Jurnal Studi Al-Qur'an
Not a member yet
    245 research outputs found

    Table of Contents: Vol.19, No.1, January 2023

    No full text

    Health Belief Model in Quranic Perspective: A Synthesizing themes of Health Behavior

    Get PDF
    The encouragement of worship described by the Qur'an in various verses has another dimension related to the health belief model construction. This study aims to identify the formation of beliefs in actions that lead a person to healthy behaviours depicted in various verses by nahyu (prohibition) and amr (command). This study uses qualitative methods with a thematic analysis model to achieve this goal. A search of the various verses shows a pattern of the Qur'an's awareness of changes in actions correlated with statements about the potential risks that threaten humans that may prevent them from worshipping. Fear of the threat of danger as a driving mechanism for change in action is strengthened by motivating the benefits obtained in acting. The two aspects of consciousness, risk, and profit are driven by self-confidence that arises from awareness of servitude. The embodiment of the health beliefs model in the Qur'an represents the divine dimension that manifests in fulfilling the obligation to produce healthy behaviours.Dorongan tindakan ibadah yang dijelaskan al-Qur’an dalam beragam ayat memiliki dimensi lain yang berkaitan dengan mekanisme pembentukan keyakinan dalam berperilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembentukan keyakinan dalam melakukan tindakan yang mengantarkan seseorang pada perilaku sehat yang tergambar dalam beragam ayat dengan menggunakan diksi perintah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisa tematik. Penelusuran terhadap beragam ayat menunjukkan pola penyadaran al-Qur’an terhadap perubahan tindakan yang mengarah pada perilaku hidup sehat berkorelasi dengan pernyataan tentang potensi risiko yang mengancam manusia yang dapat menghalanginya untuk beribadah. Ketakutan terhadap ancaman risiko sebagai mekanisme pendorong perubahan tindakan diperkuat dengan memberikan motivasi melalui keuntungan yang didapatkan dalam melakukan suatu tindakan. Dua aspek kesadaran, risiko dan keuntungan didorong oleh keyakinan diri yang muncul dari kesadaran atas penghambaan. Perwujudan model keyakinan kesehatan dalam al-Qur’an merepresentasikan dimensi ketuhanan yang terwujud dalam pemenuhan kewajiban untuk menghasilkan perilaku kesehatan

    Women's Leadership in Tafsir Qur'an Surah an-Nisa: 34 Feminist and Classical Mufassir Perspectives

    Get PDF
    هدفت هذه الدراسة إلى مناقشة دور المرأة القيادي في القرآن، وتحديدا في سورة النساء الآية ٣٤ في نظرة النسويات والمفسرين المتقدمين. وفقًا للنسوية ، فإن تفسيرات العلماء المتقدمين مليئة بالتحيز الجنساني وكراهية للنساء. لذلك يحاولون تفسير الآيات المتعلقة بالرجال والنساء بطرقهم وأساليبهم الخاصة من خلال تبني منهج تفسير الكتاب المقدس كما تمارسها النسوية المسيحية، أي منهج التأويل (الهرمنيوطيقا)، ويعطون الأولوية للتفسير المعقول من التفسير المأثور، مما ينتج عنه منتجات تفسير مختلفة. إلى المعاني الحقيقية المتضمنة في مشكلة القيادة المرأة. وعلى هذا الأساس، أجرى الباحثة بحثًا حول تفسير سورة النساء الآية ٣٤. هذه المقالة عبارة عن المنهج الوصفي المقارن مع المقربة الكيفية. من خلال دراسة مقارنة بين آراء النسويات والمفسرين  المتقدمين في تفسير القيادة في سورة النساء الآية ٣٤، وجدت الباحثة أن هناك التباسًا في تفسير القرآن والذي فسره النسويون بما في ذلك قضية القيادة المرأة و رفض المفسرين المتقدمين في تفسير كلمة القرآن "القوام " في سورة النساء الآية ٣٤ التي يعتقد أنها تظهر تفوق الرجال على المرأة ويشعرن أن المرأة فقدت مصداقيتها. وحيث أن الإسلام رفع مكانة المرأة بحقوقها وواجباتها الشريفة ، حتى يلتزم الرجل برعايتها.This study aims to discuss women's leadership in the Qur'an surah an-Nisa verse 34 from the perspective of feminists and classical Mufassir. According to the understanding of feminism, the interpretation of classical Mufassir is full of gender bias and is misogynistic. So they try to interpret verses related to men and women included in the issue of women's leadership. On this basis, the authors researched the interpretation of surah an-Nisa verse 34, which is considered discrimination against women by the feminist movement. This study uses a descriptive-comparative method with a qualitative approach. Through a comparative analysis, the researcher found that there was confusion in the interpretation of the Qur'an, which was interpreted by feminists, including in the issue of women's leadership and rejected the classical exegetes in interpreting the word al- qowwam in surah an-Nisa verse 34 which according to him shows the superiority of men over women and feels that women are discredited

    Tafsîr Mawdhū’i li al-Sūrah; Analisis Kitab al-Tafsîr al-Mawdhū’I bayna al-Nazhriyyah wa Tatbîqi Karya Salāh ‘Abdul Fattāh al-Khālidi

    Get PDF
    The method of interpretation continues to evolve along with the development of interpretation. Contemporary scholars are now more fond of the mawdhū’i method as a systematic method in answering modern problems. Because the mawdhū’i method is a method that discusses a theme in the Koran, both in terms of terms, topics, and surahs in the Koran. One contemporary figure who is concerned with interpreting the mawdhū’i method is Shalah Abdul Fattah al-Khalidi with his commentary work entitled al-Tafsîr al-Mawdhū’i bayna al-Nazhariyyah wa Tathbîqi. So, this research wants to know the interpretation of mawdhū’i li as-Sūrah al-Qur'ani al-Khalidi in his book, and wants to analyze the methods. This research includes qualitative research with the type of library research. In gathering data, researchers referred to primary data, namely the book al-Tafsîr al-Mawdhū’i bayna al-Nazhariyyah wa Tathbîqi supported by secondary sources obtained from supporting literature, such as books, journals, and so on. The data collection technique uses documentation techniques. While data analysis using descriptive analysis method. The findings in this study are: (1) al-Khalidi divides the discussion into two, namely theory (nazhari) and practice (Tathbîqi), and (2) al-Khalidi formulates steps in explaining one sura, including mentioning the names of other surahs, the pronunciation of surah names in the Qur'an, the name of the surah ijtihādy, the time and place of the revelation of the sura, the situation of the revelation of the sura, the main purpose of the sura, the characteristics of the sura, the relationship between the surah Muhammad and the surah before and after the suadah, grouping the suras according to the theme, and explaining the hidden meanings in the suras.Metode tafsir terus berkembang seiring berkembangnya tafsir. Ulama kontemporer kini lebih menggandrungi metode Mawdhū’i sebagai metode yang sistematis dalam menjawab problematika modern. Sebab metode Mawdhū’i merupakan metode yang membahas satu tema dalam al-Qur’an, baik dari segi istilah, topik, dan surah dalam al-Qur’an. Salah satu tokoh kontemporer yang konsen dalam tafsir metode Mawdhū’i adalah Shalah Abdul Fattah al-Khalidi dengan karya tafsirnya yang berjudul al-Tafsîr al-Mawdhū’i bayna al-Nazhariyyah wa Tathbîqi. Maka, penelitian ini ingin mengetahui Tafsîr Mawdhū’I li as-Sūrah al-Qur’ani al-Khalidi dalam kitabnya, serta ingin menganalisis metode-metodenya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Dalam menggali data, peneliti merujuk kepada data primer, yaitu kitab al-Tafsîr al-Mawdhū’i bayna al-Nazhariyyah wa Tathbîqi dengan didukung oleh sumber sekunder yang diperoleh dari literature pendukung, seperti buku, jurnal, dan sebagainya. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Sementara analisis data menggunakan metode deskriptif analisis.Temuan dalam penelitian ini adalah : (1) al-Khalidi membagi pembahasan menjadi dua, yaitu teori (nazhari) dan praktik (tathbiqi), dan (2) al-Khalidi merumuskan langkah-langkah dalam manjelaskan satu surah, di antaranya adalah menyebutkan nama-nama lain surah, lafal nama surah dalam al-Qur’an, nama surah ijtihādy, waktu dan tempat turunnya surah, situasi turunnya surah, tujuan pokok surah, karakteristik surah, hubungan surah Muhammad dengan surah sebelum dan sesuadahnya, pengelompokan surah sesuai tema, dan menguraikan makna terselubung dalam surah

    Media Framing of QS. al-Nisā’ [4]: 34 by @quranreview on Instagram: Glorifying Women Tendencies in Interpretation

    Get PDF
    This study examines @quranreview's interpretation of Qur'anic verse QS. al-Nisā' [4]: 34 on social media, focusing on the words used to convey meaning. Interpreting the Qur'an on social media is often simple and direct, as it involves exploring the meaning of verses through individual comments. However, this approach needs to improve in that it can sometimes overlook the central message of the verse due to its focus on individual words. Discovering the tendency of word choice in interpreting the Qur'an contributes to developing interpretation in social media. Through a qualitative analysis using critical discourse analysis by Teun A. van Dijk, we found that @quranreview deliberately chooses representative words to challenge the traditional interpretation of the verse, which can be discriminatory towards women. The study highlights the importance of careful word choice in interpreting the Qur'an on social media, especially when dealing with sensitive and controversial topics. It also suggests that @quranreview's tendency to glorify women in its interpretation can contribute to a broader and more nuanced understanding of the text.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kecenderungan pemaknaan akun Instagram @quranreview terhadap QS. al-Nisā’ [4]: 34 melalui mekanisme makna terhadap pilihan kata penyusuan ayat. Pemaknaan terhadap al-Qur’an di media sosial yang mengeksplorasi makna melalui kata menghadirkan makna yang lugas dan sederhana. Eksplorasi kata sebagai basis pemaknaan memiliki kerentanan terhadap ketercakupan pesan utama ayat. Penemuan terhadap kecenderungan pemilihan kata dalam proses pemaknaan al-Qur’an berkontribusi terhadap perkembangan tafsir di media sosial. Penelusuran atas kecenderungan akun @quranreview dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk sebagai perangkat analisa data. Penelitian ini menemukan struktur dasar pemaknaan @quranreview yang mengandalkan makna kata yang dipilih secara sengaja dan representatif untuk mencapai makna yang relevan dengan problem yang melatar belakangi unggahan. Cakupan makna yang dihasilkan bertujuan untuk menolak dan merekonstruksi pemahaman umum masyarakat terhadap kandungan QS. al-Nisā’ [4]: 34 yang diskriminatif dan represif terhadap perempuan melalui susunan proposisi yang persuasif. Makna dibingkai sesuai tendensi dan kecenderungan untuk memuliakan perempuan

    Konsep Zalim dalam Al-Qu’ran Tinjauan Pemikiran Tan Malaka

    Get PDF
    Tyranny is a sin that has been explained in detail in the Qur'an. The form of tyranny today is still often developing in people's lives. This study aims to elaborate on Tan Malaka's thoughts regarding tyranny. This study uses a qualitative approach using library research and data collection techniques using documentation. The analysis technique used the descriptive-analysis method and then studied and connected with the character's thoughts, Tan Malaka. The results showed that Tan Malaka saw three forms of tyranny. 1) Every individual who did not get a decent job and did not get fair wages, 2) Did not get proper education, 3) Oppression of fellow human beings. According to Tan Malaka, the way to overcome this is through education: 1) providing sufficient weapons for the needs of life in the world of capital, 2) giving rights to students by way of association, and 3) showing obligations towards the kromo.Kezaliman merupakan sebuah dosa yang telah secara detail dijelaskan dalam Al-Qur’an. Bentuk kezaliman masih sering berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi pemikiran Tan Malaka terkait konsep kezaliman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui penelitian library research serta teknik pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi. Teknik analisa menggunakan metode deskriptif-analisis kemudian dikaji dan dihubungkan dengan pemikiran tokoh Tan Malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tan Malaka memandang ada tiga bentuk kezaliman, 1) Setiap individu yang tidak memperoleh pekerjaan yang layak dan tidak memperoleh upah yang sesuai, 2) Tidak memperoleh pendidikan yang semestinya, 3) Penindasan terhadap sesama manusia. Adapun cara mengatasinya menurut Tan Malaka adalah melalui jalan pendidikan: 1) memberikan senjata yang cukup untuk kebutuhan kehidupan dalam dunia kemodalan, 2) memberikan hak kepada murid-murid dengan jalan pergaulan, 3) menunjukkan kewajiaban terhadap kaum kromo

    The Significance of Understanding Asbabun Nuzul and Munasabah on The Qur'an in the Post Truth Era

    Get PDF
    The presence of the post-Truth Era impacts human life, both in the individual and in society. They are included in the religious aspect, where for Muslims, spiritual elements cannot be separated from the Qur'an. However, revealing the meaning of the Qur'an requires tools, including asbabun nuzul and munasabah. This study describes the significance of understanding asbabun nuzul and munasabah in the Post Truth Era. The research method uses descriptive qualitative with literature study. The study results a show that understanding asbabun nuzul and munasabah will be very helpful in adapting to the Post Truth Era, including terror in the name of religion because of mistakes in capturing the meaning of God's words.Hadirnya Era Post Truth memberikan dampak dalam kehidupan manusia, baik dalam lingkup individu maupun dalam bermasyarakat. Termasuk dalam aspek keagamaan, dimana bagi umat Islam, aspek keagamaan tidak dapat dilepaskan dari Al-Qur’an. Namun, dalam mengungkap makna Al-Qur’an tentu membutuhkan alat bantu, termasuk asbabun nuzul dan munasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang signifikansi memahami asbabun nuzul dan munasabah dalam Era Post Truth. Adapun metode penelitiannya menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa memahami asbabun nuzul dan munasabah akan sangat membantu dalam beradaptasi dengan Era Post Truth, termasuk adanya teror atas nama agama karena adanya kekeliruan dalam menangkap makna firman-firman Tuhan

    Kajian Tindak Tutur Direktif Ayat-Ayat Perintah pada Qur’an ‎Surat Al-Mulk

    Get PDF
    The background of this article departs from the high popularity of Surat al-Mulk. The study of most vital directive speech acts in this study, namely commanding verses and what are the directive speech acts of commands to the verses contained in Surah al-Mulk. Mulk. The research method used is the method of critical discourse analysis of the verses of Q.S. al-Mulk. Data collection techniques used are documents or documentation. The data analysis technique in this article uses Creswell's qualitative data analysis model. The approach used in this study is pragmatic. The results of this study indicate that there are eight directive speech acts in Surah al-Mulk with different functions. Among them is the form of orders to do or not do something, the form of direct orders, and the forms of indirect orders, namely the command of Allah to His servants through the intermediary of the Prophet Muhammad S.A.W.Latar belakang artikel ini berangkat dari tinginya popularitas surat al-Mulk, kemudian di dalam kajian tindak tutur direktif yang paling utama dalam penelitian ini yaitu tentang ayat-ayat perintah, dan apa sajakah tindak tutur direktif perintah terhadap ayat-ayat yang terdapat pada surah al-Mulk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis wacana kritis terhadap ayat-ayat Q.S. al-Mulk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen atau dokumentasi. Teknik analisis data pada artikel ini menggunakan analisa data kualitatif model Creswell. Adapun pendeketan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendeketan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan tindak tutur direktif perintah dalam Surah al-Mulk yang memiliki fungsi yang berbeda. Di antaranya bentuk perintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, bentuk perintah langsung, bentuk perintah tidak langsung yaitu perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya melalui perantara Rasulullah Muhammad S.A.W

    Subject & Author Index: Vol.18, No.2, July 2022

    No full text

    Subject & Author Index: Vol.18, No.1, January 2022

    No full text

    186

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Al-Qur'an
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇