Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
339 research outputs found
Sort by
KRITIK FOTOGRAFI: MENDESKRIPSIKAN SEBUAH FOTO DARI SISI SUBJEK, BENTUK, MEDIA DAN GAYA
AbstractIn the formal education of bachelor photography, the knowledge and ability to criticize a photo is fundamental, this is what distinguishes bachelor photography from photography courses, the ability to criticize a photo with the aim of defining photos, interpreting photographs, explanations aesthetic or aesthetic argumentation. Referring to Terry Barrett’s writing about photo criticism, there are several stages to criticizingor interpreting a photo, namely: Describing photos, interpreting photos and evaluating photos. As an initial step, it will be explained about describing a photo. How to start describing a photo, what are the elements that can be described in a photo and how to be able to describe a photo based on the actual facts. Descriptive information includes statements about the subject matters of the photo, the media used, forms of designelements, the surrounding environment, including information about the photographer who made the photo, time of photo taking, issues and social phenomena that were popular when taking photos. Describing a photo is the first approach that can be used to analyze a photo.Abstrak Dalam keilmuan formal fotografi jenjang strata-1, pengetahuan dan kemapuan untuk mengkritik sebuah foto menjadi hal yang fundamental, hal ini yang membedakan keilmuan fotografi strata-1 dengan kursus fotografi, yaitu kemampuan untuk mengkritisi sebuah foto dengan tujuan untuk mendefinikan foto, menginterpretasi foto, penjelasan estetik maupun argumentasi estetik. Mengacu pada tulisan Terry Barret mengenai kritik foto, ada beberapa tahapan untuk mengkritisi atau memaknai sebuah foto yaitu: Mendeskripsikan foto, Menginterpretasi foto dan mengevaluasi foto. Sebagai tahap awal akan dipaparkan mengenai mendeskripsikan sebuah foto. Bagaimana memulai mendeskrisikan sebuah foto, apa saja elemen yang dapat dideskripsikan dalamsebuah foto dab bagaimana caranya agar dapat mendeskrisikan foto sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Informasi deskriptif meliputi pernyataan tentang subject matters foto tersebut, media yang digunakan, bentuk-bentuk elemen design, lingkungan sekitar, termasuk informasi tentang fotografer yang membuat foto tersebut, waktu pengambilan foto, issue dan gejala sosial yang popular saat waktu pengambilan foto. Mendeskrisikan sebuah foto merupakan pendekatan yang paling mudah yang dapat digunakan untuk menganalisa sebuah foto
INOVASI INKREMENTAL SEBAGAI STRATEGI & KEUNGGULAN DAYA SAING DI INDUSTRI FURNITURE VIETNAM (STUDI KASUS: FULL IN INDUSTRIAL, CO., LTD)
AbstractUS-China trading wars has brought positive impact to the growth of Vietnam furniture industry, due to supplier shifts or factory relocation. Many factories benefit with the increased number of purchase orders, but some suffer with stagnancy or even loss. Price, design, quality, finishing, and other factors all play significant roles in determining a factory’s performance. Full In as a research partner, have been running in only 1/3of the production capacity, consequently for its 20 percent higher price compared to competitors with similar products, and for too ordinary designs. Cheap is not always the best strategy. Design approaches (material replacement and appearance change) and strategies (reissue iconic furniture, develop American aesthetic preference furniture,develop refreshed contemporary furniture) are ways to mark Full In’s competitive advantage. Taking advantage of the trade momentum, and by collaboration with UPH research team, there are 8 new designs that will be exhibited in Vietnam International Furniture Fair 2020. In hope, good design may attract customers who afford higher prices; Full In has competitive advantage compared to other competitors.AbstrakAdanya perang dagang US-China memberikan dampak positif bagipertumbuhan industri furniture di Vietnam karena perpindahan supplier atau relokasi pabrik. Banyak pabrik mengalami peningkatan purchase order, tetapi ada juga yang stagnan atau justru menurun. Harga, desain, kualitas, finishing, dan faktor lainnya semua saling terkait menentukan performa sebuah pabrik. Full In sebagai mitra penelitian hanya mampu berjalan 1/3 dari kapasitas produksi seharusnya karena harga 20% lebih mahal dari kompetitor dengan produk serupa dan desain yang cenderung menduplikasi. Murah tidak selalu adalah strategi terbaik. Desain dengan pendekatan mengganti material dan penampilan; strategi merilis kembali produk ikon, mengembangkan produk dengan gaya Amerika dan sentuhan kontemporer merupakan strategi dan keunggulan desain yang diaplikasikan untuk Full In. Memanfaatkan momentum dagang dan lewat kolaborasi dengan tim peneliti UPH, ada 8 desain baru yang akan dipamerkan pada Vietnam International Furniture Fair premium, Full In memiliki keunggulan daya saing dibanding kompetitor lainnya
INOVASI BATIK BANYUMAS (KAJIAN PERKEMBANGAN MOTIF)
AbstractBanyumas batik is batik to its uniqueness in terms of vision. Influence inland culture and coastal area made character batik Banyumas more varied.The batik in Banyumas and the making process are knowledge that communicates locally. Data analysis techniques using art-based research using Alan William\u27s innovation theory. The analysis used to express conversions in Banyumas batik, with the background of the craftsmen who innovate in terms of visual (motives for change, color, arrangement orpattern, and stuffing).The result showed that the diversity motive in Banyumas influenced by (1) Banyumas geography regions, (2) nature and character of the concerned community, (3) the belief system, (4) customs, (5) natural and environment conditions, (6) the connection between regions batik. The motives in Banyumas batik observed in spesifications can be classified first classical motive combination (of floraand fauna) with another motive and create the colors. Both, simplify the another classic custom motive side form to add color to an improved. Third, adopt a other batik regions with custom Banyumas style. AbstrakBatik Banyumas merupakan batik yang memiliki keunikan dalam segivisualisasi. Keterpengaruhan budaya pedalaman dan pesisiran menjadikan karakter batik Banyumas lebih bervariasi. Inovasi yang ada di dalam motif batik Banyumas dan bagaimana proses terjadinya inovasi pada batik Banyumas merupakan pengetahuan yang bersifat lokal. Teknik analisis data menggunakan pendekatan artbased research dengan menggunakan teori inovasi Alan William. Analisis yang digunakan untuk mengungkapkan evolusi di dalam batik Banyumas, dengan dilatarbelakangi pengrajin yang melakukan inovasi dari segi visual (perubahan motif, warna, susunan atau pola, dan isian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan keberagaman motif Banyumas dipengaruhi oleh (1) letak geografis daerah Banyumas, (2) sifat dan karakter masyarakat yang bersangkutan, (3) sistemkepercayaan, (4) adat istiadat, (5) kondisi alam dan lingkungan, (6) adanya hubungan antar daerah pembatikan. Perubahan motif dalam batik Banyumasapabila diamati secara spesifikasi dapat dikelompokkan pertamamengkombinasi motif klasik (flora dan fauna) dengan motif lain denganmengkreasikan warna. Kedua, menyederhanakan motif klasik dari sisigubahan bentuk dengan menambahkan warna yang lebih cerah. Ketiga,mengadopsi motif batik daerah lain dengan gubahan gaya Banyumas
PENGARUH PERILAKU PENGHUNI TERHADAP BENTUK LAY OUT UNIT HUNIAN RUSUNAMI KALIBATA JAKARTA
AbstractThe dense population of Jakarta has led to an increase in the construction of residential property, especially Vertical Housing types such as apartments and flats. The construction of subsidized apartments and rental apartments (rusunami) is now the choice of the governmentand property developers to fulfil the needs of residential homes for people with middle and lower socioeconomic levels. Rusunami Kalibata is the newest flat type that is in great demand by the urban Jakarta community because it\u27s located in the center of the city and it\u27s location is strategically close to public facilities. The Kalibata rusunami unit has 2 (two) types, namely studio type and two room type. Rusunami occupant consist of 2 types: themselves and family. Occupants consisting of 2 or more people with friendship or family status. The problem of this research is whether there is an influence of behavior and activities of residents on the form oflayout of flat residential units. This study used descriptive qualitative method. The results of this study concluded the activities and behavior of residents is very influential with the form of layout in the residential apartment unit. AbstrakPadat nya jumlah penduduk Jakarta menyebabkan meningkatnya pembangunan properti perumahan khususnya tipe bangunan Vertikal Housing seperti apartemen dan rumah susun (rusun). Pembangunan apartemen bersubsidi dan rusun sewa milik (rusunami) sekarang ini menjadi pilihan pemerintah dan pengembang properti untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal bagi masyarakat dengan tingkat sosial ekonomimenengah dan bawah. Rusunami Kalibata merupakan tipe rusun terbaru yang banyak diminati masyarakat urban Jakarta karena letaknya di tengah kota Jakarta dan lokasinya strategis karena dekat dengan fasilitas umum. Unit rusunami kalibata ini ada 2 (dua) tipe yaitu tipe studio dan tipe dua kamar. Penghuni rusunami 2 tipe, yaitu :sendiri dan keluarga. Penghuni yang lebih dari 2 orang ada yang statusnya pertemanan dan ada yang keluarga. Permasalahan dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh perilaku dan kegiatan penghuni terhadap bentuk layout unit hunian rusun. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil dari penelitianini menyimpulkan bahwa aktifitas dan perilaku penghuni sangat berpengaruh dengan bentuk Layout pada unit hunian rusunami
PERBANDINGAN PERSEPSI PADA MATERIAL-MATERIAL UPCYCLE DO IT YOUR SELF (DIY) DENGAN PENDEKATAN MATERIAL DRIVEN DESIGN
AbstractIn the past five years, technology advances and fabrication feasibility like 3d printing has boost the do it your self movement, and it is expanding beyond products to the materials that is labeled as diy-materials. DIY-materials are created through individual or collective through self-production practices that involves a lot of creativity and innovative approach. One of these diy-materials is upcycle material. The pollution on landfill and ocean has encouraged us to be more responsible for the wastewe create by recycling the waste and make it as new material. Egg shells and LPDE plastic bag waste are discussed in this paper. The perception between the two diymaterials upcycle is compared using material driven design approach (MDD). In MDD, sensorial, interpretation, afective and perfomative dimensions shape people\u27s perception and experience toward the materials. This approach is needed, to give waste material a new life and for it to be accepted on the market. Results from studies are thedo and don\u27ts for product design process using egg shells and ldpe plastic bag waste. Imperfections through pattern, texture and color are the qualities that people seek when interacting with diy-upcycle materials. These qualities can\u27t be found in mass produced industrial made material. Design principle such as balance, contrast, emphasis, movement, pattern, rhythm, and unity/variety are need to be well planned in making pattern, texture and color, because if it is done wrong, the material will beperceived back as waste. AbstrakDalam lima tahun terakhir kemajuan teknologi informasi dan kemudahanfabrikasi seperti 3d printing mendorong tren do it your self berkembang pesat mulai dari pembuatan produk hingga ke material. Material diy adalah material yang dibuat oleh individu ataupun kolektif melalui prosespengolahan yang inventif. Salah satu material diy yang banyak diulik adalah material daur ulang yang banyak dikenal dengan material upcycle. Tuntutan pencemaran lingkungan di darat dan air mendorong manusia untuk bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan dengan mencoba mendaur ulang limbah dan menjadikannya material yang dapat dipakai ulang. Dalam paper ini dua material yang dibahas adalah material daur ulang dari limbah cangkang telur dan limbah kantong plastik LDPE. Kedua material ini dibandingkan persepsinya dengan pendekatan material driven design (MDD). Dalam MDD, dimensi sensorial, interpretatif, afektif dan performatif material membentuk persepsi dan pengalaman orang akan sebuah material. Pendekatan ini dibutuhkan agar material limbah ini dapat keluar persepsinya sebagai limbah yang kotor dan terbuang menjadi material baru yang dapat diterima di pasar. Hasil dari kajian ini adalah rekomendasi bagi perancangan desain produk dengan material limbah cangkang telur dan limbah kantong plastik LDPE. Hal-hal yang perlu ditekankan dari material diy adalah ketidaksempurnaan yang ditandakan melalui pola, tekstur dan warna, karena hal ini tidak ditemui pada material buatan industri massal. Prinsip-prinsipdesain seperti balance, contrast, emphasis, movement, pattern, rhythm, and unity/variety harus direncanakan dengan baik dalam pembuatan pola, tekstur dan warna, karena bila salah material diy dapat dipersepsikan negatif
PERBANDINGAN PENYELESAIN RUANG PADA KAMAR HOTEL YANG BERDIMENSI KECIL
AbstractThe rise of tourist attractions in Bandung has triggered an increase in the number of hotel rooms. However, the density of development makes the availability of land in the city of Bandung to be limited, so some hotels have rooms with dimensions below the standard government proposals to be able to accommodate as many guests as possible.This should be considered by hotel managers so that the limitations of this dimension do not reduce guests’ comfort. Therefore, this study aims to look for interior strategies that are applied to small dimension hotel rooms that can facilitate guest needs without sacrificing the comfort side. This research was carried out by a mixed method which included quantitative measurement of dimensions and qualitative observations of threehotels in Bandung that were used as research objects, namely Yello Hotel, Kollektiv Hotel, and Summerbird Bed and Brasserie. The results of this study indicate a strategic solution that can be applied to small-sized rooms through processing the use of materials, colors and compact concepts on furniture. AbstrakMeningkatnya objek wisata di kota Bandung memicu meningkatnya jumlahkamar hotel. Namun, padatnya pembangunan membuat ketersediaan lahan di Kota Bandung menjadi terbatas, sehingga beberapa hotel memiliki kamar dengan dimensi di bawah standar usulan pemerintah agar mampu menampung tamu sebanyak-banyaknya. Hal ini perlu diperhatikan oleh pengelola hotel agar keterbatasan dimensi tersebut tidak mengurangi kenyamanan bagi para tamu.Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari startegi-strategi interior yang diterapkan pada kamar hotel berdimensi kecil yang dapat memfasilitasi kebutuhan para tamu tanpa mengorbankan sisi kenyamanannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran yang meliputi pengukuran kuantitatif tentang dimensi dan pengamatan kualitatif terhadap tiga hotel di Kota Bandung yang dijadikan objek studi, yaitu Yello Hotel, Kollektiv Hotel, dan SummerbirdBed and Brasserie. Hasil penelitian ini menunjukkan solusi strategi yang dapat diterapkan pada kamar berukuran kecil melalui pengolahan penggunaan material, warna dan konsep compact pada furnitur
ORNAMEN ISLAM PADA BANGUNAN ARSITEKTUR MASJID DIAN AL MAHRI KUBAH EMAS DEPOK
AbstractIn the teachings of Islam the sources of the Qur’an and the Hadith are basically no rules governing the building of the Mosque other than the terms of the place that can be used in performing the Prayer, but on the other hand many Mosques are adaptive in the form of ornaments. as well as local value systems. The form of ornament that is a decorativeelement of a building is often directly related to the times and culture of the community. In terms of the ornament of the Mosque does not escape the Islamic law that is found in the Hadith and the Quran. This is the focus of this study. The method used is a descriptive qualitative beginning of the field. The results show that the shape of the ornament in the Dian Al Mahri Mosque is no indication of the animal ornament, so the ornamentation of the Mosque is acceptable to Muslims especially in Jakarta and its surroundings.Abstrak Di dalam ajaran agama Islam yang bersumberkan Al Qur’an dan Hadist pada dasarnya tidak terdapat aturan yang secara langsung mengatur mengenai bangunan Masjid selain syarat-syarat tempat yang dapat dipakai dalam melaksanakan Sholat, namun di sisi lain banyak Masjid yang bersifat adaptif dengan memasukkan bentuk ornamen serta sistem nilai setempat (lokal). Bentuk ornamen yang merupakan elemen dekorasi pada suatu bangunan sering kali berkaitan langsung dengan zaman dan budaya masyarakat. Dalam hal ornamen pada Masjid tidak lepas dari hukum Islam yang tertuang dalam Hadis dan Al Quran. Hal demikianlah yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dimulai dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ornamen pada bangunan Masjid Dian Al Mahri tidak terdapat indikasi yang menunjukkan ornamen binatang, sehingga ornamentasi pada Masjid tersebut dapat diterima oleh umat muslim terutama di Jakarta dan sekitarnya
DESIGN CLINIC EKSPLORASI MOTIF SINTANG, DESA ENSAID PANJANG KALIMANTAN BARAT
AbstractSintang is a one of district, which is located in the province of West Kalimantan. The population is multiethnic and the majority is Dayak and Malay. Ikat woven fabric is one of the famous art works from Sintang. It is a one of Dayak ethnic heritage that has high artistic value in manual process work with certain rituals. Workshop program called “Design Clinic” had aims to assisting in a craftsman Ikat woven fabric to create ideas that based on residence and nature Sintang environment, and also apply the ideas to bemotif or pattern, which able to be applied to other applied products. Keywords: workshop, ikat woven, motif, SintangAbstrakSintang adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Penduduknya multietnis, mayoritas Suku Dayak dan Melayu. Salah satu yangcukup terkenal dari Sintang ini adalah kain tenun ikatnya. Salah satu warisan budaya suku Dayak yang mempunyai nilai seni tinggi yang proses pengerjaanya secara manual dan melakukan melalui ritual-ritual tertentu. Program pelatihan “Design Clinic”ditujukan untuk membantu pengrajin kain tenun ikat Sintang agar dapat menggali ide dari lingkungan tempat tinggal maupun alam Sintangserta menuangkan ide-ide menjadi motif yang dapat diterpakan pada produkterapan lainnya
PENGEMBANGAN PRODUK ROTAN DI PENGRAJIN ROTAN CURUG DENGAN PENDEKATAN SOCIAL DESIGN
Abstract
Wira Multi Agung is a SME producing rattan basket who operates near UPH. It has been our responsible as academic to help surrounding community who is in struggle. Their products is good in terms of quality and weaving technique and yet WMA is still struggling when the order is low. Therefore, the objective of this activity is to help the artisans developing product that reflects WMA years of experience in weaving rattan.
Together we developed fashion and home accessories. We used social design approach; there are five intense collaboration between the academic team and the artisans. The results are three women bags and two dinner table decorations. With design social approach that emphasize on high level of intensity during the interaction process, the product able to represent the WMA\u27s richness in craftmansip and their local geniuses.
Abstrak
Wira Multi Agung adalah sebuah UMKM produk rotan yang dekat lokasinya
dengan UPH, sudah menjadi kewajiban civitas academica UPH untuk
merangkul komunitas sekitar. Produk yang dihasilkan sudah cukup baik dari segi kualitas dan teknik anyamannya dan banyak dibeli pasar lokal maupun internasional. Namun WMA mengalami kendala konsistensi order karena 100% desain dari pembeli, WMA tidak mengembangkan produknya sendiri.
Keunikan WMA dari pengrajin rotan di Cirebon adalah mereka fokus pada
aneka keranjang dan aksesoris rumah, tidak membuat kursi. Tujuan dari PKM ini adalah membantu mengembangkan produk rotan yang menunjukkan keahlian anyam pengrajin WMA. Metode PKM yang digunakan adalah desain social melalui kolaborasi bekreasi bersama secara intensif sebanyak lima kali kunjungan tim akademisi ke pengrajin. Hasil dari PKM ini tiga tas wanita dan dua aksesoris rumah tangga. Dengan metode desain sosial, yang menekankan intensitas interaksi desainer dan pengrajin maka produk yang dihasilkan mencerminkan keahlian tangan dari WMA
INSPIRASI GEROBAK MAKANAN TRADISIONAL BETAWI PADA DESAIN COUNTER MAKANAN BETAWI DI AREA PUSAT JAJAN
Abstract
Traditional food carts can be a symbol of the distinctiveness of Indonesian culinary culture. Placement in a food court needs special attention so that it can blend with food court interior in the mall building. Traditional Betawinese food carts in foodcourt are expected to provide Betawinese cultural identity as an inspiration in applying local culture in commercial place. The uniqueness of Betawinese culture should be presented as the element of design in the counter so that the visitor could have the
experience from the process of serving that used to be seen when serving in traditional food carts. This experiences are expected to provide insight and maintain the preservation of Betawinese traditional food. The identification of traditional Betawinese food carts is obtained through direct research conducted on objects by using goal grid methods. The outcome of this research is to create harmony between tradional food carts with the thematic interior of food court that served Indonesian cuisine to the visitiors.
Abstrak
Gerobak makanan tradisional dapat menjadi tanda kekhasan budaya kuliner Indonesia. Penempatannya pada sebuah foodcourt perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat menyatu dengan interior pusat jajan yang berada dalam bangunan mal. Identifikasi gerobak makanan tradisonal khas Betawi, didapatkan melalui penelitian langsung yang dilakukan terhadap objek. Hal ini dilakukan untuk dapat menciptakan keselarasan antara gerobak makanan tradisional, dengan tema pusat jajan pada bangunan mal yang menyajikan kuliner Indonesia sebagai menu yang ditawarkan kepada pengunjung. Gerobak makanan tradisional khas Betawi pada pusat jajan diharapkan dapat memberikan identitas budaya Betawi sekaligus menjadi sebuah inspirasi dalam menerapkan kekayaan budaya lokal pada sebuah fasilitas publik. Kekhasan budaya Betawi dalam penyajian makanan tradisional hendaknya desain gerobak, sehingga
pengunjung pusat jajan, tetap mendapatkan pengalaman dari proses
penyajian makanan khas Betawi layaknya makanan tersebut diproses saat
berjualan dengan gerobak keliling. Pengalaman ini diharapkan dapat
memberikan wawasan serta menjaga kelestarian dari makanan tradisional
khas Betawi. Hasil luaran yang didapat adalah berupa desain gerobak
makanan tradisional khas Betawi yang berada di sebuah pusat jajan pada
bangunan mal