Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    339 research outputs found

    KAJIAN BUDAYA MINUM KOPI INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRACTCoffee plant was brought in Indonesia during the Dutch colonialsm, which has successfully made Indonesia as one of the main coffee producer in the world today. But Dutch capitalism and world’s globalitation towards Indonesia caused the coffee culture in this country left underdeveloped and only being appreciated by a view people. It felt so ironic if the uniqueness of Indonesian coffee that has spread throughout the globe being unknown to the people of Indonesia itself. This design process aim to introduce the coffee culture of Indonesia message so the Indonesian people can appreciate it more. Important finding is that Coffee culture in Indonesia is heavily influenced by Europe (Italy), Cina, Malay and local culture i.e Java and Sumatra in terms ABSTRAKTanaman Kopi dibawa masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda, yang berhasil membuat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi utama di dunia hingga kini. Namun akibat arus globalisasi dan kapitalisme Belanda yang diterima Indonesia, budaya kopi Indonesia hanya menjadi bagian dari keseharian dan tidak banyak diapresiasi masyarakat lokal. Sungguh sangat disayangkan bila keunikan kopi Indonesia yang sudah mendunia ini tidak diketahui masyarakat Indonesia sendiri. Kajian  ini berusaha untuk mengenalkan budaya kopi Indonesia, sehingga masyarakat awam dapat lebih mengapresiasinya. Temuan penting dari kajian ini adalah budaya kopi yang ada di Indonesia mendapatkan banyak pengaruh dari Eropa (Italia), Cina, Melayu, dan budaya lokal (seperti Jawa, Sumatra, dll); baik dalam hal pengolahan maupun dalam penyajian

    BENTUK DAN FUNGSI ODONG-ODONG DI JAKARTA

    Get PDF
    AbstractOdong-odong is a middle to low urban society means of play and loved by children in dense urban housing area. Odong-odong formally developed in Jakarta, and spread out to other cities. Odong-odong as a means of play is becoming urban economy commodity as temporary entrepreneur and related to design. This research is upbringing odong-odong trend and the g owth of technology usage that give impact in odong-odong\u27s design development in urban society. The aim of this research is to understand the variety of form and function of odong-odong caused by user demandside and to understand the impact of technology development to odong-odong\u27s design, form, and function. The method of this research is qualitative description with design approach. This research is done by design development analysis and odongodong\u27s technology in relation to urban social cultural and economy. The result of this research is 5 (five) main form of odong-odong which are (1) Komedi Putar form, (2)Kereta Api form, (3) Becak form, (4) Kincir form of Wind Mollen, (5) Jungkat Jungkit form. Odong-odong design formed to fulfilled product functions, which are primary function, secondary function, and tertiary function. Form follows function concept is becoming the base of odong-odong and related to product function and need of the user. AbstrakOdong-odong merupakan sarana permainan masyarakat urban kalanganmenengah ke bawah, dan banyak digemari oleh anak-anak di sekitarlingkungan padat perumahan di perkotaan. Odong-odong yang padaawalnya muncul di kota Jakarta, kemudian dalam perkembangannya meluas ke pinggiran kota dan daerah-daerah lain. Sarana permainan odong-odong menjadi komoditi ekonomi masyarakat urban sebagai wiraswasta musiman serta berelasi dengan desain. Penelitian ini mengangkat perkembangan tren permainan odong-odong dan perkembangan pemanfaatan teknologi yang menyebabkan adanya perubahan desain sarana permainan odong-odong yang digemari masyarakat urban di perkotaan. Tujuannya adalah mengetahuiragam bentuk dan fungsi sarana permainan odong-odong yang dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat urban sebagai penggunanya dan memahami pengaruh teknologi dan pemanfaatannya terhadap perubahan bentuk desain dan fungsi sarana permainan odong-odong. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan desain. Dengan pendekatan ini, kajian dilakukan melalui analisis perkembangan desain dan teknologi sarana permainan odong-odong dalam relasinya dengan situasi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat urban. Hasil dari penelitian ini adalah adanya 5 (lima) bentuk utama odong-odong yaitu; (1) Berbentuk komedi putar, (2) Berbentuk kereta api, (3) Berbentuk becak, (4) Berbentuk kincir atau wind mollen, (5) Berbentuk jungkat jungkit. Desain sarana permainan odong-odong dibuat untuk pemenuhan fungsi produk, baik fungsi primer, fungsi sekunder, dan fungsi tersier. Konsep form follows function menjadi dasar desain sarana permainan odong-odong ini, sehingga bentuk berkaitan langsung dengan fungsi dan kegunaan produk untuk mencapai tujuan kegunaan bagipengguna semaksimal mungkin

    PENGAPLIKASIAN RAGAM HIAS BUDAYA SOLO PADA DESAIN INTERIOR DAPUR SOLO DI JAKARTA

    Get PDF
    AbstractNusantara ornament is one of culture activities that requires protection, development and utilization in order to preserve them. Solo has become the center of Javanese culture where the ritual of life at Keraton Solo also became part of everyday life of the surrounding community and this makes Solo culture continued to survive until today.Solo\u27s ornaments had influence from Javanese Hindu with specific meaning and symbolism, and this ornament found on the architecture and interior as decorative part of the building. This is a qualitative research focused on documentating Solo\u27s ornaments application in Dapur Solo Restaurant. The objectives of this research is to support the nation\u27s cultural preservation for nusantara\u27s ornament, well in addition this research is also done to prevent the different meaning of ornaments that does not match its placement. Dapur Solo restaurant has Solo\u27s ornaments that applied inmodern technique as interior elements. The collected data from Dapur Solo restaurant compared with the literature study for Solo\u27s ornament. Some findings found the existence of mismatch of suitability of meaning will be delivered in the conclusion of this study.  AbstrakRagam hias Nusantara merupakan salah satu hasil budaya yangmembutuhkan kegiatan pelestarian berupa melakukan perlindungan,pengembangan dan pemanfaatan. Solo telah menjadi salah satu pusat budaya Jawa Tengah dimana ritual kehidupan di Keraton Solo juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat di sekitarnya dan hal inilah yang menjadikan budaya Solo terus bertahan hingga saat ini. Ragam hias Solo dihasilkan dari pengaruh budaya Hindu Jawa yang memiliki perlambangan dan makna tertentu, dan ragam hias ini dapat dijumpai pada arsitektur maupun interior dari bangunan Solo. Penelitian terhadap ragam hias ini merupakan penelitian kualitatif dengan kegiatan berupa pendokumentasian secara khusus pada Restoran Dapur Solo. Diharapkan aplikasi dari tujuan penelitian yang dilakukan terhadap ragam hias Indonesia sebagai pelestarian dari budaya bangsa dapat tercapai dengan baik selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan terhadap makna ragam hias yang tidak sesuai penempatannya sehingga memiliki arti yang berbeda. Di Restoran Dapur Solo terlihat adanya perpaduan antara ragam hias budaya Solo yang diaplikasikan secara modern pada elemen interior restoran.Sehingga kegiatan penelitian berupa pendokumentasian fokus dilakukanpada aplikasi ragam hias budaya Solo pada interior Restoran Dapur Solo. Dari data yang diperoleh di lapangan selanjutnya hasil pendokumentasiandibandingkan dengan data literatur terhadap jenis ragam hias budaya Solo, beberapa temuan yang dijumpai adanya ketidaksesuaian ataupun kesesuaian makna akan disampaikan dalam kesimpulan dari penelitian ini

    MENELUSURI FENOMENA BILLBOARD HAMPA

    Get PDF
    ABSTRACTThis article examines the billboard phenomenon in Jakarta were confirmed by the Kompas survey (October 29 to 31, 2016) against the benefits of the billboard. Billboards conditions present (2017) is contrast to the 1990s. The development of digital technologies such as double-edged sword and can not be inevitable. On the one hand facilitate human life, but on the other hand lethal for those who are not ready for acceleration. Studies of this article is descriptive - quantitative expose people\u27s satisfaction advertisement billboard in Jakarta. Also society will certainly be an important consideration in making decisions and determine the way forward. This feedback is also very important for the Visual Communication Design profession in monitoring the development of design in the future.ABSTRAKTulisan ini mengkaji fenomena billboard di Jakarta diperkuat dengan hasil survey harian Kompas (29-31 Oktober 2016) terhadap manfaat reklame. Kondisi reklame masa kini (2017) berbeda dengan masa 1990-an. Perkembangan teknologi digital seperti pisau bermata dua dan tidak dapat terelakkan. Di satu sisi memudahkan kehidupan manusia, namun di sisi lain mematikan bagi mereka yang tidak siap akselerasi. Kajian pada artikel ini secara deskriptif - kuantitatif memaparkan kepuasan masyarakat terhadap reklame billboard di Jakarta. Masukan masyarakat tentu menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan dan menentukan langkah ke depan.  Masukan ini juga sangat penting bagi profesi Desain Komunikasi Visual dalam mencermati perkembangan desain di masa mendatang.

    PASAR LEGI KOTAGEDE YOGYAKARTA Perancangan Alternatif Perangkat Jualan di Pasar Legi Kotagede

    Get PDF
    AbstractKotagede market has been established since the 16th century. This market is also often called the legi market, because the peak of the crowd always happens on the days of the lgi market (Legi is the name of one of these in the Java calender). Various kinds of merchandise (commodity merchandise) tools, various live poultry birds such as birds are good at chirping, fodder, plant seeds, knick-knacks accessories household, agate,various traditional medicinal herbs until the furniture can be found in this market. This research is based on the ability to create a product design that can serve to organize the interaction of traders, while also providing an orderly, clean room that still maintains the traditional market identity context. From the results of the identification of market problems taht exist in yard kotagede Yogyakarta market, the researchers found two fundamental problems that exist in the region that is the problem berween the merchant shop and street vendors or “emperan”. The secondexistence of this trader who became the masis of the researcher to create a useful design work for yard legi kotagede Yogyakarta is the creation of trading devices for the traders who do not have a trading room or store, especially for street vendors.  AbstrakPasar Kotagede telah berdiri sejak abad 16. Pasar ini juga kerap disebut Pasar Legi, karena puncak keramaiannya selalu terjadi pada hari-hari pasaran Legi (Legi adalah nama salah satu hari dalam kalender Jawa). Berbagai jenis barang dagangan (komoditas dagangan) yaitu dari sayur-sauran, alat-alat pertanian, berbagai hewan unggas hidup seperti burung yang pandai berkicau, pakan ternak, bibit tanaman, pernak-pernik aksesoris kebutuhan rumah tangga, batu akik, berbagai ramuan obat tradisional hingga mebel dapat ditemui di pasar ini. Penelitian ini didasari untuk mampu menciptakan suatu desain produk yang dapat berfungsi untuk menata tatanan interaksi para pedagang, sekaligus juga memberikan ruang yang tertib, bersih yang masih mempertahankan konteks identitas pasar tradisional. Dari hasil identifikasi persoalan Pasar yang ada di Pasar Legi Kotagede Yogyakarta, peneliti menemukan dua persoalan mendasar yang ada diwilayah tersebut yaitu persoalan antara pedagang toko dan pedagang kaki lima atau “emperan”.Kedua keberadaan pedagang inilah yang menjadi dasar peneliti untukmenciptakan karya desain yang bermanfaat untuk Pasar Legi KotagedeYogyakarta adalah Penciptaan Perangkat Dagang Bagi kalangan Parapedagang yang tidak mempunyai ruang dagang atau toko khususnya bagipara pedagang kaki lima

    MAKNA FILOSOFIS PADA PERUPAAN KEPALA WAYANG CEPAK INDRAMAYU TOKOH PANJI SONGSONG

    Get PDF
    AbstractIndramayu has a diversity of artistic traditions and one of them is Wayang Golek Cepak (rod puppet theatre). Currently, the puppet show is on the verge of extinction due to the lack of support of the community and local government. Meanwhile, if it is traced as the locality, Wayang Golek Cepak is one of the oldest art relics in Indramayu. The evidence has shown the fact about the presence of a puppet artifact which is over300 years old that belongs to a puppeteer, Akhmadi.Wayang Cepak of Indramayu has 7 characters of knight that are called as Panji. They are believed historically as the local hero characters of Indonesia. One of the characters who are considered as sacred by the puppeteers is Panji Songsong. This study focused on the phylosophy meaning and aesthetic value of the last Panji Songsong\u27s form. It was ristricted to the study of the artifact of Panji Songsong\u27s head that still remainsdue to the disappearance of its original identity of its fashion. This study was conducted by using the Concept of East Cultural Aesthetics which included Jakob Sumardjo\u27s Esa Theory and Three Pattern Theory. The analysis from the study concluded that Panji Songsong has sacred meaning of divinity values. In its relation to the concept of aesthetic culture of the East, PanjiSongsong is considered as containing the mystical contents. According to the Three Pattern Theory, each piece of art that has a mystical meaning comes out as the result of the fusion of paradoxical dualism that has been unified in the indistinguishable form. Thus, such condition is thought as the cause of the sacred meaning that Panji Songsong possesses and why the character is frequently used as the intermediary toinvite the ancestral spirits. AbstrakIndramayu memiliki keragaman seni tradisi, salah satunya adalah kesenian Wayang Golek Cepak. Saat ini, kesenian tersebut diambang punah, karena minimnya dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. Sementara jikadirunut secara lokalitas, Wayang Cepak merupakan salah satu peninggalan kesenian tertua yang ada di Indramayu. Terbukti dengan adanya artefak wayang milik dalang Akhmadi yang berusia 300 tahun lebih. Wayang Cepak Indramayu, memiliki 7 tokoh ksatria yang diperankan oleh tokoh Panji. Pada sejarahnya Panji diyakini sebagai pahlawan yang memilikikarakter lokal Indonesia. Salah satu tokoh Panji yang paling disakralkan oleh para dalang adalah Panji Songsong. Penelitian ini menitikberatkan pada makna filosofis dan nilai estetis perupaan Panji Songsong, dengan batasan hanya mengkaji kepala artefak Panji Songsong yang masih utuh, karenaidentitas busana sudah hilang keasliannya. Penelitian ini dikaji menggunakan Konsep Estetika Budaya Timur yang di dalamnya mencakup Teori Esa dan Teori Pola Tiga Jakob Sumardjo.Bedasarkan analisa, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Panji Songsong memiliki makna sakral yang di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan. Berkaitan dengan Konsep Estetika Budaya Timur, Panji Songsong dianggap membawa hal yang mistis. Pada Teori Esa dan Pola Tiga, setiap benda seniyang memiliki makna mistis tersebut hadir dari peleburan paradoks dualisme, menjadi satu kesatuan bentuk tanpa pembeda pada perupaannya. Hal tersebut yang menjadikan tokoh Panji Songsong memiliki makna sakraldan kerap dijadikan sebagai perantara untuk mendatangkan roh-roh leluhu

    PENGARUH ISLAM PADA BENTUK ORNAMEN UKIRAN ‘ITIK PULANG PATANG’ SUMATERA BARAT

    Get PDF
    ABSTRACTCarving is decorative ornament on a side. For the ancestors of Minangkabau people, every side that carved is artwork that hass special meaning. That meaning can not be separated from indigenous and natural philosophy were embraced by the Minangkabau people. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah is a reflection that Islam is a falsifies religion for the Minangkabau people. Nowadays more and more people who think carvings solely displayed as decoration complements. This research took one type of engraving the most typical of West Sumatra, namely Itik Pulang Patang. This research uses qualitative to analyze whether there is influence of Islam on the carving. The research results is not a number.The research results showed that Itik Pulang Patang has meaning where it is based on tradition and the prevailing philosophy in Minangkabau. There is an Islamic education in Minangkabau so that it also affects the shape of carved ornaments Itik Pulang Patang.AbstrakUkiran merupakan ornamen ragam hiasan pada suatu bidang. Bagi nenek moyang masyarakat Minangkabau, setiap bidang yang diukir merupakan karya seni yang bermakna khusus.  Makna tersebut tidak lepas dari adat dan falsafah alam yang dianut oleh masyarakat Minangkabau. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan cerminan bahwa Islam adalah agama penyempurna bagi masyarakat Sumatera Barat. Dewasa ini semakin banyak masyarakat yang menganggap ukiran semata hanya ditampilkan sebagai hiasan pelengkap. Penelitian ini mengambil salah satu jenis ukiran Sumatera Barat yang paling khas, yakni ukiran Itik Pulang Patang. Penelitian ini menggunakan kualitatif untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh Islam terhadap ukiran tersebut. Data hasil penelitian tidak berupa angka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukiran Itik Pulang Patang memiliki makna di mana hal tersebut berdasarkan pada adat dan falsafah yang berlaku di Minangkabau. Terdapat pendidikan agama Islam dalam adat Minangkabau sehingga hal ini turut mempengaruhi bentuk dari ornamen ukiran Itik Pulang Patan

    EKSPLORASI ANOMALI KARAKTERISTIK MOTIF BATIK KAUMAN BATANG DALAM PERSPEKTIF KAIDAH ESTETIKA SENI RUPA ISLAM

    Get PDF
    AbstractBatik Kauman is produced by the manufacturer at the Kauman Village, Batang. In this region there are only two producers of batik, Batik Rizky and Batik Rudi (Rudi\u27s Batik). The strong Islamic atmosphere of the environment and the producers’s good islamic understanding, had no effect on the motives of batik production. This research proves that the motives of the 14 variants generated by Rizky Batik (“batik cap” and “batik tulis”) there are 4 characters of animals: peacock, spider, phoenix birds and snails. And, Batik Rudi that produces 37 variants, there is 1 fish motif. The visual appearance of the animals is not in the form of a naturalist but already distillation with isen as generally batik motives. As we know that Islam does not only regulate all the systems of worship and our life but also in art. Facts show that consumer tastes are the basic consideration of 2 producer to produce batik. Geographical location (the northern coastal area) formed character into a cosmopolitan society, loudly and openly, so Islam developed in the region is acculturative with local culture, that influences the nature of the production Batik Kauman.AbstrakBatik Kauman adalah batik yang diproduksi oleh para produsen di wilayah Kelurahan Kauman, Batang. Di wilayah itu hanya ada 2 produsen batik, yaitu Batik Rizky dan Batik Rudi (Rudi’s Batik). Kentalnya nuansa Islami di lingkungan tersebut dan pemahaman keislaman produsennya yang relatif baik tidak ada pengaruhnya pada motif-motif batik hasil produksinya. Terbukti bahwa dari 14 varian motif yang dihasilkan oleh Batik Rizky (batik cap dan batik tulis) terdapat 4 karakter binatang yaitu merak,laba-laba, burung phoenix dan bekicot. Sedangkan pada Batik Rudi yang memproduksi batik cap sebanyak 37 varian motif, terdapat 1 motif ikan. Tampilan binatang tersebut tidak dalam bentuk naturalis tetapi sudah distilasi dengan isen-isen sebagaimana umumnya motif pada batik. Sebagaimana diketahui bahwa Islam tidak hanya mengatur segala sistem ibadah dan kehidupan kita tetapi juga dalam urusannya dengan kesenirupaan. Fakta yang terjadi bahwa selera konsumen menjadi dasar pertimbangan produksi 2 produsen batik tersebut. Letak geografis (Pantura) membentuk watak masyarakatnya menjadi kosmopolitan, keras dan terbuka sehingga Islam berkembang di wilayah tersebut sangat akulturatif dengan budaya lokal, dan hal ini ternyata berpengaruh pada karakter hasil produksi Batik Kauman

    PENELITIAN SECANG SEBAGAI PEWARNA ALAMI ROTAN DAN APLIKASINYA PADA PRODUK HOME DECOR

    Get PDF
    AbstractSynthetic colorants (lacquer or nitro-based clear finishes, cellulose acetate butyrate - CAB, polyurethane, acid catalyst clear lacquers, polyester, waterbased colorants, etc) are commonly used to produce colors on various rattan products. Although water based colorants are claimed to be environmentally friendly, but many industry stakeholders still continue using other synthetic colorants due to cost consideration.As an effect, environmental cost is inevitable. Prior experiment shows that natural colorant like sappanwood produce red color on rattan peel, though color adhesiveness is not stable. This re search maintains focus on sappanwood as natural red colorant, but type of rattan is shifted to rattan flat core, presumed to produce higher color adhesiveness and stability. Result of research is applied on home décor products, using small to medium home industry quantity to test the stability and uniformity of colors on one production batch. Future research may use this reference to investigate other natural rattan colorants. Keywords: sappanwood, rattan, natural colorant, red AbstrakProduk rotan pada umumnya diberi pewarna sintetis (NC, Stain, Fancy Colors, pewarna water based, dan lainnya) untuk menghasilkan berbagai macam warna. Walaupun pewarna water based diklaim lebih ramah lingkungan, tetapi masih banyak pelaku industri yang menggunakan pewarna sintetis lainnya karena harganya yang lebih ekonomis, dan akibatnya, pasti ada pencemaran lingkungan. Sesuai eksperimen sebelumnya, pewarna alami seperti secang bisa menghasilkan warna alami merah pada rotan peel (kulit), walaupun daya rekat warnanya belum maksimal. Penelitian kali ini berfokus tetap pada secang, namun jenis rotan sesuai asumsi dialihkan menjadi jenis fitrit agar daya rekat dan ketahanan warna lebih tinggi. Hasil penelitian diaplikasikan pada produk dekorasi/ aksesoris dengan kuantitas produksi kecil-menengah untuk menguji kestabilan hasil pewarnaan pada satu kali produksi.Diharapkan penelitian ini bisa menjadi referensi untuk penelitian pewarnaalami rotan lainnya

    FENOMENA BUDAYA KONSUMERISME PRAKTIS DALAM PERSPEKTF DESAIN PRODUK. (FURNITURE

    Get PDF
    AbstractIn the modern era and the development of technology today, there is a tendency of human activity that are faced with the practical cultural phenomenon in the sense of many human activities are permitted to make ends meet. Human activity will be smooth if it is complemented by the completeness of the activities referred to as "Product". Along with the dense community activities and also the traffic situation, especially in urban areas and as well as the lifestyle of consumerism today, in general, people will think and decide on a purpose / desire him to be practical and fast in determining the specific product. There are a variety of needs and human activities, such as trade/ school / organization / health/ government and so on, of course, will require a product of furniture as the main products to complement the activity within a building. A wide variety of product design and selection of furniture offered by some conventional and modern retail stores, consumers will be free to pick and choose the products that will be purchased in accordance with the visual perception and price instantly AbstrakDalam era modern dan perkembangan teknologi saat ini, terdapat kecenderungan aktivitas manusia yang dihadapkan pada fenomena budaya praktis yang dalam arti aktivitas manusia banyak dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Aktivitas manusia akan menjadi lancar jika dilengkapi oleh kelengkapan aktivitas yang disebut sebagai “Product”. Seiring dengan padatnya aktivitas masyarakat dan juga situasi lalu lintas khususnya di daerah perkotaan dan seiring pula dengan gaya hidup konsumerisme saat ini, pada umumnya masyarakat akan berpikir dan memutuskan suatu tujuan/keinginan yang arahnya bersifat praktis dan cepat di dalam menentukan produk tertentu. Kita mengetahui adaberagam kebutuhan dan aktivitas masyarakat, seperti berdagang/ sekolah/organisasi/kesehatan/ pemerintahan dan sebagainya, tentunya aktivitas tersebut akan membutuhkan suatu product furnituresebagai produk utama untuk melengkapi aktivitas di dalam suatu bangunan. Banyak ragam dan pilihan designproduct furniture yang ditawarkan oleh beberapa toko retail konvensional danmodern, konsumen akan leluasa untuk memilih dan menentukan produk yang akan dibeli sesuai dengan persepsi visual dan harga secara insta

    175

    full texts

    339

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇