKota Jakrta di anggap oleh banyak orang khusunya kaum urban sebagai surganya dalam mencari rejeki, sehingga kaum urban dari berbagai propinsi banyak yang datang ke Jkarta untuk mencari keberuntungan di Jakarta. Kaum urban yang datang ke Jakrta ada yang membawa modal dan ada juga yang tidak mebawa sama sekali, sehingga ia tidak mempunya tempat tinggal. Banyak kaum urban yang menggunakan tanah orang lainataupun pinggiran sunagi untuk dijadikan rumah tinggalnya di Jakarta. Daerah pinggiran sungai di Jkarta sekarang ini penuh dengan pemukiman liar yang seharusnya tidak boleh dijadikan sebagai pemukiman . Apakah benar 100% penyebab banjir di Jakarta karena pemukiman liar yang ada di pingiran sungai dan juga sampah-sampah yang dibuang ke sungai
PERANCANGAN BAJU RENANG PENGAPUNG UNTUK PELATIHAN BERENANG BAGI ANAK BERUSIA 4-6 TAHUN
AbstractSwimming is one kind of water sport which is fun and has many benefits for children. Some of benefits are:improving intelengence, strengthening the body\u27s immune system, prevent obesity, and improve kids self-confidence. However , based on the survey result, there are still many childen who are reluctant to swim. Most of children at age 4-6 years are afraid of drowning when they are going to practice swimming for the first time. Not only the fear which was exprienced by children, even the parents often feel worried about the safety of their children at thethe swimming pool.AbstrakBerenang merupakan salah satu jenis olahraga air yang menyenangkan dan memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Beberpa manfaatnya antara lain yaitu : meningkatkan kecerdasan, memperkuat daya tahan tubuh, memcegah obesitas, dan meningkatkan rasa percaya diri. Akan tetapi, berdasarkan hasil survey , masih banyak anak yang enggan berenang. Sebagian besar anak pada usia 4-6 tahun merasa takut tenggelam ketika pertama kali akan berlatih berenang . Tidak hanya rasa takut yang dialami anbak, bahkan orangtua seringkali merasa khawatir akan keamanan anak di kolam renan
SENI DAN DESAIN YANG MINIM PENELITIAN
AbstractIn short this book is called " visualizing reserach". The book \u27s content is how to learn to make a research, especialy in Art and Design studies. The introduction of the book, aims to guide postgraduate students in Art and Design through the research process, an it might be used in conjuction with a formal study programme.This book explains how to make a rsearch in master to do doctoral level, from the storage of development until implementation of a research process. The most important points from this book are that every researcher must require three things: Passion, self-confidence, and method AbstrakSecara singkat buku ini disebut sebagai " memvisualkan penelitian" . Buku ini membahas bagaimana belajar dalam suatu penelitian, khususnya di bidang Seni dan Desain. tujuan yang tercantum dalam pengantar buku ini adalah untuk memandu para peserta didik pasca sarjana di bidang Seni dan Desain, melalui sebuah proses penelitian dan buku ini juga dapat dipergunakan pada sebuah program syudi formal. Buku ini menjelaskan bagaimana membuat sebuah penelitian dari ingkat magister (S2) hingga doktoral (S3) Seni dan Desain. Dari tahap pengembangan hingga tahap penerapan dari sebuah proses penelitian
THE TRANSFORMATION OF HOUSES IN KAUMAN YOGYAKARTA SETTLEMENT AS A FORM OF CULTURAL STAGES
AbstrakManusia menerima alam dengan segala kondisinya karena memang bukan manusia yang menciptakan alam, namun dengan akalnya manusia mencari pemecahan masalah dari berbagai persoalan hidup sehari-harinya dan berusaha mengendalikan alam agar sesuai dengan keinginannya.Bangunan dalam pemukiman Kauman Yogyakarta mengalami pergeseran dan perubahan bentuk, yang menurut teori Peursen terjadi dalam tiga tahap kebudayaan, yaitu tahap mistis ( alam pikiran), tahap ontologis dan tahap fungsionil. Selama peradaban manusia berlangsung selalu tampil dalam sebuah kebudayaan, sebagai hasil budi daya akal manusia terhadap suatu perubahan peradaban atau perubahan jaman. AbstractHuman received nature with all of it\u27s condition because it was not human who created nature , but with their intelligence human seeked for resolution of their various everyday life\u27s problems and tried to control the nature for their own desire. The building on Kauman Yogyakarta settlement had experecienced shifts and alterations to it\u27s form, with according to the the Peursen\u27s theory happened in three cultural stages, the mystical stage ( the mind), the ontological stage and the functional stage
RANCANGAN KEBAYA CASUAL UNTUK PEREMPUAN URBAN BERDASARKAN KEBAYA TRADISI BETAWI
AbstractAs a capital city and part of global now, Jakarta make consequence and cultural influence for the urban society, the fast influence can be look at the fashsion. The came of popular culture with the tradition background finally make the abstrud of the tradition culture itself, because by a half and instan adoption the tradition knowledge with hegemoni all the items Abstark Jakarta sebagai Ibukota negara dan bagian dari masyarakat global di masa kini memberi konsekuensi dan pengaruh pada budaya masyarakatnya. Pengaruh paling cepat sangat terasa pada perkembangan fesyen yang terjadi dalam masyarakat urba
PENCIPTAAN COSPLAY TOKOH WAYANG \u27LIMBUK\u27 UNTUK SENI PERTUNJUKAN URBAN DI JAKARTA
AbstractIn general beginner-level cosplayer and common people think that in cosplay events, cosplayers pklay as fictional and non-fictional characters from America or Japan. However, a similar event charged this perception somewhat. In Hellofest, cosplayers not only play as characters from Japan or America, but also from Indoensia. In this event, one can find cosplayers posing as characters inspired from wayang talesOf Course, this changes the principal meaning of cosplay itself. Cosplay is the art of playacting, not unlike theatre, as in cosplay can be considered as a part of urban art. To popularize this urban event, the wayang character "Limbuk" was created. This serves not only as a critic for cosplay in general, but it also serves as a solution for cosplayers with rotund bodies who are concerned with their body shapes. It also helps preserve the wayang tradition in this globalization era, while introducing this female punakawan to the peopleUsing qualitative reserach method with the grounded theory and phenomenology approaches, as well as supported by several theories, such as the post-modern theory, the writers tried to conceptualize the cosplay of the awayang character " Limbuk" for theatrical shown in Jakarta. The process itself is not so different from fashion designing in general AbstrakPada umumnya cosplayer pemula dan masyarakat awam hanya mengetahui bahwa dalam acara cosplay, cosplayer menampilkan karakter fiksi dan non fiksi dua dimensi dari Jepang atau amerika ke dalam bentuk tiga dimensi. akan tetapi , melihat seuah fenomena acara sejenis yang berbeda, mengubah pemikiran mengenai cosplay. acara tersebut adalah Hellofest, di mana para cosplayer mengenakan kostum dan dandanan karakter dari Jepang atau Amerika tetapi juga dari Indonesia. Di acara ini, dapat ditemui para cosplayer mengenakan kostum dan dandanan yang terinsipirasi dari tokoh pewayangan.Ini tentu saja mengubah pemahaman mengenai cosplay itu sendiri. Cosplay adalah seni bermain peran seperti layaknya teater, karena bagimanapun juga dalam acara cosplay terdapat kabaret yang diikuti oleh tim-tim cosplayer. Jadi tidak heran kalau cosplay merupakan bagian dari seni pertunjukan urban. Untuk meramiakan acara seni pertunjukan urban ini, maka dibuatlah penciptaan tokoh wayang Limbuk. Ini di samping sebagai kritik terhadap cosplay pada umumnya, juga sebagai solusi bagi cosplayer bertubuh gemuk, agar bisa ikut bagian dalam acara cosplay tanpa harus khawatir dengan bentuk tubuh. Di samping ini juga memlestarikan pewayangan di era globalisasi ini. Selain ini juga memperkenalkan dan mengapresiasi tokoh punkawan wanita ini kepada masyarakat.Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory dan fenomenologi, serta didukung dengan berbagai teori seperti teori postmodern, penulis mencoba membuat konsep penciptaaan cosplay tokoh wayang " Limbuk" untuk seni pertunjukan di Jakarta. Untuk proses penciptaaan cosplay karakter ini tidak jauh berbeda denga yang dilakukan desainer fashion pada umumny
PEMAKNAAN BATIK DALAM BAHASA BUDAYA, BAHASA SENI RUPA DAN BAHASA INDUSTRI DALAM PERKEMBANGAN BATIK MASA KINI
AbstractIn the modern era, the development of batik is so advanced, due to achieve in value that had been sacred value to the profan value. Of batik , is just not only for cloths . For clothing, the development batik no longer just a clasic batik. On behalf on consumer demand. There are many emerging varied of patterns and new colors. In each has it on interest and its market share. Now days, the clothes of batik has penetrated the wolrd of batik industry which include the world of interior, products and architecture.Batik , in its early development, has only cultural languange. The next era is growing. The more invisible different between the hight art batik and batik with more valuable in skill/ craft that makes batik coverege in languangue arts.Progress toward must be make batik as industry languange. There is a differ meaning of batik as paart of the industrial design that are involve in the production process technologyThis paper is a discource for a more in - that reserach in the future. The method use is discourse analisys. In the case is priority of a criticall observation and appropriate literature.Shift meaning of batik in industry does not mean ignore the meaning batik in languange culture and languange arts. The three complement interpret the developmnet of batik is happening each other.Both , batik makers and batik lovers be understood batik into free meaning correctly. A through understanding of batik will be a basic of viewing the development of batik in the future. In order of of avoid ambiguity, confusion or even perception as the owner of batik which in the ancestral heritage. AbstrakDi era modern ini, perkembangan batik sudah sedemikian maju, akibat pergerseran nilai yang tadinya bernilai sakral menjadi profan. Nilai profan batik juga tidak lagi hanya mencakup sebagai sandang. Sebagai sandang, perkembangan yang terjadi , batik tidak lagi hanya berupa batik klasik/pakem. Atas nama permintaan konsumen maka banyak bermunculan motif dan warna baru yang variatif. Masing-masing memiliki kepentingan dan pangsa pasarnya sendiri. Perkembangan yanga ada sekarang, kiprah batik sudah merambah dunia industri yang mencakup dunia interior, produk dan arsitektur. Menurut perkembangan batik yang ada. di awal perkembangannya batik hanya memiliki bahasa budaya . Selanjutnya jaman semakin berkembang, semakin terlihat perbedaan antara batik yang bernilai seni tinggi dengan batik yang bernilai kriya (craft) sehingga batik tercakup dalam bahasa seni rupa. Perkembangan menuju industri yang lebih luas menjadikan batik harus berbahasa industri, di mana terdapat pemaknaan yang lebih dalam tentang batik sebagai bagian dari industri desain yang sudah melibatkan teknologi dalam pembuatan produksinya.Tulisan ini merupakaj sebuah wacana untuk menuju penelitian yang lebih dalam di masa depan. Metode yang dgunakan adalah discouse analissis ( analisis wacana), dalam hal ini mengutamakan pengamatan kritis dan kepustakaan yang memadai.Pergeseran makna batik dlaam bahasa induiustri bukan berarti menafikan makna batik dalam bahasa budaya dan bahasa rupa ketiga nya saling melengkapi untuk memaknai perkembangan batik yang terjadi sekarang ini. Terhadap kondisi ini , baik pelaku, pecinta dan penikmat batik seharusnya bisa memahaminya dengan benar. Pemahaman yang benar akan menjadi dasar dalam melihat perkembangan batik di masa depan agar tidak terjadi kerancuan , kebingungan atau kesalahan persepsi yang berakitan fatal sebagai pemilik batik yang merupan warisan nenek moyang
SENIRUPA WAYANG KULIT DAN PERKEMBANGANNYA
AbstractWayang or shadow pippet is a tradional art that exists in SOutheast Asia. According to research experts, teh world \u27wayang\u27 was derived from the Javanese language, which means \u27shadow\u27 . Wayang involved with various domains of art. The development of Javanese wayang art produced detailed and complex beauty. wayang is used to express differnt things. Through ages, wayang had embodied the flow of ideas in the form of images. AbstrakWayang adalah kesenian yang hidup di Asia Tenggara . Menurut penelitian para ahli, \u27wayang \u27 berasal dari bahasa Jawa yang bebarti \u27 bayang-bayang\u27. Budaya wayang melibatkan berbagai ranah seni, terutama seni rupa. Perkembangan senirupa wayang Jawa, menghasilkan keindahan yang detail dan kompleks. Seni rupa wayang dipakai untuk mengekspresikan berbagai hal. Pada tiap zamannya senirupa wayang menampilkan aliran gaya seni untuk mewujudkan gagasan dalam bentuk gamba
PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ORNAMEN BAGAS GODANG DAN SOPO GODANG
AbstractThe objective of traditional carved object use at home, gateway , building and other equipments that tended to iniatate or copy the old model and had not any clear objective, would not absolutely support the improved creativity, but if it was intended to make new creation although it was derived from the old and original aesthetical element, it could move to the decoration of Mandailing in North Sumatra, as an effort of preservation and further formation. The progressive advance of knowledge, technology, and information have changed the human\u27s thingking pattern , and it would affect the existence of the traditional art of decoration, particularly in the building art. In general , in was found oftenly the traditional art of decoration of Mandailing in the building art of custom and traditional houses. Abstrak Tujuan penggunaan ukiran ragam hias tradisional pada rumah, gapura, gedung dan perlengkapan kegiatan tersebut menjurus kepada peniruan atau penyalinan bentuk lama, tanpa kejelasan tujuan , tentulah hal ini kurang mendukung kemajuan suatu kreativitas. Tetapi bila kegiatan tersebut menjurus kepada usaha pencipataan kreasi baru sekaligus ciptaannya bertolak dari dasar unsur estetika lama dan asli, maka kegiatan tersebut dapat bergerak ke arah perkembangan yang di harapkan . Para peneliti ini membahas seni ragam hias tradisional Mandailing di Sumatera Utara, sebagai upaya pelestarian, informasi sebagai tindak lanjut,. Kemajuan ilmu, teknologi dan informasi telah merubah pola pikir manusia , hal ini mempengaruhi akan keberadaan seni ragam hias tradisional. Sehubung dengan , yang demikian keberadaan seni ragam hias mengalami perubahan dan kendala,terutama dalam seni bangunan, seni ragam hias tradisional Mandailing pada umumnya banyak yang terdapat pada seni bangunan rumah adat dan rumah tradisional