JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING
Not a member yet
    106 research outputs found

    ANALISIS PERFORMANSI SISTEM KLASIFIKASI KANKER KULIT MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

    Full text link
    Kanker kulit adalah salah satu kanker ganas yang banyak ditemukan di Indonesia dan dapat menyebabkan kematian. Diagnosis kanker kulit dilakukan secara manual oleh dokter kulit melalui proses biopsi dan mikroskopis, namun proses ini memakan waktu lama dan membawa risiko kecelakaan selama proses biopsi. Sedangkan diagnosis dini menunjukkan lebih dari 90% dapat disembuhkan, dan diagnosis yang terlambat menunjukkan kurang dari 50% dapat disembuhkan.Pada Tugas Akhir ini diusulkan metode Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan arsitektur Alexnet untuk mengklasifikasikan kanker kulit. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan dataset yang diperoleh dari dataset International Skin Imaging Collaboration (ISIC) sebanyak 4000 citra kondisi kanker kulit dermatofibroma, melanoma, nevus pig-mentosus, dan karsinoma sel skuamosa, yang terdiri dari 1000 citra di setiap kelas. Dataset tersebut akan digunakan sebagai data latih dan data validasi dengan distribusi persentase data latih 80% dan data validasi 20%. Jadi jumlah data latih yang digunakan adalah 3200 citra kanker kulit. Sedangkan jumlah data validasi yang digunakan adalah 800 citra. Parameter terbaik yang digunakan dalam sistem klasifikasi kanker kulit ini antara lain menggunakan ukuran citra 64x64 piksel pada proses pre-processing, menggunakan Adam optimizer, learning rate 0,0001, epoch 20 dan batch size 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengklasifikasikan kulit kanker menurut kelasnya, dengan tingkat akurasi 99,50%, nilai presisi dan recall 99,75%, nilai f1-score 99,50%, dan nilai loss 0,0223. Berdasarkan hasil kinerja sistem, menunjukkan bahwa model yang dibuat menjanjikan untuk menjadi alat deteksi dini kanker kulit oleh dokter kulit dan dapat membantu mengurangi resiko keterlambatan diagnosis dini

    IMPLEMENTASI LEAP DALAM ENERGI BIOMASSA DI SUMATERA UTARA SAMPAI TAHUN 2028

    Full text link
    Energi dibutuhkan untuk menunjang aktivitas kegiatan manusia selama ini. Kebutuhan akan energi dari tahun ke tahun terus meningkat. Pemakaian energi yang ada selama ini hanya berasal dari energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Cadangan energi fosil ini akan berkurang setiap tahunnya. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan suatu sumber potensi energi alternatif yang dapat menggantikan energi fosil tersebut yaitu energi baru dan terbarukan. Potensi energi baru dan terbarukan menjadi salah satu sumber alternatif penyediaan dan ketahanan energi di Provinsi Sumatera Utara. Untuk menjamin ketahanan energi baru dan terbarukan supaya berjalan secara berkelanjutan, maka perlu menganalisis potensi energi baru dan terbarukan di Sumatera Utara sampai tahun 2028 dengan menggunakan software LEAP. Hasil yang diperoleh adalah potensi energi baru dan terbarukan di Sumatera Utara pada tahun 2028 yaiu mempunyai potensi energi biomassa memiliki potensi sebesar 27,0 juta megawatt-hours pada tahun 2028

    PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI GENSET 450 VA BERBASIS PANEL SURYA

    Full text link
    Generator Set (Genset) yang kita kenal selama ini berbahan bakar diesel, tetapi kali ini Genset yang akan dirancang berbasis Panel Surya. Genset biasa digunakan sebagai sumber cadangan jika terjadi pemadaman listrik PLN. Genset yang ramah lingkungan ini, dapat menghasilkan daya output sebesar 400 sampai 450 W dengan besar panel surya 100 Wp, dan baterai 100 Ah serta inverter 1500 VA. Genset dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibawa kemana-mana tergantung kebutuhan dan yang membutuhkan. Genset ini dapat mensuply beban lampu sebanyak enam buah dengan masing-masing daya 40 W dan sebuah pengeras suara (amplifier) dengan daya 200 W, dan mampu bertahan operasi selama 4-5 jam dengan posisi baterai penuh, dan lebih dari 12 jam jika digunakan pada siang hari dan posisi panel surya dijemur. Selain sebagai sumber listrik cadangan, Genset yang ramah lingkungan ini juga dapat digunakan pada daerah terpencil yang belum memiliki aliran listrik PLN, atau dapat juga dijadikan sumber listrik saat melaksanakan perkemahan di hutan

    ANALISIS RANGKAIAN OP-AMP SEBAGAI KOMPARATOR MENGGUNAKAN CIRCUIT SIMULATOR APPLET

    Full text link
    Operasional Amplifier berfungsi untuk memperkuat tegangan searah ataupun bolak-balik. Fungsi Op-Amp dapat muncul dari dasar rangkaian umpan balik dengan jumlah besar umpan balik negatifnya, kinerja rangkaian tersebut ditentukan oleh komponen umpan baliknya. Penyusunan Op-Amp disusun dalam sebuah rangkaian yang terintegrasi atau biasa disebut dengan Integrated Circuit (IC). Ditulisnya analisis rangkaian komparator ini adalah untuk dapat mengetahui rangkaian komparator, menganalisis hasil rangkaian komparator pada simulasi Circuit Simulator Applet. Pada analisis ini terdapat dua metode yang digunakan yaitu pada komparator dan H-Bridge yang sama-sama menggunakan metode kuantitatif dengan tegangan yang dihubungkan dengan komponen yang satu dengan lainnya untuk saling terhubung dan menghasilkan suatu output yang diinginkan. Pada penelitian ini menghasilkan komparator membandingkan jika masukkan positifnya lebih besar dari masukkan negatif dengan keluaran yang dihasilkan antara 11,86 sampai 1,145 Volt, Pada rangkaian H-Bridge menghasilkan jika nilai V1 dan V2 berbeda DC motor yang ada pada H-Bridge akan berputar dengan menyesuaikan nilai Vin yang tertera

    PERENCANAAN GARDU HUBUNG DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DROP TEGANGAN UNTUK PERBAIKAN SISTEM KELISTRIKAN KOTA MEDAN

    Full text link
    Pembangunan Gardu Hubung Teladan bertujuan untuk percepatan dalam pemindahan dan pengendali beban listrik ketika pemadaman listrik terjadi, program pelaksanaan pemeliharaan atau untuk maksud mempertahankan kontinuitas pelayanan di kota Medan. Rekonfigurasi jaringan dilakukan dengan memindahkan beban sebahagian dari Penyulang TT05, Penyulang DA05, Penyulang DA06 dan Penyulang DN03. Beban penyulang tersebut dialihkan ke Gardu Hubung Teladan melalui Penyulang ACSTL01 sebesar 54,4 amper, Penyulang ACSTL02 sebesar 28,1 amper, Penyulang ACSTL03 sebesar 34,4 amper dan Penyulang ACSTL04 sebesar 31,5 amper. Rekonfigurasi jaringan di Gardu Hubung Teladan mengakibatkan perubahan data parameter dari jaringan saat ini diantaranya drop tegangan yang diijinkan maksimum 5 %, tegangan kerja pada Gardu Hubung Teladan masih terpenuhi. Dengan pembangunan Gardu Hubung Teladan diperoleh konfigurasi jaringan yang optimal sesuai standard teknis Persentase Vd (Voltage Drop) terbesar berada di section 3 Penyulang DN03 Gardu Induk Denai sebesar 2,73%, sesuai SPLN no 72 tahun 1987 masih terpenuhi

    KLASIFIKASI DIABETIC RETINOPATHY BERBASIS PENGOLAHAN CITRA FUNDUS DAN DEEP LEARNING

    Full text link
    Retinopati Diabetik merupakan salah satu penyakit pada retina mata yang disebabkan oleh adanya komplikasi pada penyakit diabetes di mana terdapat kerusakan pembuluh darah pada retina sehingga mengalami penumpukan cairan (eksudat) serta pendarahan pada retina. Pemeriksaan medis untuk mendeteksi penyakit retinopati diabetik membutuhkan waktu yang relatif lama karena dilakukan secara manual oleh dokter dengan mengamati citra fundus dari retina pasien, namun citra fundus retina tidak dapat memberikan informasi secara jelas. Oleh karena itu, dilakukan perancangan sistem Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan model EfficientNet untuk melakukan klasifikasi dengan waktu yang efektif dan efisien. Dataset yang digunakan adalah APTOS 2019 Blindness Detection berisi 3662 citra RGB yang terbagi dalam 5 kelas, yaitu No DR, mild NPDR, moderate NPDR, severe NPDR, dan proliferate DR. Hasil akhir menunjukkan model terbaik menggunakan optimizer AdaMax, learning rate 0.001, dan batch size 32 dengan akurasi sebesar 82.096%, nilai presisi sebesar 67.6%, nilai recall sebesar 63.4%, dan f-1 score sebesar 64.6%. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja sistem menunjukkan bahwa model yang dibuat dapat dijadikan sistem deteksi dini serta mengurangi waktu pemeriksaan medis pada pasien penyakit Retinopati Diabetik

    PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA VIVALDI ULTRA WIDEBAND UNTUK SOIL WATER CONTENT RADAR

    Full text link
    Soil Water Content (SWC) merupakan faktor penting dalam sistem pertanian, untuk mengukur SWC dapat menggunakan sebuah radar GPR. Salah satu komponen penting dalam sebuah sistem radar adalah antena. Radar GPR bekerja pada bandwidth yang lebar, maka dibutuhkan antena dengan bentuk proposional untuk mendukung hal tersebut. Pada penelitian Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan dan realisasi antena vivaldi dengan bandwidth yang lebar untuk sistem GPR yang bermanfaat dalam mengukur SWC. Antena yang dirancang memiliki katakteristik bandwidth UWB dengan frekuensi kerja 2 GHz, bersifat unidireksional dan menggunakan teknik pencatuan microstrip line. Perancangan dilakukan dengan mensimulasikan desain antena, kemudian difabrikasi dan diukur menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil simulasi dengan software, desain antena yang dirancang memiliki nilai bandwidth sebesar 966 MHz, return loss -16.066 dB, VSWR 1.3732 dan pola radiasi unidireksional, nilai ringing level yang dihasilkan dari simulasi antena masih lebih besar dari nilai yang diharapkan. Terjadi perbedaan nilai yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan hasil simulasi, tetapi masih tetap memenuhi spesifikasi antena yang diinginkan untuk mengukur soil water content

    PENGARUH SUDUT LED MULTIBEAM DAN INTERFERENSI CAHAYA MATAHARI TERHADAP CAKUPAN AREA PADA SISTEM LIGHT FIDELITY

    Full text link
    Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini berkembang sangat pesat. Keinginan masyarakat untuk mengakses internet dengan cepat dan efisien semakin meningkat. Light Fidelity (Li-Fi) merupakan teknologi komunikasi tanpa kabel yang mempunyai kecepatan transfer data yang cepat dan spektrum frekuensi yang lebih besar daripada Wireless Fidelity (Wi-Fi). Tugas Akhir ini akan melakukan perancangan simulasi untuk mengetahui kinerja lampu LED multibeam dengan perubahan arah sudut beamnya sebesar 15°, 30°, dan 45° terhadap coverage area. Penelitian ini dilakukan di ruangan yang berukuran 5 x 5 x 3 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem tanpa interferensi cahaya matahari lebih baik dari pada dengan interferensi cahaya matahari. Hasil coverage area tanpa interferensi pada arah sudut beam 15° sebesar 24.84 m2 dan pada saat arah sudut beam 30°, 45° mendapatkan luas coverage area sebesar 25 m2. Sedangkan menggunakan interferensi cahaya matahari menghasilkan coverage area pada tiap arah sudut beam 15°, 30°, dan 45° adalah sebesar 18.76 m2, 22.6 m2, 22.8 m2. Sehingga ruangan yang tidak terinterferensi cahaya matahari mendapatkan daya terima yang lebih bagus dibandingkan dengan ruangan yang terinterferensi cahaya matahari

    SIMULASI PENGENDALI BEBAN ELEKTRONIK UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DESA PALLAWA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Full text link
    Tulisan ini menyajikan hasil simulasi pengendali beban elektronik untuk mikrohidro 42,5 kVA. Simulasi bertujuan  untuk mengetahui performa pengendali beban generator, apakah perangkat pengendali hasil rancangan dapat bekerja dengan baik atau tidak. Software Matlab digunakan untuk keperluan  simulasi. Berdasarkan hasil simulasi dari 47 sampel variasi daya beban konsumen  maka dapat disimpulkan bahwa pengendali beban generator yang dirancang pada penelitian ini  bekerja cukup baik. Pengendali beban generator selalu berhasil mengontrol pendistribusian daya ke beban penyeimbang yang  berdampak generator tetap beroperasi pada kondisi beban penuh ( 36 kW ±  1,2%) meskipum terjadi fluktuasi daya pada beban konsumen.Â

    PERANCANGAN SISTEM DAPUR KANTOR OTOMATIS DI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA REGIONAL 1 SUMATERA

    Full text link
    Dapur kantor  merupakan tempat bagi para karyawan maupun office boy melakukan kegiatan memasak, membuat minuman dan menyimpan bahan makanan lainnya. Kegiatan memasak, membuat minuman dilakukan setiap hari mulai pagi bahkan hingga malam hari. Fasilitas utama dapur kantor yaitu kompor listrik, kulkas, mesin kopi, microwave dispenser, Sedangkan fasilitas pendukung seperti penerangan lampu, stopkontak,exhaust fandan AC. Akan tetapi di balik tersedianya fasilitas dapur kantor,dan juga penggunanya yang banyak, sering terjadi kelalaian untuk mematikan perangkat fasilitas dapur kantor di perusahaan ini, seperti lupa mematikan lampu, AC, kompor, mesin kopi danmicrowave. Jika terus terjadi hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas perangkat dapur dan efisiensi pemakaian daya listrik di kantor. Perlu adanya rancangan sistem dapur kantor otomatis pada PT Telekomunikasi Indonesia Regional 1 Sumatera  yang dapat memudahkan karyawan dalam menggunakan perangkat elektronik dapur seperti microwave, kompor listrik, AC serta menjaga sirkulasi udara yang ada pada dapur kantor. Sistem kerja alat ini ketika pengguna masuk ke dapur atau keruangan makan secara otomatis stopkontak dan lampu akan menyala, dan akan mati dengan waktu jeda yang telah diatur pada pemograman Arduino Uno R3. Perancangan alat ini menggunakan Arduino Uno R3 sebagai pengolah data, sensor pir, sensor asap sebagai input dan relay sebagai output untuk menghidupkan lampu dan fan. Hasil pengujian berjalan sesuai dengan yang diharapkan, lampu dapur  menyala selama 12,50 detik, fan dapur  menyala selama 15,65 (tergantung banyaknya asap di dapur), lampu pada ruangan makan menyala selama 12,50 detik serta fan AC menyala selama 17,65 detik

    104

    full texts

    106

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇