JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
KELAYAKAN CITRA HIDUNG SEBAGAI MODAL PENGENALAN INDIVIDU
Teknik biometrik merupakan salah satu teknik yang telah berkembang sejak tiga puluh tahun belakangan ini. Mengenali seseorang lewat bentuk fisik tubuhnya ataupun lewat kebiasaannya. Pola ukuran fisik dan kebiasaan ini jikalau diteliti lebih seksama lagi akan menunjukkan kandungan informasi yang berbeda setiap manusianya. Hal inilah yang menjadi sebuah kunci bagi peneliti untuk mengembangkan beberapa aplikasi dari data-data biometrik tersebut. Adapun dalam penelitian ini akan digunakan hidung sebagai objek penelitiannya. Sample hidung setiap orang akan diambil dan diproses untuk menemukan informasi apa yang bisa dijadikan parameter perbedaan setiap individu. Adapun dalam teknik pre-processing akan digunakan beberapa teknik seperti grayscale, median filter, image adjustment dan black white yang bertujuan untuk menyiapkan citra masuk kedalam tahap ekstraksi ciri. Setelah citra selesai melaui tahap pre-processing maka citra akan diekstrak dan nilai cirri setiap citra hidung akan disimpan di dalam database. Adapun nilai ciri yang diambil ada tujuh ciri. Dari ke-tujuh ciri ini akan diteliti nilai-nilai pixel setiap manusianya. Untuk proses pengujian maka akan dimasukkan citra individu yang sama dan melihat apakah sistem mengenalinya atau tidak. Proses identifikasinya menggunakan algoritma K-NN dimana setiap orang memiliki kelas-kelas tersendiri. Dari penelitian ini didapat akurasi 87 % untuk 12 orang dimana setiap orang diambil lima citra latih dan lima citra uji
KLASIFIKASI DAUN TEH GAMBUNG VARIETAS ASSAMICA MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DENGAN ARSITEKTUR LENET-5
Indonesia merupakan salah satu pengolahan produk teh gambung terbesar. Produk teh gambung dihasilkan dengan jenis teh yang berbeda. Namun, kualitas system pengolahan produk mengalami penurunan dikarenakan pekebun sulit membedakan jenis daun teh produksi dengan daun teh unggul dan masih menggunakan prosedur pengolahan daun secara manual. Diketahui, daun teh gambung memiliki 11 klon jenis. Daun teh GMB (1-11) merupakan klon unggul jenis teh dari jenis assamica maupun jenis sinensis dari hasil riset Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK). Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengenalan jenis daun teh sebagai peningkatan kualitas produk. Penelitian ini membuat metode klasifikasi, yaitu dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) sebagai algoritma klasifikasi. Proses klasifikasi data citra daun akan diuji dengan kelas sebanyak 11 jenis daun klon dan jumlah dataset diaugmentasi sebesar 4400 data. Arsitektur LeNet-5 akan digunakan pada pengujian model klasifikasi. Proses klasifikasi memperoleh hasil terbaik dengan nilai akurasi sebesar 94.55% dengan parameter optimizer Adam dan learning rate yang digunakan sebesar 0.001
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ALAT PENGUKUR KADAR NATRIUM DALAM CAIRAN
Elektrolit adalah senyawa yang sangat penting untuk mendukung proses metabolisme dalam tubuh. Alat untuk melakukan pengukuran kadar elektrolit dalam darah biasa disebut Electrolyte Analyzer. Alat yang tersedia saat ini memiliki harga yang relatif mahal dikarenakan harus di import dari luar negeri. Oleh karena itu, penulis mencoba membuat perangkat pendeteksi elektrolit yang sederhana. Komponen terpenting dari alat ini adalah Ion Selective Electrode untuk mengukur tegangan dalam cairan elektrolit. Selain itu, terdapat komponen pendukung seperti multimeter. Setelah mendapatkan data, data akan dibagi menjadi 2 yaitu data uji dan data latih untuk mengelompokan kadar elektrolit. Pengelompokan menggunakan metode klasifikasi k-Nearest Neighbour (k-NN) ke dalam kondisi normal, hipoatremia, dan hiperatremia. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran kadar elektrolit dalam cairan dan dikelompokan dengan Matlab. Data diambil dari cairan sampel dengan konsentrasi 110, 115, 120, 125, 130, 135, 140, 145, 150, dan 154 mmol/L. Pengujian yang dilakukan adalah penentuan nilai kadar elektrolit dan pengujian waktu kalibrasi yang memperoleh tingkat akurasi 99,7% dengan skema melalukan kalibrasi setiap satu kali pembacaan cairan sampel. Sedangkan untuk pengelompokan, nilai akurasi tertinggi adalah 75% dengan menggunakan metode k-NN dengan pengukuran jarak Euclidean, City-Block, Chebychev, dan Minkowski dengan nilai k=1 dan k=3
ANALISIS RANCANGAN SISTEM KONTROL PENSTABIL TEGANGAN MENGGUNAKAN PLC M221 TERHADAP VARIASI TEGANGAN PADA PLTMH BINTANG ASIH
Penerapan sistem kestabilan sistem kontrol pembangkit listrik mikrohidro adalahm merupakan komponen penting dalam subuah sistem. Perancangan peralatan Programmable Logic Controller (PLC) tipe TM211ME16R pada PLTMH Bintang Asih selanjutnya dilakukan analisi secara terperinci mengenai sistem komparasi yang ada. Penggunaan beban kompelen dilakukan variasi dengan pembebanan sebanyak 22 buah jumlah lampu sehingga dapat diketahui konfigurasi sistem yang dilakukan. Perancangan konfigurasi sisten kontrol penstabil tegangan dengan memperhatikan prime over pada PLTMH Bintang Asih. Metode pengolahan data yang diperoleh melalui desk study analysis memberikan nilai selisih peningkatan nilai arus melalui variasi nilai tegangan 200 Volt, 220 V olt dan 240 Volt memberikan data yang sangat baik. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan berdasarkan peralatan yang dirancang maka diperoleh perbandingan rata-rata sebesar 17,37 % pada tagangan 200 Volt, 17,36 % Â pada tegangan 220 Volt dan 17,52 pada tegangan 240 Volt. Hasil tersebut cukup relevan terhadap pengujian pembebanan serta penurunan kapasitas pembangkitan dengan hasil dibawah 20%
PENENTUAN HOT POINT DAN MONITORING PERALATAN MENGGUNAKAN THERMAL IMAGERS FLUKE DENGAN METODE THERMOVISI
Penyaluran tenaga listrik baik dari Pembangkit sampai ke Gardu induk sampai ke konsumen harus diperhatikan keandalan dan efisiensinya, agar tenaga listrik yang tersalurkan berkualitas dan memiliki kontinuitas yang baik. Guna menjaga kualitas tenaga listrik agar tetap andal dan efisien serta agar kontinuitas penyaluran tenaga listrik tetap terjaga dengan baik, beberapa komponen peralatan penyaluran tenaga listrik harus menjadi perhatian untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap peralatan tenaga listrik. Salah satu gangguan pada peralatan tenaga listrik adalah titik panas (hot point). Seringnya terjadi gangguan tersebut pada titik pertemuan antara klem dan konduktor pada peralatan listrik menjadi tolak ukur pemeliharaan dalam penyediaan tenaga listrik. Tindakan pencegahan agar tidak terjadinya hot point disebut thermovisi, dengan menggunakan alat ukur thermal imagers. Prinsip kerja thermal imagersadalah merefleksikan cahaya infrared terhadap peralatan kemudian menangkap suhu peralatan tersebut dan menampilkannya pada sebuah display. Kegiatan thermovisi dilakukan secara rutin sebagai kegiatan monitoring pemeliharaan tenaga listrik yang kemudian dilakukan analisa hasil thermovisi tersebut dengan melakukan perhitungan emisivitas melalui pendekatan selisih suhu klem dan konduktor (∆T) agar didapatkan nilai emisivitas yang sesuai.Selanjutnya dilakukan uji validasi untuk menguji keakuratan dan presisi dari hasil thermovisi tersebut.Penelitian yang dilakukan di GI 150 kV Glugur bertujuan untuk merekomendasikan hasil uji analisa matematis terhadap tindak lanjut kondisi peralatan. Hasil dari kondisi peralatan pada analisa 30 sampel menunjukan bahwa peralatan masih dalam kondisi baik dan masih layak digunakan, dengan nilai akurasi sebesar 98,02% dan presisi sebesar 0,25% pada peralatan bay penghantar Glugur - Paya Geli 1 serta nilai akurasi pada bay penghantar Glugur – Paya Geli 2 sebesar 97,9% dan 0,24% pada nilai presisinya
PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGY MELALUI ANALISA IKE DI KAMPUS II EFARINA PEMATANGSIANTAR
Gedung Efarina merupakan salah satu gedung di kota Pematangsiantar dengan fungsinya sebagai tempat perkuliahan. Gedung ini kebutuhan energi listriknya disuplai dari PLN sebagai sumber utama dengan daya sebesar 120 kVA. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil Intensitas Konsumsi Energi Listrik dengan berbagai peralatan yang memakai energi listrik sesuai jam operasionalnya. Dari hasil penelitian didapat IKE pada tiap gedung-gedung tersebut. gedung A pada lantai satu nilai IKE nya 1,09 kWh/m2/bulan ,gedung A pada lantai dua nilai IKE nya 1,32 kWh/ m2/bulan .Pada gedung B pada lantai satu nilai IKE nya 1,19 kWh/ m2/bulan, gedung B pada lantai dua nilai IKE nya 3,32 kWh/ m2/bulan .Pada gedung C pada lantai satu nilai IKE nya 3,06 kWh/ m2/bulan, gedung C pada lantai dua nilai IKE nya 1,95 kWh/ m2/bulan. .Pada gedung Utama pada lantai satu nilai IKE nya 3,9 kWh/ m2/bulan.,gedung Utama pada lantai dua nilai IKE nya 10,8 kWh/ m2/bulan dan gedung lainnya nilai IKE nya 3,8kWh/ m2/bulan
PERANCANGAN PROTOTIPE DYE SENSITIZED SOLAR CELL DALAM PEMANFAATAN ENERGI RADIASI MATAHARI SEBAGAI RENEWABLE ENERGY
Energi radiasi matahari merupakan energi yang sedang giat dikembangkan saat ini. Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi untuk mengembangkan sel surya dikarenakan letak posisi Indonesia berada di wilayah garis khatulistiwa (tropis). Â Sel surya merupakan alat yang mampu merubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Teknologi sel surya yang telah dikembangkan saat ini adalah Dye Sensitized Solar Cell. Sel surya ini menggunakan bahan kaca Indium Tin Oxide, bahan dye adalah titanium dioxide, bahan cairan elektrolit yaitu perasan air lemon yang bersifat asam sitrat. Pengukuran dye sensitized solar cell dilakukan selama 30 menit sekali. Pengukuran dye sensitized solar cell menghasilkan tegangan terendah sebesar 195,6 mV pada waktu 11.30 WIB dan tegangan tertinggi sebesar 540,5 mV pada waktu 14.00 WIB dengan kondisi suhu 33 oC
PERBAIKAN DETEKSI WATERMARK MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR BENTUK PADA AUDIO WATERMARKING BERBASISKAN TEKNIK DWT-SVD-QIM PADA SEGMEN AUDIO ADAPTIF
Di era globalisasi saat ini lebih mudah untuk mengakses informasi melalui berbagai media. Sehingga banyak ditemukan kasus pelanggaran hak cipta. Penelitian ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengaplikasikan teknik watermarking. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan tingkat akurasi deteksi watermark dengan menggunakan ekstraksi fitur bentuk untuk mengekstrak informasi dari suatu audio sehingga hak cipta dari data digital dapat terlindungi dari pihak-pihak yang menyalahgunakannya. Metode yang digunakan pada Tugas Akhir ini yaitu Discrete Wavelet Transform (DWT), Singular Value Decomposition (SVD), dan Quantization Index Modulation (QIM). Hasil yang diperoleh menunjukkan kualitas watermark ketika dilakukan pengujian dengan menggunakan parameter SNR, ODG dan MOS. ODG bernilai -0.02, SNR bernilai 33.20 dB, untuk rata-rata MOS tertinggi bernilai 4.60 dan besar kapasitas (C) Â bernilai 215.72 bps. Ketahanan watermark (BER) rata-rata terkecil bernilai 22% dan tingkat akurasi deteksi watermark (CDR) rata-rata tertinggi sebesar 71%
ANALISIS KINERJA TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERDASARKAN FITUR ALAMI DALAM TARGET GAMBAR
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin dikembangkan secara inovatif dan kreatif. Salah satunya adalah Augmented Realty (AR). AR merupakan terobosan teknologi yang dapat memunculkan objek virtual ke dalam dunia nyata. AR terus dikembangkan dengan menggunakan metode markerless, saat ini AR ini tidak lagi menggunakan penada khusus hitam berlatar putih. AR dapat diterapkan di berbagi bidang contohnya di bidang industri film. Penelitian ini berfokus dalam menganalisis kinerja AR dengan metode Natural Fetaure Tracking berbasis FAST Corner Detection dan Vuforia sebagai software enginenya yang diimplementasikan pada android, sehingga pengguna dapat memindai suatu target berupa gambar poster film untuk mendapatkan informasi berupa video trailer. Untuk menganalisis kinerja teknologi AR tersebut, maka dilakukan pengujian dengan parameter berupa jarak, sudut kamera, ukuran target, dan kondisi target dengan membandingkan akurasi jumlah kecocokan keypoints yang terdeteksi. Sistem berhasil diimplementasikan dengan hasil akurasi sistem sebesar 79% dan akurasi keypoints sebesar 42% berdasarkan pengujian kondisi target
Analisis Biaya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Skala Rumah Tangga
Peningkatan peranan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran Energi Nasional yang menjadi program pemerintah, terutama penggunaan PLTS Atap, yang bertujuan penghematan / mengurangi tagihan listrik bulanan dan membuka peran serta masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan energi terbarukan. Sistem PLTS Atap skala rumah tangga merupakan solusi dalam partisipasi masyarakat dalam penggunaan energi terbarukan.. Sistem PLTS Atap meliputi modul surya, baterai, kontrol panel surya, inverter dan sambungan listrik.Untuk skala rumah tangga katagori sedang menggunakan daya 1300 watt, dengan spesifikasi panel surya 2 buah masing- masing 250 wp, baterai 2 buah masing-masing 100 Ah, kontrol panel surya 130 dan inverter 1300 watt. Biaya investasi awal untuk pembuatan PLTS Atap 10 sampai dengan 15 juta rupiah. Biaya beban listrik yang dibayarkan perbulan sebelum pemakain PLTS Atap berkisar 300 sampai dengan 400 ribu rupiah, setelah penggunaan PLTS Atap biaya beban listrik perbulan 200 sampai dengan 300 ribu rupiah, penghematan rata-rata perbulan 100 ribu rupiah, jika diperhitungkan biaya investasi akan kembali dalam 1 tahun, rata-rata umur material dari PLTS berkisar 20 tahun. Penghematan biaya beban listrik berkisar Rp. 22.800.000,- dalam 20 tahun. Secara ekonomis nilai ini masih sangat kecil, tetapi sudah berhasil melakukan penghematan biaya beban listrik per bulan, dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan