Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    339 research outputs found

    KEBERTAHANAN ATAP GONJONG DAN PERUBAHAN ARSITEKTUR DI WILAYAH SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Abstract Rumah Gadang is often referred to as Rumah Bagonjong. The typical gonjong roof and character in accordance with the identity of the people of West Sumatra. At present, many people do not understand the meaning of the gonjong roof. The purpose of this study was to determine and analyze the sustainability of the gonjong roof in West Sumatra by paying attention to the philosophy and symbolic meaning of the gonjong roof itself as seen from its application to the building of modern architecture. The method used is descriptive qualitative which starts from the field. Data and information obtained from the field are drawn from their meanings and concepts through descriptive analytical exposure and without using numbers because they prioritize the process. In the end, this research will reveal the facts, phenomena, and circumstances that occur. The results showed that the gonjong roof was \u27forced\u27 to survive in the midst of modern architectural changes, and this led to a shift in cultural meanings and values which actually threatened the original symbolic values. Rumah Gadang sering kali disebut dengan Rumah Bagonjong. Atap gonjongnya yang khas dan berkarakter sesuai dengan jati diri masyarakat Sumatera Barat. Pada masa sekarang, banyak masyarakatnya yang tidak paham akan makna atap gonjong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kebertahanan atap gonjong di Sumatera Barat dengan memperhatikan filosofi dan makna simbolik dari atap gonjong itu sendiri dilihat dari penerapannya pada bangunan arsitektur modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dimulai dari lapangan. Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan ditarik makna dan konsepnya melalui pemaparan secara deskriptif analitik dan tanpa menggunakan angka karena lebih mengutamakan proses. Pada akhirnya, penelitian ini akan mengungkapkan fakta, fenomena, dan keadaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atap gonjong \u27dipaksa\u27 bertahan di tengah perubahan arsitektur modern sekarang ini, dan hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya yang justru mengancam nilai-nilai simbolik yang masih asli

    WARNA TENUN DOYO SEBAGAI EXPRESI MASYARAKATNYA (TANJUNG ISUY - KUTAI BARAT)

    Get PDF
    AbstractTenun Doyo is a type of woven connective made by a live fibers doyo (Curliglia Latifolia). Doyo is a plant kind of a strong pandanus fibrous and growing wild in the Kalimantan’svillage, such as in Tanjung Isuy, Jempang-West Kutai. Weaving is famous not only forusing a basic source of some natural fibers, but also because it tinged with a natural dye.The research focus on experiment composition a variaton of color based on a naturaldye of West Kutai and new motives or patterns based on the surrounding environment.Used qualitative method that based on Research Through Design method. Design as research is known more as Practice Based Research or Action Research, involvingsystimatic research through practical activity. By using the Practice Based Research,the results could be some new things in infomation form to open the insight, possibilityof forms, process, concept and knowledge. The outcome intended to create the colorsvariantions for the pattern or motive, which comes from the nature objects in WestKutai, so the woven doyo’s colors have had more range and finally they have had manyvarioations. Hopefully, the colors’s variations have the meaning that reflecting the valueand culture of West Kutai in general and villages nearby in particular. The existence ofcolors and motives are expected to revitalise the Dayak Benuaq tribe in West Kutai toincrease the willing for weaving in order that the expertise not extinct and sustainableheredity. It can maintain the Tanjung Isuy local indigous and increase the communityproductivity.  AbstrakTenun doyo merupakan jenis tenun ikat berbahan serat daun doyo (Curliglia latifolia). Doyo adalah tanaman jenis pandan yang berserat kuat dan tumbuh liar di pedalaman Kalimantan, diantaranya di desa Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat. Tenun doyo tidak hanya terkenal karena menggunakan bahan dasar serat alami, namun juga karena diwarnai dengan pewarna alami. Penelitian ini fokus pada eksperimen komposisi variasi warna berdasarkan pewarna alami dari Kutai Barat sendiri dan motif baru berdasarkan lingkungan sekitarnya. Menggunakan metode kualitatif di mana metode research through design menjadi dasarnya. Design as research lebih dikenal dengan nama practice based research atau action research, melibatkan riset sistimatis melalui aktivitas praktis. Di manahasilnya dapat merupakan hal-hal baru dalam bentuk informasi untuk membuka wawasan, kemungkinan bentuk-bentuk, proses, konsep, dan pengetahuan. Hasil penelitian ditujukan untuk membuat variasi warna-warna bagi motif yang bersumber dari objek-objek alam di Kutai Barat, sehingga warna tenun doy

    ANALISIS BESARAN SIRKULASI PRAMUSAJI DAN PENGUNJUNG PADA AREA MAKAN KANTIN FSRD KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI

    Get PDF
    AbstractCanteen almost always exist in all campus in Indonesia, usually canteen become place to gather for any students, lecturers and another staffs. Activities usually do inside canteen is order, take, pay and seat. To become a good canteen must have facility that suffice from comfort, layout, till circulation of the user’s motion in canteen. Therefore need standardization magnitude of space in canteen to run accord to function.Magnitude of space is place for human activities with some considerations which include person, anthropomorphic person (ergonomic), person quantities, activity, facility and circulation theory which include circulation type, circulation requirement, circulation pattern and circulation system demand. On the basis of that theory this writing is made to know and analytics whether the facilities in the canteen are adequate. From the result of the research, it can be concluded that at the FSRD canteen, the distance between counter, human distance and furniture and insufficient food activity. Therefore, it is necessary to adjust the zone of food and beverage counter area to maximize the area of the cafeteria so as to increase the human comfort that is in the canteenKeywords: canteen, magnitude of space, circulation AbstrakKantin pada umumnya adalah sebuah tempat khusus yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli ditempat. Kantin hampir selalu ada di setiap kampus di Indonesia, biasanya kantin menjadi tempat berkumpul bagi para mahasiswa, dosen, dan staf lainnya. Aktivitas yang biasa dilakukan di dalam kantin adalah pesan, ambil, bayar, dan duduk. Untuk menjadi kantin yang baik harus memiliki fasilitas yang memadai baik dari segi kenyamanan, tata letak, hingga sirkulasi gerak pengguna pada kantin. Untuk itu diperlukan standarisasi besaran ruang pada kantin agar berjalan sesuai dengan fungsinya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, serta teknik analisa data pendekatan kualitatif. Besaran ruang merupakantempat beraktivitas manusia dengan sejumlah pertimbangan yang mencakup pelaku, besaran antropomorfik pelaku (ergonomi), jumlah pelaku, aktivitas, fasilitas dan teori sirkulasi yang meliputi jenis sirkulasi, syarat sirkulasi, pola sirkulasi, serta tuntutan sistem sirkulasi. Berdasarkan aspek-aspek tersebut dijadikan dasar dari penelitian untuk mengetahui dan menganalisis apakah fasilitas dalam kantin tersebut sudah memadai. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pada kantin FSRD Universitas Trisakti, sirkulasi utama, jarak antar counter, jarak manusia, dan furnitur serta aktivitas makan belum mencukupi. Untuk itu diperlukan adanya pengaturan zona area countermakanan dan minuman agar dapat memaksimalkan area pada kantin tersebut sehingga menambah kenyamanan pengguna yang berada dalam kanti

    REKONSTRUKSI WARUNG ROKOK KAKI LIMA: MENGEMAS POTRET BUDAYA ASLI MASYARAKAT JAKARTA DALAM MEDIA BARU

    Get PDF
    AbstractThe phenomenon of street stall vendors has become an inseparable part of the built environment of cities in Indonesia, especially Jakarta as a metropolitan city. The existence of stalls, although already part of the history of trade in Indonesia, eventually grew to become not just a means of trade and economy but also a social and cultural media of the city. The research team will explore in how the existence of street stalls,especially cigarette stalls commonly found in Jakarta affect the city’s public space. Mapping typology of cigarette stalls is obtained from quantitative data analysis resulted from survey to certain number of stalls responders. The result of the analysis helps concept design development that reconstruct existing warung typology into an alternative solution in the form of a cigarette shop design concept that is expected to be an input for the relevant government agencies, as well as for business owners to develop a more viable business media and not disturbing the aesthetics of the city.  AbstrakFenomena warung pedagang kaki lima telah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari lingkungan binaan kota-kota di Indonesia, terutama Jakarta sebagai kota metropolitan. Keberadaan warung walaupun sudah menjadi bagian dari sejarah perdagangan di Indonesia pada akhirnya tumbuh menjadi bukan hanya sekedar sarana perdagangan dan ekonomi namun juga menjadi media sosial dan budaya kota tersebut, dengan adanya kemajemukan fungsi yang menjadi karakteristik urbanisasi di kota besar. Tim peneliti akan mengupasbagaimanakah keberadaan warung kaki lima khususnya warung rokokyang umum dijumpai di Jakarta mempengaruhi struktur ruang publik kota.Pemetaan tipologi warung rokok diperoleh dari analisa data kuantitatif yang dihasilkan oleh survey terhadap responden warung dalam jumlah. Hasil dari analisa tersebut menjadi dasar pengembangan konsep desain yang merupakan rekonstruksi dari tipologi warung yang sudah ada menjadi sebuah alternatif solusi berupa konsep desain warung rokok yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi instansi pemerintah terkait, juga bagi pemilik bisnis untuk mengembangkan media berbisnis yang lebih layak dan tidak mengganggu estetika kota

    PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM DENGAN TEKNIK INTERAKTIF SEBAGAI RUANG PUBLIK MASA KINI

    Get PDF
    Abstract This study aims to analyze a museum interior design to be able to find the latest output regarding displaying or circulation techniques in a public space, especially museum. This study background is a public phenomenon visited by museums nowadays, which is seen on their social media accounts. Especially for contemporary and art design museums, it becomes an attractive icon for young people, as well as seniors. However, there are many things that need to be considered in designing a museum interior where many factors support for a success interior design, including: display techniques, gallery categorization, signage systems, and lighting. This study will examine how to applied the above items. As a comparison, contemporary art museums in Jakarta and New York. By doing these comparisons, researcher expected there will be a resume on how designing a good contemporary art museum. With good and attractive interior design in a contemporary art museum, it will further increased visitors interest and the awareness of the community to explore the museum. The method used is by observing and documenting techniques and analyzing the interior of research objects, combined with literature studies, hopefully this research can contribute to the museum design technique as an ergonomic and interactive public space for the wider community. For future development of the museum, this research contributes for a better, good and friendly display techniques. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perancangan interior sebuah museum untuk dapat ditemukan luaran terbaru perihal teknik display maupun sirkulasi dalam sebuah ruang publik yakni museum. Latar belakang penelitian adalah fenomena masyarakat luas yang terlihat kesadaran untuk berkunjung ke museum, yang terlihat pada akun sosial media masyarakat jaman sekarang yang demikian semarak, khususnya untuk museum bernafaskan contemporary dan art design, menjadi satu ikon menarik bagi kalangan muda, juga para senior. Namun demikian banyak hal yang perlu diperhatikan pada perancangan sebuah interior museum dimana banyak factor yang mendukung kesuksesan sebuah desain museum, antara lain dalam hal teknik display, pengkategorian gallery, system signage, maupun pencahayaan. Dengan design interior yang baik dan menarik pada sebuah museum kontemporer, diharapkan akan semakin menaikkan minat para pengunjung dan kesadaran masyarakat akan semakin meningkat untuk mengeksplorasi isi dari museum tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan teknik pengamatan dan pendokumnetasian serta analisa interior objek penelitian, dipadukan dengan studi literature, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi pada teknik perancangan museum sebagai sebuah ruang public yang ergonomis dan interaktif menyenangkan bagi masyarakat luas. Untuk pengembangan museum ke depannya, penelitian ini memberikan sumbangsih perihal teknik display yang baik dan bersahaba

    TRANSFORMASI BATIK DAN GLOBALISASI

    Get PDF
    Abstract Lately, we have noticed there are many changes in all fields. Therefore, it is suitable for “globalization” to be the main topic in this study, which is interpreted as a process where humans are vastly interconnected through various ways. From a cultural point of view, "globalization" is often interpreted as a homogeneous global culture. We are unconsciously directed to have a homogeneous passion and taste of the market simultaneously and even develop a uniformed trend of consumer goods with worldclass branding and marketing. This is indirectly the result of global interconnection and ultimately erodes cultural diversity. Batik is one of the cultural works that has always undergone transformation in alignment with changes in economic, social and political conditions in its era. The context for the discussion of batik transformation and globalization is that cultural work takes part with significant role in social and economic life. Therefore, strategic thinking about batik transformation is formulated as problem identification, which then is confronted with how diversity and variety of cultural works adapt or survive the massive and rapid industrial development. In this study, the review concerns on the analysis in which is more focused to the form of interdisciplinary interaction. The qualitative data analysis model is conducted using an approach that emphasizes cultural work as an industrial commodity. Batik, which always present in every event of the life of the Indonesian people and is always has deep philosophical values, is also able to manifest as an aesthetic reflection that has competitiveness in the global world so that it become an important and interesting subject to study. Abstrak Kita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah banyak perubahan di segala bidang. Bersamaan dengan kondisi yang demikian lebih tepat bila \u27globalisasi\u27 yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu proses dimana manusia secara pesat saling terhubung melalui berbagai cara. Dari sudut pandang budaya, \u27globalisasi\u27 sering diartikan sebagai budaya global yang bersifat homogen. Secara tidak sadar kita diarahkan untuk mempunyai kegemaran dan selera pasar yang homogen secara serentak bahkan menjadi selera dunia yang konsumtif atas produk dengan branding dan marketing tingkat dunia. Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari saling keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya. Batik merupakan salah satu karya budaya yang selalu mengalami transformasi sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada masanya. Konteks pembahasan tentang transformasi batik dan globalisasi ini adalah bahwa karya budaya memainkan peranan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan latar belakang tersebut selanjutnya strategi pemikiran tentang perubahan batik diformulasikan sebagai identifikasi permasalahan yang dipertentangkan dengan karya budaya dalam variasi perubahan industri. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih diarahkan kepada bentuk interaksi interdisiplin. Model analisis data kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan yang menekankan pada karya budaya sebagai komoditas industri. Batik yang selalu ada dalam setiap peristiwa kehidupan masyarakat Indonesia dan selalu sarat dengan nilai filososfis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya saing dalam dunia global sehingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji

    KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : Perancangan Sarana Pendidikan Anak Usia Dini Untuk Sekolah Cahaya Al-fuqron, Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tanggerang

    Get PDF
    Abstract Early childhood education is one of the most important stages in the process of child growth. This program was designed in order to prepare young children for further education at the elementary school stage. However, many early childhood education facilities, especialy owned by the government located in villages still have unfeasible facilities, based on data from Early Childhood Education Association in 2016. From unfit buildings to inadequate learning facilities. UPH saw this as an oppounity to do community service, since it is necessary to design an appropriate and suitable learning tool for children in their early childhood age, in which case study was conduct on an early childhood education facility located in a village in Mauk area, Cahaya Al Fuqron. The design process begins with researching data through observation to the facility, interviews with the people in the area as well expert on the early childhood education. The results were twenty multifunction furnitures designed and produced for the school. Hopefully in the long run this can be developed to another inadequate early childhood education facilities in other villages and provide appropriate and suitable facilities to the children with lower-middle class target market. The design also supports the home-based furniture industry and as an effort to support and assisting early childhood education nationally

    IDENTIFIKASI KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN UMKM BANTEN BERBASIS PRODUK KRIYA

    Get PDF
    AbstractSmall micro enterprise is one of the important factor in Indonesia economy, due to its capability to employ high number of workers. Product design is one of disciplines that really close to SME in particular handicraft SME. This study is started because product design students often find difficult in looking for artisans near Pelita Harapan University. As a result, they go to Bogor, Bandung, Cirebon and Jakarta for making product. Wira Multi Agung, Bamboo Hat Community, Pelangi Crochet, Pak BudhyWorkshop are the four SMEs studied in this paper. They’re many other handicraft SMEs in Banten. From the study, founded that SMEs really need product designer’s expertise, because mostly the SMEs’ design is from buyers that come to them. Therefore, a system need to be made to connect product design student in Universitas Pelita Harapan danhandicraft SMEs in Banten.  AbstrakUsaha kecil mikro menengah adalah salah satu motor perekonomian negara Indonesia, karena mampu menyerap tenaga kerja yang demikian banyak. Desain Produk adalah salah satu ilmu yang sangat dekat dengan UMKM .khususnya UMKM berbasis Kriya. Kajian ini dilatar belakangi karena kesulitan mahasiswa desain produk untuk mencari pengrajin sekitar kampus Universitas Pelita Harapan, sehingga mereka sering kali harus pergi ke Bogor, Bandung, Cirebon, Jakarta untuk pembuatan produk. UMKM yang distudi adalah Wira Multi Agung, Komunitas Topi Bambu, Rajutan Pelangi, Bengkel Pak Budhy. Mereka adalah sebagian kecil dari UMKM yang ada di Banten. Di dapatkan hasil bahwa UMKM sangat memerlukan bantuan desain produk, karena desain sepenuhnya masih bergantung pada customer yang datang. Rekomendasi daristudi ini adalah perlu dibuat mekanisme terstuktur yang menghubungkandesain produk di Universitas Pelita Harapan dan UMKM Banten berbasis kriya

    PENELITIAN DESAIN FURNITUR BERBASIS PANGKALAN DATA 3D SEBAGAI STRATEGI R&D & MANUFAKTUR PERUSAHAAN STUDI KASUS: CS TRADING SDN BHD, MALAYSIA

    Get PDF
    AbstractOne of the most competitive markets in product design is furniture market. Every company tries to provide the best in terms of products and services. CS Trading is a Malaysian trading house with top US retailer clients such as Topline and Homelegance. CS provides design services, include receive and modify data from clients, and position themselves as a mediator between retailers and manufacturers. All of CS drawings comein 2D CAD or PDF or other 2D form files, which in current industry competition, it has becoming less representative and not visually attractive. This research aims to create 3D database based on CS existing 2D data. 3D data are then categorized according to furniture items and its components, where new designs can be easily extracted. Fromthe research, 294 furniture databases are made. Modularity and carry over strategy are the most suitable R&D and manufacture strategy, because these strategies are good for companies with large product categories. From the research result, CS Trading can accelerate R&D process and manufacturing. In the long run they can excel in terms ofvariety of products and speed of service.  AbstrakIndustri furnitur adalah salah satu industri desain produk terbesar dan dengan persaingan yang sangat kompetitif. Setiap perusahaan berusaha memberikan produk dan servis yang terbaik. CS. Trading Sdn Bhd. adalah perusahaan trading dengan klien peritel dari Amerika seperti Topline dan Homelegance. Proses desain yang mereka lakukan adalah menerima dan atau memodifikasi gambar dari klien dan menjadi mediator antara klien dan manufaktur. Dengan posisinya sebagai mediator, CS mengalami beberapa kendala dalam proses desain, yaitu proses desain yang masih dalam bentuk gambar 2D, sehingga gambar kurang representatif dan tidak menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah proses desain CS dengan strategi membuat data 3D desain berdasarkan data gambar 2D yang ada. Data ini dianalisa dan dibuatkan pangkalan data berdasarkan kategori jenis furnitur dan komponennya, dimana desain baru dengan mudah bisa dihasilkan dengan cepat. Hasil penelitian ini adalah pembuatan 294 database furnitur. Strategi R&D dan manufaktur yangtepat diterapkan pada CS Trading adalah strategi modularitas dan strategicarry over detail. Karena kedua strategi ini cocok bagi perusahaan yang memiliki kategori produk yang banyak. Dengan hasil dari penelitian ini proses desain CS Trading menjadi lebih efektif dan efisien dari sebelumnya sehingga memiliki keunggulan dari sisi keragaman produk dan kecepatan servi

    KERAMIK PLERED, PURWAKARTA, JAWA BARAT RIWAYATMU KINI

    Get PDF
    AbstractThe Plered region in Purwakarta is one the many ceramic industries in West Java. In this region, clay is readily available, a fact which is very beneficial to the people of Plered. Initially, clay is utilized for the production of ceramic goods for daily use and would later on flourish according to the needs of the people, resulting in better and moreintriguing ceramic designs. The art of creating ceramics in Plered is estimated to have begun in 1904 and is still currently continuing to grow. The growing need for this artistic object, followed closely by the exponential growth of the population, combined with their interactions through communication tend to promote the popularity of ceramics and turning it into one of the main sources of income for its producers. Thisphenomenon is indicated by the many appearances of ceramic producers which would later transform into huge ceramic industries in the aforementioned region. Even though these transformation and growth are not significantly exponential, Plered’s ceramic industry still plays a huge role in the nation’s economic and tourism sectors. Therefore,Plered’s ceramic industry should still be considered one of the nation’s great assets AbstrakKecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, merupakan salah satu industrikeramik di Jawa Barat. Di Kecamatan Plered, tanah liat merupakan bahan yang mudah ditemukan, hal ini merupakan suatu keuntungan bagi masyarakat Plered. Pada awalnya, tanah liat tersebut dimanfaatkan untuk membuat barangbarang keramik untuk kebutuhan sehari-hari yang kemudian berkembang mengikuti tuntutan masyarakat akan kebutuhan keramik dengan nilai-nilai estetika dan artistik, menyebabkan banyak bermunculan desain-desain produk keramik yang semakin baik dan menarik. Kegiatan pembuatan keramik di Plered diperkirakan dimulai tahun 1904, dan masih berkembang sampai sekarang.Tingkat kebutuhan manusia yang semakin meningkat akan benda ini yang diikuti dengan perkembangan populasi manusia serta interaksi antar keduanya melalui komunikasi cenderung menyebabkan keramik menjadi populer dan merupakan peluang sebagai salah satu mata pencaharian. Fenomena ini berkembang di Plered dan ditandai dengan banyak munculnya para pengrajin keramik yang kemudian berkembang menjadi industri keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Meskipun perkembangannya tidak terlalu pesat, Sentra Keramik Plered masih eksis mendukung bidang ekonomidan pariwisata negara. Dengan demikian Sentra Keramik Plered layakdipertahankan dan diperhatikan sebagai salah satu aset negara kita

    175

    full texts

    339

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇