Jurnal Studi Al-Qur'an
Not a member yet
    245 research outputs found

    دور المقاصد الشرعية في تنزيل الفتوى مع مراعاته لتغير الزمان والمكان والعادات

    No full text
    إن دور المقاصد الشرعية في تنزيل الفتوى والأحكام مع مراعاته لتغير الزمان والمكان والعادات تقتضي حاجة ضرورية للمفتي التسلح بها لمعرفة التغييرات الطارئة في العصر الحاضر والوصول لقيمة الفتوى، وأن بنائها يعتمد على الاختلاف في الأزمنة والأمكنة والأحوال -مع الحرص على تحقيق مقاصد الشريعة-  الذي يقتضي تغير الفتوى بناء على التغير الحادث من ذلك الاختلاف. ويتناول إشكالية الدراسة عن دور الفقيه في الالتزام بتحقيق مقاصد الشريعة في الفتوى مع مراعاته لتغير الزمان والمكان، والأدوات الفقهية التي يحتاج المفتي مراعاته لتأسيس الفتوى وتنزيله في الواقع. والهدف من الدراسة تفعيل دور المقاصد الشرعية والقواعد الفقهية في الاستدلال على بعض المسائل والتطبيقات، ومعرفة دور القاعدة الفقهية "في تغير الفتوى واختلافها بحسب تغير الأزمنة والأمكنة والأحوال والنيات والعادات". واعتمدت الدراسة على منهج المكتبي الإستقرائي القائم على مطالعة الكتب والبحث وجمع المعلومات. ومناقشة الأقوال وتحليلها. واستخلصت الدراسة الى إن تغير الفتوى واختلافها بحسب تغير الأزمنة والأمكنة والأحوال والنيات والعادات تمثل أثرا بالغ الأهمية في تنزيل الفتوى عن علم وتبين، وأن العناية بالتقعيدين الأصولي والمقاصدي عند إصدار الفتوى له فوائد عظيمة في فهم النصوص الشرعية وتفسيرها وَفق المصالح التي جاءت بها هذه النصوص، ورعاية تغير الأزمنة والأمكنة وعدم الجمود على المسطور يمثّل أقوم اجتهاد

    Dakwah Interkultural di Australia: (Potret Dakwah di 3 kota: Melbourne, Canberra dan Sydney)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa proses dakwah interkultural di Australia. Temuan menunjukkan bahwa proses dakwah interkultural di Australia sudah berjalan cukup optimal karena memenuhi aspek kesadaran heterogenitas, pendekatan persuasif dan juga menafikan kebencian terhadap keyakinan lain. Terlepas dakwah Islam yang ada di Australia lebih cenderung bersifat komunitas, namun hal tersebut tidak menghalangi komunitas lain untuk terlibat di dalamnya.  Kata Kunci: Dakwah Interkultural, Heterogenitas, AustraliaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa proses dakwah interkultural di Australia. Temuan menunjukkan bahwa proses dakwah interkultural di Australia sudah berjalan cukup optimal karena memenuhi aspek kesadaran heterogenitas, pendekatan persuasif dan juga menafikan kebencian terhadap keyakinan lain. Terlepas dakwah Islam yang ada di Australia lebih cenderung bersifat komunitas, namun hal tersebut tidak menghalangi komunitas lain untuk terlibat di dalamnya.  Kata Kunci: Dakwah Interkultural, Heterogenitas, Australi

    Metode Dakwah dan Identitas Sosial Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman pada Majelis Rasulullah di DKI Jakarta

    Get PDF
    The purpose of this research is to know the method of da'wah and social identity of Alumni Darul Mustafa Tarim Hadromaut Yemen to the Assembly of Rasullah in DKI Jakarta. Type of research used in this research is with qualitative approach. Conducted based on appropriate data through interviews with three informants who are part of Alumni Darul Mustafa Tarim Hadromaut Yemen. This research shows that the method of da'wah done by Alumni Darul Mustafa Tarim Hadromaut Yemen to Majelis Rasulullah in DKI Jakarta is by way of softness, good advice and do not include political element in the delivery of dakwah. In addition, Alumni Darul Mustafa Tarim Hadromaut Yemen also always put forward morality in the delivery of dakwahnya so that Mad'u are interested to be present in the Assembly of the Prophet. Furthermore, there are characteristics that ultimately shape social identity. It is the use of attributes of the Assembly such as the jacket of the Assembly of Rasulullah, the flag of the Assembly of the Prophet, and so on by Mad'u, which is part of the method of da'wah. Keywords: Da'wah Method, Social Identity, Majelis Rasulullah. Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah dan identitas sosial Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman pada Majelis Rasullah di DKI Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Dilakukan berdasarkan data yang tepat melalui wawancara dengan tiga informan yang merupakan bagian dari Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang dilakukan oleh Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman pada Majelis Rasulullah di DKI Jakarta adalah dengan cara kelembutan, nasehat yang baik dan tidak memasukkan unsur politik di dalam penyampaian dakwahnya. Selain itu, Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman juga selalu mengedepankan akhlaq di dalam penyampaian dakwahnya sehingga para Mad’u tertarik untuk hadir di dalam Majelis Rasulullah. Selanjutnya, terdapat ciri khas yang pada akhirnya membentuk identitas sosial. Hal itu berupa penggunaan atribut Majelis seperti jaket Majelis Rasulullah, bendera Majelis Rasulullah, dan lain sebagainya oleh Mad’u, yang merupakan bagian daripada metode dakwah.  Kata Kunci: Metode Dakwah, Identitas Sosial, Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman, Majelis Rasulullah.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah dan identitas sosial Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman pada Majelis Rasullah di DKI Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Dilakukan berdasarkan data yang tepat melalui wawancara dengan tiga informan yang merupakan bagian dari Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang dilakukan oleh Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman pada Majelis Rasulullah di DKI Jakarta adalah dengan cara kelembutan, nasehat yang baik dan tidak memasukkan unsur politik di dalam penyampaian dakwahnya. Selain itu, Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman juga selalu mengedepankan akhlaq di dalam penyampaian dakwahnya sehingga para Mad’u tertarik untuk hadir di dalam Majelis Rasulullah. Selanjutnya, terdapat ciri khas yang pada akhirnya membentuk identitas sosial. Hal itu berupa penggunaan atribut Majelis seperti jaket Majelis Rasulullah, bendera Majelis Rasulullah, dan lain sebagainya oleh Mad’u, yang merupakan bagian daripada metode dakwah.  Kata Kunci: Metode Dakwah, Identitas Sosial, Alumni Darul Musthafa Tarim Hadromaut Yaman, Majelis Rasulullah

    Kemampuan Guru PAI dalam Merencanakan dan Melaksanakan Penilaian Autentik: (Studi Kasus Guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta)

    Get PDF
    In conducting the assessment in accordance with the 2013 curriculum, a teacher is required to apply an authentic assessment in accordance with the Standards of Assessment. Teachers are also required to have the ability to make conformity between assessment techniques and assessment instruments which are the requirements of instruments that have been set in Permendikbud No. 66 of 2013. However, in fact teachers are difficult to make assessment instruments tailored to the form of assessment. This study aims to understand more about the ability of PAI teachers in conducting learning evaluation through non-test assessment (authentic assessment). In this study, researchers used qualitative research with case study research. The data collection techniques through interviews and documentation. The result of this research shows that PAI teacher in SMA 53 Jakarta has understood in doing authentic assessment planning through learning implementation plan (RPP). As for carrying out authentic assessment actually PAI teacher in SMA 53 Jakarta has been able, just because of lack of self motivation or work ethic in teacher to do pedagogic competence, and also professional attitude especially in doing assessment or evaluation. Keywords: Authentic Assessment, Master's Ability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang kemampuan guru PAI dalam melakukan evaluasi pembelajaran melalui penilaian non tes (penilaian autentik). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.  Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta sudah paham dalam melakukan perencanaan penilaian autentik melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Adapun dalam melaksanakan penilaian autentik sebenarnya guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta telah mampu, hanya karena kurangnya motivasi diri atau etos kerja dalam diri guru untuk melakukan kompetensi pedagogik, serta sikap profesional khusunya dalam melakukan penilaian atau evaluasi. Kata kunci : Penilaian Autentik, Kemampuan Guru.Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang kemampuan guru PAI dalam melakukan evaluasi pembelajaran melalui penilaian non tes (penilaian autentik). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.  Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta sudah paham dalam melakukan perencanaan penilaian autentik melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Adapun dalam melaksanakan penilaian autentik sebenarnya guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta telah mampu, hanya karena kurangnya motivasi diri atau etos kerja dalam diri guru untuk melakukan kompetensi pedagogik, serta sikap profesional khusunya dalam melakukan penilaian atau evaluasi. Kata kunci : Penilaian Autentik, Kemampuan Guru

    Syiah: Dari Kemunculannya Hingga Perkembanganya di Indonesia

    Get PDF
    Shia is a sect in Islamic theology whose existence is undeniable throughout the discourse of Islamic studies. But this existence is not infrequently a polemic that never ends even a debate that led to the devouring. This is based on differences relating to the concept of relativism in understanding the verses of the Qur'an and Hadith. As well as the principles of Islamic teachings to the concept of Imamat. This research uses library research method by analyzing various expositions of experts related to discourse about Shia. The purpose of this study is to study and analyze the Shiite theology from its emergence, its sects, the subject of its teachings to its development in Indonesia.The results of this study conclude that the Shia are those who love the Prophet and the ahl al-bayt on the historical development of the terms of the Shia experiencing post-abritase expansion. One of the most fundamental Shiite ideologies has been the problem of Imamat. This concept of Imamat which then led to various sects in the Shia. the later sects influenced the subject of the Shia itself. In its development Shia in Indonesia through its various stages make a very significant contribution in religious life in Indonesia. Keywords: History, Principal Teachings, Sects, Shia in Indonesia Abstrak Syiah merupakan sekte dalam teologi Islam yang keberadaannya tidak terbantahkan sepanjang diskursus studi keislaman. Namun keberadaan ini tak jarang menjadi polemik yang tak kunjung usai bahkan menjadi perbebatan yang berujung kepada penyesaatan. Hal ini bertolak dari perbedaan terkait konsep relativisme dalam memahami ayat-ayat al Quran dan Hadits. Serta pokok-pokok ajaran Islam hingga konsep imamah. Penelitian ini mengunakan metode library research dengan menganlisis berbagai pemaparan para ahli terkait diskursus tentang syiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis teologi syiah mulai dari kemunculannya, sekte-sektenya, pokok ajarannya hingg perkembangannya di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa syiah adalah orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw dan ahlulbait pada perkembangan sejarah terms tentang syiah mengalami perluasan pasca abritase. Salah satu ideologi syiah yang paling fundamental terkiat persoalan imamah. Konsep imamah ini yang kemudian memunculkan berbagai sekte dalam syiah. sekte-sekte yang ada kemudian berpengaruh kepada pokok ajara dalam syiah itu sendiri. Dalam perkembangannya syiah di Indonesia melalui berbagai tahapannya memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam kehidupan keberagamaan di Indonesia.  Kata kunci : Sejarah, Pokok Ajaran, Sekte-Sekte, Syiah di Indonesiayiah merupakan sekte dalam teologi Islam yang keberadaannya tidak terbantahkan sepanjang diskursus studi keislaman. Namun keberadaan ini tak jarang menjadi polemik yang tak kunjung usai bahkan menjadi perbebatan yang berujung kepada penyesaatan. Hal ini bertolak dari perbedaan terkait konsep relativisme dalam memahami ayat-ayat al Quran dan Hadits. Serta pokok-pokok ajaran Islam hingga konsep imamah. Penelitian ini mengunakan metode library research dengan menganlisis berbagai pemaparan para ahli terkait diskursus tentang syiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis teologi syiah mulai dari kemunculannya, sekte-sektenya, pokok ajarannya hingg perkembangannya di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa syiah adalah orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw dan ahlulbait pada perkembangan sejarah terms tentang syiah mengalami perluasan pasca abritase. Salah satu ideologi syiah yang paling fundamental terkiat persoalan imamah. Konsep imamah ini yang kemudian memunculkan berbagai sekte dalam syiah. sekte-sekte yang ada kemudian berpengaruh kepada pokok ajara dalam syiah itu sendiri. Dalam perkembangannya syiah di Indonesia melalui berbagai tahapannya memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam kehidupan keberagamaan di Indonesia.  Kata kunci : Sejarah, Pokok Ajaran, Sekte-Sekte, Syiah di Indonesi

    • التعليم الطابعي عند الإمام الغزالي في كتابه أيها الولد والشيخ الزرنوجي في كتابه تعليم المتعلم وتطبيقاته في المنهج الدراسي 2013 للمرحلة الثانوية بـإندونيسيا

    No full text
    تعتبر التعليم الطابعي من أهداف الدراسة، والتعليم الطابعي هو من أهم غايات التربية الطلاب كما كتبه الإمام الغزالى والشيخ الزرنوجي في كتبهما. من العبارة السابقة، فلذلك قام الباحث باستعمال المنهج الوصفي الـمكتبي ويـحلّله بتحليل المحتوى، بجمع البيانات الشمولية وتصوَّره بكيفية الملاحظات والتوثقات بطريقة ميلس وهبرمان 1984. وأما نتائج هذا البحث هي: 1) التعليم الطابعي عند الغزالي هو إرتجالية الإنسان في أعماله التي تتخذ مع روح الإنسان حيث يظهر دون أن يفكر قبله، وأما عند الزرنوجي هو يشبه بتعليم الآداب ظاهرا وباطنا ويظهر من تشكيل الأخلاق. 2) لابد لكل الـمدرِّسين والطلاب يهتمون بثلاثة وعشرين أمور عند الغزالي وثمانية أمور عند الزرنوجي المتعلقة بتهذيب النفس. 3) تطبيق التعليم الطابعي عند الغزالي لا يوافق لـطلاب المدرسة في المرحلة الثانوية وِفقَ الـمنهج الدراسي 2013 بإندونيسيا في إحدى طريقته لـمرور الزمان وتغير البيئة الدراسية. وأما الزرنوجي موافق للمنهج 2013

    Analisis Pesan Dakwah dalam Novellet “Ketika Mas Gagah Pergi’ Karya Helvy Tiana Rosa

    Get PDF
    The development of the present age experiencing such a big challenge that is crisis morality (moral decadence) as well as social damage. Resulting in a shift in values both religious and social values. This is due to the mass media. Therefore, This research was conducted to examine the contents of messages submitted media to the public, so that people are not trapped by the contents of rhetoric contained in the mass media. This research uses discourse analysis of Teun A. Van Dijk type to know the discourse of moral messages contained in the novel "Ketika Mas Gagah Pergi" and want to know the forms of moral messages contained in the novel.  Keywords: Discourse Analysis, Moral Message, Ketika Mas Gagah Pergi Abstrak Perkembangan zaman saat ini mengalami tantangan yang begitu besar yakni krisisnya moralitas (dekadensi moral) serta kerusakan sosial. Sehingga terjadinya pergeseran nilai-nilai baik nilai-nilai agama maupun sosial. Hal ini disebabkan merebaknya media massa. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji isi pesan yang disampaikan media kepada masyarakat, agar masyarakat tidak terjebak oleh isi retorika yang terdapat dalam media massa tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis wacana model Teun A. Van Dijk untuk mengetahui wacana pesan akhlak yang terdapat dalam novellet “Ketika Mas Gagah Pergi†serta ingin mengetahui bentuk-bentuk pesan akhlak yang terdapat dalam novellet tersebut.  Kata Kunci: Analisis Wacana, Pesan Akhlak, Ketika Mas Gagah Pergi.Perkembangan zaman saat ini mengalami tantangan yang begitu besar yakni krisisnya moralitas (dekadensi moral) serta kerusakan sosial. Sehingga terjadinya pergeseran nilai-nilai baik nilai-nilai agama maupun sosial. Hal ini disebabkan merebaknya media massa. Oleh karena itu, Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji isi pesan yang disampaikan media kepada masyarakat, agar masyarakat tidak terjebak oleh isi retorika yang terdapat dalam media massa tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis wacana model Teun A. Van Dijk untuk mengetahui wacana pesan akhlak yang terdapat dalam novellet “Ketika Mas Gagah Pergi†serta ingin mengetahui bentuk-bentuk pesan akhlak yang terdapat dalam novellet tersebut.  Kata Kunci: Analisis Wacana, Pesan Akhlak, Ketika Mas Gagah Pergi

    أسس ومبادئ المجتمع الإسلامي في عهد الرسول صلى الله عليه وسلم

    No full text
    السبب الذي جعلني أكتب في هذا الموضوع "أسس ومبادئ المجتمع الإسلامي في عهد الرسول صلّى الله عليه وسلّم". إن المجتمع الإسلامي في صدر الإسلام متقدم من حيث مبادؤه ومقوماته، وعلى مجتمعنا الحاضر أن يصير كما كان في عهد النبي صلّى الله عليه وسلّم الذي وصف القرآن بخير أمة أخرجت للناس يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر. هذا البحث يقوم على المنهج الوصفي و الناتجة من هذا البحث إن الدين الإسلام هو روح المجتمع في المدنية المنورة في كل زمان ومكان، فدين الإسلام دين المدنية الحقة، إن المجتمع الإسلامي هو المجتمع الذي تسوده روح الإسلام وبتعاون أعضاؤه –أيا كانت ديانتهم- فيما يحقق الخير للمجتمع

    Nilai-Nilai Karakter dalam Kitab Al-Akhlaq Lil Banin Karya Syekh Umar Baradja

    Get PDF
    This study aimed to examine the values of character education in the book al-akhlaq lil banin, Kitab al-akhlaq lil banin gives a moral message in the form of a story or the story of the man to do good, people or readers are invited to watch the character education of young children and help instill character values to become a man of character and self berjati. This study concluded that the Values Character is very important to be imparted to children younger generations are characterized by religious, Pancasila, culture, and national education goals. The author also introduces the book AlAkhlaq Lil Banin is set in Islam, so this thesis with the title of Values Character In the book Al-Akhlaq Lil Banin of Sheikh Umar Baradja. Keywords: Character Education, Al-Akhlak Lil Banin, Value. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-akhlaq lil banin, kitab al-akhlaq lil banin memberikan pesan moral dengan bentuk cerita atau kisah kepada manusia untuk berbuat baik, masyarakat atau pembaca diajak untuk memerhatikan pendidikan karakter anak-anak muda dan membantu menanamkan nilai-nilai karakter agar menjadi manusia berkarakter dan berjati diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nilai-Nilai Karakter sangat penting untuk ditanamkan kepada anak-anak generasi muda yang berkarakter berdasarkan agama, pancasila, budaya, serta tujuan pendidikan nasional. Penulis juga mengenalkan kitab Al-Akhlaq Lil Banin yang berlatarkan islam, sehingga menentukan skripsi ini dengan judul Nilai-Nilai Karakter Dalam Kitab AlAkhlaq Lil Banin karya Syekh Umar Baradja. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Al-Akhlaq Lil Banin, Nilai.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-akhlaq lil banin, kitab al-akhlaq lil banin memberikan pesan moral dengan bentuk cerita atau kisah kepada manusia untuk berbuat baik, masyarakat atau pembaca diajak untuk memerhatikan pendidikan karakter anak-anak muda dan membantu menanamkan nilai-nilai karakter agar menjadi manusia berkarakter dan berjati diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nilai-Nilai Karakter sangat penting untuk ditanamkan kepada anak-anak generasi muda yang berkarakter berdasarkan agama, pancasila, budaya, serta tujuan pendidikan nasional. Penulis juga mengenalkan kitab Al-Akhlaq Lil Banin yang berlatarkan islam, sehingga menentukan skripsi ini dengan judul Nilai-Nilai Karakter Dalam Kitab AlAkhlaq Lil Banin karya Syekh Umar Baradja. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Al-Akhlaq Lil Banin, Nilai

    Agama Pra-Islam Perspektif Al-Qur'an

    Get PDF
    This paper discusses how the Qur'an speaks of pre-Islamic religions which originally came from a monotheistic religion whose brought by Abraham.  Explicitly the Qur'an gives the message essentially the same message between the Qur'an and the earlier books. This message give a signals the continuity of God's message in which all the semitic religions revealed in the Qur'an lead to the prophet Abraham. So the semitic religions have the same mission to purify Tauhid as a peace religion based on submission to God. At once refine again the belief of those who believe in supernatural powers that are limited to the beliefs of myth. Finally the coming of the prophet Muhammad was to support, confirm, rectify, and perfecting the teachings of the former religion. Keywords : Religions, Pre-Islamic, Monotheistic. Abstrak Tulisan ini membahas tentang bagaimana al Quran membicarakan agama-agama pra- Islam yang awalnya berasal dari satu agama monoteisme yang di bawa oleh Ibrahim. Secara eskplisit al-Qur’an memberikan pesan secara esensial adanya pesan yang sama antara al-Qur’an dengan kitab-kitab sebelumnya. Pesan ini memberikan isyarat adanya keseinambungan risalah Tuhan dimana semua agama semitik yang diungkap dalam al-Qur’an bermuara kepada nabi Ibrahim As.  Sehingga agama-agama semitik memiliki misi yang sama untuk memurnikan Tauhid sebagai agama kedamaian yang berlandaskan kepasrahan kepada Tuhan. Sekaligus memurnikan kembali kepercayaan orang-orang yang meyakini kekuatan adikodrati yang hanya sebatas keyakinan dari mitos. Akhirnya kedatangan nabi Muhammad adalah untuk mendukung, mengukuhkan, meluruskan kembali, dan menyempurnakan ajaran-ajaran agama terdahulu. Kata Kunci : Agama, Pra-Islam,Monoteism

    186

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Al-Qur'an
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇