At-Tafkir
Not a member yet
138 research outputs found
Sort by
ANALISIS PEMIKIRAN IBNU FARIS MENGENAI ILMU LUGHAH DALAM KITAB ASH-SHAHIBIY
Ilmu lughah is all about knowledge and discussions in arabiclanguage. Some Arab linguist also different on the object of thestudy in accordance with the used name, Ibnu Faris is one ofArab linguists who interpreted in his book of ash-Shahiby thatfiqhul lughah is science all about the Arabic pronunciation, andIlmu Lughah is a taufiq or ilham that from Allah. The purpose ofthis study to inform the argument of Ibnu Faris about ilmu lughahprincipal based on theorem reinforce his argument. Thisresearch is used descriptive qualitative method. The results ofthis study; (1) to indicate the principle of language learning ofknowing the common nouns in daily life; (2) ilmu lughah is ataufiq that come from Allah through intelligent of the humanbeing
MERETAS KEMBALI ISLAM BERKEADABAN DALAM BINGKAI KEMANUSIAAN ERSPEKTIFISLAM PROGRESIF
The following article tries to discuss the formulation of a set of Islamic values in order to become a reference for the creation of alternative and solution regarding the equitable of society which respecting human values in both the global and national levels. For that reason, Moslem scholars need to formulate a set of a fresh or alternative thought and the Islamic movement to be developed in the context of human life in accordance with the global ethics such as democracy, pluralism, human rights, and true justice humanitarian. Therefore, the development of thought and the Islamic movement needs to be integrated and transformed the values of Islam in the context of the values of equality, justice, humanity. From the work of this creative methodological expected to bring Islamic thought that is more fresh and responsive in answering the demands of the position of equality of all citizens and equitable treatment, in particular the guaranteed freedom of belief, minorities, minority both in terms of religious, economic, ethnic and so on other protected and guaranteed their rights equally and fairly
MAQASHID AL-SYARI’AH DALAM PENCATATAN PERKAWINAN DI INDONESIA
Persoalan pencatatan nikah bagi masyarakat muslim di Indonesia, terus menjadi agenda diskusi di kalangan pemerintah, akademisi, ulama dan masyarakat tentang kedudukannya dalam hukum perkawinan. Jika ditelusuri dari referensi-referensi klasik dari pandangan ulama mazhab, pencatatan nikah tidak ditemukan. Akan tetapi jika ditelusuri dari ketentuan perundang-undang yang berlaku di Indonesia, maka pencatatan nikah tersebut menjadi kewajiban melalui perintah Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Hal ini menjadi persoalan tersendiri dalam penerapannya bagi masyarakat yang sangat kuat memegang fikih mazhab. Artikel ini, mencoba menengahi persoalan tersebut dengan menawarkan teori Maqashid al-Syari’ah sebagai pisau analisisnya, sehingga terlihat sejauhmana ketentuan pencatatan nikah yang diatur menurut peraturan perundang-undangan tersebut dapat diklaim sebagai produk hukum Islam secara metodologis
SIGNIFIKANSI AKHLAK DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Semua ilmuan pendidikan sepakat bahwa moralitas memilik signifikansi dalam pendidikan. Dalam pendidikan Islam, pembentukan akhlak berjalan beriringan dengan proses pendidikan. Tujuan pendidikan Islam adalah mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah dan memiliki akhlak yang mulia. Tujuan ini perlu dicapai dalam Islam karena merupakan prasyarat tujuan penciptaan manusia yakni mensejahterakan alam semesta. Seiring pergerakan zaman, telah sangat banyak konsep dan teori yang mempengaruhi kehidupan kaum Muslim. Karena itu, kaum inltelektual Muslim, khususnya yang bergerak di bidang pendidikan, perlu senantiasa mengawasi perkembangan dunia pendidikan. Salah satu unsur penting dalam menjaga kemurnian tujuan dan praktik pendidikan Islam adalah perkembangan pemikiran tentang pendidikan akhlak. Tulisan sederhana ini akan memaparkan pemikiran tentang akhlak dan signifikansinya terhadap pendidikan Islam dari seorang intelektual Muslim bernama Sayyid Mujtaba Musawi Lari
MENJADI BERAGAMA: KONVERSI AGAMA DAN RELASI KUASA PADA INDIGENOUS COMMUNITY
oai:journal.iainlangsa.ac.id:article/2Using a theory of power relation of Michel Foucault, the followingresearch analyze the behavior of religious conversion in the indigenouspeople of Anak Rawa in Penyengat, Siak District, hereinafter referred toas the native People. The research will show that in the middle of thedomination of the state and theologians, the community of indigenouspeople actualizes power to maintain its identity in the the midst of theinvasion of new values and culture. To support the argument, theresearcher traced the religiousity of the Indigenous People focusing onseveral events of everyday life such as traditions of marriage, death, andcelebration of religious holidays. In addition to adapting to fies the ritualtraditions of each religion so that thes traditions become a means ofpreserving their communal identity as a native tribe. The researchultimately shows the interplay between the state and theologians as thedominant group, on the one hand, and the indigenous community as asubjugated group, on the other, in the use of power
STRATEGI EKONOMI ISLAM DALAM MENEKAN ANGKA PENGANGGURAN
Tingkat pengangguran di negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim relatif tinggi, contohnya Indonesia. Masalah pengangguran merupakan salah satu isu ekonomi yang di dibahas oleh para pakar yang perlu dicari solusi penyelesaian. Terjadinya pengangguran akibat terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia, terbatasnya kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam menjadi produk yang bernilai ekonomis sebagai sumber mata pencaharian. M. Umer Chapra salah satu intelektual muslim kontemporer yang banyak menulis dalam bidang ekonomi Islam. Menurutnya pengangguran dapat diatasi dengan beberapa langkah, yaitu: Pertama, mendorong berkembangnya Industri Kecil dan Mikro (IKM) oleh pemerintah. Kedua, dengan tindakan-tindakan esensial yang dapat memberdayakan para pelaku IKM. Ketiga, pengaktifan zakat secara maksimal. Keempat, mobilisasi tabungan yaitu dengan mudharabah dan musyarakah melalui lembaga-lembaga perekonomian ummat maupun lembaga keuangan Syariah
ISLAM DAN GLOBALISASI
Artikel ini mencoba membahas hakikat globalisasi, dan apa hubungannya dengan identitas muslim? Bagaimana islam menyikapi globalisasi? apakah islam mengenal konsep globalisasi?sampai hari ini, belum ditemukan kesepakatan terhadap definisi globalisasi, hal ini dikarenakan terma ini digunakan dalam berbagai bidang. Globalisasi barat berbeda dengan globalitas yang ada dalam islam. Globalitas islam sangat menghargai perbedaan sebagai khazanah kekayaan budaya, adapun globalisasi barat berusaha memaksa nilai-nilai barat atas kebudayaan dan jati diri bangsa lain. Globalisasi barat mengancam eksintesi identitas dan jati diri kelompok lain. Pun demikian, umat islam harus arif dan bijak dalam menghadapi globalisasi ini. Bersikat moderat dalam menghadapi berbagai gempuran pemikiran merupakan sikap yang harus ditunjukkan oleh seorang muslim
REEVALUASI KRITERIA PERHITUNGAN AWAL WAKTU SALAT DI INDONESIA
Artikel ini membahas tentang reevaluasi relevansi dalil nas dengan kriteria perhitungan awal waktu salat yang dianut di Indonesia. Atau dalam kata lain, perlu ada reevaluasi (penilaian ulang) antara praktek penentuan awal waktu salat pada zaman Rasulullah yang didasarkan pada fenomea siklus posisi matahari terhadap bumi atau implikasi cahaya matahari terhadap benda-benda bumi dengan kriteria awal waktu salat yang berbasis hisab. Proses reevaluasi ini memungkinkan adanya kritik terhadap eksistensi kriteria awal waktu salat yang telah dianggap mapan tersebut. Harapannya, hasil reevaluasi ini dapat menjadi acuan bagi upaya perbaikan ketepatan waktu pelaksanaan salat umat Islam di Indonesia
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SEKOLAH
Artikel ini mengkaji tentang Prosesi Pembelajaran Bahasa Arab ditinjau dari salah satu elemen manajemen pendidikan yaitu dorongan atau arahan (actuating). Manajemen pembelajaran bahasa Arab sangat penting dalam mengantarkan tujuan pembelajaran bahasa Arab yang efektif dan efisien. Disamping itu juga sebagai upaya mendesain pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan (active and joyful learning) di kelas. Seluruh komponen pembelajaran bahasa Arab di SMK Muhammadiyah 2 Playen terlihat saling integratif, sinergis dan proposional. Setelah dilakukan analisa terkait manajemen pembelajaran bahasa Arab di kelas dari perspektif arahan atau dukungan. Dalam hal ini, guru memiliki strategi dan cara menajamen pembelajarannya sendiri. Guru mengambil peran dan modelnya sebagai pemberi arahan dan dukungan bagi sisiwa dalam belajar bahasa Arab, diantaranya Guru sebagai motivator, gaya mengajar guru dan gaya kepemimpin guru di kelas
PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB
Artikel ini membahas tentang peluang dan tantangan perpustakaan sebagai media dalam meningkatkan kemahiran berbahasa Arab (al-Mahārāt al-Lughawiyah). Perpustakaan sekolah (al-Maktabah al-Madrasiyah) dapat menjadi sumber dan media pengembangan dan peningkatan belajar bahasa Arab peserta didik. Di tengah kemajuan teknologi dan informasi, paradigma dan gaya belajar siswa telah banyak mengalami perubahan dan pergeseran saat ini, terutama dalam belajar bahasa Arab. Namun demikian, perpustakaan tetap menjadi sumber yang otentik, edukatif, dan otoritatif dalam menyediakan informasi-informasi dan data dokumentasi lainnya yang dapat menunjang dan mengimprovisasi kemahiran berbahasa Arab. Sehingga hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi para guru dan pengelola perpustakaan untuk mengadakan evaluasi dan peningkatan layanan dan bimbingan bagi pemustaka