Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    339 research outputs found

    SIGN SYSTEM DI LINGKUNGAN KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI

    No full text
    AbstractThe role of the sign system is very important in providing information we need of a sign system outside the building in the neighborhood Triskati University to give description on location of place with clear, informative and interesting. Inside the campus A University of Triskati consist of several building including building Rectorat, faculty of Electrical building, Faculty of Law, Faculty of Engineering Machinery, Petrolium and Faculty of Art and Design and the other public fasility available. among other Bank BNI 46, Bank Mandiri , Bank Rakyat Indoensia, Post Office, Bank DKI , Toko Gunung Agung, four wheel vehicle parking area, two wheeler and other facilities. The perfect sign system would have a positif impact for user of the sign system including faculty, student, administration and general public. AbstrakPeranan sistem tanda membawa dampak yang sangat penting, dalam memberikan informasi, maka diperlukan sistem tanda luar bangunan di lingkungan Universitas Trisakti untuk dapat memberikan keterangan tempat maupun lokasi dengan jelas, informatif serta menarik . Di dalam lingkungan Kampus A Universitas Trisakti terdiri dari beberapa gedung antara lain gedung Rektorat, gedung Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Mesin, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik Industri, Fakultas Mesin, Fakultas Perminyakan serta Fakultas Seni Rupa dan Desain juga fasilitas umum lainnya. Fasilitas umum yang tersedia anatar lain Bank DKI 46, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Kantor Post , Bank DKI , Toko Gunung Agung, area parkir kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua serta fasilitas lainnya. Sistem tanda yang sempurna membawa dampak yang positif bagi pengunan diantaranya dosen, mahasiswa, administrasi, maupun masyarakat umu

    MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI ESTETIKA SENI HIAS DAN TATA LETAK PURA JAGATNATHA DI JEMBRANA BALI: DALAM KONTEKS KEHIDUPAN KERAGAMAN MASYARAKAT HINDU BALI

    No full text
    Abstract The art of decoration of Pura Jagatnatha that was found in Jembrana bali was an aesthetical symbol that made the pura which the meaning was a mount interpreted as source of prosperity. Its display created some questions of philosophical concepts of art decoration, glory, unique, and characteristic, and relation between the setting of pura and the real life of Balinese Hindu people. Pura describes three peaks of the big time of Balinese art of decoration; ancient Bali with the Balinese Character, the big time of Gelgel kingdom with its calsical things, and the currentcharacter with its Western influences. The art of decoration of pura have the aesthetical principles, function, related to personal, social, and physical functions. Style was related to formal arrangement that consisted of intelectual, biomorphical, and aesthetical arrangements. Fantasy style was related to the divinities, folklores, and stories of giants world. The meaning assesment told that Balinese refractional bias of Pura Jagatnatha was beautiful and had the core of symbolic meaning AbstrakSeni hias pura Jagatnatha di Jembrana Bali adalah simbol estetik yang menjadikan pura bermakna gunung sebagai sumber kesuburan. Tampilan yang memunculkan pertanyaan tentang konsep filosofi seni hias, kemegahan, keunikan, dan karakteristik, serta hubungan tata letak pura dengan kehidupan masyarakat Hindu Bali. Pura menggambarkan tiga puncak kejayaan seni hias Bali, yakni masa Bali kuno sampai diketemukan karakter kebalian, masa keemasan kerajaaan Gelgel dengan klasiknya, dan karakter kekinian dengan pengaruh baratnya. Seni hias pura berpegang pada prinsip estetika, yakni : fungsi, menyangkut personal, fungsi sosial dan fungsi fisik. Gaya , menyangkut gaya sususnan formal, yakni susuanan intelektual, biomorfis, dan gaya susunan estetik. Gaya fantasi menyangkut cerita kadewatan, cerita rakyat, dan dalam alam buta . Kajian makna menyebutkan bahwa seni bias Pura Jagatnatha Bali selain indah makna simbolik menjadi inti pura tersebut

    KONSEP SIMBOLIK PADA LUKISAN WAYANG GAYA KAMASAN DIKAITKAN DENGAN KONTEKS ARSITEKTUR BALI

    No full text
    Abstract The inspiration to utilise the wayang painting as a decorative element in public buildings have caught the attention of designers, however their and the society\u27s understanding of the symbolic meanings of classical art as one of the local genius inheritance needs also to be socialised and increased. The placement of wayang painting in the Kamasan style on traditional Balinese houses is based on the placement concept that contains sacred and symbolic values. This research has used descriptive qualitatitave method, with observation, interview and literature studies being the main research technuque employed to gather data and information neede. In the scholarly workof design and architecture, it is important to bring give live, symboligive live, symbolic and meaningful artifacts with conditioning the placement of wayang paintins is a placement concept in the Utama/Main section and in the Madya /middle section of the building. The wayang painting that is laden with moral meanings is a sacred guidance for a king ( Klungkung) to role Abstrak Insiprasi pemakaina lukisan wayang sebagai elemendekoratif pada bangunan publik telah mendapat perhatian para desainer , tetapi pemahaman para desainer dan masyarakat tentang makna simbolik dari seni rupa klasik sebagai salah satu warisan adi luhung tersebut juga perlu ditingkatkan dan disosialisasikan. Tata letak lukisan wayang gaya (style) Kamasan pada bangunan tradisional Bali, berlandaskan pada konsep tata letak yang mengandung nilai sakral berlandaskan pada konsep tata letak yang mengandung nilai sakral dan simbolik. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif deskriftif, dengan teknik penelitian utama yang digunakandalam mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan , seperti pengamatan, observasi , dokumentasi, wawancara dan kepustakaan.Dalam keilmuan desain dan arsitektur penting menghadirkan artefak yang hidup, simbolik dan bermakna dengan mengkondisikan peletakannya secara kontekstual. Temuan penelitian ini bahwa tata letak lukisan wayang adalah konsep tata letak pada bagian Utama/ Atas dan bagian Madya /Tengah bangunan berkaitan antara cerita, figur dengan fungsi dan bentuk bangunannya. Lukisan Wayang yang sarat akan makna moral merupakan pedoman luhur bagi seorang raja ( Klungkung) bagaimana seharusnya bertindak.

    PENGARUH WUJUD KEBUDAYAAN SUKU DI INDONESIA TERHADAP LAY OUT DALAM RUMAH TINGGAL: STUDI KASUS PENERAPAN WUJUD BUDAYA SUKU MENTAWAI DI RUMAH ADAT UMA

    No full text
    AbstractMentawai tribe is one of tribe s occupying the terittory of Indonesia precisely in the Mentawai Islands is located approximately 100 km to the west coast of sumatra Island, is comprised of 40 islands, large and small. The extent of thi km2. Kepulauan 6700 including the duistrict of Padang Pariaman ( West Sumatra ) . The rate of po[ulation growth is very slow because death rate continues grow.</p><p>Their lives are dirrectly nature, that do not have a permanent place to live and work. Their favorite came into the jungle and collect fruits to change to the merchant. Make the boat is their favorite. also make weapons for hunting and fishing. Farming is a job that is very limited.Mentawai tribe have confidence animism, believing that the spirit of man, animals and plants, this tribe believes if all living things have a spirit. Mentawai tribe and Lia do a lot Punen which basically aims to strengthen the relationship among the ancestors and continue teaching. Each activity Punen and Lia made an application form Kaltag Tibal culture and influence directly to lay out secsra custom homes, because events and Lia diselengagarakan Punen custom homes in the area both inside and outside. AbstrakSuku Mentawai meryupkan salah satu suku yang menempati wilayah Indonesia tepatnay di Kepulauan Mentawai terletak sekitar 100 km di sebelah Barat pantai pulau Sumateras, terdiri dari 40 pulau , besar dan kecil . Luasnya 6700 km2 . Kepulauan ini termasuk wilayah Kapubaten Padang Pariaman ( Propinsi Sumatera Barat ) . Laju pertambahan penduduk sangat lambat karena angka kematian terus bertambah.Hidup mereka langsung dari alam, sehingga tidak punya tempat tinggal dan pekerjaan tetap. Kesukaan mereka merotan ke rimba dan mengumpulkan buah-buahan untuk dibarterkan  kepada pedagang. Membuat perahu merupakan kegemaran mereka. Jugamembuat persenjataan untuk berburu dan memancing . Bertani merupakan suatu pekerjaan yang sangat terbatas.Suku Mentawai memiliki kepercayaan Animisme, yaitu percaya kepada roh manusia, hewan dan tumbuhan, suku ini menyakini jika semua makhluk hidup memiliki roh. Suku Mentawai melakukan banyak Punen dan Lia yang pada dasrnya bertujuan untuk mempererat hubungan diantaranya dan meneruskan ajaran nenek moyang . Setiap kegiatan Punen dan lia yang dilakukan merupakan aplikasi wujud kebudyaan suku Mentawai dan berpengaruh secara langsung kepada lay out rumah adat , karena acara Punen dan Lia diselengarakan di area rumah adat, baik di dalam maupun di lua

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN DESAIN PADA DESAIN ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR

    No full text
    AbtractThe progress of big cities in Indonesia is developing very rapidly. Therefore facilities run by goverment and private institution complete to beautify public facilities with excellent architectural and iterior designs.On the other hand, competition among architectural and interior design as well as construction service are very competitive in this globalization era. consequently, the demand of professional designers are badly meeded by both goverment and private institution. Thus a project of architecture  or interior desing always need a good plan to meet various cases which may arise sistematically.Design is an answer for all things connected to careful planing to produce the ultimate design complying with the clients " expectation"Management design is defined as arranging things while design is defined a cretaing things. Abstrak Perkembangan kemajuan di kota-kota besar di Indonesia cukup melaju dengan cepat oleh karena itu fasilitas penyediaan sarana dan prasarana yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta berlomba-lomba untuk mem[ercantik fasilitas bangunan tersebut dengan desain-desain bangunan arsitektur dan desain interior yang lebih baik. Di sisi lain pada era globalisasi ini dunia usaha jasa konstruksi dan desain arsitektur dan desain interior mendapat persaingan yang cukup signifikan. Oleh karena itu kebutuhan akan tenaga terampil ( profesional) semakin banyak dibutuhkan oleh instansi pemerintah maupun swasta. Karena itu sebuah proyek desain arsitektur ataupun deain interior selalu membutuhkan suatu perencanaan sebagai bentuk upaya untuk menangani segala macam permasalahan yang timbul denga cara sistematis dan prakti

    KAIDAH SEMIOTIKA PADA FURNITURE POSTMODERNISME

    No full text
    Abstract Designing postmodernism product more produces form that purpused to local elements, sfecific, individual, associative , and aesthetic and avoid mass -produce orientation, rational and stiff. It was also in designing furniture. After design processing based on culture reality, cretaing postmodernism furniture are also followed by semiotic meaning. Without ignoring function, the aim of designing process is dominated by form exploring. Development of postmodernism furniture is caused by development of society perspective that purpused to plurality in many fields. material invention are followed by inventing in manufacturing technology, structure, applying texture and color are also become supporting element of birth of postmodernism furniture. That mindset causes some furniture more reach from than function.Postmodernism furniture negless costumer and commercial aspects. So, those design are subjective, irrational, emotional, and expressive. It visualizes uniquely, unnusual, and starnge AbstrakKegiatan perancangan produk yang mengandung nilai-nilai postmodernisme sangat menghindari bentuk-bentuk yang mengarah ke mass -produce orientation, rasional, dan kaku tetapi lebih memilih mengajukan unsur lokal, spesifik, individual, dan asosiatif serta estetika sebagai pertimbangan utama. Begitu juga dalam perancangan furniture-nya. Furniture postmodernism diciptakan dengan bahasa ungkapan semiotika setelah melalui suatu proses perancangan yanng didasari oleh realita budaya pada jamannya. Dominasi eksplorasi bentuk ( Tanpa mengesampingkan fungsi) merupakan tujuan dari proses perancangannya. Berkembangnya furniture postmodernisme disebabkan oleh semakin berkembangnya pola pemikiran masyarakat yang semakin mengarah ke pluralistik dalam berbagai bidang. Perkembangan material, teknologi manufacturing , struktur dan aplikasi tekstur serta warna juga menjadi faktor pendukung laiinya furniture postmodernisme. Dasar pemikiran tersebut menyebabkan beberapa jenis furniture lebih mengutamakan nilai bentuk dibandingkan nilai fungsinya.Furniture post modernisme tidak memperhatikan aspek konsumen serta jauh dari pertimbangan komersial. Hasil yang didaptkan lebih bersifat subyektif, irrasional. emosional, dan ekspresif , serta terkadang bentuk akhir yang dihasilkan secara visual, tidak lazim , dan ane

    HUBUNGAN ANTARA DISPLAY DENGAN KEPUTUSAN MEMBELI PADA TOKO MAINAN ANAK-ANAK YANG BERLOKASI DI MAL-MAL , DI JAKARTA BARAT

    No full text
    AbstrctThe important role of display is " attractiveness" that is influenced by six design elements, which are line, form, size, texture , colour, and lighting. Thi sresearch study about the relationship on Buying Desicion on Toy Stores by taking sampling at malls in West Jakarta. The Benefits of research are to improve and broaden the potential of display as a promotion media, open new employment sources and make it more simple for the consumer in deciding their choice of products their wish to buy and as an entertaiment media as well. From the results of research, although there is no direct relationship between display and buying decision, there are display\u27s element design containing potential elements to attact buyer interest , which are line, size, texture and lighting AbstrakPeranan penting dari display adalah " daya tarik" yang dipengaruhi oleh enam  elemen desain yaitu garis, bentuk, ukuran, tekstur, warna, dan pencahayaan. Penelitian ini merupakan studi berdasarkan pada hubungan anatara Display dengan Keputusan Membeli yang mengambil sampel pada toko mainan anak-anak di mall-mall di Jakarta Barat. Manfaat penelitian adalah untuk meningkatkan dan memperluas potensial elemen desain dari display sebagai media promosi, membuka sumber lapangan kerja baru serta memudahkan konsumen dalam memutuskan pilihan produk untuk dibeli serta sebagai sarana yang menghibur. dari hasil penelitian ini meskipun tidak ada hubungan secara langsug antara display dengan keputusan membeli, tetapi elemen desain pada display yang bermuatan potensial untuk menarik minat pembeli adalah garis, ukuran , tekstur dan pencahayaan

    UKIYO-E SENI POPULAR ( POP ARTIS) ZAMAN EDO

    No full text
    AbstractThe root of Ukiyo-e can be traced back when urbanization became trend in Japan in 16 century leading the developing of merchans and actors started to write stories and novels, then combinedwith picture painting, called ehon. Ehon is picture book with full illustration  and story. Ukiyo-e also used as Kabuki show poster. The source of inspiration was real life and urban culture in that time. In the beginning Ukiyo-e was only art expression but then became industry which related with literature. In the end Ukiyo-e shifted into literature visualization. Abtrrak Akar seni Ukiyo-e dapat dilacak ketika urbanisasi melanda pada abad 16 yang menuntun perkembangan kelas pedagang dan pelakon yang memulai menulis cerita-cerita atau novel-novel serta lukisan gambar digabungkan dengna ehon, yaitu buku bergambar dengan cerita dan ilustrasi. Juga digunakan sebagai poster pertunjukan Kabuki. Sumber inspirasi gambar Ukiyo-e merupakan benar-benar kenyataan kehidupan dan budaya urban masyarakat Jepang pada masa itu. Pada awalnya Seni Ukyo-e merupakan ekspresi seni rupa belaka kemudian berkembang menjadi industri yang juga mengandung seni sastra. Seni Ukiyo-e bergeser menjadi visualisasi seni sastr

    PENGARUH TAS HERMES TERHADAP GAYA HIDUP SOSIALITA DI INDONESIA

    No full text
    Abstract Needs are natural. or even instinctual , as well basic aspects of human lives, such as the need to eat or drink. On the other hand, whises are "needs" shaped by the environment surrounding a human. There is phenomenon that occurs within Indoensia\u27s community, especially within Jakarta. It is the seemingly increasing obsession of Indoensian women towards handbags of Hermes brand. Many of those women would sacrifice their primary needs to obtain these handbags. According to Fitria yUsuf, the writer of " Hermes temptation" , there are people who would prefer having Hermea handbags to cars, saying that they could use taxi to travel around. The function of this handbags has slowly shiffted from being item storage for women to symbol of social status. The discussion in this journal will focus on how the design of an item can alter an item;s value, using women\u27s handbag of Hermes brand as adn example. AbstrakKebutuhan merupakan hal alamiah , bahkan dapat dikatakan sebagai hal naluriah, serta menjadi aspek paling mendasar dari berlangsungnya hidup dan kehidupan manusia, seperti kebutuhan untuk makan dan minum. Sedangkan keinginan merupakan \u27kebutuhan buatan\u27 yang dibentuk oleh lingkungan yang berara disekitarnya.Fenomena yang terjadi di dalam masyarakat Indonesia, khusunya Jakarta, adalah semakin banyak wanita-wanita Indoensia yang terobsesi dengan tas-tas bermerek Hermes. Banyak yang dari merekla yang rela untuk mengorbankan kebutuhan-kebutuhan pokoknya demi memiliki tas-tas ini. Menurut Fitri Yusup, penulis buku "Hermes Temptation" banyak orang yang rela untuk tidak memiliki mobil dan menggunakan taksi untuk bepergian demi memiliki sebuah tas Hermes. Fungsi tas ini yang awalnya merupakan tempat menyimpan barang kebutuhan , terutama bagi wanita telah bergeser fungsinya menjadi sebuah simbol status sosial. Pembahasan ini lebih menitik beratkan pada bagaimana desain mampu membuat suatu benda memiliki nilai lebih dari yang dihasilkan oleh fungsi aslinya.Dalam hal ini, pembahasan akan difokuskan pada tas-tas yang dipakai oleh wanita buatan Herme

    TINJAUAN KONSEP GREEN DESIGN PADA RADIO MAGNO KARYA SINGGIH KARTONO

    No full text
    Abstractthe idea of Green Design, normally viewed as an environmental-base design, currently become very crucial, especially at this time when we are becoming more conscious about negative impacts of aour recless actions for the nature. Hence , nowadays all designers ate challenged to not only dealing with the aesthtetics and usefulness aspects of an object, but also with the effort to minimize the damaging impacts to our surroundings. Magno Radio is one of Singgih Kartono work -of-art that the distinctive feature of that products is using sonokeling wood, mahogany, sengon, and pines for most of the material parts. Reffering to eco -design concept introduced by Victor Papanek, choices of raw materials, packages of the products and delivery of the products are three points that need to be carefully taken into account in the case of Singgih Kartnono\u27s Magno Radio. It is clearly understood that cutting woods excessively will have potential destructive forces to our nature. Therefore, to avoid this, we need to use material wisely. In implementing Green Design we need to understand that the ultimate goal of that concept is to save our environment and our own lives Abstrak Wacana geren design atau sering diartikan sebagai design yang berwawasan lingkungan atau design yang ramah lingkungan, menjadi sanagat penting belakangan ini terlebih di saat kita semakin menaydari dampak kerusakan lingkungan yang terjadi sebagai akibat perilaku manusia terhadap alam yang kirang bijaksana. Dalam hal ini para desainer kini menghadapi tantangan , bukan hanya memaksimalkan dampak buruk bagi lingkungan tanpa menghabiskan lebih banyak sumber energi. Radio Magno adalah sebuah produk karya Singgih Kartono dengan ciri khas penggunaan material yang terbuat dari kayu sonokeling, mahoni, sengon dan pinus. Ditinjau dari konsep eco design yang dikemukakan oleh Victor Papanek, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada radio Magno tersebut, yaitu pemilihan material/bahan baku, pengemasan/packaging produk, dan pengangkutan/pengiriman produk. Penggunaan kayu yang berlebihan memang berpotensi merusak alam, oleh karena itu diperlukan sikap yang bijak dalam penggunaannya. Kesadaran akan arti pentingnya penerapan wacana green design adalah salah satu usaha untuk menyelamatkan lingkungan dan kehidupan makhluk di bum

    175

    full texts

    339

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇